The Price of Confession, Kala Seorang Istri Menyingkap Tabir Pembunuhan Suaminya

   
maria-g-soemitro.com

The Price of Confession, Kala Seorang Istri Menyingkap Tabir Pembunuhan Suaminya

Masih ingat kasus Vina Cirebon? Ditemukan meninggal bersama kekasihnya, Eky akibat kecelakaan tunggal pada 27 Agustus 2016, namun diubah menjadi korban pengeroyokan geng motor, dan Vina sebagai korban pemerkosaan.

Kok bisa? 

Ya bisa dong, ayah Eki kan anggota kepolisian. Tanpa check and recheck, dia menuduh dan melaporkan 11 pekerja bangunan yang kebetulan sedang berkumpul dan nongkrong di pinggir jalan, sebagai anggota geng motor pembunuh anaknya.

11 orang ini disiksa agar mau mengaku. Tak tahan mengalami siksaan, 7 orang mengaku, 1 orang tak mau mengaku tapi tetap dijebloskan ke balik terali besi dengan vonis seumur hidup, kecuali Saka Tatal yang kala itu masih di bawah umur.

Tahun 2024, atau 8 tahun kemudian, dibantu pengacara tersohor, mereka mengajukan banding. Sayang seperti yang dialami An Yun-Su dalam drama Korea “The Price of Confession”

Pengadilan dan jaksa tak akan mengakui kesalahan mereka

Khususnya kejaksaan, akan berusaha menghalangi

Banding mereka ditolak. Rupanya hakim dan jaksa terlalu gengsi untuk merevisi keputusan mereka, meski begitu banyak bukti yang ditambahkan, salah satunya fakta bahwa pada malam kejadian, Vina sedang menstruasi.

Diperankan bintang papan atas Korea, Jeon Do-Yeon dan Kim Go-Eun, drama Korea “The Price of Confession” berhasil meraih rating 8,7 menurut Mydramalist. Apakah rating akan setinggi itu, atau malah jeblok andai diperankan Song Hye Kyo dan Han So Hee seperti rencana semula?

Bisa ya, bisa juga tidak. Kita obrolin aja hasil akhirnya, setuju?

Baca juga drama Kim Go-Eun lainnya:

Little Women, Bukan Salah Hidup Miskin

The King: Eternal Monach, Sepotong Cinta Dalam Fiksi Ilmiah

maria-g-soemitro.com
Jeon Do-Yeon sebagai An Yun-Su

Hanya karena gemar lukisan telanjang, 

alkohol, merokok, dan menari, 

bukan berarti dia pelakunya

demikian kata pengacara An Yun-Su kala membela clientnya di pengadilan.

Sebagai guru kesenian, An Yun-Su emang sangat nyentrik. Tak jauh berbeda dengan suaminya, seorang seniman.

Memiliki seorang anak perempuan, suami istri ini saling menyayangi dan kompak berbagi peran. Sampai suatu hari An Yun-Su menemukan suaminya bersimbah darah, dan dia dituduh sebagai pembunuhnya.

Beruntung selain bertemu pengacara yang tulus membantunya, An Yun-Su juga bertemu dengan Mo Eun, sesama tahanan yang memberinya kekuatan:

Percayalah pada keputus-asaanmu

Satu-satunya kebenaran dalam kesepakatan kita

Adalah keputus-asaanmu

 

maria-g-soemitro.com

Kim Go-Eun sebagai Mo Eun

Aku penyihir, pembunuh, psikopat

Tapi aku bisa menolongmu

Keluar dari sini

Kalimat-kalimat tersebut dibisikkan Mo Eun pada An Yun-Su, melalui dinding sel isolasi di Rutan Gyeonggi Bukbu.

Tentu saja tawaran Mo Eun tidak gratis, dia ingin An Yun-Su membalaskan dendam pada orang yang telah menghancurkan hidup adik dan ayahnya.

5 tahun silam, sebagai tenaga medis yang bertugas di Thailand, dia menerima kabar adiknya meninggal. Bunuh diri. Sang adik  tak kuat menanggung malu, video dirinya dilecehkan tersebar luas. Kematian sang adik rupanya memicu kematian ayah mereka.

Mo Eun merasa hidupnya tak berarti jika belum membalas dendam pada Ko Se-Hun, anak remaja yang berkat koneksi orangtuanya, tidak mendapat hukuman setimpal.

    

maria-g-soemitro.com

Sinopsis  Drama Korea The Price of Confession

Kebohongan akan terus berlanjut sampai kebenaran ditemukan

Sungguh tragis nasib An Yun-Su, ketika mengunjungi studio suaminya untuk bermesraan, dia malah menemukan sang suami terkapar di lantai bersimbah darah.

Tambah menyakitkan ketika dia dituduh sebagai pembunuh suaminya sendiri. Susah payah An Yun-Su menjelaskan bahwa dia bukan pembunuh, tak ada yang mempercayai. Terutama Jaksa Baek Dong-Hun yang keukeuh menuduh dan menjebloskan An Yun-Su  ke Rumah Tahanan Gyeonggi Bukbu.

Pintu kebebasan nampak didepan mata, sewaktu An Yun-Su  mendapat tawaran dari Mo Eun, tahanan lain yang  dijuluki “ si penyihir”, karena dengan kejamnya membunuh pasutri dokter gigi dengan racun.

Mo Eun memberi penawaran akan mengaku sebagai pembunuh suami An Yun-Su , asalkan dia mau membunuh Ko Se-Hun, anak pasutri dokter gigi yang telah lebih dulu dibunuhnya.

Target pembunuhan Mo Eun sebetulnya justru Ko Se-Hun. Ko Se-Hun masih remaja namun sudah berlumuran tindakan criminal. Dia melakukan bisnis jual beli foto/video asusila untuk membiayai kegemarannya berjudi.

Salah satu korbannya adalah adik Mo Eun. Tak kuat menahan malu, sang adik malakukan bunuh diri yang disusul ayah mereka.

 An Yun-Su menyanggupi tawaran tersebut. Selain kangen anak perempuannya, An Yun-Su berharap bisa menemukan pembunuh asli suaminya.

Sedangkan tugas membunuh Ko Se-Hun, dia berencana pura-pura membunuh, kemudian memotretnya untuk dilaporkan kepada Mo Eun. Toh Mo Eun di dalam penjara, dia tak kan tahu bahwa sebenarnya Ko Byeong-Su masih hidup.

Semula semuanya berjalan mulus. An Yun-Su mendapat bebas bersyarat agar bisa bertemu putrinya, walau harus mengenakan gelang kaki dan secara periodik melapor pada yang berwajib.

Rencananya berpura-pura membunuh Ko Byeong-Su pun bisa dilakukan. Namun betapa kaget An Yun-Su sewaktu pihak kepolisian menemukan jasad Ko Byeong-Su membeku dalam lemari es.

Bertambah kaget ketika mengetahui ada fotonya yang menutupi sebagian wajahnya dengan hoodie jas hujan, sedang keluar dari rumah Ko Byeong-Su. Bahkan beredar pula short video An Yun-Su sedang menghabisi anak tersebut.

An Yun-Su mengambil jalan nekad. Dia harus melepaskan diri dari pengawasan pihak kepolisian agar bisa menemukan pembunuh suaminya dan pembunuh Ko Byeong-Su.

An Yun-Su mulai berusaha menemukan kepingan puzzle yang terserak. Mulai dari ucapan sang suami pada seseorang di balik telepon. Serta pengacara publik yang baru mendampingi Mo Eun dan dirinya 

Sebelum An Yun-Su berhasil membongkar rahasia kematian sang suami, mendadak anak perempuannya hilang. Kakek Ko Byeong-Su mengambilnya dari sekolah dan menyanderanya.

Mo Eun rupanya juga menyadari ada yang tidak beres. Dia melarikan diri dari rutan, dan bersama An Yun-Su membongkar pelaku pembunuhan terhadap suami An Yun-Su dan Ko Byeong-Su.

maria-g-soemitro.com
Review Drama Korea The Price of Confession

Orang-orang tidak percaya padamu

Karena kebenaranmu

Tidak menarik bagi orang-orang

Diawali ragu, dan selalu menunda nonton drama Korea “The Price of Confession” (ngebayangin drama yang serem, gak ada manis-manisnya), setelah mulai menonton malah gak mau berhenti. Penasaran dengan endingnya!

Plot kisah yang runut, mengalir lancar, nyaris tanpa cela, harus diakui drama ini bernyawa karena kekuatan kedua pemeran utamanya,  pelanggan penghargaan BaekSang Arts Awards: Jeon Do Yeon dan Kim Go-Eun!

Saya tak bisa membayangkan Song Hye Kyo (aktris yang semula mendapat tawaran peran ini, namun menolak) akan lebih bagus aktingnya dibanding akting Jeon Do Yeon sebagai An Yun Su.

Jeon Do Yeon sukses memerankan An Yun Su, “tetangga sebelah rumah” yang “nyeni” dan eksentrik. Ekpresi emosinya sangat kuat. Sedih, takut, bingung, serta mencemaskan anak kesayangannya,  tertuang penuh melalui ekspresi wajah dan gestur tubuh.

Bagaimana dengan Kim Go Eun? Peran sebagai Mo Eun pernah ditawarkan pada Han So Hee, namun ditolak.  Nampaknya sih, dua aktris ini bakal sama bagusnya memerankan Mo Eun. 

Tapi pastinya kita ngobrolin Kim Go Eun,ya? Dialah  akhirnya yang memerankan Mo Eun dengan apik. Ekspresi dinginnya pas banget sebagai “si penyihir” yang mampu membalas dendam dengan meracuni korbannya. Ditambah rambut pendek nyaris plontos, menjadi salah satu penampilan terkeren Kim Go Eun.

Chemistry antara An Yun Su dan Mo Eun juga sangat bagus, lebih kuat dibanding chemistry antara An Yun Su dengan suaminya. Ritme emosi keduanya tertata dan terlukiskan dengan baik, hingga berakhir begitu respeknya An Yun Su  pada Mo Eun.

Gak kalah bagus tentunya akting  Park Hae Soo sebagai jaksa Baek Dong Hun yang nyebelin karena keukeuh mau menjebloskan An Yun Su ke penjara, sebelum akhirnya menyadari kesalahannya.

Berhasil menggaet rating 8,7 dari Mydramalist, saya penasaran dengan sutradara drama Korea The Price of Confession. Ternyata Lee Jung-Hyo, sutradara yang berhasil mengantarkan drama Korea “Crash Landing on You” memperoleh rating 2 digit dan penghargaan BaekSang Arts Awards.

Lee Jung-Hyo sukses menyajikan penceritaan non-linear, berpadu dengan palet warna dan latar yang menyuguhkan suasana yang keras serta tepat sasaran.

Namun pastinya drama Korea “The Price of Confession” tak kan sukses tanpa karya Kwon Jong-Kwan sebagai penulis scenario. Beberapa drama Korea pernah menyuguhkan kisah tentang pemeran utama yang terjebak dalam situasi salah hingga masuk penjara.

Baru kali ini (setidaknya yang saya tonton) menempatkan perempuan sebagai pemeran utama. Hasilnya tentu saja berbeda. Ada sentuhan hangat, manis dan air mata.

Baca juga drama besutan Lee Jung-Hyo lainnya:

Romance is Bonus Book, Teman Tapi Menikah

Crash Landing on You, Sepenggal Syukur Atas Timor Leste


Profile

    Drama: The Price of Confession

    Revised romanization: Jabaekui Daega

    Hangul: 자백의 대가

    Director: Lee Jung-Hyo

    Writer: Kwon Jong-Kwan

    Network: Netflix

    Episodes: 12

    Release Date: December 5, 2025

Genres: Thriller, Mystery, Psychological, Crime

    Language: Korean

    Country: South Korea


No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat