5 Rekomendasi Channel Food YouTuber Untuk Usaha Kuliner

 


“Apa yang bisa membuatmu merasa happy?”

Jika saya mendapat pertanyaan tersebut, jawabannya adalah ilmu/wawasan baru.

Ilmu/wawasan baru memunculkan challenge/tantangan untuk menaklukannya. Setelah melalui proses gagal, coba lagi, gagal lagi … dan akhirnya berhasil, akan muncul rasa bahagia banget.

Ilmu/wawasan baru tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, juga menambah investasi. Investasi ngga selalu berbentuk lembaran uang kan ya?

Seperti beberapa waktu lalu, saya mendapat materi bergizi tentang Canva dari Mbak Dzulkhulaifah Rahmat. Sempat bingung dong saya. Kok Mbak Efa, nama panggilan Dzulkhulaifah Rahmat,  kelihatannya mudah banget. Pencet ini itu, ssrrtttt…srrtttt….jadi, deh!

Sementara saya, pencet ini itu, yang keluar abrakadabra nggak jelas.😭😭

Namun akhirnya bisaaaaa!!!!. Saking senengnya, rasanya pingin cium pipi kiri dan kanan Mbak Efa atas ilmunya yang bermanfaat, yang bikin blog ini makin berwarna.

Dulu mah mati gaya. Ketika salah satu menu template blog gratisan ini nggak berfungsi, saya bingung dan pasrah. Sekarang lumayan deh. Ditambal gambar canva, sehingga template blog agak manis. 😁😁

Jika ditangani ahlinya, entah berapa ratus ribu rupiah harus saya keluarkan untuk mendadani blog ini. Uang yang harus saya hemat selama pandemi Covid 19.

Terkait menambah ilmu/wawasan baru, ada 3 jenis yang nyambung dengan minat dan aktivitas saya sehari-hari, yaitu blogging, environment (urban farming termasuk didalamnya), serta memasak.

Postingan kali ini membahas tentang memasak, salah satu kegiatan yang menurut para ahli, sangat bagus untuk mengatasi stres. Termasuk stres yang  muncul akibat serangkaian aturan pemerintah dalam menyikapi pandemi Covid 19.

Baca juga: Atasi Stres Dengan 5 Hobi Penghasil Uang, Yuk Coba!

Beberapa tahun lalu, sebelum terjun ke usaha kuliner, saya harus hunting dari blog ke blog untuk mencari resep. Sekarang sih mudah, cukup buka channel YouTube, ketik jenis masakan yang dicari, maka muncullah deretan videonya.

Yang menarik, ada benang merah antara blog dan channel YouTube, yaitu:

  • Tidak semua resep “bisa dipercaya”. Banyak blog yang dibuat untuk mendulang iklan,  isinya hasil copas resep  dari food blogger yang telah mati-matian membuat artikel. Hal sama dilakukan di channel YouTube, mereka nggak mengunggah video, hanya salinan resep.
  • Selera orang nggak sama. Asalkan nggak fatal, sebetulnya gak papa ya? Sedihnya jika seleranya terlalu jauh. Saya pernah bikin  bangket jahe yang rasanya nggak manis, Cuma terasa tepung dan semriwing jahe.  Di lain waktu, hasil eksperimen bangket jahe saya rasanya aneh. Sesudah saya cek, kebanyakan resep dari luar Indonesia emang menambahkan baking soda yang lumayan banyak, yang nggak ramah dengan lidah saya.

Akhirnya saya simpulkan 5 channel YouTube yang resepnya oke banget dijadikan rujukan.  Berikut penyebabnya:

  • Pemilik channel memberi penjelasan penggunaan bahan, seperti mengapa memilih bahan tersebut, bagaimana mengolahnya, bisa disubstitusi dengan bahan apa, dan seterusnya.
  • Pemilik channel menggunakan bahan lokal atau bahan yang mudah dibeli di toko/supermarket/online store. Sebel banget mendengar/melihat resep berbahan baku antah berantah.
  • Tidak semua orang beruntung memiliki timbangan digital. Terlebih newbie yang belum bisa mengonversi ukuran. Jadi, thanks berat pada mereka yang memberikan komposisi bahan yang mudah dipraktekan. Misalnya 100 gram tepung dan bukan 105 gram tepung. Atau bahkan dipermudah menjadi 13 sendok makan.
  • Tidak semua orang memiliki oven, food processor dan mixer. Karena itu saya mencoret Fatmah Bahalwan dari daftar. Sosok inspiratif ini selalu menggunakan mixer, bahkan hanya untuk membuat kulit pastel!

Yup, jadi siapa aja mereka?

Rekomendasi 5 Channel Food YouTuber Untuk Inspirasi Usaha Kuliner

source: instagram.com/@devinahermawan


Devina Hermawan

Mungkin karena lulusan Manajemen Bisnis di Institut Teknologi Bandung, perempuan cantik berusia 27 tahun pada 11 November 2020, tahu banget menyajikan konten yang dibutuhkan pasar/subscribernya.

Devina Hermawan selalu berinovasi, memberi kiat-kiat serta menampilkan resep masakan yang mudah dipraktekkan. Contohnya resep Korean Garlic Bread yang dibuat tanpa mixer dan cream cheese tapi rasanya tetap eundeuss.

Apa yang dilakukan finalis top 7 Master Chef Indonesia ini sangat membantu mereka yang baru memulai usaha kuliner. Karena seperti yang saya tulis di sini:

Baca juga: MauUsaha Kuliner Saat Pandemi Covid 19? Simak 5 Langkah Awalnya

Sebaiknya lakukan persiapan dengan matang. Mulai dengan modal yang dimiliki. Jika belum punya mixer jangan maksain beli dengan meminjam pihak lain, sementara pemasukan masih belum jelas.

Strategi Devina berbuah manis. Awal menemukan channelnya, subscribers Devina “hanya”200-an K, saat tulisan ini saya posting sudah mencapai 756 K. Nggak berlebihan, salah satu subscribernya memuji:

“Kalo Chef Devi yang masak emang beda yah? Dari penjelasan aja bener-bener gampang dimengerti. Semangat biar bisa jadi chef Devi.”

Salah satu resep Devina yang kerap saya buat ulang adalah tempe katsu, resepnya saya tulis di: DevinaHermawan dan Resep Praktis Tempe Katsu nan Laziz

source: instagram.com/@willgoz

William Gozali (Wiigoz Kitchen)

Ngocol, macho sekaligus nggak pelit membagi ilmu, kurang lebih demikian sosok Willliam Gozali, pemenang MasterChef Indonesia 3 yang channel YouTube-nya kini memiliki lebih dari satu juta subscribers.

Padahal awal saya menjadi subscribernya, baru sekitar 500-an ribu subscribers.

Nggak hanya resep-resep Willgoz yang bisa jadi inspirasi usaha kuliner, juga perjalanan hidupnya. Suami Maria Karina ini baru memutuskan fokus di dunia kuliner setelah hengkang dari kuliah dan mengambil kursus memasak selama 6 bulan. (sumber: idntimes.com)instagram.com/willgoz

instagram.com/willgoz

Paska memenangkan MCI 3, Wiigoz melanjutkan pendidikan di Le Cordon Bleu, Australia selama 1,5 tahun. Berhasil mendapatkan gelar Diplome de Cuisine untuk jurusan Cooking and Related Culinary Arts, Willgoz berjaya dengan membuka usaha kuliner, konsultan kuliner dan pastinya channel Willgoz Kitchen yang membuat subscribernya terinpirasi membuat masakan, sekaligus terhibur.

source: instagram.com/@luvitaho

Luvita Ho

Baru memiliki 56.8K subscriber, juara pertama MasterChef Season 4 ini kecil-kecil cabe rawit. Channel Luvita Ho menyajikan konten yang berkualitas dan inspiratif. Dia menjelaskan dengan rinci setiap step masakannya.

Sosok Luvita Ho bisa menjadi acuan untuk mereka yang sejak kecil  ingin terjun ke dunia kuliner. Belajar memasak di usia 15 tahun, Luvita nampaknya belajar otodidak. Bisa dilihat dari salah satu unggahannya, disini

Yang dimaksud otodidak termasuk mengambil kursus singkat lho ya. Karena ilmu kuliner sangat khas, nggak bisa cuma dibaca, harus praktek berulangkali hingga menemukan standar resepnya.

Jadi jika kamu punya resep andalan, jangan pelit untuk berbagi. Resep tidak bisa di-copy paste plek sama dengan pemilik resep asli.

Seperti yang dilakukan Luvita, pemilik usaha Cakemosphere dan  Foi Bakes & Co ini yang tekun dan rinci kala menjelaskan resepnya.

source: instagram.com/@yudabustara


Yuda Bustara

Hidup sehat dengan memasak sendiri masakan yang simpel, sehat dan enak, rupanya menjadi misi Yuda Bustara. Akun Instagramnya dipenuhi kiat hidup sehat, demikian juga akun YouTubenya.

Saya tertarik dengan resep-resepnya yang dipaparkan dengan gamblang dan nampak mudah. Namun yang terpenting, pemuda kelahiran 1987 ini tidak menyarankan penggunaan MSG yang biasanya bersembunyipada kaldu ayam/kaldu sapi.

Seperti Luvita Ho, Yuda Bustara juga menyukai dunia kuliner sejak usia 7 tahun. Yuda kecil lebih mengenal Sisca Soewitomo dan Rudy Choirudin daripada tokoh kartun.

Beruntung, ketertarikannya dengan dunia masak memasak didukung oleh orangtuanya. Sehingga dia bisa mantap menempuh pendidikan di Taylor's College dan  Universite Le Mirail School of Hospitality and Tourism di Malaysia pada 2004.

Sempat mengikuti kontes duta wisata Abang None pada 2010, nama Yuda Bustara semakin berkibar setelah masuk 30 besar finalis dalam ajang Asian Food Channel Next Celebrity Chef, serta finalis Young Chef Competition. (sumber:idntimes.com)

source: instagram.com/@farahquinnofficial

Farah Quinn

Last but not least, nama Farah Quinn meroket sejak mengisi acara memasak di salah satu televisi swasta, khususnya saat dia mengucap “This is it!" sambil memperlihatkan buah karyanya.

Lulusan Pittsburgh Culinary Institute, Amerika Serikat ini sempat menyelesaikan kuliah di Indiana University of Pennsylvania jurusan keuangan, sebelum akhirnya memantapkan pilihan menekuni dunia masak memasak, khususnya pastry. (sumber: idntimes.com)

Seperti halnya Yuda Bustara, Farah Quinn menerapkan pola hidup sehat. Resep masakannya tak tersentuh MSG. Bahkan untuk resep pempek dos tanpa ikan.

Ini point penting ya? Rumah tangga di Indonesia begitu boros membubuhkan MSG dalam masakannya. Jika seorang anak  mengenal MSG sejak dini, maka dia akan kecanduan, nggak bisa makan tanpa MSG,  dosis yang dibutuhkanpun semakin lama semakin banyak.

Dalam Micinyang Disayang, Micin yang Dibully, saya menulis saking addictnya keluarga Indonesia akan MSG, telur dadarpun menggunakan kaldu ayam yang mengandung MSG atau micin.

Kecanduan inilah yang berbahaya, terlebih MSG merupakan buatan pabrik. Diproduksi sebagai pengganti broth atau stock, kaldu yang dibuat dari daging ayam/sapi/ikan atau sayuran. Dengan kata lain situasi darurat, nggak punya bahan penghasil rasa gurih, maka barulah menggunakan MSG/kaldu bubuk.

Apa hubungannya dengan usaha kuliner?

Kamu bisa banget memberi alternatif ini pada konsumen. Beri penawaran makanan sehat non micin, agar konsumen mendapat kesempatan hidup sehat.

9 comments

  1. Chef Yuda dan Chef Farah membuktikan makanan enak gak harus pakai micin ya Ambu. Memang sudah banyak orang Indonesia yang teracuni pikirannya sama micin ini. Biasa ada yang bilang begini, "Tidak pakai vetsin ini, cuma pakai R*yc*." Lah padahal sama saja.

    ReplyDelete
  2. Jadi tertarik nih, buat mampir ke akun mereka. Selama ini kalau butuh resep, aku cuma cari artikel.

    ReplyDelete
  3. Aku lihat devina seneng, kadang resepnya simple dan penjelasannya jelas.. jadi mudah praktekin hehe

    ReplyDelete
  4. Saya menonton kanal Devina Hermawan. Bagus, detail, dan tipsnya lebih banyak. Yang lain, saya tidak tahu.

    ReplyDelete
  5. Yuda Bastara paling ganteng ya wkwkwk Bu Ibu kayak aku kalau idola chefnya ganteng, betah nontonin, jadi semangat masak hahaha #duh :))

    Saya setuju semua dengan detail informasi masing-masing youtuber di atas, kriteria seorang chef yang layak direkomendasikan memang ada pada mereka.

    ReplyDelete
  6. Meskipun saya "banci memasak" (baca: gak bisa masak), nonton acara masak-memasak bener-bener time relaxing banget. Seneng gitu liat orang menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh para penontonnya. Baik mungkin hanya visual saja maupun nantinya mengikuti resep yang dihadirkan.

    Farah Quinn salah seorang favorit saya. Menurut temen yang berkiblat ke resepnya Farah, ingredients dan olahannya Farah sangat aplikatif dan enak hasilnya.

    ReplyDelete
  7. Saya ngikuti Willgoz dan Farah Quiin...segera ngintip yang lain ah nanti
    Dan setuju, para youtuber kuliner ini termasuk yang share masakan yang resepnya simpel dengan peralatan minim. Yang lain biasanya mesti ada mikser lah..oven lah..cetakan ini itu...berat bahan detil banget.
    Sehingga enggak semua orang bisa mempraktekkannya

    ReplyDelete
  8. Kami sering kali liat youtube kl mo praktek masak. Meski kadang gak sesuai ekspekatasi pas jadi hhaa
    Btw list diatas tu yg kadang kami lihat di YT : wilgoz sama farah quinn. Keren masakan mreka

    ReplyDelete
  9. pemenang masterchef emang gak main2 ya. emang beneran masakannya top, makanya channel YT jg rame. tapi saya tetap paling suka farah queen, legendaris nan seksi

    ReplyDelete