Chief Detective 1958, Tentang Asa Polisi Jujur

   
maria-g-soemitro.com

Chief Detective 1958, Tentang Asa Polisi Jujur


Pernah baca kisah tragis Sum Kuning?  Bernama asli Sumaridjen, Sum yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan telur di Yogyakarta ini menjadi korban perkosaan. Pelakunya konon anak penggede Yogyakarta yang merudapaksa secara beramai-ramai di atas kendaraan roda 4. 

Gak sampai di situ, mereka juga mengambil hasil penjualan telur dan membuang tubuh Sum di tengah jalan.

Anehnya, alih-alih menegakkan keadilan bagi Sum, pihak Kepolisian Yogyakarta menangkap Sum seusai dirawat di rumah sakit selama empat hari. Sum dijebloskan ke dalam tahanan, dia diancam akan disetrum jika tak mengakui kejahatan versi kepolisian, bahwa Sum adalah anggota Gerwani, organisasi perempuan yang dianggap berafiliasi dengan PKI.

Dan yang lebih konyol, sidang menghadirkan seorang penjual bakso yang disangkakan sebagai pelaku pemerkosaan. Ketika sang penjual bakso menyangkal, dihadirkan sepuluh pemuda yang disuruh mengaku sebagai pemerkosa!

Mirip kasus Vina Cirebon yang mengorbankan kuli bangunan sebagai pelaku pembunuhan dan pemerkosaan, bukan?

Malangnya dalam kasus Sum belum ada netizen yang melaporkan sejumlah keanehan via akun TikTok maupun YouTube. Wartawan yang berani menulis tentang Sum harus berurusan dengan militer

Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Soeharto memang tidak memihak si lemah. Ketika Kapolri Hoegeng Imam Santoso, yang terkenal jujur dan integritasnya membentuk tim khusus yang diberi nama Tim Pemeriksa Sum Kuning, Soeharto gusar dan mencopot jabatan Hoegeng.

“Perlu diketahui bahwa kita tidak gentar menghadapi orang-orang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, walaupun keluarga sendiri kalau salah tetap kita tindak. Geraklah, the sooner the better,” ungkap Hoegeng sebagaimana ditulis Aris Santoso dkk dalam buku Hoegeng: Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa (2009).

Ingatan akan Hoegeng dan kisah Sum Kuning muncul ketika menonton drama  Korea Chief Detective 1958. Drama ini berkisah tentang seorang detektif polisi jujur dan berintegritas bernama Park Yeong-Han yang bertugas di seputar tahun 1958.

Park Yeong-Han tidak hanya harus menangani kasus criminal, juga berhadapan dengan atasan yang berperilaku koruptif sehingga kerap mementahkan kasus yang sedang ditangani Park Yeong-Han dan kawan-kawan.

Seseru itu? Hmmm….yuk kita kupas aja.

Baca juga:
Why Her? (Drama Korea), Karena Hanya Noona yang Percaya!

The Bequeathed, Akhir Sengketa Tanah Kuburan

  
maria-g-soemitro.com

Lee Je-Hoon sebagai Park Yeong-Han

Aku orang baik
Yang penuh kemurkaan

Terkenal sebagai penangkap pencuri kuda terbanyak dari Hwangchun, Gyeonggi-do, Park Yeong-Han mendapat promosi dan dimutasi ke Kantor Polisi Jongnam, Seoul.

Uniknya, di Unit Satu Kepolisian Jongnam, dia hanya sendirian. penyebabnya, Kepala Unit Satu, Kapten Yu Dae-Cheon tak mempan sogokan. Dia juga acap berseberangan dengan Kepala Kantor Polisi Jongnam yang korup dan tak segan menjilat pemimpin Sinkwang, organisasi pengkhianat negara.

Kapten Yu Dae-Cheon dan Park Yeong-Han akhirnya sepakat untuk merekrut petugas kepolisian baru agar bisa membentuk tim penegak keadilan yang jujur dan berintegritas.

 

maria-g-soemitro.com

Lee Dong-Hwi   sebagai Kim Sang-Sun

Kim Sang-Sun  petugas kepolisian wilayah Jongnam yang eksentrik. Dia mendapat julukan “anjing gila” karena ketika berkelahi, dia sering menggigit penjahat. Namun yang pasti keunikan Kim Sang-Sun  membuatnya tidak disukai petugas kepolisian yang lain.

Sebagai yatim piatu, hidup Kim Sang-Sun  sangat bebas, bahkan sehari-hari tinggal dan tidur dalam lemari di kantor kepolisian.

Park Yeong-Han tertarik pada keunikan dan kejujuran  Kim Sang-Sun, sehingga merekrutnya masuk ke dalam tim Unit Satu Kantor Polisi Jongnam.

 

maria-g-soemitro.com


Choi Woo-Sung  sebagai Jo Gyeong-Hwan

Tidak hanya tinggi besar dan berotot, Jo Gyeong-Hwan juga kuat dan tak gentar membela pedagang pasar Jongnam yang lemah.

Ya, Jo Gyeong-Hwan adalah kuli angkut barang hingga Park Yeong-Han menawarinya menjadi anggota kepolisian dan masuk ke dalam Unit Satu Kantor Polisi Jongnam 

 

maria-g-soemitro.com

Yoon Hyun-Soo  sebagai Seo Ho-Jeong

Lulusan universitas ternama, Seo Ho-Jeong mengidolakan Frank Hamer, seorang Texas Ranger yang dikenal sukses memimpin pencarian dan pembunuhan para penjahat Bonnie dan Clyde, serta memimpin perjuangan di Texas melawan Ku Klux Klan.

Di tengah kebimbangan, antara meneruskan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau berkarir sebagai anggota kepolisian bergaji kecil, hati nuraninya memenangkan perdebatan.

 

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama Korea Chief Detective 1958

Lee Yang-Ja bingung. Buruh perempuan yang bekerja di Dong San Textile ini menyadari bahwa setiap bulan selalu ada teman kerjanya yang menghilang. Mereka hilang tak lama sesudah upacara pagi yang diadakan kantor setiap bulannya, dan wajah mereka cantik-cantik.

Kini, sudah 2 minggu sahabatnya yang bernama Kim Soon-Jung, mengikuti jejak mereka. Kim Soon-Jung menghilang pasca apel. Lee Yang-Ja sudah menghubungi temannya, petugas kepolisian, Bong Nan-Sil untuk minta tolong, namun hasilnya nihil.

Detektif polisi unit dua menganggap hilangnya buruh perempuan sebagai kasus gak penting. Berkasnya pun ditumpuk begitu saja. 

Kasus hilangnya pegawai pabrik baru menunjukkan titik terang,  setelah seorang pencari herbal menemukan mayat Kim Soon-Jung di dalam jurang. 

Ahli forensik menemukan fakta bahwa sebelum meninggal,  Kim Soon-Jung diperkosa secara brutal, disuntik opium, serta didandani secara aneh.

Unit satu yang dipimpin Kapten Yu Dae-Cheon, dan  bawahannya, 4 orang detektif polisi segera mengambil alih dan menyelidiki kasus yang semula dianggap remeh oleh unit dua.

Ke-4 detektif polisi unit satu tersebut dikenal jujur. Dedikasinya sebagai penegak keadilan pun tak terbantahkan. Mereka adalah Park Yeong-Han, detektif polisi yang dipromosikan dari daerah Hwangchun, Gyeonggi-do, berkat rangkaian prestasinya menangkap pencuri sapi.

Kim Sang-Sun, detektif polisi Jongnam yang semula gak dianggap karena nyentrik, dan mendapat julukan “anjing gila”,  Jo Gyeong-Hwan, mantan kuli angkut pasar yang punya kekuatan luar biasa, serta  Seo Ho-Jeong, lulusan universitas ternama yang berhasil lulus dengan nilai cemerlang.

Kali ini mereka harus membongkar kasus yang tak mudah. Hilangnya pegawai pabrik ternyata berkaitan dengan 4 orang pemuda, anak pemilik grup usaha dan pejabat yang sangat berpengaruh.

Sebelumnya mereka kerap berkumpul di klab minum, Mokryeongak, tempat mereka melampiaskan kekejaman dengan menyiksa perempuan penghibur  (memukul, menendang) dan memaksanya memakai opium. 

Hingga mereka bosan dan menemukan “mainan baru”, yaitu pegawai perempuan pabrik Dong San Textile, milik Kwon Hyung-Geun, salah seorang dari 4 pemuda tersebut.  Mereka berpesta dengan menggunakan tubuh pegawai pabrik pilihan, merudapaksa, menyiksa, menyuntik opium dan mendandani ala perempuan Jepang kuno yang melambangkan kepatuhan dan kesetiaan pada suami.

Tugas 4 sekawan detektif polisi memang tidak mudah, tapi mereka memiliki keyakinan:

Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan orang gigih
Adalah orang yang lebih gigih
     
maria-g-soemitro.com

Review Drama Korea Chief Detective 1958

Gak heran Lee Je-Hoon didapuk dengan penghargaan Chungmuro's Blue Chip, aktingnya gak pernah ngecewain, dan selalu beragam.  Mulai dari time traveler yang penuh cinta dalam drama Korea “Tomorrow with You”, sebagai paman jorok yang baru keluar dari penjara dari seorang pengidap sindrom Asperger dalam drama Korea “Move to Heaven”, serta masih banyak lagi.

Berkat aktingnya, drama Korea Chief Detective 1958 berhasil meraih rating dua digit  dari penonton Korea (nationwide dan Seoul) serta 8.4 dari Mydramalist.

Tentu saja, tingginya rating bukan hanya disebabkan akting Lee Je-Hoon semata. Bromance diantara 4 pentolan detektif polisi sungguh mengasyikkan. Penulis scenario berhasil meracik pertemanan Park Yeong-Han yang nekad dan ambisius, Kim Sang-Sun yang “gila”,  Jo Gyeong-Hwan yang kuat serta si jenius, Seo Ho-Jeong.

Detail latar belakang drama Korea Chief Detective 1958, yang diperkuat sinematografi apik,  patut diacungi jempol. Drama ini berhasil keluar dari kisah penegak keadilan (polisi, jaksa, pengacara, hakim) yang telah banyak diproduksi.

Dan yang paling saya suka adalah ost.nya yang sangat menunjang. Saking sukanya, selama menulis review drama Korea Chief Detective 1958, saya memutar lagu-lagunya:

       


Oh iya, kisah cinta Park Yeong-Han  dan Lee Hye-Ju gak perlu dibahas ya? Karena hanya untuk memberi rasa manis dalam drama Korea Chief Detective 1958 yang udah cukup manis kok. 😊😊

       

maria-g-soemitro.com



Baca juga:
Move to Heaven, Kisah Tentang Paman Jorok dan Keponakannya Penyandang Sindrom Asperger

Strangers Again, Tragedi Pengacara Perceraian yang Bercerai

The Law Café, Kisah Cinta Pengacara Pro Bono

Profile

    Drama: Chief Detective 1958
    Revised romanization: Soosabanjang 1958
    Hangul: 수사반장 1958
    Director: Kim Sung-Hoon
    Writer: Kim Young-Shin
    Network: MBC
    Episodes: 10
    Release Date: April 19 - May 18, 2024
    Runtime: Friday & Saturday 21:50
    Language: Korean
    Country: South Korea


18 comments

  1. Masyaallaah, saya baru kali ini tahu cerita tentang Sum Kuning ini, loh. Dan baru tahu juga kenapa Hoegeng sampe bisa disebut polisi paling jujur. Pantesaaan....
    Makasi loh, Ambu sudah meng-highlight sebuah kisah kelam. Jadi pengetahuan baru.
    Ternyata image polisi buruk, polisi suap dsb itu ada juga di negara lain, ya..
    Mau bersyukur punya temen tapi kok rada gimanaa gitu, kejelakan kok disyukuri ya, haha.
    Macamnya seru nih, boleh lah masuk waiting list

    ReplyDelete
  2. Polisi nggak jujur tuh emang dimana-mana ada ya mbak. Tapi saya yakin kok, masih banyak juga polisi jujur kayak Park Yeong-Han dan teman-temannya dalam drama korea Chief Detective 1958 ini

    ReplyDelete
  3. Saya samar-samar tau soal si Sum penjual telur ini, mbak. Kalau ga salah difilmkan, dengan pemerannya Yati Soeratman. Saya juga tahunya pas Tabloid Monitor kavernya dia, lalu ada foto lagi pose jadi Sum.
    Dan saya penasaran pengin nonton Chief Detective 1958 , apalagi ada berbau-bau misteri dan detektif.Pasti ada latar belakang kuat, kenapa selalu ada pekerja wanita yang hilang usai apel pagi.

    ReplyDelete
  4. Reviewnya bagus kak seperti mbak Lendy yg sering bahas drakor, gak bisa berkata-kata lagi, bagi pembaca yang menginginkan review film chief detective 1958 sudah tersedia di dalam artikel ini, sangat beruntung karena pembahasannya yang komprehensif.

    ReplyDelete
  5. Wah wah daku ke skip nih drakornya babang Je Hoon.
    Daku setuju sangat sama Ambu, karena memang babang Lee ini kalau udah berakting selalu mengesankan. Siap masuk watchlist dah

    ReplyDelete
  6. Wah wah daku ke skip nih drakornya babang Je Hoon.
    Daku setuju sangat sama Ambu, karena memang babang Lee ini kalau udah berakting selalu mengesankan. Siap masuk watchlist dah

    ReplyDelete
  7. Kalau nonton film begini, rasanya energi kesedot banget ya, exhaust banget melihat ketidak adilan.
    Padahal dulu, saya merasa kepemimpinan Pak Harto itu lebih baik loh. Mungkin karena masih kecil kali ya, belum mengerti masalah dunia.
    Tapi yang namanya ketidak adilan selalu ada sampai sekarang, beda cara nutup jejaknya aja, kalau dulu pakai embel-embel PKI, biar nggak bisa berkutik :(

    ReplyDelete
  8. Saya paling suka nonton film atau drama yang bahas tentang kisah misteri dan detektif begini, makanya drakor Chief Detective 1958 ini wajib masuk dalam list yang harus saya tonton, karena ceritanya terlihat menarik nih. :)

    ReplyDelete
  9. Aku belum nonton ini lengkap Ambu, malah suami yg udah nonton. Sepotong-sepotong sih, pas akhir-akhir. Heran loh tadinya. Emang di Korsel ada polisi korup & ga jujur gitu? Hehe...kirain di sini doang...
    Mau ah nonton lengkapnya...Trims reviewnya...

    ReplyDelete
  10. Salah satu hal menarik dari drakor dan film Kores adalah totalitas suasananya. Seperti yang ini kan nuansa tahun 1958. Bener-bener penonton kayak dibawa ke nuansa jadul. Padahal sebetulnya ini produksi zaman sekarang.

    ReplyDelete
  11. Fixed akan segera nonton ini. Pertanyaan saya, Korea yang police department-nya keren gitu sering ada film yg berisi bad corps. Tapi kenapa di Wakanda ga ada ya tema2 film kaya begitu, mbak?

    ReplyDelete
  12. Yang paling saya suka dari drama ini adalah membangunkan nuansa 1950-an nya. Mulai dari atmophere lingkungan, bangunan, pakaian/fashion, dan suasana kehidupan di masa itu. Semua menyatu sempurna seiring dengan materi cerita yang disampaikan. Bahkan kendaraan yang dikenakan pun bisa klop dengan apa yang digunakan pada saat itu.

    Jong-hoon memang pas main sebagai penegak hukum yang jujur ya Mbak. Wajah polos dan innosence nya tuh pas betul untuk profil orang baik-baik. Banyak adegan dan peristiwa yang begitu pas dilukiskan untuk masa-masa itu.

    ReplyDelete
  13. Setelah baca tulisan Ambu, saya baru tahu kasus Sum. Kurang lebihnya sepertinya sama dengan kasus Vina ya. Pun kasus Kim Soon Jung. Semoga masih banyak polisi-polisi jujur dan berdedikasi seperti Kapten Yu Dae-Cheon

    ReplyDelete
  14. Dari judulnya aja ada rasa penasaran soalnya dimanapun negaranya polusi gak jujur itu selalu ada dan jadi momok yang menyebalkan tapi untuk detektif polisi seperti Park Yeong Han pasti beda deh, nonton aahh

    ReplyDelete
  15. Drakor ini sudah masuk list tontonanku
    Emang lagi suka nonton drama yang mengangkat cerita detektif seperti ini aku

    ReplyDelete
  16. Tokoh polisi yang memperjuangkan kebenaran dan bertindak jujur selalu menarik saya untuk bisa nonton atau mengetahui jalan ceritanya sampai akhir.
    Tidak hanya ingin mengetahui jalan ceritanya, tapi juga makna pendidikan karakter jujur dan amanah itu sendiri yang saat ini sedang saya perdalam. Biar nambah banyak wawasan buat bahkan tulisan lainnya lagi

    ReplyDelete
  17. Paman jorok baru keluar dari penjara..
    Yampuun aku lupa kalo doi pernah akting begini yaa.. Lee Je Hoon memang pas banget meranin yang ada action actionnya gini.
    Pas di TWY agak kurang pas karena murni romcom yaa.. di Chief Detective, bisa berimbang. Manalah wajah jadulnya, pas banget kalo dikasi outfit vintage. Sama kayak Lee Dong-hwi.

    ReplyDelete
  18. Reviewnya bagus ya Ambu jadi bisa membayangkan suasana detil alur kisah nya,,

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat