Doctor On The Edge dan Second Lead Couple yang Bikin Ilfeel

    
maria-g-soemitro.com

Doctor On The Edge dan Second Lead Couple yang Bikin  Ilfeel

Second lead couple atau pasangan pendukung dalam sebuah drama biasanya diciptakan penulis untuk memperkaya alur, memberi variasi dinamika romansa, dan mencegah alur kisah terasa monoton. 

Second lead couple juga kerap menjadi oase yang menyegarkan dan cermin untuk menonjolkan konflik pada pasangan utama.

Uniknya, beberapa second lead couple justru lebih menonjol dibanding first lead couple, atau minimal kehadirannya sulit dilupakan. Contohnya second lead couple dalam drama Korea “Business Proposal”. Chemistry Cha Sung-Hoon (diperankan Kim Min-Kyu) dan Jin Young-Seo (diperankan Seol In-A) bikin penonton pingin nyubit pipi mereka. 😀😀

Apakah ada second lead couple yang nyebelin?

Ada. Menurut beberapa reviewers, ada second lead couple yang nyebelin. Anehnya saya gak setuju opini mereka. Seperti pasangan Lee Ha-ri dan Hwang Dong-goo dalam drama Korea “Love Next Door”, walau banyak yang ngritik, menurut saya sih oke.

Beda halnya second lead couple dalam drama Korea “Doctor On The Edge”, pasangan Eom Jeong-Seon dan Yong Ju-Cheon beneran bikin ilfeel, mungkin lebih disebabkan akting Lee Soo-Kyung sebagai Eom Jeong-Seon yang terasa aneh.

Tentu saja itu soal selera, ya?

Diadaptasi dari webcomic "Jonbeodoctor” by Kim Tae-Poong (first published February 25, 2022 via Kakao), drama ini diperankan aktris cantik  Shin Ye-Eun dan Lee Jae-Wook, aktor dengan sejuta penggemar.

Bagaimana hasilnya? Dimulai dengan rating rendah, drama “Doctor On The Edge” ditutup dengan rating yang kurang bagus pula, hanya 7,7/10 dari Mydramalist dan 7,3/10 dari IMDb.

Apa masalahnya? Apakah karena second lead couple yang nyebelin?

Yuk atuh kita bedah:

Baca juga tentang second lead couple lainnya:

Business Proposal, Jodoh tak Mungkin Tertukar?

Love Next Door, Ketika Cinta Lama Bersemi Kembali

maria-g-soemitro.com

Lee Jae-Wook sebagai dokter Do Ji-Ui

Sebagai seorang dokter bedah plastik, Do Ji-Ui punya 2 pilihan, yaitu menjalankan wajib militernya sebagai dokter militer atau menjadi dokter yang melayani kesehatan masyarakat.

Keduanya gak enak, karena wajib militer seorang dokter 3 tahun, sementara warga sipil biasa hanya 18 bulan.

Ketika akhirnya memutuskan menjadi dokter yang melayani kesehatan masyarakat, Do Ji-Ui pastinya tak menduga bahwa dia akan ditempatkan di Pyeondongdo, sebuah pulau terpencil yang memberinya pengalaman tak terlupakan.

maria-g-soemitro.com

Shin Ye-Eun sebagai Yuk Ha-Ri

Lahir dan besar di Pulau Pyeondongdo Yuk Ha-Ri menjadi lulusan terbaik akademi keperawatan, dan berhasil diterima di rumah sakit ternama di daratan.

Malang, kisah kasihnya dengan seorang dokter membuatnya mengalami fitnah dan bullying, hingga Yuk Ha-Ri memutuskan untuk mengundurkan diri dan minta dimutasi ke Pulau Pyeondongdo.

Namun hal tersebut tidak meredakan gossip di grup para dokter. Yuk Ha-Ri menjadi perbincangan panas karena dianggap sebagai pemburu dokter.

Kepindahan tugas Yuk Ha-Ri di Pulau Pyeondongdo tentu saja disambut gembira oleh neneknya, satu-satunya anggota keluarga yang dimiliki Yuk Ha-Ri. Sang nenek menderita kanker stadium akhir yang bertahan hidup dengan minum obat pereda nyeri.

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama Korea Doctor On The Edge

Ada 3 hal yang harus dihindari selama bertugas di pulau, yaitu: Insiden, orang dan cinta, demikian saran temannya ketika Do Ji-Ui mendapat tugas di Pulau Pyeondongdo.

Do Ji-Ui, sebagai seorang dokter yang melaksanakan wajib militernya dengan memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, sebetulnya tak menyukai penempatan ini. Dia punya trauma sehingga harus minum obat agar bisa naik kapal feri.

Sebelum memberi obat, sang teman telah mewanti-wanti, bahwa obat akan memberi dampak negative berupa ilusi. Namun, apa boleh buat, Do Ji-Ui tetap meminum obat karena kapal feri merupakan satu-satunya moda menuju tempat tugas.

Dan terjadilah peristiwa yang memalukan. Do Ji-Ui berilusi melihat Yuk Ha-Ri bunuh diri dengan terjun ke laut, dan dia menolongnya. Fakta yang terjadi, justru Yuk Ha-Ri yang membantunya, bahkan menggendongnya turun dari kapal.

Tak terduga, keduanya bertemu lagi, bahkan kerja bareng di puskesmas, Do Ji-Ui  sebagai dokter dan Yuk Ha-Ri menjadi salah seorang perawat yang bertugas. Sehingga kisah mereka pun berlanjut, saling bekerja sama dan akhirnya saling jatuh cinta.

Selain cinta, dua hal yang harus dihindari Do Ji-Ui selama di pulau, yaitu: insiden, dan orang, juga sangat sulit dilakukan. Sebagai dokter dia harus selalu berinteraksi dengan pasien.

Seperti ketika mengobati Park Chun-Sik, kepala desa Pyeondongdo yang bersikukuh minta obat tertentu, dengan alasan dialah yang paling tahu tentang kondisi tubuhnya

Hal sama dilakukan Lee Jang-Su, pria lanjut usia yang minta obat selama sebulan, dan marah-marah sewaktu Do Ji-Ui memberinya obat selama 3 hari untuk dievaluasi lagi.

Bosan selalu bertengkar dengan penduduk desa yang ngotot, Do Ji-Ui memutuskan bersikap permisif setelah mendapat nasehat:

Oleh karena itu jangan terlalu berusaha

Tak akan ada gunanya

Do Ji-Ui  memberikan apa pun yang diminta pasien. Keputusan yang akhirnya disesali Do Ji-Ui, karena hal tersebut bisa membahayakan nyawa pasien. 

Seperti kasus Lee Jang-Su, Do Ji-Ui memberi obat yang yang diminta sebelum akhirnya tahu bahwa Lee Jang-Su pernah menjalani operasi pasang ring jantung, sementara obat yang diberikan berpotensi mengancam jiwanya.

Walau kau paling mengenal tubuhmu

Berkonsultasilah dengan dokter

Itu gunanya dokter

Kesabaran para dokter tidak hanya diuji oleh pasien, mereka juga harus berhadapan dengan penguasa wilayah. Mereka tidak berkutik sewaktu kepala perawat meminta untuk menahan diri.

Sudah kubilang, bersabar saja

Kau tak tahu siapa koneksinya?

Seluruh Pyeondongdo tunduk padanya

Jika kita membuatnya marah, kita akan mendapat masalah besar

Kalian para dokter tak akan menghadapinya, ketika pergi setahun lagi

Kami yang ditinggal, akan menderita

maria-g-soemitro.com

Review Drama Korea Doctor on the Edge

Kurangnya chemistry first lead couple dan kisah yang bertele-tele membuat saya sempat skip drama Korea “Doctor on the Edge” untuk kemudian nonton lagi, dan akhirnya stop beneran.

Drama ini mengingatkan saya pada drama Korea “Hospital Ship”(2017) yang sempat booming karena diperankan Ha Ji-Won dan sempat mendapat rating 2 digit dari penonton Korea Selatan, untuk kemudian nyungsep lagi.

Kisahnya emang agak berbeda, drama Korea “Hospital Ship” berkisah tentang para dokter yang mendarma baktikan tugasnya sebagai pelayan medis di atas kapal, sementara drama Korea “Doctor on the Edge” di pulau terpencil.

Namun kasusnya mirip, yaitu mengobati anggota masyarakat yang tinggal di pedesaan. Mereka umumnya sok tau terhadap tubuhnya sendiri, malas berobat/takut disuntik serta perilaku lain yang sebetulnya berasal dari upaya bertahan hidup dari keterbatasan.

Kisah yang sebetulnya bisa diolah secara menarik. Sinematografi yang indah dan perilaku warga pedesaan yang unik harusnya mampu menarik banyak penonton.

Sayang, pada akhir penayangan drama Korea “Hospital Ship” hanya mendapat rating 7,8/10 dari Mydramalist dan 6,9/10 dari IMDb. Mungkin karena kelamaan. Bayangin 40 episode!

Sementara drama Korea “Doctor on the Edge” cuma 12 episode, harusnya dapat rating yang lebih tinggi dari 7,7/10 (Mydramalist) dan 7,0/10 (IMDb).

Drama ini hanya menarik di episode pertama, selebihnya membosankan, diulang-ulang dan (ini yang paling disayangkan) ketegangan medis nya gak berkembang seperti drama bergenre medical lainnya yang berhasil meraup rating tinggi.

maria-g-soemitro.com

Sedih banget, padahal saya nonton drama ini karena diperankan Shin Ye-Eun. Aktingnya selalu oke, dan saya sangat berharap kali ini bisa menonton drama romance-nya yang bikin greget.

Demikian pula dengan Lee Jae-Wook, setelah melewatkan dramanya yang berating rendah, saya berharap bisa menikmati drama romansa yang manis dengan Shin Ye-Eun.

Apes, harapan saya kandas. Keberadaan second lead couple yang enggak banget memperparah keseluruhan drama. Lee Soo-Kyung sebagai Eom Jeong-Seon berakting marah-marah gak jelas, berpasangan dengan dokter Yong Ju-Cheon (diperankan Kim Yoon-Woo) yang hobby ngegosip. 

Chemistry ML-FL yang kurang punya percikan emosional, second lead couple yang nyebelin, alur cerita yang malas bergerak maju, serta konflik yang terasa berulang, bikin menonton drama ini seperti membuang waktu.

Baca juga drama Shin Ye-Eun lainnya:

Jeongnyeon: The Star is Born, Transformasi Seorang Gadis Penjual Ikan Menjadi Bintang

The Murky Stream, Kisah Bandit di Wilayah tanpa Hukum



Profile


    Drama: Doctor On The Edge (English title) / Doctor Island Boy (literal title)

    Revised romanization: Doctor Seomboy

    Hangul: 닥터 섬보이

    Director: Lee Myung-Woo

    Writer: Kim Tae-Poong (webcomic), Kim Ji-Soo

    Network: ENA, Genie TV

    Episodes: 12

    Release Date: June 1 - July 7, 2026

    Language: Korean

    Country: South Korea


11 comments

  1. Gemes beut sama pasien yang merasa paling tahu sama kondisi tubuhnya selain dokter. Omakjang banget tuh pasti dokternya.

    Btw, aku nggak begitu suka sama aktor ini. Jadi, suka malas nonton drama dia.

    ReplyDelete
  2. Ternyata begitu ya. Sayang banget. Padahal latar cerita dokter yang bertugas di tempat terpencil dan terancam kena ilusi ini menarik banget sebenarnya

    ReplyDelete
  3. Waduh parah banget ya? konflik berulang memang bikin kita gampang bosan. Apaan sih membahas yang itu-itu aja? Apalagi ditambah dengan "gangguan" kehadiran second lead. Ya salam. Bubar dah harapan hahahaha. Saya juga suka dengan Shin Ye-eun Mbak. Acting nya natural. Lee Jae-wook juga ok. Sempat nonton drakor dan film dia beberapa kali. Mas Jae-wook ini sejati nya gak ganteng-ganteng amat tapi dia tampak gampang membangun chemistry dengan siapa pun lawan mainnya.

    ReplyDelete
  4. Saya beberapa kali menyimak opini para penggemar drakor. Peran second lead ternyata cukup riskan ya. Meskipun banyak yang bilang lebih suka second lead daripada pemain utamanya. Sebaliknya kalau ternyata kurang sreg juga bisa mempengaruhi jalan cerita dan semangat untuk melanjutkan menontonnya

    ReplyDelete
  5. Wah iya bener ada beberapa drakor second lead nya oke banget ngalahin pemeran utama. Tetapi, emang ada juga drakor yang second lead nya malah bikin drama makin semrawut kacau balau.


    Jujur, aku sempat ngira kalau drakor
    Doctor On The Edge bakalan oke banget, ternyata salah yaaa. Agak malas kalau mau namatin Drakor model gini nih. Konflik berulang pasti bikin bosan. Sayang sekali ya.

    ReplyDelete
  6. Iya bener, ada aja second lead yang malah lebih oke dan bikin drakor makin ciamik. Etapi, ada juga yang bikin drakor makin semrawut huhu.

    Aku sempat ngira kalau drakor Doctor On The Edge bakalan seru banget. Secara premis ceritanya menarik. Ternyata nggak yaaa. Apalagi second lead nya nyebelin dan konflik berulang bikin bosan pastinya.

    ReplyDelete
  7. Makin banyak aja nih drama/film Korea bertemakan dunia kedokteran dengan segala intriknya ya. Dari sini saya juga jadi tahu kalau ada perbedaan durasi wajib militer antara warga sipil dengan tenaga kesehatan. Kirain semuanya sama aja

    ReplyDelete
  8. Definisi second lead couple bukannya jadi oase, tapi malah jadi polusi udara wkwk 😭 Untung mampir ke blog ini dulu jadi gak terlanjur kena jebakan batman

    ReplyDelete
  9. Mungkin case-nya kurang greget juga yaa, Ambu..
    Sebenernya... eksekusi akting dokter dari Ayang Jae-wook uda oke siiih..
    Tapi konsistensinya yang bikin emm..

    Cuma pas drama ini tayang, doi juga launching laguu...Ambu.
    Jadi super excited mengingat mantannya seorang idol, kan yaah...
    Hihihi.. jadi berspekulasi... sebenernya, uda putus atau belum sama mba Kayin niih??

    ReplyDelete
  10. Ya ampun... aku ngebayangin si pak dokter digendong qiqiiqiqi..sumpah langsung aku cari trailernya Ambu, menarik nih sinopsis dan reviewnya :))

    ReplyDelete
  11. Serunya drakor tuh, karena yg memerankan orang Asia dan settingnya pulau-pulau, sering banget relate dengan keseharian kita. Dari review drakor "Doctor On The Edge" jadi lebih memahami second lead. Biasanya aku engga terlalu notice yg mana first & second, mungkin merasa janggal aja...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat