Dream to You, Tentang Impian yang Tertukar
“Hidup terbaik adalah hidup yang dijalani untuk menghidupi mimpi kita sendiri. Dengan cara itu, manusia bisa bertumbuh menjadi versi terbaik dirinya — secara utuh, lahir dan batin”.
Itu yang ditulis Donny Kurniawan dalam blognya, dan saya setuju.
Sejak kecil kita punya mimpi, entah menjadi guru, dokter, pilot serta profesi lain. Seiring waktu, mimpi itu seperti menjauh dan akhirnya terlupakan. Banyak alasannya, diantaranya mimpi tersebut sulit digapai.
Padahal seharusnya, dengan berbekal mimpi kita punya tujuan hidup. Kita punya harapan, dan kita bisa mulai merancang langkah demi langkah untuk mencapainya.
Bandingkan dengan mereka yang tak punya mimpi. Mereka bakal menjalani hidup tanpa tujuan. Mereka menjalani hidup tanpa semangat meraih mimpi. Betapa boringnya hidup seperti itu, bukan?
Manfaat lain memiliki mimpi adalah motivasi untuk bekerja lebih keras. Misal seseorang bermimpi menjadi guru, tentu saja untuk mencapainya dia harus kuliah. Persoalan muncul ketika orang tua tidak mampu membiayai. Orang yang punya mimpi akan mencari jalan, misalnya bekerja sambil kuliah. Tidak demikian halnya dengan mereka yang tak punya mimpi. Mereka akan menyerah, mengarungi hidup seperti air mengalir. Tanpa riak.
Drama Korea “Dream to You” berkisah tentang seorang gadis remaja bernama Joo Yi-Jae yang bermimpi menjadi sutradara. Dia bersahabat dengan Woo Su-Bin yang “ditakdirkan” menjadi dokter, seperti profesi ayah dan keluarga besarnya.
Diperankan aktris Hyeri dan aktor Hwang In-Yeop, drama ini membuat saya merenung, apa sih parameter berhasil mewujudkan mimpi? Apakah cukup menjadi sutradara seperti mimpi Joo Yi-Jae (diperankan Hyeri)?
Ataukah harus menjadi sutradara terkenal seperti Woo Su-Bin?
Untuk menjawabnya, yuk kita kupas dramanya:
Baca juga drama Hwang In-Yeop lainnya:
Dear X, Dia yang Bertahan Hidup
Family by Choice, Tentang Anak-anak yang Terluka
Why Her? Karena Hanya Noona yang Percaya!
Hwang In-Yeop sebagai Woo Su-Bin/Ian Woo
Cinta pertamaku
telah memakan impianku
Demikian kata Joo Yi-Jae tentang Woo Su-Bin.
Lahir dari keluarga berprofesin sebagai dokter, bahkan ayahnya memiliki rumah sakit, semula Woo Su-Bin berpikir akan menjadi dokter juga, sesuai keinginan sang ayah.
Impiannya berubah setelah bertemu Joo Yi-Jae, teman di bangku SMA yang kemudian menjadi cinta pertamanya. Joo Yi-Jae ingin menjadi sutradara, impian yang lebih dulu diwujudkan Woo Su-Bin
Hyeri sebagai Joo Yi-Jae
Jika kenangan buruk tak juga memudar
Mengapa kenangan indah tak kita pegang erat?
Kata Woo Su-Bin yang melihat Joo Yi-Jae apatis menyikapi hidup, karena gagal mewujudkan mimpinya sebagai sutradara yang sukses.
Ibu Joo Yi-Jae tak pernah mendukung impiannya, bahkan ketika Joo Yi-Jae berhasil mengukir prestasi, seperti berhasil memenangkan kejuaraan menulis di kelas 6 SD, dan memenangkan Festival Film Pemuda Bunam 2011 sewaktu masih duduk di bangku SMA.
Terseok-seok mengejar impian, Joo Yi-Jae menjadi bagian dari generasi sandwich yang harus membiayai ibu dan adiknya, sementara pekerjaannya di dunia hiburan hanya berdasarkan kebutuhan production house.
Sinopsis Drama Korea Dream to You
Kamu punya mimpi
Itulah yang membuatmu jadi bersinar
Demikian kata Woo Su-Bin tentang Joo Yi-Jae, gadis remaja yang dikenalnya semasih masih duduk di bangku SMA.
Sebelum bertemu Joo Yi-Jae, Woo Su-Bin tak punya mimpi. Ayah dan keluarga besarnya berprofesi sebagai dokter, bahkan sang ayah merupakan pemilik rumah sakit ternama. Sehingga seperti sudah digariskan bahwa kelak Woo Su-Bin akan menjadi dokter pula.
Tidak demikian dengan Joo Yi-Jae. Sejak awal Woo Su-Bin mengenalnya, Joo Yi-Jae punya impian menjadi sutradara. Disela-sela waktu belajar, Joo Yi-Jae selalu merekam apa pun yang dia suka.
Keinginan berdekatan dengan Joo Yi-Jae, membuat Woo Su-Bin terlibat dalam aktivitasnya membuat film, termasuk ketika membuat film pendek dengan teman-teman SMA-nya sebagai pemeran. Tak terduga film tersebut berhasil memenangkan juara pertama dalam Festival Film Pemuda Bunam.
Kemenangan yang tidak saja menambah semangat Joo Yi-Jae dalam meraih mimpi, juga membuat ibu Joo Yi-Jae luluh. Sebelumnya sang ibu selalu pesimis dan mengatakan bahwa Joo Yi-Jae tidak akan menjadi apa-apa.
Woo Su-Bin ikut tertular. Semula tak punya mimpi, sekarang dia juga ingin menjadi sutradara.
Pasca kemenangan, Joo Yi-Jae mengajak Woo Su-Bin membuat film. Keduanya menulis bareng skenario yang berjudul “Gyeongseong Yeonga”, dengan pembagian kerja: Joo Yi-Jae sebagai penulis scenario sedangkan penggarapannya kelak dilakukan Woo Su-Bin.
“Gyeongseong Yeonga” berkisah tentang seorang Nan Yeong, seorang gisaeng yang bermimpi menjadi penyair.
Impiannya berubah menjadi balas dendam, ketika sahabatnya tewas tertembak. Bagi Nan Yeong keberadaan sang sahabat lebih berharga dibanding nyawanya.
Sebelum sempat membalas dendam, seorang pemuda bernama Mu Gyeom muncul dalam kehidupan Nan Yeong. Publik mengenalnya sebagai tuan muda yang berasal dari keluarga kaya raya. Dia juga penikmat kesenian. Tak heran banyak perempuan menyukai Mu Gyeom .
Tak ada yang tahu bahwa Mu Gyeom, seorang pejuang kemerdekaan. Dan yang lebih mengejutkan Mu Gyeom ternyata adalah musuh yang ditunggu Nan Yeong sepanjang hidupnya.
Apakah yang harus dipilih Nan Yeong? Balas dendam atau cinta?
Bagaimana endingnya? Pendapat Woo Su-Bin berbeda dengan Joo Yi-Jae. Woo Su-Bin menginginkan happy ending untuk kisah “Gyeongseong Yeonga”, sementara Joo Yi-Jae menginginkan sad ending.
Malang sebelum keduanya mewujudkan mimpi membuat fim “Gyeongseong Yeonga”, mendadak Woo Su-Bin menghilang. Sia-sia Joo Yi-Jae berusaha menghubungi Woo Su-Bin dan menunggu di depan rumahnya.
Ternyata Woo Su-Bin berangkat ke Amerika Serikat untuk meneruskan study. Dia menyerah setelah disiksa dan dikurung ayahnya agar tidak bergaul dengan Joo Yi-Jae.
Joo Yi-Jae yang marah berusaha menerima kenyataan. Dia harus meneruskan hidup. Termasuk hidup yang tidak sesuai mimpinya.
Seekor rubah berusaha menggapai anggur
Ketika gagal, dia bilang:
Anggur itu mungkin rasanya asam
Untung aku tidak memakannya
Belasan tahun kemudian, betapa terkejutnya Joo Yi-Jae kala suatu hari dia melihat Woo Su-Bin muncul di televisi. Woo Su-Bin telah menjadi sutradara ternama, bahkan memenangkan penghargaan bergengsi.
Sementara dia hanya reporter dari suatu acara televisi yang posisinya sangat rentan. Joo Yi-Jae harus mengikuti apa pun arahan ketua tim production house, termasuk ketika tiba-tiba Woo Su-Bin muncul dalam acaranya.
Review Drama Korea Dream to You
Warning! Jangan menonton drama Korea “Dream to You” jika bukan penggemar Hyeri dan Hwang In-Yeop. Tidak saja karena premisnya sederhana dan klise. (Banyak banget drama yang berkisah tentang seseorang yang merasa hopeless terhadap impiannya)
Drama ini juga terkesan membosankan, bertele-tele dan berputar-putar. Beberapa adegan terkesan terlalu “maksa” seperti ketika FL (diperankan Hyeri) dengan menggunakan mobil sudah jauh meninggalkan ML (Hwang In-Yeop). Eh ketika FL turun dari mobil, tau-tau ML ada dibelakangnya. Emangnya bisa terbang? 😀😀
Tapi penggemar Hyeri dengan mudah mengabaikan hal tersebut karena fokus pada aktingnya. Beberapa adegan terkesan kocak dan bikin pingin ketawa, salah satunya ketika FL sedang menyusun scenario dan untuk menjiwainya, dia mengajak ML untuk kisseu. 😀😀
Bagaimana dengan aktingnya?
Seperti biasa Hyeri dan Hwang In-Yeop gak pernah mengecewakan penggemarnya. Hyeri berhasil menghidupkan karakter FL yang kerap emosian, sementara Hwang In-Yeop sukses berperan sebagai ML yang tenang dan suka menggoda.
Second lead couple juga sangat menarik. Termasuk penggambarannya, walau salah satu pasangan terkesan beruntung, tapi sebetulnya sama-sama menderita.
Selain keunggulan akting para pemerannya, gak ada kelebihan lain dari drama Korea “Dream to You”. Gak heran, walau Hyeri merupakan aktris dan penyanyi yang sangat dicintai masyarakat Korea Selatan, apresiasi untuk drama ini anyep saja. Terlihat dari rating yang hanya mencapai 2.719% (nationwide) dan 2.468% (Seoul) dan tak beranjak naik secara signifikan hingga episode ke-4.
Baca juga drama Hyeri lainnya:
Friendly Rivalry, Tentang Sekumpulan Anak Sekolah Pemakai Narkoba
May I Help You, Menepis Stigma Pengurus Jenazah
Moonshine, Gara-gara Musuh dalam Selimut
Profile
Drama: Dream to You
Revised romanization: Geudaeege Deurim
Hangul: 그대에게 드림
Director: Yoo Sun-Dong
Writer: Jeong Eun-Bi
Network: ENA, Genie TV
Episodes: 12
Release Date: July 13 - August 18, 2026
Runtime: Monday & Tuesday 22:00
Language: Korean
Country: South Korea


.png)



.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat