Twenty Five Twenty One, Semua Gara-gara Krismon!

   
maria-g-soemitro.com

Twenty Five Twenty One, Semua Gara-gara Krismon!

Punya kenangan tentang krisis moneter (krismon) 1998?

Atau bahkan belum lahir? 

Jika belum lahir atau lupa, kurang lebih krismon yang dimulai tahun 1996 merupakan krisis keuangan yang ditandai dengan tidak bisa dikendalikannya nilai mata uang, sehingga harga barang menjadi naik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS  yang semula di kisaran Rp 2.000, perlahan naik, kemudian tanpa terkendali “jleng” menjadi sekitar Rp 16.000. Akibatnya terjadi gonjang ganjing di berbagai sektor.

Bank swasta tak dipercaya lagi, nasabah beramai-ramai melakukan rush money, diantaranya terjadi pada Bank BCA terbesar di tanah air. Nasabah BCA antre mengular sampai pelataran bank untuk menarik simpanannya dan memindahkan ke bank pemerintah.

Akibat krismon sangat mengerikan. Bank swasta berjatuhan dan gulung tikar. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang menjadi kebanggaan Indoensia, harus ditutup sesuai instruksi IMF. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus membiayai sendiri biaya operasionalnya, sehingga murahnya kuliah di PTN hanyalah kisah masa lalu.

Sebagai ibu rumah tangga yang masih punya anak masih kecil, saya meratapi kenaikan harga susu. Dalam sekian jam, harga susu yang semula hanya Rp 5.000/kaleng, berubah menjadi Rp 25.000-35.000/kaleng, hiks. 

Krismon, tentu saja tidak hanya terjadi di Indonesia. Korea Selatan pun terkena imbasnya. Kwon Do-Eun sebagai penulis skenario rupanya terinspirasi menggunakan krismon sebagai latar belakang skenario drama Korea “Twenty Five Twenty One”

Hasilnya?

Aktris Kim Tae-Ri  yang berperan sebagai Na Hee-Do berhasil menyabet 2 penghargaan sekaligus dalam event bergengsi  ‘2022 (58th) BaekSang Arts Awards’ yang digelar 6 Mei 2022 silam, yaitu: Best Actress dan Most Popular Actress.

Emang bagus ya? Yuk, kita kupas:

Baca juga:

Run On, Sepotong Kisah Cinta yang Manis

The Uncanny Counter, Kisah 4 Sekawan Penangkap Roh Jahat

  

maria-g-soemitro.com

Kim Tae-Ri  sebagai Na Hee-Do

Salah paham membuat Na Hee Do, anak tunggal seorang news anchor ternama sering bertengkar dengan ibunya. Dia pikir ibunya gak peduli dengan keluarga dan gak sayang lagi pada almarhum ayahnya.

Na Hee Do sering mellow jika teringat ayahnya yang mengajarkan banyak hal, termasuk keputusannya menjadi atlet anggar professional. Ayahnya juga yang mengajarkan membuat kursi taman untuk keluarga kecil mereka.

Na Hee Do tidak tahu, sebagai pembawa berita, Shin Jae-Kyung, ibu kandung Na Hee Do kerap  harus menyembunyikan perasaan hatinya. Dia harus bersikap professional, sering terpaksa mengabaikan waktu bersama keluarga, dan membaca berita yang isinya bertentangan dengan hati nuraninya.

Beruntung, Na Hee Do punya “teman pena” di dunia maya, dia adalah Injeolmi, teman curhatnya. Na Hee Do juga bertemu dan akrab Back Yi Jin, pemuda rupawan yang bekerja sebagai pembawa surat kabar harian dan penjaga tempat sewa buku/komik.

   

maria-g-soemitro.com

Nam Joo-Hyuk sebagai Back Yi-Jin

Anak sulung keluarga kaya raya yang terdampak krisis moneter. Akibatnya, orangtua Back Yi Jin harus berpura-pura bercerai, kemudian ibunya pulang kampung, adiknya, Back Yi-Hyun dititipkan pada seorang bibi, sementara sang ayah melarikan diri.

Untuk bertahan hidup,  Back Yi Jin hidup hemat di tempat kos murah, bekerja serabutan sambil berikhtiar agar keluarganya bisa bersatu kembali. 

   

maria-g-soemitro.com

Bona sebagai Ko Yu-Rim

Ko Yu-Rim, anak tunggal keluarga miskin yang menapak karir sebagai atlet anggar dan berhasil menyabet medali emas.

Sayang, walau telah mengharumkan nama negara, Ko Yu Rim tak mampu membantu perekonomian  keluarganya. Hingga akhirnya Ko Yu Rim mengambil langkah ekstrim, demi memperoleh pengahsilan tinggi dia berpindah kewarganegaraan.

   

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Twenty Five Twenty One

Dua orang gadis, Na Hee-Do dan Ko Yu-Rim terhubung dengan aneh.

Selama bertahun-tahun mereka bersahabat di dunia maya dengan nama Ryders37 (Na Hee Do) dan Injeolmi (Ko Yu-Rim). Hampir di setiap waktu luang, mereka saling curhat, saling mendukung dan sangat yakin andai bertemu mereka akan saling kenal

Padahal faktanya tidak demikian. Di dunia nyata mereka saling mengenal sebagai sesama atlet anggar yang menjadi rival di kejuaraan nasional maupun internasional. Malah Ko Yu Rim secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya pada Na Hee Do.

Semula Na Hee Do sangat memuja Ko Yu Rim. Sebagai atlet nasional karir Ko Yu Rim melesat tinggi dan  mampu menyabet medali emas, sementara Na Hee Do hanya atlet daerah tanpa prestasi membanggakan.

Krisis moneter mengubah nasib Na Hee Do, sekolahnya menutup fasilitas pelatihan anggar. Bertekad untuk tetap bermain anggar dan dekat dengan pujaannya, Na Hee Do pun pindah ke sekolah Ko Yu Rim. Tak disangka, Ko Yu Rim menyambut Na Hee Do dengan dingin dan wajah penuh permusuhan.

Na Hee Do tak menyadari. Sebagai atlet yunior keduanya pernah berhadapan dan Na Hee Do berhasil mengalahkan Ko Yu Rim.  Sehingga Ko Yu Rim menetapkan diri untuk mengalahkan Na Hee Do di kejuaraan berikutnya. Sayang keinginannya tak terwujud. Karir Na Hee Do cilik meredup seiring kematian ayahnya.

Namun Na Hee Do yang sekarang penuh daya juang. Dengan penuh tekad, dia meminta bantuan pelatih untuk menggemblengnya agar bisa masuk pelatnas, dan berhasil! 

Di kejuaraan internasional, Na Hee Do harus berhadapan dengan Ko Yu Rim untuk membuktikan siapa yang paling layak mendapat medali emas.

Selain terhubung dengan dunia anggar, Na Hee Do dan Ko Yu Rim juga terhubung dengan satu sosok, dia adalah  pemuda bernama Back Yi-Jin. Sewaktu masih kaya raya, keluarga Back Yi Jin merupakan penyokong dana keluarga Ko Yu Rim.

Krisis moneter mengakibatkan keuangan keluarga Back Yi-Jin berada di titik nadir. Keluarganya tercerai berai. Sebagai anak sulung,  Back Yi-Jin bertekad untuk mengumpulkan kembali keluarganya seperti sedia kala. 

Di saat itulah Back Yi Jin bertemu dengan Ko Yu Rim. Keduanya meniti karir dari nol, saling mendukung dan saling mencintai.

Keduanya sukses. Ko Yu Rim sebagai atlet anggar yang berulangkali menyabet medali emas, sedangkan Back Yi Jin sebagai jurnalis terkenal yang pernah bertugas di luar negeri. Sayang, cinta kasih keduanya justru berakhir sebaliknya, kandas dan karam.

  

maria-g-soemitro.com

Review Twenty Five Twenty One

Ada 3 sudut menarik dari drama Korea ‘Twenty Five Twenty One’. Yang pertama, perjalanan karir atlet anggar Na Hee Do di mata anaknya. Sejak episode pertama, writer- nim Kwon Do-Eun menuturkan perjalanan karir dan asmara Na Hee Do melalui buku hariannya yang kebetulan ditemukan dan dibaca oleh anak perempuan Na Hee Do.

Sudut kedua dari persahabatan unik Na Hee Do dan Ko Yu Rim. Sedangkan yang ketiga adalah kisah kasih Na Hee Do dan Back Yi Jin.

Saya pilih yang kedua karena lebih menarik dan lebih uwow!

Walau kerasa bolongnya. Masa sih selama bertahun-tahun ngobrol nguplek, tapi gak ada ‘clue’ yang bikin keduanya curiga? Misalnya nih saling gak mau ngasih tau tentang nama sekolah, tapi kan dunia anggar nasional lumayan sempit? Apalagi keduanya tinggal di Seoul.

Namun yang bikin gemes dan gak mau ngambil sudut pandang ketiga adalah kisah asmara Na Hee Do dan Back Yi Jin yang bikin lelah. Masa sih keduanya begitu ulet memperjuangkan karir tapi gak mau berjuang untuk hubungan asmara. Effort sedikit napa?

Lha ini, Back Yi Jin berbulan-bulan tugas di Amerika Serikat dengan mengabaikan Na Hee Do yang menunggu sekadar SMS- lah, DM- lah karena mungkin terlalu sibuk menelpon. Kemudian tiba-tiba Back Yi Jin memutuskan pindah ke Amrik  tanpa memberitahu Na Hee Do.

Nyebelin banget kan? Saking sebelnya, saya gak merasa sedih ketika keduanya berpisah!

Yoben salahnya sendiri. Pacaran kok gak mau usaha.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Hehehe tepatnya yang salah adalah Back Yi Jin ya? Karena udah ngegantung hubungan dengan Na Hee Do.

Tapiiii... walau love storynya gak happy ending, recommend banget drama Korea “Twenty Five Twenty One” untuk ditonton. Gak heran aktris Kim Tae-Ri  pemeran Na Hee Do berhasil memperoleh 2 penghargaan. Penonton seolah ikut perjalanan seorang atlet anggar meniti karir.

Drama ini mengingatkan saya pada kisah perjuangan atlet angkat besi Kim Bok Joo, yaitu drama Korea 'Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo' yang diperankan Lee Sung Kyung, dan pemeran pria, kok ya kebetulan Nam Joo Hyuk juga.

Gak heran banyak kalimat inspiratif dan penyemangat, diantaranya mirip banget dengan quote bagus yang pernah dikatakan seorang sesepuh keluarga saya, yaitu:

Jika ingin ke atas, kamu harus meniti tangga satu demi satu

Gak bisa jleng, tiba-tiba ada di atas

Setuju ya?

Baca juga:

Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo, Bidadari yang Perkasa 

Start Up, Drama Korea Berating Rendah Tapi Disukai Netizen Indonesia

  

maria-g-soemitro.com

Profile

    Drama: Twenty Five Twenty One

    Revised romanization: Seumuldaseot Seumulhana

    Hangul: μŠ€λ¬Όλ‹€μ„― μŠ€λ¬Όν•˜λ‚˜

    Director: Jung Ji-Hyun

    Writer: Kwon Do-Eun

    Network: tvN

    Episodes: 16

    Release Date: February 12 - April 3, 2022

    Runtime: Sat. & Sun. 21:10

    Language: Korean

    Country: South Korea




14 comments

  1. K Film nya saya jarang melihat dan mengikuti, berawal dari krisis moneter sampai mengikuti alur ceritanya k film

    ReplyDelete
  2. Salah satu drakor yang related sama kehidupan nyata menurut saya. Bagaimana kehidupan remaja zaman 90-an itu bisa banget tergambar lewat drakor ini. Drakor yang bikin nostalgia sekaligus pengingat saat krismon terjadi, kita pernah jatuh tapi akhirnya kita bertahan dan bangkit. Sama ketika pandemi sekarang, mungkin saat ini sedang jatuh, tapi yakin akan bisa bangkit kembali

    ReplyDelete
  3. Saya pernah mengalami krismon, tapi belum menikah. Duh orang tua saya begitu terpukulnya keadaan rupiah begitu anjoknya, apalagi orang tuaku dulu adalah seorang supir angkot tanah abang - kota, begitu sepinya angkot tidak ada yang naik, boro borong penumpang mau jalan jalan, buat makan saja susah. berbeda ketika masa pandemi, lebih buruk masa krismon tahun 1996

    ReplyDelete
  4. Tentang krisis moneter memang menarik untuk dijadikan kisah drama, karena memang bagian dari sejarah juga yang tak bisa dilupakan

    ReplyDelete
  5. ini drama yang lagi hype ya, Kak? Aku belum nontooon. Kayaknya memang sangat menarik ya, Kak. Mengingatkan masa2 krismon. Jadi tertarik nonton deeeh

    ReplyDelete
  6. Di bagian pacaran gamau usaha ikut kezeeel saya, Ambu hahah, biarin kalau gitu mereka putus.
    Kisah inspiratif perjuangan atlet anggar di Twenty Five Twenty One ini bisa memotivasi, Setuju, kalau mau sampai atas ya mesti meniti tangga satu persatu!

    ReplyDelete
  7. Menurut pengamatan sosial ekonomi masa krisis ekonomi menyebabkan nilai mata uang rupiah melemah terhadap dolar. Kehidupan sosial ekonomi juga mengalami perubahan, cerita filmya menarik.

    ReplyDelete
  8. Saya nggak mencicipi rasanya ada di masa krismon secara utuh, Ambu, walau sudah lahir. Rupanya masalah moneter ini bisa menghadirkan kisah yang unik ya. Apalagi mengangkat juga tentang kisah perjuangan sebagai atlet anggar. Aih jadi pengen nonton deh.

    ReplyDelete
  9. Wah ini kayaknya sering lalu lalang di Instagram, keren kayaknya

    ReplyDelete
  10. Baca ulasan ini membuatku tak heran suamiku ngebet buat nonton. Nah tapi nontonya minta sama aku kan hahahaha.

    Kayaknya dia mau ngaisb rekoemndasi tentang seseorang yang ingin meriah mimpinya.

    Waj keren sih kalo gini.
    Layak sempat booming bahas drakor ini

    ReplyDelete
  11. Kalau bahas soal krismon pasti semua orang punya ceritanya masing masing ya, walau mungkin ditahun tersebut kita masih usia remaja atau belum menikah. Tentu hal hal soal keuangan belum begitu paham.

    ReplyDelete
  12. Nonton ini tuh gemes, sedih, seneng jadi satu ya Ambu. Lihat Nam Jo Hyuk yang pesona tumpah-tumpah beneran bikin betah... :D

    ReplyDelete
  13. 25 21 adalah realita anak-anak yang bertumbuh pada zaman millenial.
    Masa-masa peralihan. Dan kini, generasi millenial ini bisa dibilang sangat beruntung karena mengalami masa-masa tanpa gadget hingga internet 5G seperti saat ini.

    Kenangan krismon, tentu aku merasakan. Tapi karena masih kecil, belum seusianya Hee Do dan Yi Jin, jadi aku sangat menikmati masa-masa menunggu Doraemon di channel tipi parabola.

    Nonton drakor 2521 jadi banyak membuka kenangan lama. Plus relate juga dengan pengasuhan para orangtua yang ada di drama ini.

    ReplyDelete
  14. Ahh baca ini
    Jadi inget lagi deh drama ini
    Meski endingnya bikin gregetan, tapi asli ceritanya bagus banget
    Tentang bagaimana harus tetap semangat mengejar mimpi

    ReplyDelete