Yumi's Cells Season 3, Jatuh Cinta yang Bikin Kehebohan di Desa Yumi

  
maria-g-soemitro.com

Yumi's Cells Season 3, Jatuh Cinta yang Bikin Kehebohan di Desa Yumi

Apakah sel-sel dalam tubuh manusia saling berkomunikasi satu sama lain? Jika iya, mengapa ada sel kanker? Apakah ini semacam sel yang mengudeta ?

Jawaban untuk pertanyaan sel yang saling berkomunikasi, ternyata: “Betul!” Demi mempertahankan fungsi tubuh, sel-sel dalam tubuh manusia berkomunikasi agar bisa menjalin kerja sama.

Caranya melalui sinyal yang dikeluarkan oleh setiap sel, hingga membentuk sistem terintegrasi yang mengomunikasikan satu sama lain ke mana harus bergerak, kapan harus membelah, atau kapan harus mati. 

Bagaimana dengan sel kanker? Sel kanker bukanlah sel mbeling yang susah diatur, melainkan sel yang kehilangan kemampuan untuk merespons sinyal tersebut. Akibatnya, sel  tumbuh abnormal  dan membelah secara tidak terkendali. 

Sel yang tak terkendali tersebut membentuk tumpukan sel abnormal yang merusak jaringan dan organ sehat.

Rasa penasaran tentang “sel” muncul ketika sedang menonton drama Korea “Yumi's Cells”. Diadaptasi dari webtoon "Yumi's Cells" (유미의 세포들) by Lee Dong Geon (이동건), drama berkisah tentang sel-sel otak seorang perempuan bernama Kim Yu Mi.

Sel-sel otak milik Yumi mengendalikan setiap pikiran, perasaan, dan tindakan Yumi, baik ketika masih pekerja kantoran biasa sampai menjadi novelis terkenal. 

Terbagi atas 3 musim, drama Korea “Yumi's Cells” bercerita tentang perjalanan emosional, romansa, dan pendewasaan diri Yumi, terutama saat sel-selnya berinteraksi menghadapi hubungan cinta dan karier. 

Sayang, walau saya suka akting aktris Kim Go Eun, saya baru menonton season 3 atau season terakhir. Drama ini berhasil menggaet rating 8,7/10 dari Mydramalist. Jadi penasaran ya?

Baca juga drama Kim Go Eun lainnya:

The Price of Confession, Misteri Pembunuhan Sang Suami

Little Women, Bukan Salah Hidup Miskin

The King: Eternal Monach, Sepotong Cinta Dalam Fiksi Ilmiah

maria-g-soemitro.com

Kim Go Eun sebagai Kim Yu Mi

Tubuhmu 30-an

Hatimu 80-an

Demikian kata rekan Kim Yu Mi melihat perempuan berusia 30 tahunan itu asyik dengan kesendiriannya, nampak tenang, tanpa gejolak emosi.

Bisa dimaklumi, Kim Yu Mi telah melewati masa yang panjang, mulai dari pekerja kantoran biasa, sekarang menjadi novelis dengan karya best seller.

Perjalanan cinta yang penuh emosi juga telah dilaluinya. Sel cinta, sel degup, sel debar dan sel-sel lainnya pernah begitu aktif.

Sekarang, mereka tertidur. Desa Yumi hanya diisi sel-sel yang beraktivitas monoton, sampai cinta datang bak petir menyambar.

maria-g-soemitro.com

Kim Jae Won sebagai  Sin Sun Rok

Bekerja sebagai editor Julie Publishing, Sin Sun Rok kerap merasa tersiksa ketika harus menemani penulisnya yang berisik.

Salah satunya penulis Kim Ju-Ho, dia bersikukuh mengajak Sin Sun Rok menonton pertandingan base ball. Ajakan yang sulit ditolak karena merupakan topik buku Kim Ju-Ho

Sin Sun Rok orang rumahan. Dia tak nyaman berada di lapangan yang bising. Dia lebih suka menonton pertandingan base ball di rumahnya yang tenang.

Agar bisa beradaptasi dengan lingkungan di luar rumah, Sin Sun Rok selalu menyetel batereinya dengan mode daya rendah dan hanya memperbolehkan sel rasional yang bekerja.

Kehidupannya yang tenang berubah, setelah dia bertemu dengan penulis Kim Yu Mi dan jatuh cinta padanya.

maria-g-soemitro.com

Synopsis Yumi's Cells Season 3 Korean Drama

Di puncak karirnya sebagai novelis yang sukses, Kim Yu Mi justru merasa galau. Sudah 3 tahun dia tak pacaran. Tak ada lagi tantangan. Hidup berjalan lurus tanpa belokan. Adrenalinnya tak pernah lagi bergejolak.

Dan itu berdampak pada hasil karyanya. Beberapa cara dilakukan Yu Mi untuk memicu semangatnya. Bahkan dia ikut keseruan terjun payung. Apes, hasilnya tak seperti yang diharapkan, malah editornya mengalami kecelakaan.

Untuk menjamin produktivitas novelisnya,  pemimpin redaksi Julie Publishing mengirim editor pengganti bernama Sin Sun Rok. Editor yang sungguh berbeda dari sebelumnya, Sin Sun Rok tampak dingin, tertutup dan bicara seperlunya.

Hal ini tentu saja membuat Yu Mi kesulitan beradaptasi. Perilaku Sin Sun Rok nampak aneh dan “gak nyambung”, baik dalam hal pekerjaan, maupun aktivitas harian. Seperti ketika Yu Mi ingin membeli camilan bungeoppang, ternyata Sin Sun Rok lebih dulu memborong habis dan tak mau berbagi. Meski Yu Mi  memberi sinyal, Sin Sun Rok tetap gak paham dan berlalu begitu saja.

Yu Mi tidak tahu bahwa Sin Sun Rok berperilaku demikian karena sejatinya dia tipe orang rumahan. Sin Sun Rok gak nyaman berada di luar rumah, sehingga dia menyetel baterainya dalam "mode daya rendah".

Sin Sun Rok hanya menggunakan sel rasional ketika berada di luar rumah. Dengan cara ini dia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan efisien, serta dapat pulang ke rumah dengan cepat, untuk menikmati kehidupan rumahannya.

Dalam perjalanan tugas ke Busan, secara tak terduga hubungan keduanya berubah. Yu Mi terkesima melihat ketampanan Sin Sun Rok dan naksir padanya.

Secara naluriah Yu Mi selalu ingin berdekatan dengan pemuda yang usianya lebih muda tersebut. Namun Sin Sun Rok berusaha menjaga jarak. Dia menyadari hubungan romantis editor dengan penulisnya akan mengganggu hubungan profesionalitas mereka.

Benteng yang dibangun Sin Sun Rok jebol ketika Kim Ju-Ho, penulis lain di bawah naungan Julie Publishing melakukan pedekate pada Yu Mi secara agresif. Sebagai editor, Sin Sun Rok sangat hafal dengan perilaku Kim Ju-Ho yang mata keranjang. Dia ingat setidaknya ada 5 perempuan yang telah dipermainkan penulis buku tentang baseball ini.

Klimaksnya terjadi sewaktu Kim Ju-Ho bersikeras mendekati Yu Mi, walau telah ditolak secara telak. Tak terelakkan, terjadi baku hantam antara Sin Sun Rok dan Kim Ju-Ho.

Setelah dilerai, bukannya minta maaf pada Kim Ju-Ho seperti saran pemimpin redaksi,  Sin Sun Rok malah mendatangi Yu Mi untuk mengungkapkan rasa cintanya.

maria-g-soemitro.com

Review Yumi's Cells Season 3 Korean Drama

Seiring bertambah usia

Sel rasional bertambah besar

Emang seberapa tua sih Kim Go Eun (FL)? Ternyata pemeran Oh In-Joo dalam drama Korea “Little Women” ini lahir 1991. Awet muda ya? Bersanding dengan Kim Jae Won (kelahiran 2001) gak kelihatan jomplang. Apalagi dalam drama Korea “Yumi's Cells”, Kim Jae Won kerap memakai kaca mata.

Untuk Kim Go Eun, kita gak usah bahas aktingnya ya? Beberapa artikel menyebut dia layak didaulat sebagai chungmuro berkat aktingnya yang gemilang, serta banyaknya penghargaan bergengsi yang diperoleh, diantaranya dari Blue Dragon Film Awards.

Bagaimana dengan Kim Jae Won? Suer, gara-gara perannya sebagai gigolo dalam drama Korea “The Art of Sarah”, saya sempat skip drama Korea “Yumi's Cells”.  Eh tapi, justru dengan menskip, membuktikan akting Kim Jae Won cukup memuaskan ya? Karena saya jadi teringat akting dan wajahnya.

Meski telah berakting dalam banyak drama, Kim Jae Won memang hanya mendapat peran support role, sehingga mudah dilupakan. Baru kali ini dia didaulat sebagai pemeran utama.

Dan Kim Jae Won rupanya gak menyia-nyiakan kesempatan. Dia berhasil memerankan Sin Sun Rok, editor yang berpenampilan tenang, serius, tanpa emosi, malah cenderung nampak lemot ketika diajak ngobrol. Maklum dia menyetel batereinya dalam "mode daya rendah".

Selain casting yang tepat, keunggulan drama Korea “Yumi's Cells Season 3” terletak pada alur kisah yang tak biasa. Alih-alih konflik dengan banyak karakter, penulis malah menciptakan konflik di dalam sel-sel otak Yumi yang dinamakan Desa Yumi, serta tentunya sel-sel otak Sin Sun Rok.

Keren idenya. Penonton diajak tersenyum geli ketika melihat sel-sel Yumi yang siap mendamprat Sin Sun Rok, eh malah tersambar petir karena tetiba Yumi terpesona dengan ketampanan Sin Sun Rok. 

Juga ketika sel cinta Sin Sun Rok berusaha melakukan operasi untuk memblokir rasa cinta, gak taunya justru tanpa sengaja melakukan malpraktik, dia salah mengambil tindakan di meja operasi.

Dengan semua keunggulan, walau publik Korea hanya merespon dengan rating rendah 2.310% (nationwide) dan 2.798% (Seoul) di akhir episode, secara global drama Korea “Yumi's Cells Season 3” berhasil memperoleh penghargaan atas ide cerita yang unik dan kreatif ini. Terlihat dari rating IMDb yang mengganjar dengan 8.1/10, serta 8,7/10 dari Mydramalist. 

Wow!

Baca juga drama Kim Jae Won lainnya:

The Tale of Lady Ok, Tragedi Pengacara Perempuan di Era Joseon

The Art of Sarah, Kelindan Sisi Kelam Korea Selatan

King The Land, Kisah Pangeran yang Jatuh Cinta pada Senyum Cinderella, Seorang Hotelier


Profile 

Title: Yumi's Cells Season 3

Native Title: 유미의 세포들 시즌3

Also Known As: Yoo Mi's Cells 3 , Yoo Mi's Cells Season 3 , Yu Mi's Cells 3 , Yumi's Cells 3 , Yumieui Sepodeul 3 , Yumieui Sepodeul Sijeun 3 , Yumiui Sepodeul 3 , Yumiui Sepodeul Sijeun 3 , 유미의 세포들3

Screenwriter: Song Jae Jung, Kim Kyung Ran

Director: Lee Sang Yeob

Genres: Comedy, Romance, Life, Drama

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: South Korea

Episodes: 8

Aired: Apr 13, 2026 - May 4, 2026

Aired On: Monday

Original Network: TVING, tvN

Duration: 60 min.


9 comments

  1. Sayang banget, aku nggak begitu suka Kim Go-eun. Banyak drama dia yang kuskip. Termasuk Yumi's Cells ini. Sebenarnya, ide ceritanya bagus ya. Ntar coba aku tonton deh yang season 3

    ReplyDelete
  2. Wah beda usianya 10 tahun ternyata, tapi enggak kelihatan banget sih, awet muda nih FL-nya. Pakai kacamata juga bikin ML nampak lebih dewasa. Tapi meski usia mereka matang vs brondong, chemistry-nya sangat manis ya...

    ReplyDelete
  3. Kenapa ya ide film-film Korea itu selalu sesuatu di luar nalar. Otak mereka sepertinya didesain unik dari kebanyakan. Yumi's Cells, film tentang sel. Gilakk itu of the box, dikombinasikan dengan tokohnya yang seorang penulis yang sedang 'berburu' gejolak. Pantas aja film ini diganjar penghargaan karena ide unik dan kreatif 🫶

    ReplyDelete
  4. Meski sudah ngereview sendiri, selalu senang baca reviewnya Ambu karena ada fun fact yang bukan tentang dramanya itu sendiri, seperti pembukaan soal cara sel-sel tubuh berkomunikasi dan kenapa sel kanker justru yang gagal merespons sinyal. Itu semacam tambahan ilmu baru sebelum masuk ke ulasan dramanya, dan rasanya sangat khas, Ambu banget deh hehehe

    Btw, aduh ga nyangka SoonRok bisa ditemukan dalam diri Kim JaeWon. Chemistry kedua OTP lebih dari Yumi-Woong di musim pertama (yang bikin saya gamon, jadi ga selera nonton musim kedua). Pantes banget deh SoonRok yang jadi suaminya Yumi

    ReplyDelete
  5. “Yumi’s Cells Season 3” ternyata bukan cuma tentang sisi drama romantis, tapi juga dikaitkan dengan cara kerja sel dan emosi manusia. Jadi terasa lebih hidup dan beda dari review drakor biasa. Bagian tentang “Desa Yumi” juga bikin nostalgia sekaligus ngakak karena relate banget sama drama percintaan orang dewasa yang kelihatannya tenang di luar, padahal di dalam kepala chaos total 😆

    ReplyDelete
  6. Aku suka dengan profil dan acting Go-eun. Apalagi pas dia main di film Exhuma dan drama Goblin. Cantiknya dia juga berbeda dari aktris Korea lainnya. Wajahnya natural gak dipermak-permak (semoga begitu). Kalau baca ulasan di atas, sepertinya seru banget tokoh yang dia tampilkan. Yumi yang penuh hayalan dan berkonflik dengan sel otaknya sendiri (Desa Yumi). Lucu banget. Jadi pengen nonton serialnya dari awal.

    ReplyDelete
  7. Saya tertarik deh melihat karakter Sin Sun Rok. Soalnya saya juga kayak gitu kalau di luar rumah. Kayaknya suka cepet habis battere hehehe. Belum pernah nonton dari season 1. Tetap bisa mengikuti jalan ceritanya kali ya kalau laung nonton ya ke-3?

    ReplyDelete
  8. Ini kalau di Indonesia bisa memanfaatkan perasaan jatuh cinta (yg katanya sejuta warnanya dan bisa nambah semangat) lalu menyalurkan semangat dan aneka warna itu ke dalam karya yang positif, generasi emas gak harus dicapai di tahun 2045 aja kali ya. Hehehe...
    Sebaliknya di kita orang jatuh cinta itu mayoritas jadi kaya orang (maaf) bodoh, dan tumpul dalam mengeluarkan karya terbaiknya.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat