(Drama China) Love Like the Galaxy, Kala Cinta Harus Memilih

    

www.maria-g-soemitro.com


 (Drama China) Love Like the Galaxy, Kala Cinta Harus Memilih


"Apa yang kamu pilih, cinta pada kekasihmu, atau membalas dendam pada pembunuh ayahmu?" Demikian kurang lebih pertanyaan permaisuri pada Jendral Ling Bu Yi dalam drama Cina ‘Love Like the Galaxy’

Ternyata Ling Bu Yi memilih balas dendam. Hiks, akibatnya Bu Yi harus berpisah dengan sang kekasih, Cheng Shao Shang.

Kebencian dan kemarahan memang kerap memakan korban. Gak usahlah jauh-jauh ke tanah Cina, kasus Ferdi Sambo yang menembak ajudannya, Brigadir Yosua, tidak hanya memakan korban dirinya sendiri yang terancam hukuman mati.

Juga anak-anak Ferdi sambo,  mereka akan mendapat stempel dari masyarakat sebagai ‘anak pembunuh’ , yang membuat mereka kesulitan menyongsong masa depan 

Namun yang paling menyedihkan adalah terseretnya seratusan anggota kepolisian. Setelah menempuh karier bertahun lamanya, mereka terancam dipecat secara tidak hormat. Salah satunya adalah AKP Irfan Widyanto, perwira Polisi berprestasi, peraih penghargaan Adhi Makayasa Akademi Kepolisian Tahun 2010. 

Pernah tinggal di Sukabumi, tempat Akademi Kepolisian sebelum pindah ke Semarang, saya tahu banget beratnya para calon perwira kepolisian menempuh pendidikan sebelum meniti karir.

Andai si biang kerok, Ferdi Sambo tidak mengumbar kebencian, kemarahan, kemudian melanggar hukum untuk melampiaskannya, mungkin kisahnya akan berbeda.

Padahal sebagai jendral, sesudah lulus Akpol, pastinya dia harus menyelesaikan serangkaian pendidikan dengan materi kebijaksanaan di dalamnya.

Kebencian itu menyakiti diri sendiri. Ngapain kamu membenci orang? Ketika kamu merasa kesakitan akibat kebencian, orang yang kamu benci gak merasa apapun. Dia happy-happy saja (terjemahan bebas Ahimsa- Mahatma Gandhi)

Baca juga
The Heiress, Kisah Mulan Lainnya

Oh! My Sweet Liar! Kisah Pelukis Yang Jenaka

    

www.maria-g-soemitro.com

Leo Wu sebagai  Ling Bu Yi / Zi Sheng

Ling Bu Yi yang mempunyai nama panggilan Zi Sheng, sebetulnya adalah Huo Wushang, anak Jendral Wuo yang dihormati negara karena mati secara martir. Sebagai tanda penghormatan, setiap tahun keluarga Kaisar Wen memperingati kematiannya.

Bukan tanpa sebab Huo Wushang menyamar sebagai Ling Bu Yi. Di depan matanya, Ling Yi membunuh ayah Huo Wushang dan membumi hanguskan Kota Gu. Akibatnya Huo Wushang kehilangan ibu kandung dan sahabatnya Ling Bu Yi, anak Ling Yi.

Tidak hanya Wushang, bibinya (Huo Jun Hu) juga memendam amarah pada suaminya. gara-gara ulah licik Ling Yi, dia harus kehilangan anak tunggalnya. Terlebih setibanya di ibu kota, Huo Jun Hu melihat Ling Yi telah menikah lagi.

Bertekad untuk membalas dendam, Wushang bekerja sama dengan bibinya, menyamar sebagai Ling Bu Yi, anak Ling Yi (Adipati Chengyang)

Beruntung Kaisar Wen jatuh hati padanya. Kaisar Wen mengangkat Ling Bu Yi sebagai anak angkatnya, sehingga Ling Bu Yi mendapat pendidikan yang sama dengan anak kaisar. Bekal yang sangat dia butuhkan untuk meniti karier sebagai jendral dan mempunyai kekuasaan membongkar kejahatan Ling Yi.

   

www.maria-g-soemitro.com


Zhao Lu Si sebagai Cheng Shao Shang / Niao Niao

Sejak bayi ditinggal berperang oleh ayah ibunya, Cheng Shao Shang yang mendapat nama panggilan Niao Niao tumbuh menjadi anak cerdas. Padahal dia ditelantarkan nenek dan bibinya, kerap dibiarkan kelaparan dan tidak mendapat pendidikan layak. 

Niao Niao tidak suka sastra, dia lebih menyukai matematika dan engineering. Dia tidak dapat membedakan syair dan puisi, tapi lihai membuat meja, ayunan serta hal yang tidak umum dilakukan oleh perempuan di zamannya.

Semula dia berharap, saat ayah ibunya pulang, keadaan akan membaik. Sayang tidak demikian halnya, 15 tahun kemudian ketika orangtuanya pulang, hanya ayahnya yang selalu membela dan memanjakan Niao Niao. Ibu kandungnya dengan tegas memaksa Niao Niao untuk disiplin dan belajar.

Situasi semakin memburuk kala sepupunya, Yang Yang bergabung dalam keluarga mereka. Niao Niao jelas tak bisa bersaing dengan Yang Yang yang senang belajar, pandai sastra dan menaati apapun perintah ibu kandung Niao Niao.

Saat itulah Niao Niao berpikir, hanya perkawinan yang bisa membuat hidupnya bebas.

 

www.maria-g-soemitro.com


Sinopsis Love Like the Galaxy (Chinese Drama)

Aku bisa membuat arak yang paling kental dan murni di ibukota
Aku bisa membuat kereta yang lebih lincah dan praktis daripada yang umumnya dibuat pekerja dan bisa menghemat 30 % tenaga orang
Aku bisa membakar ubin yang sama kokohnya dengan yang ada di istana, namun bisa menghemat setengah tenaga pekerja
Ada Ling Bu Yi atau tidak, sebagai seorang gadis, aku bisa tetap hidup baik-baik saja

Kalimat di atas diucapkan Cheng Shao Shang untuk menegaskan bahwa walau kekasihnya, Jendral Ling Bu Yi adalah salah satu pilar kerajaan, bukan berarti dia mau menyerah, hidup seperti perempuan lain yang hanya menangis ketika calon suaminya mendapat kemalangan.

Di lain pihak, Ling Bu Yi mencintai Cheng Shao Shang karena dia berbeda dibanding perempuan lain. Cheng Shao Shang dengan berani melaporkan pamannya yang melakukan korupsi dan jual beli senjata. Hal yang sangat dibenci Ling Bu Yi, sebab gara-gara kelakuan oknum yang menjual senjata militer dan menggantinya dengan senjata tidak layak pakai, ayah Ling Bu Yi mati sewaktu sedang mempertahankan Kota Gu.

Saling mencintai dalam posisi sejajar, bak planet yang mengorbit dalam satu galaksi membuat jalinan kasih Cheng Shao Shang dan Ling Bu Yi begitu kuat, saling melengkapi.

Jalinan asmara mereka tidak mulus. Bahkan semula Cheng Shao Shang lebih memilih Lou Yao, pria bangsawan yang biasa-biasa saja, yang dianggap gadis tersebut bisa membantunya keluar dari tekanan ibunya. 

Sayang, demi kepentingan yang lebih besar yaitu menghormati keinginan Jendral Ge yang telah mati di medan perang, Cheng Shao Shang harus melepas Lou Yao untuk anak perempuan Jendral Ge.

Rintangan  berikutnya justru berasal dari ibu kandung Cheng Shao Shang yang merasa anaknya tak pantas berpasangan dengan Jendral Ling Bu Yi. Sang ibu menilai anaknya kurang pendidikan, urakan, bandel dan tidak berkepribadian ‘perempuan bangsawan’, sehingga dengan tega, sang ibu menjelek-jelekan anaknya di depan Kaisar Wen.

Ketika semua rintangan teratasi, halangan berikutnya justru datang dari Ling Bu Yi. Ternyata dia bukan Ling Bu Yi, anak Ling Yi, Adipati Chengyang, melainkan anak Jendral Huo yang mati ditusuk Ling Yi dari belakang.

Ling Yi yang tamak dan korupsi melakukan pembunuhan agar rencana kejamnya berjalan mulus, yaitu membumi hanguskan Kota Gu. Dia tak menyadari anaknya Ling Bu Yi ikut tewas dalam musibah tersebut. Anak kecil yang kembali ke ibu kota bersama istri Ling Yi sebetulnya adalah Huo Wushang, yang bertekad membalas dendam kematian ayahnya.

  

www.maria-g-soemitro.com


Review Love Like the Galaxy (Chinese Drama)

“Rambutnya Zi Sheng masih slay!” celoteh penonton drama Cina “Love Like the Galaxy´ yang muncul di monitor. Hahaha…..saya pun ikut tertawa. Gini nih kalau nonton via aplikasi WeTV, karena ada fitur send message, penonton bisa ngobrolin isi drama dan terpampang di monitor masing-masing.

Setuju sih, penata rias drama Cina “Love Like the Galaxy´  kedodoran. Masa iya ada orang yang terjebak dalam kebakaran di dalam bunker, tapi rambutnya tetap rapi, hanya wajahnya saja yang cumang cemong kena asap.

Harus dipahami, penata rias mungkin kesulitan. Rambut  palsu Zi Sheng mirip sanggul yang sudah dibentuk rapi dan tinggal ditemplokin ke kepala, bukan helaian rambut yang diangkat ke atas baru disanggul. Menguraikan rambut palsu seperti itu sama aja dengan merusaknya.

Kritik terhadap adegan di atas, hanya nila setitik diantara susu sebelanga. Ada penonton yang bela-belain bayar langganan WeTV , demi bisa berulangkali menonton drama Cina “Love Like the Galaxy. Ada pula yang mengklaim bahwa ini drama China terbaik tahun 2022.

Hmm….saya setuju, selain rangkaian kisah yang terkadang kurang runut, agak gronjalan, penonton bakal terhipnotis acting para aktris/actor-nya. Bahkan aktris/actor pendukungnya oke banget.

Aktris pendukung yang saya sukai adalah Xu Di yang berperan sebagai Madam Cheng atau neneknya Cheng Shao Shang yang cerewet, matre dan hobi bersaing dengan menantunya.

    

Maria-G-Soemitro.com


Chemistry Zhao Lu Si yang berperan sebagai Cheng Shao Shang dan Leo Wu sebagai  Ling Bu Yi, bikin meleleh. Gemes banget!  Dari salah satu komen, saya baru tahu bahwa Leo Wu sudah berakting sejak berumur 7 tahun, actor ganteng kelahiran 1999 ini telah berakting dalam drama China ‘Everlasting Regret’ (2006), sehingga sudah khatam seni peran.

Namun yang bikin saya suka adalah sinematografinya. Bagus banget dan cerdik banget. derap kuda, tanah basah yang dijejak para dayang yang berjalan mengikuti kereta, angle pertemuan yang tidak biasa, membuat penonton merasakan betapa angkuh dan dinginnya istana serta bangunan di sekelilingnya.

Dannnn…… tentu saja musiknya. Saya segera mencari albumnya di spotify, begitu nemu, saya menulis review drama Cina ‘Love Like the Galaxy’ sambil mendengarkan lagu yang syairnya seperti dibuat khusus untuk drama ini. Atau jangan-jangan memang demikian?

www.maria-g-soemitro.com

Baca juga:
Oh My General, Kala Jendral Hamil Maju ke Medan Perang

Drama Ni Chang, Tentang Perempuan Cina Perkasa Lainnya

Profile Drama: Love Like the Galaxy
Adapted from the novel "Xing Han Can Lan, Xing Shen Zhi Zai" (星汉灿烂, 幸甚至哉) by Guan Xin Ze Luan (关心则乱)
Also Known As: Seng Hon Chan Laan , 星汉灿烂,幸甚至哉 , 星漢燦爛 , The Stars Are Brilliant , Splendid Stars , Xing Han Can Lan
Director: Fei Zhen Xiang
Screenwriter: Zou Yue, An Yi Mo
Country: China
Episodes: 56
Aired: Jul 5, 2022 - Jul 27, 2022
Original Network: Dragon TV, iQiyi, Tencent Video
Duration: 45 min.
Genres: Historical, Mystery, Romance, Polititik

28 comments

  1. Terakhir kapan ya aku lihat drama china, duh kayaknya lama banget ni Ambu. Tergantikan dengan drakor sepertinya ya, Ambu, wuaaaaaa.

    Anyway busway, aku jadi penasaran juga sama musiknya kaya apa ya, pake instrumen ala² China gitu gak y, Ambu? Kepoin ah...

    ReplyDelete
  2. Mayoritas DraChin memang sinematografinya aduhaiiii, membius mata bangett.

    Lagu²nya juga kayak inline dan bisa membangun emosi gt ya Ambu. Mantaappp👍

    ReplyDelete
  3. Kwkwk, kebayang terjebak kebakaran di bunker, wajah cemong tapi rambut masih oke, pantesan dikomen penonton. Memang asyik ya nonton via aplikasi WeTV begini, adanya fitur send message, membuat penonton bisa ngobrolin isi dramanya. Seruuu!

    ReplyDelete
  4. Saking sukanya ya Ambu sama si drama china satu ini sampai sepanjang menulis saja sambil memutar soundtrack-nya. Walau Acha masih meraba-raba untuk drama china, kok seru ya. Niao Niao malah hebat di dunia yang biasanya dikuasai kaum laki-laki. Unik karakternya.

    ReplyDelete
  5. Drama dengan tema balas dendam, walau menguras emosi biasanya menarik untuk ditonton. Saya beberapa kali nonton drama korea dengan tema ini namun belum pernah mencoba nonton dracin. Jadi penasaran nih mau nonton drama ini

    ReplyDelete
  6. Akupun kalau diminta memilih antara cinta dan dendam pasti pilih dendam. Rasanya ada kepuasan tersendiri. Ah lucu ya acting madam Cheng yang cerewet, matre terus bersaing dengan menantu. Membayangkan deh serunya, pasti terpingkal-pingkal

    ReplyDelete
  7. Perjalanan kisah sang jendral sangat mengharu biru, ya Ambu.
    Semoga tidak banyak anak buahnya yang terseret kebencian sang jendral, sehingga tidak banyak kebencian lagi yang tersebar.
    Baca kisah ini jadi paham betapa sayang jika sebuah kebahagian harus hilang karena sebuah kebencian.

    ReplyDelete
  8. Terakhir nonton Cdrama kolosal udah lebih dari 5 tahun Ambu. Jadi penasaran mau nonton lagi, apalagi sejak ada info himbauan dari pemerintah soal larangan begini dan begitu dlm Cdrama. Makasih rekomendasinya..

    ReplyDelete
  9. Sayangnya lebih memilih dendam, padahal cinta harusnya bisa meredam dendam, ya. Apakah rasa dendamnya lebih dalam dibanding cintanya. hehe

    Padahal musuh bisa luluh justru kalau dibalas dengan kasih sayang ..

    ReplyDelete
  10. Sayangnya lebih memilih dendam, padahal cinta harusnya bisa meredam dendam, ya. Apakah rasa dendamnya lebih dalam dibanding cintanya. hehe

    Padahal musuh bisa luluh justru kalau dibalas dengan kasih sayang ..

    ReplyDelete
  11. udah lama ga nonton C-Drama, jadi pengen nostalgia euyy

    ReplyDelete
  12. Hihi dan pemikiran Cheng Shao Shang bahwa pernikahan bisa menyelamatkan/mengeluarkannya dari tekanan keluarga, ternyata dimiliki juga oleh sebagian perempuan di jaman sekarang ya mbak.

    Memang benci/dendam itu bisa membutakan pandangan, jadilah bertindak membabi buta dan akhirnya jadi penyesalan

    ReplyDelete
  13. Saya selalu menyukai film drama dengan konflik "harus memilih". Seru banget. Emosi kita terkuras... Seolah ikut berperan nyata di film itu...
    Baiklah, aku masukkan wishlist film wajib nonton versi aku ya
    Makasih mbak

    ReplyDelete
  14. Dari judulnya drama yang membuat hati teraduk-aduk ya Ambu? hemm.
    Penasaran dengan historicalnya karena biasanya akan ada intrik ya

    ReplyDelete
  15. Suka banget sama drama Cina semenjak nontok film the rules of world. Apalagu pemeran ceweknya itu. Suka dengan gaya aktingnya dia. Apalagi parasnya yang cantik. Hehee.. Penasaran sama drama china satu ini juga.

    ReplyDelete
  16. Tidak skip sama sekali. Kebawa alur cerita. Hahahahah jadi penasaran aku sama kelanjutan ceritanya. Apakah aku juga harus menonton? Wkkwkwkw Uda lama banget sih emang ga nonton drama cina. Boleh lah ini sekalian di intip-intip dulu.

    ReplyDelete
  17. Sebenarnya, meskipun cinta..kadang harus tetap logis yaa..
    Tapi kalau bisa membuat dendam menjadi sesuatu yang lebih baik, alangkah mulianya.
    Sebenernya yang paling seru itu nobar alias nonton bareng. Suka banget sama komentar ajaib dari penonton lain. Etapi ini versi aku, Ambu.. kalo pas nonton konser. Kalo nonton drama sedih, enakan sendiri di kamar dalm keadaan remang-remang gitu sih yaa.. Biar puas sesenggukan.

    ReplyDelete
  18. Drama yang mengangkat kisah cinta memang selalu menarik untuk diikuti ya Ambu
    Apalagi kalau harus memilih
    Pasti jadi makin seru

    ReplyDelete
  19. Wah, terakhir nonton drama China itu kayaknya waktu masih sekolah deh yang settingnya juga sama sama kayak gitu, apa ya namanya..ceweknya cantik bangett sih..nah habis itu nggak nonton lagi. Dan baca ini jadi pingin nonton lagi deh Mba

    ReplyDelete
  20. Drama china bagus di sinematografinya tapi entah kenapa kurang suka kalau denger nada ngomongnya ahaha. Lebih enak kalau bahasa korea gitu.

    ReplyDelete
  21. Lumayan panjang juga episodenya.
    Walau daku bukan penggemar genre romance, tapi ada yang bikin senangnya itu melihat make up-nya, karena sangat smooth dan style nya kalau oke bisa jadi inspirasi

    ReplyDelete
  22. Uwowwww, 56 episode.
    Bikin penasarannya panjang banget :D
    Padahal ceritanya menarik ya, konflik-konfliknya asyik tuh, kalau masalah memilih :)

    ReplyDelete
  23. Drama cina juga g kalah menarik dengan drama Korea ya Ambu
    Banyak juga konflik yang diangkat
    Termasuk kisah cinta harus memilih seperti ini

    ReplyDelete
  24. Hehe namanya juga film ya, udah berusaha dibikin realkayak dunia nyata pun tetap aja ada yang kelewatan dan kejelian penonton menemukannya. Iya sih, kalau terjebak dalam kebakaran, panik tapi rambutnya masih slay, akhirnya malah bisa jadi bahan becandaan penonton

    ReplyDelete
  25. Balas dendam bisa menimbulkan kerugian. Berpikir sebelum bertindak itu penting. Makanya nonton film aja daripada balas dendam

    ReplyDelete
  26. temanya menarik, Mba. Nanti mau coba cari ahh, penasaran pengen nonton dramanya. pasti akan menguras tenaga dan emosi nih, hehehe

    ReplyDelete
  27. Paling suka dengan drama yang OST-nya relate banget.
    Tapi penggarapannya memang dikhususkan sehingga drama China bukan tipikal sinetron Indonesia yang kejar tayang.

    Salut dengan tim produksi yang sukses memberikan kesan positif drama Love Like the Galaxy.

    ReplyDelete
  28. Tentang balas dendam ini, aku justru belajar soal memaafkan dari drama Korea Hotel Del Luna. Banyak hantu gentayangan yang akhirnya gak bisa paripurna pergi ke surga dan justru hancur sia-sia karena dendamnya ini ya Ambu..
    Hmm..kenapa Wushang malah memilih membalas dendam ya..inget banget kalau pembalasan dendam ini gak menjamin kita bisa memaafkan keadaan dan puas dengan hasilnya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat