The Midnight Studio, Ketika Hantu ingin Berfoto untuk Terakhir Kali

   
maria-g-soemitro.com

The Midnight Studio, Ketika Hantu ingin Berfoto untuk Terakhir Kali

Pernah baca tentang selebriti yang di masa mudanya tajir melintir, namun hidup nelangsa di usia tua? Banyak ya, salah satunya Nunung Srimulat. Berkiprah sejak tahun 1980, namanya semakin popular lewat sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Setelah itu, sementara teman-temannya di Srimulat semakin meredup, nama Nunung justru tambah melejit melalui berbagai acara komedi situasi, seperti Opera Van Java (OVJ), Ketoprak Humor, Ngelaba dan lainnya.

Malang, di usia senja, kondisi ekonomi Nunung menurun drastis. Kini konon dia tinggal di kos-kosan. Banyak penyebabnya, mulai dari kebiasaan menghidupi keluarga besar, narkoba serta biaya pengobatan kanker payudara.

Pertanyaan tentang kondisi selebriti tanah air muncul setelah saya menonton video short tentang Park Kyung-Hye, aktris Korea yang telah berkiprah sejak tahun 2013, namun hingga kini masih harus bekerja paruh waktu dan hanya mampu menyewa rumah tipe studio kecil berukuran 6 Pyeong (20 Meter persegi).

Mungkin karena selama ini Park Kyung-Hye cuma mendapat peran pembantu, ya? 

Bagaimana dengan bintang besar seperti aktor Joo Won? Lama tak melihat karyanya, saya pikir dia tersandung skandal atau apalah, ternyata (syukurlah), tidak.

Joo Won konsisten bermain di drama maupun film, tapi dia selektif. Gak heran saya harus mencari-cari tayangan dramanya, dan  saya menemukan drama Korea “The Midnight Studio” (2024) sebagai karya terakhir di dunia drama. Setelah itu dia menggarap film Korea berjudul  “Sword: The Sword of Godumakhan” (2027)

Sambil menunggu filmnya, yuk kita nikmati aktingnya dalam drama Korea “The Midnight Studio”, drama yang berkisah tentang pemilik studio yang hanya ada untuk orang mati.

Menarik ya?

Baca juga drama Korea tentang arwah lainnya:

Revenant, Takut Setan? Jangan Nonton!

Island, Kala Iblis Menunggu Datangnya Sang Kekasih

May I Help You, Menepis Stigma Pengurus Jenazah

maria-g-soemitro.com

Joo Won sebagai Seo Ki-Joo

Sebagai generasi ke 7,  sejak kecil Seo Ki-Joo tidak hanya bisa melihat hantu, dia juga mengetahui usianya pendek, hanya mencapai 35 tahun. Selain itu dia tidak bisa menghindari kewajiban meneruskan studio foto yang diwariskan secara turun temurun, dan kini dipegang pamannya.

Keduanya berusaha mengelak bisnis yang tak menyenangkan ini dan merencanakan kehidupan lain. Malang, Seo Ki-Joo yang kala itu masih berusia 15 tahun mendapati kenyataan pamannya tak kembali, sehingga dia terpaksa melanjutkan tugas sang paman.

Kini, setelah 20 tahun mengoperasikan bisnis studio foto Yahan, Seo Ki-Joo menghitung usianya tersisa 104 hari menjelang usia 35 tahun.

Dia bersiap menghadapi kematian, kala tak terduga bertemu Han Bom dan pintu perubahan pun terbuka.

maria-g-soemitro.com

Kwon Na-Ra sebagai Han Bom

Sepintas, hubungan Han Bom dan neneknya seperti anjing dan kucing, namun di lubuk hati, keduanya saling mencintai. Bagaimana pun, pasca orang tua Han Bom meninggal dunia, keduanya saling bergantung.

Seperti saat sang nenek yang sangat menyukai uang, memaksa cucunya membayar uang sewa, sementara sang cucu tak bisa membayar karena dia telah dipecat dari pekerjaannya di kantor kejaksaan. 

Setelah sang nenek tahu kondisi cucunya, dia sangat menyesal. Dia tahu Han Bom tak pernah mengeluh atau menceritakan hal pahit padanya.

maria-g-soemitro.com


Sinopsis Drama Korea The Midnight Studio

Harimau mati meninggalkan kulit

Manusia mati meninggalkan foto

Seo Ki-Joo terheran-heran melihat Han Bom, cucu perempuan induk semangnya, bisa masuk ke studio foto Yahan, bisnis yang telah dikelolanya selama 20 tahun.

Studio foto Yahan hanya ada untuk orang mati. Selama ini, cuma Seo Ki-Joo sebagai fotografer yang bisa memasuki pintu studio, serta arwah yang baru meninggal. Sang arwah datang untuk mengabadikan ingatan terakhir saat hidup, yang ingin disimpannya.

Sang arwah punya waktu 3 hari untuk mewujudkan keinginannya, sebelum akhirnya berangkat ke alam baka.

Studio Yahan merupakan bisnis keluarga Seo selama 100 tahun. Yahan berarti studio tengah malam, Yahan berarti juga erotis. Karena bukan studio foto biasa, Studio Yahan dibuka di pinggir malam. “Ya” seperti di malam hari, “Han” seperti dalam edge.

Awal mula keberadaan Studio Yahan akibat ulah nenek moyang Seo Ki-Joo. Demi memperpanjang nyawa anaknya, dia  mencuri kamera tanpa tahu bahwa kamera tersebut mengandung kutukan. 

Kutukan itu berupa bisa melihat hantu, harus membuka studio foto bagi para hantu dan berumur pendek!

Secara turun temurun, keluarga Seo hanya hidup selama 35 tahun, sebelum akhirnya mati secara mengerikan. Generasi 1 mati misterius di pegunungan pada usia 35 tahun. Demikian pula dengan Seo Ki-Joo, sebagai generasi ke-7, dia harus bersiap mati dalam usia 35 tahun, dan hidup singkat dengan kesepian yang mengerikan.

Disebut mengerikan karena hidup mereka tak pernah nyaman. Seo Ki-Joo tak bisa menjalani kehidupan layaknya manusia normal. Para hantu berusaha membunuhnya untuk mencuri kamera.

Seo Ki-Joo tak bisa leluasa mengendarai mobil, ke bioskop, atau makan bersama dengan seseorang, karena dia tak tahu kapan para hantu akan menyerang dan membunuhnya.

Pekerjaan mengabadikan arwah juga kerap berujung kesalah pahaman dengan pihak berwajib, tanpa Seo Ki-Joo mampu menjelaskannya.

Namanya tercatat dalam daftar hitam kepolisian, diantaranya: pencemaran nama baik (2010), pemerasan (2012),  menyamar sebagai anggota polisi (2019), dan yang terakhir tersandung kasus pembakaran dan masuk tanpa izin.

Perkenalan dengan Han Bom membuat perubahan dalam jalan hidup Seo Ki-Joo. Keduanya terlibat dalam kasus kematian pasien bernama Park Sung-Joon. Istrinya mengakui sebagai  pembunuh Park Sung-Joon.

Sementara faktanya Park Sung-Joon meninggal disebabkan serangan jantung. Sebagai pengacara, Han Bom  membela sang istri, sementara Seo Ki-Joo membantu Park Sung-Joon untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya dan memberinya memori terakhir yang indah.

Perkenalan keduanya berlanjut, ternyata Han Bom adalah cucu pemilik rumah yang disewa Seo Ki-Joo untuk studio dan tempat tinggal. Keduanya saling berinteraksi, termasuk saat sang nenek meninggal, Seo Ki-Joo yang membantunya mewujudkan mengabadikan memori terakhirnya.

Namun tidak seperti client lainnya, usai berfoto dengan neneknya, Han Bom mengalami efek samping diluar dugaan. Dia bisa melihat hantu! Tentu saja ini menyulitkan sekaligus mengingatkan Seo Ki-Joo, bahwa dulu semasa masih remaja, dia pernah membantu seorang anak perempuan dari para hantu yang mengganggu.

maria-g-soemitro.com

Review Drama Korea  The Midnight Studio

Pasca drama Korea “The Master's Sun” (2013) yang fenomenal karena berhasil meraih rating dua digit, dan mengantarkan penghargaan bagi para pemerannya, banyak drama Korea lain yang meniru jejaknya.

Tentu saja, karya berikutnya tak pernah segemilang ide awal. Dari belasan drama Korea yang berkisah tentang arwah, maupun yang sekadar nyerempet, gak ada yang berhasil mengalahkan, minimal sama suksesnya dengan drama Korea “The Master's Sun”.

Termasuk drama Korea “The Midnight Studio” . Digawangi sutradara Song Hyun-Wook yang berhasil dengan karya seperti drama Korea “Revolutionary Love” , drama Korea “The Beauty Inside”, drama Korea “The Golden Spoon” serta drama berating tinggi lainnya, kali ini dia harus puas dengan rating 8,0/10 dari Mydramalist dan 7,2/10 dari IMDb.

Apa sebab?

Alur kisahnya menarik kok, penonton nyaman menonton karena penulis skenario menyertakan narasi yang membuat penonton paham. Pembentukan karakter para pemainnya juga disusun detail. Gak hanya pemeran utama, juga pemeran pendukung, bahkan mereka bisa menyajikan adegan bromance dengan amat memikat.

Ditunjang akting kuat dari kedua pemeran utama, harusnya drama ini bisa meraih rating lebih tinggi ya?

Nah itu dia, sayangnya chemistry antara FL dan ML, seperti kata seorang reviewer:

Kisah romantis mereka seperti tumpahan tinta di atas sebuah mahakarya.

Hiks, tapi Joo Won sebagai ML kayanya emang kurang jago berakting sebagai lover ya? 

maria-g-soemitro.com

Beruntung banyak kisah humanis yang diusung drama Korea “The Midnight Studio”, seperti kisah anak kembar Im Yoon-Hae dan Im Yoon Dal, ketika salah seorang tewas, arwahnya bersikukuh memberikan hadiah terakhir untuk kembarannya.

Serta pastinya kisah FL dengan neneknya (diperankan aktris senior idola saya, Kim Young-Ok yang telah berusia 89 tahun). Mirip Tom and Jerry, di episode awal saya pikir FL menyewa rumah pada sang nenek lho, baru dikisahkan kemudian bahwa FL adalah cucu kandung sang nenek.

Secara keseluruhan drama Korea “The Midnight Studio” sangat mengasyikkan untuk ditonton. Walau sinematografinya standar aja, seperti drama Korea umumnya, tapi banyak kisah humanis yang bikin penonton jadi mellow.

Baca juga drama Korea tentang arwah Lainnya:

Heartbeat, Kala Vampire Ingin Merasa Cinta

My Demon, Ketika Iblis Jatuh Cinta

Light Shop, Tentang Toko Lampu tempat Persinggahan Para Arwah


Profile 

Title: The Midnight Studio

Native Title: 야한 사진관

Also Known As: Estúdio da Meia-Noite , Midnight Photo Studio , Night Photo Studio , Nightly Photo Studio , O Estúdio da Meia-Noite , Photo Studio Limited In Night , Sexy Photo Studio , The Midnight Studio ห้องถ่ายภาพแห่งรัตติกาล , Yahan Sajingwan , Το Στούντιο του Μεσονυκτίου , Ночная фотостудия , סטודיו חצות , 夜限照相馆 , 야한 (夜限) 사진관

Director: Song Hyun Wook

Screenwriter: Kim Yi Rang

Genres: Romance, Drama, Fantasy

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: South Korea

Episodes: 16

Aired: Mar 11, 2024 - May 6, 2024

Aired On: Monday, Tuesday

Original Network: ENA, Genie TV

Duration: 60 min.

No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat