Berpikir Kritis Menurut Islam dan 5 Hikmah Berpikir Kritis

 

sumber: freepik.com

Berpikir Kritis Menurut Islam dan 5 Hikmah Berpikir Kritis

 

 “Kok agama Islam melarang umatnya makan daging babi?”

Jika Anda seorang muslim, pernahkah terbersit pertanyaan tersebut?

Saya sih iya. Pertama kali masuk Islam saya masih kurang paham dengan detail larangan makan daging babi. Fokus saya hanya bisa/disiplin salat 5 waktu. Hingga seorang teman kantor menegur:

“Itu beli mi goreng dari rumah makan di pojok jalan, ya?’ tanyanya sambil menunjuk makan siang saya. “Ada daging babinya lho, sayang kan salatnya. Pahalanya hilang gara-gara makan daging babi”.

Saya tertegun. Emang sih saya pernah mendengar bahwa rumah makan tempat saya membeli mi goreng,  tidak menjual makanan 100 % halal.  Jadi jika pesan masakan harus bilang: “Jangan pakai B2 ya”.

Tapi bukan itu yang menjadi perhatian saya, melainkan: “Kok Allah SWT melarang sih? Kan ini bukan makanan beracun. Terbukti yang makan daging babi sehat-sehat aja tuh”.

Sepulang dari kantor saya membuka Alquran terjemahan, dan benar, ada ayatnya:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)

Hmmm …. Berarti saya harus menata ulang pandangan saya tentang makanan/minuman agar bisa memenuhi perintahNya. Sampai akhirnya menemukan satu jawaban yang tepat:

Allah SWT tuh begitu baik. Sebagai umatNya harus bersyukur karena mendapat makanan yang berlimpah. Coba aja makan makanan yang berbeda setiap waktunya. Saking banyaknya, mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk menyicipi satu persatu.

Jadi sebagai umatNya, masa sih saya nggak bisa menahan diri? Cuma satu dari antara begitu banyak makanan/minuman yang melimpah ruah.

Ditambah beberapa jenis makanan, dan yang tidak memenuhi syarat sewaktu disembelih. Pastinya Allah SWT menginstruksikan demikian agar umat Islam menjadi umat yang beradab. Nggak asal hajar bleh, tanpa mau tau asal usulnya. Jika mau berperilaku demikian, apa bedanya dengan binatang? Nggak ada larangan makan bagi mereka.

Tentu saja, saat mengimani suatu ayat, setiap muslim mengalami proses yang berbeda. Tidak ada yang benar atau salah. Namun bisa dipastikan Allah SWT berharap umatNya menggunakan akalnya untuk  berpikir kritis.

Ayat di bawah ini membuktikannya:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi , dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Alllah) bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan terbaring serta memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) "Ya Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, maha suci engkau, lindungilah kami dari siksa api neraka  (QS. Al Imran 190-191).

Mengapa Allah SWT menciptakan malam? Mengapa gelap di malam hari? Mengapa dianjurkan tidur di malam hari dan bukan di siang hari?

Mengapa rambut manusia setiap hari tumbuh sekian milimeter? Mengapa alis nggak tumbuh? Dan seterusnya. Tanda-tanda  (ayat) yang sifatnya tekstual maupun kontekstual diturunkan agar manusia berpikir kritis dan memperoleh manfaatnya.

Manusia banyak menuai hasil dari berpikir kritis, berikut diantaranya:

5 Hikmah Berpikir Kritis

source: freepik.com


Sukses Berkarir

Sesuai fitrahnya, setiap hari manusia harus berkarya. Pergantian peradaban menunjukkan hanya yang berpikir kritis yang mampu lolos seleksi alam. Meninggalkan mereka yang mager parah 😀😀

Dalam implementasi berpikir kritis, mereka yang bekerja sebagai pegawai kantoran, maupun wirausaha, banyak  memunculkan ide-ide kreatif, inovatif serta out of the box.

Pimpinan pastinya lebih menyukai pegawai yang selalu siap dengan terobosan dan ide kreatif bagi pemecahan masalah. Bandingkan andai dalam rapat, pimpinan melempar tanya dan nggak ada yang bisa menjawab/memberi usul. Nyesek banget pastinya.

Seorang pegawai yang terbiasa berpikir kritis juga mampu berpikir jernih dan rasional. Saat mendapat tugas yang sulit diselesaikan, dia akan bertindak reflektif dan dengan cepat mencari jalan keluar dengan mudah.

Sedangkan di dunia usaha, pelaku yang berpikir kritis akan melihat peluang di pasar, menganalisa dengan seksama kemudian mengambil keputusan. Hasil operasional akan dievaluasi dengan kritis. Saat mengalami problem, dia mempunyai banyak alternatif jawaban. Dengan mudah dia dapat keluar dari kesulitan dan maju dengan inovasi-inovasi baru.

Pelaku usaha yang berpikir kritis juga akan membuat rencana jangka panjang yang bisa dia capai. Sebab telah dipikirkan masak-masak berdasarkan ide-ide kreatif yang dimilki. Saat menemui masalah, dia tidak akan terpaku pada satu jalan keluar, dia mempunyai banyak alternatif jalan keluar.

source: freepik.com


Mudah Bersosialisasi

Berjejaring merupakan salah satu cara bersosialisasi  tertua yang dikenal masyarakat. Karena itu muncul komunitas reuni, grup arisan, komunitas hobi, dan masih banyak lagi.

Saat berjejaring, seorang yang berpikir kritis akan luwes, terbuka dan lebih mudah menerima perbedaan. Sehingga dia akan lebih dihormati, di setiap acara kehadirannya akan ditunggu dan diterima dengan hangat.

Dalam lingkungan pekerjaan. Andai dia seorang pimpinan, karyawan akan lebih respect tidak semata hubungan atasan dan bawahan, tapi karena kemampuannya menerima perbedaan dan menghargai orang lain.

Juga sebagai pelaku usaha, dia akan lebih cemerlang dibanding pelaku usaha lainnya. Ide-ide briliannya, sikapnya dan kemampuannya membawa diri akan membuat dia disukai di semua kalangan.

source: freepik.com


Tidak Gampang Ditipu

Penipuan yang dilakukan biro umroh First Travel merupakan satu dari banyak kasus penipuan yang terjadi di tanah air. Iming-iming harga/biaya murah, untung gede tanpa harus bekerja keras, merupakan modus penipu yang nampaknya semakin banyak aja akalnya.

Mulai dari yang receh,  “mama minta pulsa”, hingga tawaran pinjaman jutaan rupiah dengan bunga yang lebih rendah dibanding bunga deposito bank. Lha jika bener, kan pinjem aja uang sebanyak mungkin dari mereka, kemudian uangnya didepositokan. Selisihnya bisa lebih besar dari UMR tuh.

Tawaran yang gak masuk akal juga pernah saya terima. Seorang teman mengajak  “bisnis modal”, dengan menyetor Rp 100.000 pada rekening tertentu. Nanti cukup ongkang-ongkang kaki, uang akan masuk ke rekening. Jumlahnya variatif. Mungkin Rp 10.000 atau Rp 25.000.

Ajaib banget? Uang kok bisa beranak? Dengan tegas saya menggeleng. Teman-teman lain banyak yang tertarik, mungkin dipikirnya, toh “hanya” Rp 100.000.

Buat saya, jika punya uang nganggur sebanyak Rp 100.000 mending untuk sedekah, daripada digunakan untuk sesuatu yang nggak jelas. Bukankah Islam melarang transaksi maysir atau transaksi yang meragukan?

Tulisan saya selanjutnya mengenai bisnis maysir bisa dibaca di sini:

Baca juga: Vampire Money Game, Menghisap Darah Korban Dengan Rayuan Maut

Jadi jelas, berpikir kritis membuat kita lebih rasional.. Kasus jemaah First Travel bisa dijadikan contoh soal.  Sebelum mengambil keputusan, cari dulu data, berapa sih biaya umroh? Informasi dengan mudah bisa diperoleh dari internet atau kantor Kemenag RI di kota masing-masing.

Tolak tawaran yang tak masuk akal. Andai penolakan berbuah rayuan, seorang pemikir kritis  akan menganalisa kebenaran fakta dari rayuan.

Berpegang teguhlah pada fakta bahwa setiap perusahaan harus mendapat profit/keuntungan. Jika tidak, bagaimana perusahaan dapat menjamin keberlangsungan operasionalnya?

source : freepik.com

Mandiri

Mereka yang terbiasa berpikir kritis akan lebih mandiri, baik dalam aktivitas harian maupun saat menghadapi problem kerja. Setiap ucapan dan tindakannya berdasarkan pemikiran kritis dan ide-ide yang muncul, sehingga dia tidak tergantung pada orang lain.

Saat dalam kendaraan umum, misalnya,  pikiran kritisnya bekerja saat melihat bangunan, kabel, taman dan seterusnya. Setiap momen dan materi masuk ke dalam analisa pikiran kritisnya. Saat dia melalui lokasi yang sama untuk tujuan yang lain dia tahu persis posisinya.

Demikian juga saat di kantor menghadapi situasi rumit, dia bisa segera menganalisa masalah dan mendapatkan ide-ide, keputusanpun bisa segera diambil, tanpa menunggu orang lain.

source: freepik.com


Mudah memahami sudut pandang orang lain

Banyak orang kerap ngotot saat pendapatnya berbeda dengan orang lain. Tak heran terjadi gontok-gontokan menjelang/saat pilkada/pemilu/pilpres.

Sayapun kena getahnya. Beberapa teman memblock saya di media sosial. Gara-garanya saya tidak suka Ahok yang telah mendiskreditkan kaum perempuan dengan meneriaki “Maling”. Berita selengkapnya disini.

Sementara mereka yang memblock saya (mereka teman perempuan yang cukup akrab lho), terlalu mengkultuskan Ahok. Mereka menuduh saya intoleran terhadap Ahok yang kebetulan beretnis Cina.

Tentu saja saya tertawa. Ada darah Cina yang mengalir di urat nadi saya. Juga adik ipar saya beretnis Cina, otomatis keponakan saya juga campuran Cina Jawa bukan? Mata mereka sipit-sipit, sebab adik kandung saya juga bermata sipit dan berkulit putih. 😂😂

Lebih parah lagi jika tuduhan mereka saya membenci Ahok sebab beragama Kristen. Lha saya satu-satunya yang muslim di tengah keluarga besar ayah saya. Saya juga mendapat pendidikan toleransi yang amat nyaman dari almarhum ibunda.

Begitulah, ketidak mampuan bersikap kritis membuat seseorang tidak fleksibel, kaku dan sulit menerima ide-ide dari orang lain. Mereka terlalu terpaku pada pendapatnya sendiri dan tidak mau terbuka terhadap pemikiran, ide, atau pendapat orang lain.

Beda halnya  dengan mereka yang berpikir kritis. Mereka mengakui perbedaan adalah keniscayaan di muka bumi ini. Tiap orang memiliki persepsi dan sudut pandang yang berbeda. Mungkin sama, tapi tidak sama secara mutlak, sebab pendidikan (keluarga dan sekolah) serta lingkungan yang mendukung pengembangan dirinya, berbeda.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Mengajarkan Toleransi Pada Anak

Nadiem Nakarim dan Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah proses murni kegiatan otak atau mentality yang bertujuan untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, bertujuan mengajak atau persuasif, menganalisa suatu anggapan, serta melakukan penelitian ilmiah. (Elaine B. Johnson, 2002).

Andai Nadiem Makarim tidak berpikir kritis saat terjebak macet dan harus menggunakan ojek pangkalan, tentu kita tak akan menikmati berbagai kemudahan yang disediakan Gojek.

Nadiem menggunakan pemikiran kritisnya dengan jitu pada saat yang tepat, yaitu revolusi industri 4.0. Saat komputer kecil bernama smartphone terhubung dalama jaringan raksasa yang kita kenal sebagai internet.

Semua yang digunakan Nadiem, (smartphone, aplikasi dan internet) merupakan buah dari pemikiran kritis. Pemikiran kritis menjadi  dasar dari sains dan demokrasi. Sains membutuhkan penggunaan akal secara kritis dalam eksperimen dan konfirmasi teori.

Sedangkan demokrasi bisa berfungsi dalam suatu negara hanya jika warga negaranya  dapat berpikir kritis. Mereka mampu menginformasikan penilaian mereka tentang masalah sosial yang terjadi dan menyampaikan pemerintahan yang tepat untuk mengatasinya.

Jadi, sudahkah Anda berpikir kritis?

 

 

28 comments

  1. Tidak mudah tertipu itu saya setuju banget
    Apalagi kini musim arisan atau MLM, harus punya daya kritis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, bahkan iming-imingnya cuma uang kecil, ternyata nggak boleh

      Islam mengatur jangan sembarang melangkah, harus kritis

      Delete
  2. Lah iya mbu, iming-iming biaya umroh murah malah akhirnya kebelejok. Pentingnya kita berpikir lebih dalam sbelum bertindak/ menyetujui sesuatu yg TDK masuk akal logika ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups, terlebih agama Islam sudah memberi arahan

      sebagai umatNya, jangan ngasal :D

      Delete
  3. masih sedang belajar Ambu.

    Selain aspek makanan, ibadah dalam islam memang rukun2 kedua setelah syahadat yang mesti dilakukan setiap hari adalah shalat. Namun, untuk beribadah tersebut kita perlu paham adanya thaharoh dan syarat2nya. bersuci itu sendiri ternyata tidak simpel.

    Jika melihat contoh mas menteri, berarti memang dari berpikir kritis ini jika seharusnya bisa lebih bijak menghadapi masalah dan menemukan solusi yg solutif untuk memecahkannya yaa Ambu. Menarik ini. terimakasih sudah berbagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, saya malah tertarik Islam karena perintah salatnya

      Ada makna untuk setiap gerakan, misalnya mengapa harus bersuci, sujud dst

      Islam sungguh agama yang sempurna

      Delete
  4. Mbaaa inilah bedanya Mualaf dan Islam sejak lahir kayak aku.
    Terus terang, Mba... selama ini aku sering take it for granted tentang aturan Islam.
    Gak boleh gini, yo wis.
    Gak boleh gitu, oke patuhi.
    Tapi aku nyaris tidak pernah (atau jarang kali ya?) melakukan critical thinking terhadap rambu2 Islam.

    MasyaALLAH TabarokAllah, makasiiiii pencerahannyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita sama-sama belajar mbak Nurul

      Saya diberi tahu ustaz Aam Amirudin untuk berpikir kritis

      Agar lebih mengimani Islam dan banyak bersyukur

      Delete
    2. Ustadz AAM my favorite!
      Sukaaakk ama penyampaian beliau yg adem dan sarat ilmu
      Tapi aku sering ROAMING alias ga paham dgn candaannya yg Bandung banget ituuu
      Kumaha :D

      Delete
  5. Mampu berpikir kritis juga mengajarkan kita untuk tawadhu dan rendah hati. Semakin kita mampu menelaah sesuatu dengan lebih rinci dan mengalahkan egoisme pribadi, diripun harus mampu semakin merunduk

    ReplyDelete
  6. Selalu happy kalau mampir ke blognya Ambu. Ada saja something yang terbawa bawa.

    Sepakat Ambu. Sama seperti, kenapa sih kalau masakan yang pakai angciu itu walaupun nggak ada babinya jadi makanan yang nggak dianjurkan untuk disantap muslim. Atau mungkin yang mengandung rum. Padahal kan biasa aja ya. Udah gitu kan jumlahnya cuma sedikit sekali di dalam makanannya.

    Ternyata khamar sesedikit apapun nggak disarankan dikonsumsi.

    Tapi Acha mah masih banyak belajar Ambu.

    ReplyDelete
  7. hahha bener mbak kita harus berpikir kritis. termasuk dimasa sulit ini. kita gak boleh hanya menerima keadaan harus berpikir kritis ada apa dibalik semua ini dan bagaimana menghadapinya dengan cerdas

    ReplyDelete
  8. Masya Allah..ada banyak sekali hikmah dari berpikir kritis ini ya. Dan tentunya, agama Islam pun mengajarkan hamba-Nya untuk berpikir kritis. Dengan begitu, kita jadi bisa lebih memahami seperti apa sih agama Islam itu.

    ReplyDelete
  9. Penting nih 5 berpikir manfaat kritis supaya menjadi manusia yang berkualitas ya bu.

    ReplyDelete
  10. Berpikir kritis itu susah-susah gampang. Dengan segala kemudahan yang ada, kadang orang malas berpikir. Apa yang mudah, itu yang dijalani. Resiko mah belakangan. Saya pun masih belajar berpikir kritis. Sarana berpikir kritis, ya, dengan menulis blog. Karena sebelum menulis, kita diharuskan riset dulu. Pengetahuan pun bertambah, seperti membaca tulisan Mbak Maria ini.

    ReplyDelete
  11. Kalau kita berfikir kritis menurutku kita gak akan gampang tertipu. Ya gak sih ?

    ReplyDelete
  12. Suka sekali dengan cerita Nadim Karim yang tak ingin terjebak dengan kemacetan, berpikir kritis itu sangat penting dalam semua segi kehidupan. Aku suka dengan tulisan ini.

    ReplyDelete
  13. berprikir kirtis membuat kita tak gampang ditipu
    benar sekali dan setuju bu
    karena sekarang banyak sekali penipuan karena tidak kritis dulu

    ReplyDelete
  14. Setuju banget Bu dengan poin-poin di tulisan ini. Saya sangat memandang penting berpikir kritis supaya lebih paham tentang sesuatu yang harus benar2 dipahami. Di samping itu penting juga supaya tidak terjebak halu atau diperdaya orang lain.

    ReplyDelete
  15. Memang perlu banget untuk berpikir kritis ya. Kasus First Travel bisa jadi pelajaran berharga, jangan mudah tergiur dengan hal-hal yg sepintas kelihatannya enak

    ReplyDelete
  16. Sebagai manusia kita memang harus belajar kritis. Karena di jaman sekarang banyak sekali tipu daya yang sekilas terlihat oke-oke saja padahal mengandung umpan yg menjerumuskan. Makasih tuk tulisannya ambu. Saya mendapatkan banyak insight bermanfaat.

    ReplyDelete
  17. berpikir kritis, salah satu visi di keluarga supaya nggak mudah ditipu dan pengennya anak-anak bisa inovasi macam Mas Menteri

    ReplyDelete
  18. Setiap hari kita harus terus berpikir kritis agar dapat mengoptimalkan fungsi otak sehingga terbebas dari penyakit pikun dan sejenisnya

    ReplyDelete
  19. Jadi inget anakku yg Belum genap berusia 6 tahun, kritis bukan main. Sama persis pertanyaan nya Kenapa Kita Gak boleh Makan Babi. Akhirnya Kami buka buku Dan Al-Quran untuk menjelaskannya.

    ReplyDelete
  20. thanks ya sharingnya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  21. Berfikir kritis sangat diperlukan dalam berinteraksi dan bersosialisasi setiap harinya agar bisa menemukan ide2 unik dan brilian lainnya

    ReplyDelete
  22. Dulu, saking kritisnya, saya dicap provokator dan keras kepala. Itu waktu usia 30an. Sekarang sudah paruh baya, kritis tetep, tapi vokalnya berkurang banyak banget. hehehe..

    ReplyDelete
  23. Sepakat dengan manfaat berpikir kritisnya Ambu. Berpikir kritis membuat kita mudah memahami sesuatu dan membiasakan diri untuk mempertimbangkan sesuatu sebelum melakukannya :)

    ReplyDelete