Hold a Court Now, Kisah Cinta dibalik Pengadilan Keluarga

  
maria-g-soemitro.com

Hold a Court Now, Kisah Cinta dibalik Pengadilan Keluarga

Ibu kawin lagi dan ayah tiri melakukan pelecehan seksual, bahkan sampai memerkosa, dialami Michelle Ashley (MA), anak dari penyanyi Pinkan Mambo.

Michelle Ashley baru berani bersuara dan viral pada tahun 2023,  atau 5 tahun kemudian setelah pertama kali terjadinya pelecehan seksual, kala dia baru berusia 12 tahun pada 2018.

Kisah Michelle hanya segelintir kasus yang kebetulan terungkap ke publik. Sementara jumlahnya jauh lebih banyak. Bak gunung es yang tak pernah mencair karena banyak faktor, mulai dari anak yang gak berani bicara, kondisi finansial keluarga yang sangat bergantung pada si predator dan lainnya.

Mungkin ada yang berkomentar Michelle diuntungkan dengan statusnya sebagai anak seorang publik figure. Faktanya gak sederhana itu. Pelecehan seksual menimbulkan trauma mendalam, berlangsung hingga sepanjang hidup. Sedangkan pelakunya hanya dihukum beberapa tahun, seperti dalam contoh kasus, Steve Wantani, ayah tiri Michelle hanya dihukum 9,5 tahun.

Kisah tragis anak yang jadi korban pelecehan seksual ayah tiri, merupakan satu dari sekian banyak kasus kekisruhan keluarga. Kasus tersebut harus ditangani khusus oleh pengadilan keluarga.

Dibintangi Gong Jun dan Ren Min, drama China “Hold a Court Now” mengangkat kasus-kasus pada pengadilan keluarga secara memikat. 

Gak heran drama ini diganjar rating tinggi oleh IMDb dengan 8,7/10, walau Mydramalist hanya mengganjar drama ini dengan rating 7,8/10, mungkin soal selera saja, karena masyarakat China merespon positif terlihat dari rating Douban (IMDbnya China) yang mencapai 7.2/10,  menjadikannya salah satu drama legal dengan skor tinggi tahun 2026.

Baca juga drama legal lainnya:

She and Her Perfect Husband, Terbongkarnya Kawin Kontrak Sang Pengacara

Honour dan Cara Melawan Pelaku Pelecehan Seksual

maria-g-soemitro.com

Gong Jun sebagai Shen Xie Zhi

Angkuh, dingin, kaku

Hakim rakyat demi rakyat

Demikian penilaian Qin Rui tentang Shen Xie Zhi. Penilaian berbeda diberikan oleh Hakim Shu Jing yang juga menjadi guru Xie Zhi.

IQ tinggi, EQ tinggi, kemampuan tinggi

Tampan dan baik hati

Kembang pengadilan keluarga

Sang guru kemudian menambahkan penilaian terhadap Xie Zhi, dari mata anaknya, Fei.

Nezha kecil di mata Fei

Sebagai anak tunggal keluarga Shen, Xie Zhi memang punya beban. Ayahnya seorang professor, dan ibunya merupakan dokter kepala di sebuah rumah sakit.

maria-g-soemitro.com

Ren Min sebagai  Qin Rui

“Bapaknya bajingan, ibunya kabur,” kata nenek Qin Rui tentang cucu perempuannya ini pada Shen Xie Zhi.

Beruntung Qin Rui punya nenek yang sangat mencintainya, sehingga dia bisa tumbuh dewasa tanpa kekurangan kasih sayang.

Sang nenek pula yang membuat Qin Rui bercita-cita menjadi pengacara sukses dan punya uang banyak agar bisa membiayai pengobatan neneknya.

Kini, Qin Rui sedang merintis menuju kesuksesan itu. Dia bekerja di firma hukum kecil bernama Jindian Law Firm yang menempati kantor di seberang Pengadilan Qingcheng, tempat dia berjuang memenangkan kasus clientnya.

Dia juga berjuang mencari client dengan aktif streaming dan membagikan brosur.

maria-g-soemitro.com

Synopsis Hold a Court Now Chinese Drama

Hukum bagaikan perisai yang kokoh

Ia dapat menjaga kekayaan fisikmu

Namun hal yang sesungguhnya tak ternilai di dunia ini

Seringkali tidak bisa ditimbang dan diputuskan oleh palu hukum

Demikian kesimpulan Shen Xie Zhi, hakim muda yang mendapat tugas di pengadilan keluarga di Kota Tianhai. Penugasan yang semula tak disukainya, karena sebagai hakim yang mengadili kasus keluarga, dia harus:

Seperti insinyur jiwa manusia

Bahkan setingkat  taman kanak-kanak

Setiap hari harus membujuk pihak yang bertikai

Namun pasca menyelesaikan setiap kasus, Shen Xie Zhi justru mendapat wawasan dan nilai baru. Salah satunya kasus Xiao Long Bao, bocah cilik yang menjadi korban perceraian orang tuanya, pasangan influencer yang mencari nafkah dengan membuat digital content.

Akibatnya sang anak diperebutkan. Baik ayah maupun ibunya membutuhkan Xiao Long Bao untuk meningkatkan views kontennya.

Kasus lain terjadi pada Qian Xiao Sheng, seorang anak laki-laki yang semasa batita diculik ART, kemudian diadopsi keluarga Qian mengadopsi secara legal.

Sepuluh tahun kemudian, Xiao Sheng bertemu dengan keluarga kandungnya. Malang, hanya tersisa nenek dan kakak kandung, orang tua Xiao Sheng meninggal dalam penantian bertemu kembali dengan buah hatinya.

Hal ini membuat Xiao Sheng bingung. Dia sudah merasa nyaman dengan keluarga angkat yang sangat menyayanginya, tapi dia tak bisa menghapus fakta bahwa keluarga kandung juga sangat menyayanginya.

Sebagai hakim, Shen Xie Zhi berusaha memberikan keputusan dengan seadil mungkin. Dia juga berusaha untuk selalu professional.

Pendiriannya mulai goyah saat bertemu Qin Rui, pengacara perempuan dari Jindian Law Firm yang kerap dengan gigih mengajukan permohonan diluar ketentuan yang lazim.

Seperti kasus seorang perempuan berusia lanjut yang berseteru dengan anak-anak tirinya. Alih-alih mencabut gugatan, dia minta hakimlah yang membatalkan kasus, agar harga diri penggugat tetap terjaga. 

Tentu saja Qin Rui tidak meminta dengan gratis. Dia respek pada Shen Xie Zhi dan menjulukinya sebagai:

Mahluk suci penegak hukum yang agung, jujur dan adil

Karena itu, dalam beberapa kasus Qin Rui berusaha membantu Shen Xie Zhi menjalankan tugasnya, bahkan sampai beberapa kali mengalami luka dan bertaruh nyawa.

Hubungan pahit manis diantara keduanya ternyata berkembang. Walau demikian, keduanya juga sadar, ada jurang yang sulit diseberangi. 

Qin Rui bercita-cita menjadi pengacara top terkenal yang bekerja di firma hukum elite. Sedangkan Shen Xie Zhi bermimpi di kemudian hari bisa sukses sebagai hakim pengadilan tinggi. Posisi dan kedudukan Qin Rui dan Shen Xie Zhi akan rentan dicurigai sebagai saling memengaruhi.

Kasus seorang laki-laki mokondo yang matre dan gemar menghamburkan kalimat cinta pada perempuan jauh lebih tua,  membuat keduanya merenung:

Uang tidak akan habis dicari

Karier juga tidak akan habis diperjuangkan

Kenyataan rintangan bahkan lebih tidak berujung

Namun hidup itu singkat

Dalam hidup yang singkat itu, cinta mungkin hanyalah bunga mekar semalam 

Jika tidak segera ditangkap, maka akan hilang selamanya

maria-g-soemitro.com

Review Hold a Court Now Chinese Drama

Cinta itu langka, uang tidak

Drama Korea banyak banget mengangkat tema hukum, mulai dari kisah pelaku ( hakim, jaksa, pengacara), topik, bahkan ada hakim hantu, pengacara autis sampai pengacara yang khusus menangani kasus korban yang telah jadi hantu. Palugada deh.

Tidak demikian halnya dengan drama China, jarang banget. Karena itu saya segera memutuskan menonton drama China “Hold a Court Now” yang mengusung tema hukum, apalagi IMDb mengganjar dengan rating tinggi: 8,7/10.

Bagaimana hasilnya? Saya setuju dengan reviewers Mydramalist yang mengawali drama ini dengan rating 9, kemudian turun dan berahir hanya rating 7,8/10 saja.

Drama China “Hold a Court Now” diawali dengan kasus-kasus yang familer sekaligus solusinya bikin penasaran. Seperti kasus pasutri influencer rebutan anak. Alasannya: keduanya butuh anak tersebut untuk meningkatkan views!

Nah nyebelinnya, setelah adegan demi adegan disajikan dengan mulus, tiba-tiba diselesaikan dengan kesan terburu-buru. Terjadi begitu saja. Penuh tangis. Mungkin tujuannya untuk memancing emosi penonton.

Kritik berikutnya adalah pemilihan Gong Jun sebagai Shen Xie Zhi. Dikisahkan ML ini angkuh, dingin, dan kaku. Emang ganteng sih, tapi kok menurut saya lebih tepat dikatakan “plonga-plongo” ya? (Ups 😀😀 )

Untunglah pemilihan pemeran utama perempuan, Ren Min sebagai  Qin Rui memberi sentuhan hangat dalam drama China “Hold a Court Now”. Dia berhasil memerankan karakter pengacara miskin yang berjuang memperoleh kasus, untuk membiayai pengobatan neneknya.

Kisah kasih Qin Rui dengan sang hakim, Shen Xie Zhi juga menjadi perdebatan, ada yang menilai “gak ada chemistry”. Tapi saya justru suka. Hubungan keduanya manis banget. Ketika sepasang kekasih menyatakan cinta, gak harus ada adegan kissing dengan hot bukan?

Keunggulan lainnya, walau drama ini cuma berjumlah 26 episode, namun mampu menyajikan banyak kisah, termasuk kisah pribadi para hakimnya, mulai dari hakim “pejuang garis dua”, hakim yang punya ayah sok ngritik, dan masih banyak lagi.

Jadi, jika ingin menonton drama yang menghibur, sekaligus menambah wawasan tentang pengadilan kasus-kasus keluarga, lengkap tata tertib menghadiri sidang, drama “Hold a Court Now” bisa jadi pilihan, terlebih hanya 26 episode.

Baca juga drama legal lainnya:

Beyond the Bar, Antara Hukum dan Gradasi Cinta

Extraordinary Attorney Woo, Keajaiban Seorang Penyandang Autism

Pro Bono, Tentang Hakim Tengil yang Terjebak


Profile

Title: Hold a Court Now

Native Title: 家事法庭

Also Known As: Family Court , Jia Shi Fa Ting , Kai Ting Xian Chang , Our Distance from the Court , Wo Men Yu Fa Ting De Ju Li , 开庭现场 , 我们与法庭的距离 , 我們與法庭的距離 , 開庭現場

Director: Xie Dong Shen

Screenwriter: Zhang Qi Min

Genres: Law, Drama

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: China

Episodes: 26

Aired: Mar 25, 2026 - Apr 8, 2026

Original Network: CCTV, iQiyi, Tencent Video

Duration: 45 min.



No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat