Ashes to Crown, Balas Dendam Sang Putri Jenderal
Balas dendam dengan kembali ke masa lalu, banyak banget kita temui dalam kisah drama, ya? Seperti drama Korea Reborn Rich, yang berkisah tentang Yoon Hyeon-Woo, seorang karyawan Soonyang Group yang dibunuh. Dia kembali ke masa silam dan terlahir sebagai cucu pemilik Soonyang Group untuk menguasai perusahaan.
Drama China juga kerap mengusung kisah serupa, diantaranya drama China ”Ashes to Crown” yang akan kita review.
Ternyata ada beberapa alasannya. Drama semacam ini menawarkan kepuasan keadilan dan fantasi kesempatan kedua. Karakter utama mengetahui kejadian masa depan, sehingga memungkinkan dia untuk membalikkan penderitaan masa lalu menjadi strategi balas dendam yang jenius.
Alasan lainnya, penonton sangat menyukai underdog yang berhasil membalas perlakuan tidak adil dari orang-orang berkuasa. Pembalasan dendam memberi kepuasan emosional karena keadilan akhirnya ditegakkan. Hal yang sulit dilakukan di alam nyata.
Terlebih ketika menyangkut orang yang dicintai. Penonton merasa “terobati” dengan menonton drama yang mengeksplorasi penyesalan dan harapan. Karakter utama berhasil memperbaiki kesalahan, menyelamatkan orang yang dicintai, dan mengubah takdir tragis mereka.
Diperankan aktris/aktor yang sedang naik daun: Chen Du Ling dan Zhou Yi Ran, drama China “Ashes to Crown” berkisah tentang perjuangan FL kembali ke masa lalu untuk balas dendam.
Merupakan adaptasi dari web novel "Chu Hou" (楚后) by Xi Xing (希行), drama ini berhasil mencuri perhatian dengan raihan rating 8,3/10 dari Mydramalist dan hanya 7,1/10 dari IMDb di awal penayangannya.
Jadi penasaran ya? Yuk atuh kita kupas bareng:
Baca juga drama Chen Du Ling lainnya:
Fangs of Fortune, Kisah 5 Sekawan Penakluk Siluman
The Glory, Terbongkarnya Kekejaman Sang Ayah
Veil of Shadows, Petualangan 5 Pemburu Siluman
Chen Du Ling sebagai Chu Zhao
Anak serigala yang tumbuh besar di gurun
Lengah sedikit saja
Dia bisa mengigit manusia sampai putus
Demikian penilaian Xie Yan Lai tentang sebagai Chu Zhao, anak perempuan tunggal dari Jenderal Chu Ling, penjaga perbatasan kerajaan Dinasti Chu yang membawahi 200.000 prajurit.
Chu Ling sebetulnya merupakan sahabat kaisar yang tengah bertahta. Dia memutuskan menjaga perbatasan, agar sang sahabat bisa memimpin kerajaan dengan tenang.
Persahabatan keduanya terputus sewaktu Chu Ling jatuh cinta pada Mu Mian Hong, seorang perempuan dari Gurun Utara, atau musuh kerajaan. Kisah cinta Chu Ling juga harus berakhir, dengan perginya Mu Mian Hong meninggalkan Chu Ling sendirian merawat bayi mungil mereka yang diberi nama Chu Zhao.
Walau dibesarkan sang ayah, bukan berarti Chu Zhao menjadi keras dan tegar seperti ayahnya. Ketika membunuh musuh untuk pertama kalinya, Chu Zhao mengalami tekanan batin. Untunglah ada Xie Yan Lai yang menghiburnya:
Kau dibesarkan di padang gurun, jadi pastinya tahu
Ketika serigala membunuh mangsanya untuk pertama kali
Bau darah membuatnya mual
Zhou Yi Ran sebagai Xie Yan Lai
Terlahir sebagai putra tidak sah (bukan dari istri resmi), Xie Yan Lai merupakan keturunan ke-9 bangsawan Xie. Hidupnya tidak mudah. Dia menjadi korban bullying kakak-kakaknya. Hanya Xie Yan Fang, kakak ke-3 yang mau membantunya.
Tak ingin selalu menjadi korban, Xie Yan Lai melarikan diri dan mengembara. Ketika itulah, untuk pertama kalinya dia melihat Chu Zhao. Sebagai gadis remaja, dengan berani Chu Zhao membela Xie Yan Lai yang tengah disiksa.
Peristiwa tersebut membuat Xie Yan Lai ingin menemui gadis pujaannya. Malang sekaligus beruntung, dia ambruk di tengah jalan dan bertemu Jenderal Chu Ling yang mengobati dan merekrutnya menjadi prajurit pilihan.
Baca juga drama Zhou Yi Ran lainnya:
Twelve Letters, Surat yang Mengubah Takdir
Generation to Generation, Tentang Dendam yang Diwariskan
Sinopsis Drama China Ashes to Crown
Jatuhnya lonceng kuil seolah memperkuat firasat Jenderal Chu Ling. Sejak awal sang jenderal tak merestui putri tunggalnya, Chu Zhao dalam memilih jodoh.
Chu Zhao kesengsem pada Xiao Zun, penerus/anak Raja Xiaonan. Saking bucin-nya dia tega meninggalkan Yunzhong, tempat dia dia dibesarkan, tempat sang ayah memimpin 200.000 prajurit untuk menjaga perbatasan.
Bersama Xiao Zun, Chu Zhao pergi ke ibu kota Chu untuk mempersiapkan pesta pernikahan. Dia hanya dikawal Xie Yan Lai, seorang prajurit pilihan ayahnya yang bertugas melindungi Chu Zhao.
Firasat buruk Jenderal Chu Ling tak salah. Xiao Zun mendekati Chu Zhao untuk memperoleh kekuatan pasukan calon mertuanya. Terlebih sang jenderal juga merupakan komandan pasukan rahasia (pasukan elit) Longwei yang bertugas di ibu kota untuk melindungi takhta kaisar.
Rencana Xiao Zun sangat matang. Dia menempel Pangeran Ketiga Dinasti Chu dan menghasutnya untuk mencabut nyawa putra mahkota. Setelah itu, dengan alasan membunuh pengkhianat, Xiao Zun akan mengakhiri hidup sang pangeran.
Rencananya berjalan mulus karena sang kaisar tengah sekarat, Xiao Zun juga sudah menghasut Chu Lan, paman Chu Zhao agar menghabisi cucu sulung kaisar dengan membakar rumahnya.
Kematian kaisar, dan habisnya seluruh keturunan sang kaisar, memperkuat Deng Yi (tangan kanan Xiao Zun di lingkaran istana) mengeluarkan dekret pengangkatan Xiao Zun sebagai kaisar baru.
Sebagai pamungkas, Xiao Zun mengundang mertuanya, Jenderal Chu Ling ke istana kemudian menghukum mati dengan alasan yang telah disiapkan, termasuk membunuh Chu Zhao dengan racun dan menjerat lehernya hingga binasa.
Ketika itulah Chu Zhao terbangun. Bertepatan dengan jatuhnya lonceng besar di kuil tempat dia melakukan persembahan menjelang pernikahan.
Mengetahui calon suaminya berhati busuk, Chu Zhao segera berbalik arah. Dia tahu, tak mungkin memperingatkan pangeran ketiga dan putra mahkota. Waktunya sangat mepet.
Hal yang bisa dia lakukan adalah menyelamatkan Xiao A Yu, cucu sulung kaisar dari kebakaran dan membawanya ke depan sang kaisar. Malang, kaisar ragu mengeluarkan dekret penerus takhta pada sang cucu. Xiao A Yu masih berusia 10 tahun, bagaimana mungkin mewariskan takhta pada anak kecil?
Chu Zhao pun mengambil langkah besar, dia bersedia menjaga dan membantu Xiao A Yu sebagai kakak yang bergelar Putri Agung.
Untuk menambah keyakinan kaisar, Chu Zhao bersumpah:
Tidak akan menikah, tak akan memiliki anak
Jika melanggar akan dianggap pemberontak
Sebagai imbalan, Chu Zhao hanya meminta:
Penjaga Negara Dinasti Chu tidak pernah menikah
Dimakamkan di perbatasan negara bersama ayahnya yang setia
Permintaan Chu Zhao dikabulkan kaisar. Karena ternyata, di masa silam sang kaisar bersahabat dengan Jenderal Chu Ling. Keduanya berbagi peran. Kaisar memimpin negara, sedangkan ayah Chu Zhao ini menjaga perbatasan.
Pasca pengangkatan kaisar baru, Chu Zhao sadar perjalanannya sangat berat. Dia harus berhadapan Xiao Zun, mantan kekasihnya yang semula kebingungan, tapi kemudian bersikap sangat kejam.
Chu Zhao juga harus melakukan negosiasi dengan Deng Yi, pejabat pemegang stempel kerajaan yang munafik dan materialistis, serta perdana menteri Xie Yan Fang, yang merupakan keturunan ketiga bangsawan Xie, sekaligus paman dari kaisar baru.
Untuk menghadapi intrik politik kerajaan, Chu Zhao hanya bisa mengandalkan kemampuannya yang pernah digembleng ayahnya, serta dukungan Xie Yan Lai yang diangkatnya sebagai Komandan Pasukan Kerajaan.
Kepercayaan Jenderal Chu Ling terhadap Xie Yan Lai dalam melindungi anaknya ternyata sangat tepat. Xie Yan Lai yang ternyata juga merupakan adik Xie Yan Fang (keturunan ke-9 bangsawan Xie), diam-diam memuja Chu Zhao dan bertekad melindunginya.
Review Drama China Ashes to Crown
24 episode saja? Walah semakin banyak saja drama China berdurasi pendek. Apakah agar bisa bersaing dengan drama Asia lainnya? Bakal banyak penggemar baru yang terdrachin-drachin, nih.
Andaikan ya, jumlah 24 episode pada drama China “Ashes to Crown” malah menimbulkan masalah. Alur kisah terasa patah-patah, kurang nyaman dinikmati.
Sementara, sebagai drama daur ulang, drama ini harus mampu mengalahkan (minimal sama) dengan drama serupa yang berkisah tentang FL yang hidup kembali di masa silam untuk balas dendam.
Dan drama-drama tersebut gak kaleng-kaleng, seperti drama China “Story of Kunning Palace” yang diperankan Bai Lu dan Zhang Ling He, drama China “The Princess Royal” yang diperankan Zhao Jin Mai dan Zhang Ling He serta drama China “Scent of Time” yang diperankan Zhou Ye dan Wang Xing Yue.
Deretan drama di atas, tidak hanya berating tinggi, juga diperankan aktor/aktris, bintang papan atas industri hiburan China. Sulit mengalahkan mereka.
Kemungkinan lainnya, drama China “Ashes to Crown” sekadar ingin menggaet penonton baru. Bermodalkan deretan wajah aktor/aktris muda, detail kostum dan sinematografi, drama ini cukup menjanjikan. Kostum dramanya cukup cermat, visualisasi sinemanya memanjakan mata.
Demikian pula penampilan deretan wajah ganteng dan cantik, baik pemeran utama, pemeran pendukung (support role), bahkan pemeran antagonis dalam drama China “Ashes to Crown” sangat memuaskan penonton. Akting mereka sangat mumpuni.
Sayangnya semua modal tersebut tidak didukung plot kisah yang mulus dan menarik. Pengembangan karakternya juga berantakan.
Di awal episode FL dikisahkan sebagai gadis muda belasan tahun yang naif. Namun dalam waktu singkat, dia berubah menjadi Putri Agung yang berhasil memenangkan pertempuran.
Selain pengembangan karakter, beberapa adegan terasa sangat janggal. Dikisahkan ayah FL, sang dewa perang minum obat secara rutin yang diberi prajuritnya (ML). Bayangin, seorang jenderal perang kok mau-maunya minum obat dari seorang prajurit yang dia rekrut?
Demikian pula konsistensi cerita, seperti kisah FL yang berusaha mengamankan takhta. Dia bersedia menjadi Putri Agung dan bersumpah: “ Tidak akan menikah, tak akan memiliki anak. Jika melanggar akan dianggap pemberontak”
Eh, gak lama kemudian sang Putri Agung udah lirik-lirikan dengan ML.
Ditambah pengulangan adegan yang membosankan (untuk menghemat budget?), walau Mydramalist memberi rating 8,3, saya lebih setuju rating drama China “Ashes to Crown” yang diberikan IMDb, yaitu 7.1 saja.
Baca juga:
Story of Kunning Palace, Ketika Permaisuri nan Kejam Mengubah Takdir
Scent of Time, Tentang Cinta, Mimpi dan Penyesalan
The Princess Royal, Kala Putri Raja Jatuh Cinta pada Pemuda Miskin
Profile
Title: Ashes to Crown
Native Title: 翘楚
Also Known As: Chu Hou , Qiao Chu , 楚后 , 翹楚
Director: Yang Long
Screenwriter: Li Min, Xia Meng Ying
Genres: Historical, Romance, Fantasy, Political
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: China
Episodes: 24
Aired: Jun 2, 2026 - ?
Original Network: Youku






.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat