The Heir, Kisah Li Zhen dalam Kelindan Tinta Hui
Sering kagum ketika melihat kaligrafi? Bisa dipahami sih, karena kaligrafi merupakan seni melukis indah. Dunia kaligrafi mengenal 2 tradisi besar, yaitu Kaligrafi Arab/Islam dan Kaligrafi Asia Timur (Tiongkok, Jepang, dan Korea). Masing-masing memiliki ciri khas estetika, sejarah, dan filosofi yang sangat kuat.
Karena sedang ngobrolin drama China, pastinya kali ini yang dibahas adalah kaligrafi Asia Timur yang zaman dulu merupakan monopoli kaum elite (keluarga kerajaan, bangsawan dan cendekiawan).
Tinta sebagai salah satu perangkat yang dibutuhkan dalam menulis kaligrafi menjadi latar belakang drama China “The Heir”. Dalam drama ini penonton diajak memasuki proses pembuatan tinta, seperti pencarian kayu pinus, pembuatan tinta yang ternyata menggunakan lem, Berkat adanya lem, hasil pembakaran kayu pinus (bahan pembuat tinta) bisa dibentuk menjadi gumpalan jelaga yang mirip adonan roti berwarna hitam.
Proses berikutnya, adonan lengket dipukul ratusan sampai ribuan kali sebelum dicetak dalam bentuk batang. Oh iya adonan tinta diberi wewangian tertentu untuk menunjukkan kualitas sekaligus ciri pembuatnya.
Cara menggunakan batang tinta juga unik. Batang tinta digosok di atas batu tinta (disebut Yan) dengan sedikit air sampai menghasilkan cairan hitam pekat.
Penggemar drama China pastinya sering melihat adegan pemberian cendera mata berbentuk batu tinta yang indah, baik pertukaran antar pejabat maupun sesan pernikahan.
Diperankan oleh Yang Zi dan Elvis Han, saya menduga kisah drama China “The Heir” diibuat berdasarkan kisah nyata. Karena industry pembuatan tinta cina di Kota Huizhou tuh benar-benar ada. Penulis scenario Gao Xuan dan Ren Bao Ru mengolahnya menjadi kisah fiksi.
Hanya mendapat rating 7, 8, drama China “The Heir” menjadi underrated karena menurut saya sih bagus banget. Sebagus apa? Yuk kita ulas:
Baca juga drama Yang Zi lainnya:
Ashes of Love, Ayah Berulah Anak Kena Tulah
Immortal Samsara, Akibat Hukum Selibat
Yang Zi sebagai Li Zhen
Keluargaku adalah batasanku
Sebagai cucu perempuan satu-satunya keluarga Li, Li Zhen sangat disayangi , terlebih oleh nenek dari keturunan ke 7. Malang, sang nenek tak berdaya ketika sang cucu dan keluarga ke-8 Li lainnya dikeluarkan dari silsilah.
Padahal kakek Li Zhen sangat berjasa dalam usaha tinta keluarga Li. Ketika keluarga Li mengalami keterpurukan, keturunan 6,7 dan 8 bekerja sama untuk bangkit. Keturunan 6 mencari bahan baku, keturunan 7 mengelola pabrik dan keturunan 8 (kakek Li Zhen) melakukan penelitian tinta. Berkat ketekunannya sang kakek mendapat predikat pemimpin 5 ahli pembuat tinta
Seiring waktu, walau berulang kali dikecewakan keluarga Li, Li Zhen berhasil mempersatukan keluarga dan memajukan produksi Li yang terancam bangkrut.
Elvis Han sebagai Luo Wen Qian / Qi Jiu
Orang kecil yang sedang di atas angin
Harus dibiarkan menunjukkan kekuasaannya terlebih dulu
Dendam baru, dendam lama
Aku akan membalasnya sekaligus
Kata Luo Wen Qian pada tangan kanannya yang sebal melihat ketengilan Tian Ben Chang.
Luo Wen Qian sebetulnya anak bungsu keluarga Luo. Dia terpaksa melarikan diri karena keluarganya dianggap kroni seorang pejabat yang dihukum mati, sehingga keluarga Luo mendapat hukuman yang sama.
Sebelum dihukum mati, ayah Luo Wen Qian sempat menitipkan kekayaan pada keluarga Tian, tapi malah dikhianati keluarga tersebut.
Beruntung Luo Wen Qian selamat, dia dibantu Jendral Qi yang memberinya nama Qi Jiu.
Sepuluh tahun kemudian Luo Wen Qian kembali ke Huizhou untuk balas dendam pada keluarga Tian dan merebut kembali harta keluarganya.
Synopsis The Heir Chinese Drama
“Bersih, jujur, tulus dan berintegritas”
Pedoman moral, visi, dan nilai inti jangka panjang ini terpasang di atas pabrik tinta Li, pabrik lama yang sudah tidak digunakan karena telah digantikan pabrik baru yang lebih luas.
Berkat motto tersebut, keluarga Li, salah satu dari empat keluarga dalam pembuatan tinta Huizhou, berhasil memenangkan hak tinta upeti yang diselenggarakan kaisar. Kemenangan ini bukan saja berarti pabrik tinta Li akan banjir pesanan dari ibu kota, mereka juga memiliki keleluasaan mendominasi bahan baku tinta.
Dengan penuh kebanggaan, 3 perwakilan generasi muda Li berangkat ke ibu kota untuk mempersembahkan tinta pada kaisar. Mereka adalah Li Jing Dong dari keturunan 6, Jingqi dari keturunan 7 dan Li Jingfu dari keturunan 8.
Malang, dalam perjalanan terjadi kebakaran yang membuat tinta upeti terbakar. Akibatnya mereka sempat ditahan dan disiksa dalam penjara kekaisaran, sehingga Jingqi, calon penerus usaha tinta Li meninggal, sedangkan Li Jing Dong dan Li Jingfu luka-luka.
Sepulang kembali ke Huizhou, Li Jing Dong menyebutkan bahwa Li Jingfu biang keroknya. Sewaktu menjaga tinta, Li Jingfu malah minum-minum sampai mabuk.
Hukuman keluarga pun diputuskan. Li Jingfu sebagai keturunan ke 8, bersama seluruh keluarga (ayah, istri dan anaknya) dikeluarkan dari silsilah keluarga Li. Tak lama kemudian Li Jingfu menghembuskan nafas terakhir, meninggalkan ayah, istri dan kedua anaknya: Li Zheng Lian (anak laki-laki) dan Li Zhen (anak perempuan).
10 tahun berlalu, pasca kemalangan yang menimpa keluarga Li, usaha tinta mereka mengalami kemunduran. Semakin menyedihkan karena tak ada tanda-tanda pewaris laki-laki dari keluarga Li yang punya bakat dalam pembuatan tinta.
Malah kemampuan tersebut nampaknya dimiliki Li Zhen, satu-satunya pewaris perempuan keluarga Li keturunan 8 yang telah diusir. Bisa dipahami, karena kakek Li Zhen merupakan pemimpin dari 5 ahli pembuat tinta Hui.
Namun Li Zhen baru tergerak membuat tinta setelah dikhianati calon suaminya, Tian Ben Chang. Sebagai keluarga pembuat tinta, rupanya keluarga Tian mengincar resep pembuatan tinta yang dimiliki kakek Li Zhen.
Keluarga Li yang marah tidak saja memaksa sang kakek melakukan sumpah cabut gigi, juga membuat keonaran seperti melarang kakek Li Zhen mengikuti upacara leluhur dan mengusir Li Zhen dari bengkel lama tinta Li yang terbengkalai, tidak dipakai
Berulang kali disudutkan membuat Li Zhen membuat keputusan ekstrem. Selama ini keluarganya sudah menjauhi industri tinta, tapi keluarga mereka selalu dituduh tanpa dasar. Jadi mengapa tidak sekalian masuk saja ke industri ini?
Keputusan Li Zhen didukung Qi Jiu, sosok yang sebetulnya sudah dikenal Li Zhen ketika keduanya masih kecil. Nama asli Qi Jiu adalah Luo Wen Qian, satu-satunya keluarga Luo yang masih hidup.
Qi Jiu datang ke kota Huizhou untuk balas dendam dan mengambil kembali harta Luo yang diambil keluarga Tian.
Review The Heir Chinese Drama
Ikatan keluarga sedalam lautan
Kehangatan keluarga menyatu erat
Menyebalkan banget punya keluarga yang toksik! Banyak terjadi lho. Penulis skenario drama China "The Heir" hanya menuangkannya dalam sebuah kisah drama.
Penulis berkisah tentang seorang perempuan yang mengalami dilemma, antara mengikuti kakeknya yang sangat mengagungkan keluarga, atau cuek saja. Biarin aja keluarga yang “agul ku payung butut” (sombong karena latar belakang keluarga) akhirnya bangkrut.
Menarik ya? Kelindan konflik antara intrik keluarga dengan perjuangan FL membangun usaha tinta merupakan inti kisah drama China “The Heir”. Lebih menarik dibanding drama “Flourished Peony” yang melibatkan seorang pelakor.
Anehnya, walau sama-sama diperankan Yang Zi, rating kedua drama jauh berbeda. Drama “Flourished Peony” sejak awal penayangan ratingnya selalu bagus, dan berakhir dengan rating MDL 8,6/10, sedangkan drama China “The Heir” hanya mencatatkan rating MDL 7,8/10, bahkan IMDb dengan kejam hanya memberi rating 2,5/10.
Apa sebab? Kemungkinan besar banyak yang kurang menyukai cara penulis skenario menggunakan narasi untuk menceritakan suatu peristiwa. Seperti Tian Rong Hua (sahabat FL) yang tau-tau jadi janda, kakek ke-6 FL yang mendadak tewas terkena banjir. Andai ada adegan dramatis sang kakek terkena air bah, pastinya bakal lebih greget.
Tanpa transisi yang bikin nyaman, ditambah tokoh antagonis yang “ndableg” emang bisa membuat penonton memberi nilai rendah. Khusus tentang sosok antagonis Tian Jiang Yue, bibinya FL, diperankan Yang Si dengan bagus.
Demikian pula antagonis lainnya yang dipercayakan pada Wang Zi Hao sebagai Tian Ben Chang, mantan tunangan FL. Sukses bikin penonton pingin nimpuk wajahnya yang ganteng. 😀😀
Sayang Elvis Han kurang berhasil memerankan sosok ML (Luo Wen Qian / Qi Jiu). Bukan salah dia sih. Penulis skenario terkesan hanya menempelkan karakter ML pada alur kisah perjuangan FL. Akibatnya, baik Yang Zi maupun Elvis Han gagal membangun chemistry yang kuat.
Untunglah ada sosok protagonis kakek FL. Diperankan Tian Xiao Jie dengan sangat bagus, karakter ini membuat penonton berpikir ulang tentang keterikatan suatu keluarga.
Secara keseluruhan, saya suka drama China “The Heir” dan selalu menantikan episode terbarunya. Gao Xuan dan Ren Bao Ru, sebagai dua perempuan penulis skenario, dengan cerdas berkisah tentang FL yang berhasil dengan strategi bisnis, bukan disebabkan orang berpengaruh/kekasih yang kaya raya.
Selain itu, tentu saja karena akting Yang Zi selalu oke.
Baca juga drama Yang Zi lainnya:
Flourished Peony, Kisah Sukses Perempuan Berbisnis Bunga Peony di Dinasti Tang
Lost You Forever Season 2, Akhir Kisah Cinta Putri Raja yang Terlantar
Best Choice Ever, Kala Ibu dan Anak Saling Ngambek!
Profile
Title: The Heir
Native Title: 家业
Also Known As: Family Business , Jia Ye , The Mo , Zhen Niang Chuan Qi , å®¶æ¥ , ç¥¯å¨˜ä¼ å¥‡ , 禎娘傳奇
Director: Hui Kai Dong
Screenwriter: Gao Xuan, Ren Bao Ru
Genres: Historical, Business, Romance
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: China
Episodes: 42
Aired: May 17, 2026 - ?
Original Network: CCTV, iQiyi
Duration: 45 min.



.png)


.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat