The East Palace, Tentang Exorcist dan Kematian Para Pewaris Takhta

  
maria-g-soemitro.com

The East Palace, Tentang Exorcist dan Kematian Para Pewaris Takhta

Masyarakat Indonesia pastinya akrab dengan “sundel bolong”, hantu yang melakukan terror karena dibunuh secara tidak adil. Serta mungkin masih mengingat “Myrtle Merana” sosok hantu dalam Harry Potter yang hobi menyiram air toilet hingga meluap.

Nah Korea juga punya, salah satunya Won-gwi (원귀), hantu penasaran yang mati gak wajar dan menyimpan rasa dendam. Akibatnya dia tidak bisa pergi ke alam baka. Keinginan untuk balas dendam dan mencari keadilan membuat jiwa won-gwi terikat di bumi.

Drama Korea “The East Palace” berkisah tentang dua manusia yang bisa melihat arwah. Keduanya berupaya mengantar won-gwi ke alam baka agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Selain won-gwi, muncul beberapa mahluk gaib lain seperti gwi-mae (귀매), mahluk yang gemar menyihir dan menyiksa manusia yang hatinya dipenuhi kegelapan. Tak seperti arwah, gwi-mae  tak punya jiwa jadi gak bisa diusir dan lebih sulit ditangani.

Selain itu, masih ada ak-gwi, arwah yang gak bisa ke alam baka karena punya banyak dosa, serta Ggeomeoksali (yang ini saya gak menemukan penjelasan tentang cerita rakyatnya).

Diperankan Nam Joo-Hyuk yang baru selesai wamil, serta Roh Yoon-Seo , aktris yang saya sukai sejak aktingnya dalam drama Korea “Our Blues”, drama Korea “The East Palace” sempat mendapat rating 8,7 dari Mydramalist, sebelum akhirnya turun menjadi 8,5 saja.

Jadi penasaran, apa penyebabnya ya?

Baca juga drama Nam Joo-Hyuk lainnya:

Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo, Bidadari yang Perkasa

Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, Anak Perawan di Sarang Pangeran

The Light in Your Eyes; Ketika Sekelompok Kakek dan Nenek Tua Renta Beraksi

maria-g-soemitro.com

Nam Joo-Hyuk sebagai Gu-Cheon

Beribukan seorang dukun, sewaktu masih bayi Gu-Cheon nyaris tewas bersama sang ibu yang membawanya masuk ke sungai untuk bunuh diri. Ajaib, Gu-Cheon selamat, malah dia jadi punya kemampuan melihat dan mengusir hantu.

Kemampuan yang tak disukainya, terbukti raja yang berkuasa menggunakan kemampuannya untuk mengusir arwah yang mengganggu anaknya. Sesudah itu Gu-Cheon bakal dihabisi karena takut akan membuka aib istana.

maria-g-soemitro.com

Roh Yoon-Seo sebagai Saeng-Gang

Istana adalah tempat orang waras menjadi tidak waras

Yang hatinya kotor menjadi jahat

Demikian kata nenek Saeng-Gang atau ibu sang raja.

Sepuluh tahun silam, ketika Saeng-Gang dan ibunya diusir dari istana, disusul sang ibu meninggal karena racun, hanya neneknyalah yang menampungnya.

Sepuluh tahun kemudian, ayahnya membutuhkannya. Saeng-Gang kembali ke istana untuk membantu pengusiran arwah yang mengganggu adik bungsunya.

Walau menyamar sebagai dayang, Gu-Cheon segera tahu bahwa Saeng-Gang adalah anak raja.

“Wajahmu mirip. Kamu punya energi besar serta keras kepala mirip raja”

Tentang kelebihan Saeng-Gang , Gu-Cheon memberi penilaian:

“Gadis yang penuh energi Yang”

Dengan kemampuannya melihat arwah serta energi Yang yang dimilikinya, Saeng-Gang membantu tugas Gu-Cheon.

maria-g-soemitro.com

Cho Seung-Woo sebagai  King Ju Sang 

Terlahir dari seorang selir, Ju Sang selalu merasa tersisih dari putra-putra raja lainnya. Terlebih dia menyadari peluangnya menjadi pewaris takhta sangatlah kecil.

Beruntung, dia punya ibu yang memuluskan langkahnya.

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama Korea The East Palace

“Pemalas, penipu, tak berperasaan, tak peduli nyawa manusia, hanya mementingkan diri sendiri”, demikian penilaian kata Saeng-Gang tentang Gu-Cheon.

Kalimat tersebut dilontarkan Saeng-Gang karena dia tak memahami posisi Gu-Cheon. Sebelum dibawa paksa masuk ke istana, Gu-Cheon bebas merdeka di biara. Dia bisa makan dan tidur sepuasnya.

Hidupnya berubah sewaktu raja mengetahui Gu-Cheon bisa melihat arwah. Gu-Cheon dibawa masuk ke istana dengan kekerasan, mulut dan matanya diikat. Sehingga  Gu-Cheon memaki sang raja:

Semua raja sama saja, mereka memanfaatkan orang seenaknya

Tidak peduli orang hidup atau mati

Gu-Cheon menyadari bahwa pasca melaksanakan tugas dari sang raja, dia akan dibunuh. Beda halnya dengan Saeng-Gang, dia adalah putri raja yang sedang menyamar sebagai dayang istana, sehingga pastinya lolos dari pembunuhan.

Gu-Cheon dibawa paksa ke istana untuk mengusir arwah yang mengganggu Prince Yeongan , anak bungsu raja. Sebelumnya dua putra sang raja  (termasuk putra mahkota) tewas karena ulah arwah tersebut.

Raja menyadari posisinya bakal terancam jika Prince Yeongan tewas. Dibantu ibu suri, Prince Ik-Sang, sepupu raja, sedang mengintai posisi putra mahkota untuk anaknya, Prince Inha.

Caranya dengan berpura-pura memanggil dukun untuk mengobati Prince Yeongan. Raja tak menyadari, si dukun adalah tangan kanan Prince Ik-Sang yang melakukan ritual untuk mencelakai anak yang tak berdosa tersebut.

Gu-Cheon akhirnya bersedia mengobati Prince Yeongan. Dia sudah lelah berusaha melarikan diri dari istana, dan selalu gagal.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Gu-Cheon langsung mengetahui bahwa Saeng-Gang, pelayan istana yang akan membantunya, sebetulnya adalah anak perempuan sang raja.

Saeng-Gang masuk kembali ke istana setelah 10 tahun silam diusir dari istana. Penyebabnya bukan saja kemampuan Saeng-Gang bisa melihat arwah, suatu aib untuk keluarga kerajaan, juga nasib malang ibu Saeng-Gang yang kebetulan mengetahui misteri arwah selir kesayangan.

Selama 30 tahun keluarga kerajaan memang dihantui arwah selir kesayangan raja terdahulu. Sebelumnya dia hanya dayang istana. Nasib baik berpihak ketika raja memilihnya sebagai selir, dan tak lama kemudian mengandung.

Hal ini tentu saja membuat ratu, istri sah mendiang raja (yang kemudian menjadi ibu suri) merasa cemburu. Dia gagal mempersembahkan anak bagi sang raja. Sehingga dia melontarkan fitnah bahwa selir  kesayangan melakukan perselingkuhan dengan pengawal kerajaan, bahkan bayi dikandungnya merupakan hasil perselingkuhan.

Sebelum mati dan ditenggelamkan ke kolam, sang selir sempat mengucapkan kutukan: 

Kulit ular yang terkelupas

Akan membunuh sang anak naga

(anak naga=putra mahkota)

Akan aku habisi benih istana timur

Tak akan ada darah kerajaan yang mengalir di istana ini lagi

(istana timur=tempat tinggal putra mahkota)

Kutukannya ternyata ampuh, selama 30 tahun 4 putra mendiang raja mengalami batuk darah dan tewas setelah batuk darah. Disusul kematian 2 anak King Ju Sang, raja sekarang serta putra bungsunya yang berada di ambang kematian.

Tidak mudah bagi Gu-Cheon untuk mengalahkan arwah selir kesayangan yang telah menjadi won-gwi, hantu penasaran yang mati secara tidak wajar dan menyimpan rasa dendam selama 30 tahun.

Setiap bertempur dengan won-gwi, energinya berkurang banyak. Malah jika tak hati-hati, dia akan jadi ada ak-gwi, arwah yang gak bisa ke alam baka karena punya banyak dosa.

Beruntung Saeng-Gang selalu menemani Gu-Cheon dalam melaksanakan tugasnya. Gadis tersebut mau bertarung nyawa demi menyelamatkan Gu-Cheon.

Masalah yang dihadapi keduanya bertambah pelik sewaktu mengetahui kenyataan bahwa biang keroknya bukanlah arwah sang selir kesayangan.

maria-g-soemitro.com

Review Drama Korea The East Palace

Akhirnya nonton tentang exorcist, genre drama yang kurang saya sukai. Tapi berhubung pemerannya Nam Joo-Hyuk, aktor yang entah mengapa sebagian besar dramanya saya tonton, dan Roh Yoon-Seo, aktris yang saya sukai sejak akting pertamanya dalam drama Korea “Our Blues”, saya pun memutar drama Korea “The East Palace”.

maria-g-soemitro.com

Untunglah sinematografinya bagus banget. Visualisasi dunia gaib dan mahluknya terlihat hidup dan indah. Gak menjijikkan.  Drama ini juga berhasil menyajikan dua dunia istana secara kontras dan menakjubkan.

Gak heran drama Korea “The East Palace” sempat mendulang rating tinggi dari Mydramalist, yaitu 8,7/10 walau akhirnya turun ke 8,5/10. Demikian pula dengan IMDb, rating 7,9/10 di episode awal, serta 8,3/10 di episode akhir.

Setelah lihat laman profile sutradara, ternyata Choi Jung-Kyu emang banyak menelurkan drama berating tinggi seperti drama Korea “The Devil Judge” dan drama Korea “Children of Nobody”.

Tentu saja sutradara hebat akan sulit berkarya jika skenarionya memble. Kwon So-Ra dan Seo Jae-Won, penulis drama Korea “The East Palace” melakukan tugasnya dengan baik.

Walau plotnya padat dan kompleks, keduanya berhasil menyusun alur cerita dengan runut dan lancar. Penonton sangat menikmati karena narasinya tidak memberikan ruang untuk kebingungan. 

8 episode terasa pas, gak bertele-tele, setiap subplot memiliki tujuan. Plot twist-nya sangat cerdas, bikin penonton terperangah sekaligus jadi penasaran ingin menonton hingga akhir.

maria-g-soemitro.com


Di atas semua keunggulan, tentu saja cast-nya, yaitu Nam Joo-Hyuk yang baru menyelesaikan tugas wamilnya sebagai Gu-cheon (ML) dan Roh Yoon-Seo sebagai Saeng-gang (FL) memegang peranan penting. Akting keduanya sangat mumpuni. Roh Yoon-Seo sebagai aktris muda, mampu mengimbangi Nam Joo-Hyuk dan mengembangkan chemistry yang kuat.

Termasuk pemeran pendukung dan pemeran antagonis, seperti Jang Young-Nam yang punya jam terbang tinggi menunjukkan aktingnya sebagai aktris senior.

Secara keseluruhan, dan sebagai penonton yang gak menyukai genre exorcist, saya merekomendasikan drama Korea “The East Palace”, dan setuju dengan rating yang diberikan Mydramalist.

Baca juga drama Nam Joo-Hyuk lainnya:

Vigilante, Takut Darah? Jangan Nonton!

Twenty Five Twenty One, Semua Gara-gara Krismon!

Start Up, Drama Korea Berating Rendah Tapi Disukai Netizen Indonesia


Profile


    Drama: The East Palace (English title) / Palace of Crown Prince (literal title)

    Revised romanization: Donggung

    Hangul: 동궁

    Director: Choi Jung-Kyu

    Writer: Kwon So-Ra, Seo Jae-Won

    Network: Netflix

    Episodes: 8

    Release Date: July 17, 2026

    Language: Korean

    Country: South Korea


No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat