Pro Bono, Tentang Hakim Tengil yang Terjebak
Hakim adalah “wakil Tuhan” di dunia. Namun gara-gara profesi sebagai “wakil Tuhan” inilah seorang hakim ditembak mati, pernah mendengar kisahnya?
Nama hakim itu Syafiuddin Kartasasmita. Pemimpin majelis hakim yang “berani” menghukum Tommy Soeharto, anak Presiden Indonesia kedua, dengan vonis 18 bulan penjara dan denda Rp 30,6 miliar dalam kasus tukar guling tanah Bulog dengan PT Goro Batara Sakti.
Tommy tentu saja berang. Selama ini dia merasa "tak tersentuh hukum". Karena itu, dengan arogan, dia menyuruh orang untuk membunuh Syafiuddin. Keinginan Tommy terwujud pada tanggal 26 Juli 2001, Ketua Muda Bidang Pidana Mahkamah Agung itu tersungkur tewas di depan rumahnya di Jakarta Timur.
Menolak lupa, saya mengutip kisah Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita sebagai pembuka review drama Korea “Pro Bono”.
Drama yang dibintangi Jung Kyoung-Ho, So Ju-Yeon dan bintang kesayangan saya, Lee Yoo-Young ini berkisah tentang hakim bernama Kang Da-Wit yang terkena fitnah saat berjuang menuju posisi hakim agung.
Berhasil meraih rating 8,4/10 dari Mydramalist dan 7,6/10 dari IMDb, drama Korea “Pro Bono” termasuk berhasil memenuhi kebutuhan penggemar drama yang semakin tak mudah. Seperti apa? Yuk kita obrolin:
Drama Jung Kyoung-Ho lainnya:
Oh My Ghost Clients, Ketika Para Buruh Bicara tentang Hak!
Crash Course in Romance, Kisah Cinta Guru Bimbel
Jung Kyoung-Ho sebagai Kang Da-Wit
Almarhum ibu Kang Da-Wit sangat menyukai apricot, katanya:
Rasa Apricot asam seperti hidup kita
Seingat Kang Da-Wit, hanya ibunyalah yang mengisi hidupnya. Dia berjuang agar Kang Da-Wit bisa mendapat pendidikan setinggi mungkin. Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhumah memberi wejangan:
Jangan berpaling
Teruslah maju
Kau harus sukses
Agar tak direndahkan orang
Karena itulah, walau sang ibu hanya mampu menyekolahkan Kang Da-Wit hingga SMA, dia berjuang sendirian dan berhasil menggapai kursi hakim ketua.
Kang Da-Wit punya cara lain untuk mengukur keberhasilannya, yaitu dengan menjadi influencer. Konten-kontennya disukai terlihat dari jumlah followers yang mencapai ratusan ribu.
So Ju-Yeon sebagai Park Gi-Ppeum
Di dunia ini, jika ada orang yang menang
Maka ada orang yang kalah
Mereka yang kalah terlalu lemah melawan kerasnya dunia
Pengacara ada untuk membantu mereka
Demikian pendapat Park Gi-Ppeum tentang fungsi pengacara di masyarakat.
Sebagai anak tunggal yang memiliki orangtua tunanetra yang sangat mencintainya, Park Gi-Ppeum sangat percaya pada mantra “Wingardium Leviosa”nya Hermione Granger dalam Harry Potter.
Dia percaya keajaiban akan terjadi ketika mantra tersebut diucapkan. Karena itu tanpa berpikir panjang dia meninggalkan Divisi Hukum M&A dari Firma Hukum Oh & Partners dan masuk tim hukum Pro Bono
Sinopsis Drama Korea Pro Bono
Aku ingin menggugat Tuhan, dan minta kompensasi
Keberadaanku di dunia sangatlah merugikan
Ada baiknya jika aku tak pernah dilahirkan
Demikian kata Kim Gang-Hun, seorang anak berusia 13 tahun yang datang minta bantuan ke tim Pro Bono, salah satu divisi hukum di bawah naungan Firma Hukum Oh & Partners.
Tentu saja permintaannya sulit diwujudkan. Lha menggugat Tuhan, di mana alamatNya?
Anehnya tim pro bono yang diketuai Kang Da-Wit menyanggupinya. Tentu saja mereka tidak menggugat Tuhan, melainkan RSU Woongsan, tempat Kim Gang-Hun dilahirkan.
Sebelum melahirkan Kim Gang-Hun, ibunya sudah mengajukan aborsi. Jung So-Min, nama sang ibu, sadar diri usianya masih terlalu muda (14 tahun). Dia juga takut kehamilannya bermasalah karena selama hamil mengalami malnutrisi dan mengonsumsi miras.
Malang, permohonan Jung So-Min ditolak. Choi Woong-San pemilik Woongsan Group adalah pendeta yang sangat anti aborsi. Sewaktu akhirnya Jung So-Min terpaksa melahirkan bayinya, yang ditakutkan menjadi kenyataan: Anaknya, Kim Gang-Hun menderita paraplegia, atau lumpuh bagian bawah tubuh, mulai dari pinggang ke bawah.
Kesulitan hidup sebagai disabilitas membuat Kim Gang-Hun kesal. Di sekolah dia mengalami perundungan. Di rumah dia hanya bisa melihat ibunya pontang panting mencari nafkah. Karena itulah dia mendatangi tim pro bono untuk menggugat Tuhan.
Semula tim pro bono menolak permintaan Kim Gang-Hun. Kasusnya terlalu sulit, sementara Kang Da-Wit sebagai ketua tim pro bono telah sepakat dengan Oh Jung-In, Direktur Oh & Partners yang menaungi tim pro bono, untuk meraih 70 persen kemenangan dari seluruh kasus yang masuk.
Apabila berhasil, Oh Jung-In berjanji akan membantu membersihkan nama Kang Da-Wit yang tercemar dan mendukungnya meraih posisi hakim agung.
Sebelum menjadi ketua tim pro bono, Kang Da-Wit adalah hakim yang terkenal sebagai hakim rakyat. Dia berambisi menjadi hakim agung dengan jalan popularitas, diantaranya menghukum para pengusaha yang melakukan suap dan korupsi.
Apes, dalam semalam karirnya hancur. Diawali temu kangen dengan seseorang yang mengaku teman SD-nya, Kang Da-Wit minum hingga mabuk, dan esoknya dia menemukan sebuah kotak apel berisi uang 1,2 milyar won di dalam bagasi mobilnya.
Dalam kebingungan Kang Da-Wit menemui atasannya, Shin Jung-Seok untuk mencari solusi. Keduanya setuju uang itu disumbangkan atas nama Shin Jung-Seok, agar sang hakim memperoleh prestasi.
Ternyata solusinya tidak sesederhana itu. Shin Jung-Seok mendapat kiriman video berisi rekaman Kang Da-Wit sedang menerima uang dan memasukkan ke bagasi mobilnya.
Merasa dikadalin Kang Da-Wit, Shin Jung-Seok menyuruh Kang Da-Wit mengundurkan diri daripada harus berhadapan dengan jerat hukum.
Sewaktu sedang kebingungan, Kang Da-Wit mendapat telepon dari Oh Jung-In yang mengajaknya bergabung. Oh Jung-In sedang membangun tim pro bono untuk mempromosikan nama Oh & Partners, agar menjadi popular dan banyak client berdatangan.
Merasa itu adalah jalan termudah, Kang Da-Wit menyanggupi dengan syarat andai berhasil meraih 70 persen kemenangan, Oh Jung-In harus membantunya memulihkan nama baik.
Melalui jalan berliku, Kang Da-Wit berhasil menaklukan hati anggota tim pro bono, malah sebagai pengacara dia memetik banyak pelajaran:
Setelah lama di kursi hakim
Aku lupa, keputus-asaan yang dirasakan di bawah kursi itu
Kang Da-Wit juga berusaha mencari tahu dalang penyebab kejatuhannya. Dalang yang mengirimkan kotak apel berisi uang 1,2 M dan merekam peristiwa tersebut.
Kang Da-Wit tidak menyadari Oh Jung-In dan hakim seniornya adalah dalangnya.
Review Drama Korea Pro Bono
Wow, sukak! Sampai bingung menentukan kisah di awal tulisan: Apakah tentang hakim yang kedudukannya sangat rentan? Ataukah tentang garis kehamilan yang dilihat pemerkosa (duh sebel banget ke orang ini, udah memperkosa dengan alasan mabuk, eh kok inget pernah lihat garis kelahiran).
Atau tentang komentar jahat pada selebriti dengan alasan “tokoh publik”? Jadi inget tragedy aktor yang bundir gara-gara serbuan komen jahat (salah satunya Lee Sun-Kyun, yang sampai hari ini masih bikin hati saya pilu).
Adegan mengiris hati lainnya sewaktu jaksa Woo Myeong-Hun mencecar Kaya, seorang perempuan imigran yang diperkosa ayah mertuanya. Kasus pelecehan seksual memang menyakitkan, bukannya dikasihani, korban malah diperlakukan sebagai pelaku kejahatan.
Persidangan bisa sangat kejam
Mengusung tema pro bono (layanan hukum tanpa bayaran/gratis), drama Korea Pro berhasil memperoleh rating 8,4/10 dari Mydramalist dan mendapat apresiasi positif dari penonton Korea. Diawali rating 4.451% (nationwide) dan 4.136% (Seoul) di episode awal, drama ini berhasil menutup tayangan dengan 10.003% (nationwide) dan 9.574% (Seoul). Sumber: AGB Nielson.
Cukup bagus, namun tidak luar biasa. Apa sebabnya?
Jung Kyoung-Ho seperti biasa aktingnya selalu mumpuni, termasuk sebagai pengacara yang tengil dan banyak lagak dalam drama ini. Demikian juga lawan mainnya So Ju-Yeon, serta tentu saja Lee Yoo-Young yang menjadi alasan saya menonton.
Andai harus dikritik itu drama yang mengusung genres comedy (selain law, life dan drama) ini lawakannya garing. Salah satunya ketika Kang Da-Wit (Jung Kyoung-Ho) dipaksa pakai baju perempuan. Gak banget dan gak lucu.
Kritik lainnya adalah penyelesaian konflik yang terasa mengada-ada. Seperti kasus Kim Gang-Hun, penyandang disabilitas yang menggugat keberadaannya pada Tuhan. Diselesaikan dengan diangkat cucu oleh pemilik Woongsan Group.
Jadi inget KDM, gubernur Jabar yang menyelesaikan setiap masalah dengan uang. 😀😀
Padahal kasusnya bagus banget. Bisa dikembangkan hingga penonton merasa relate dan tercerahkan.
Tapi sudahlah ya? Produk seni drama kan gak punya tugas mendidik penontonnya. Salah satu fungsi drama untuk menghibur, dan drama Korea “Pro Bono” telah melaksanakan tugasnya.
Drama Korea dengan Genre Hukum Lainnya
Law and the City, tentang Cinta, Sahabat dan Karir
Extraordinary Attorney Woo, Keajaiban Seorang Penyandang Autism
Why Her? Karena Hanya Noona yang Percaya!
Profile
Drama: Pro Bono
Revised romanization: Probono
Hangul: 프로보노
Director: Kim Sung-Yoon
Writer: Moon Yoo-Seok
Network: tvN
Episodes: 12
Genres: Comedy, Law, Life, Drama
Release Date: December 6, 2025 - January 11, 2026
Runtime: Sat. & Sun. 21:20
Language: Korean
Country: South Korea



.png)


.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat