Suka Menunda Tugas? Mungkin Anda Mengalami Prokrastinasi

    
maria-g-soemitro.com

Suka Menunda Tugas? Mungkin Anda Mengalami Prokrastinasi

Pernah ngalamain ini: Punya tugas yang harus dilakukan, tapi malah scoll-scroll medsos?  Hihihi gue banget ini mah. Agar tak terlalu “berdosa”, saya sering berdalih: “cuma” scroll YouTube untuk mencari konten kesehatan atau berita terbaru.

Modus bisa macam-macam, namun tujuannya sama: Menunda tugas! Akibatnya sangat menjengkelkan, saya menjadi deadliners dengan hasil yang buruk. Jika tugas itu adalah tulisan review maka tulisannya kaku, bridging gak tepat serta seribu kesalahan lainnya.

Apa penyebabnya?

Jawabannya ternyata bukan malas atau tidak bisa mengatur waktu. Dalam salah satu tayangannya di channel YouTube Greatmind, Marissa Anita menjelaskan bahwa hal tersebut dinamakan “prokrastinasi”

Diambil dari bahasa lain,  “pro”  artinya “maju”, “lebih menyukai”, atau “ke depan”, sedangkan “crastinus” berarti “besok”. Ketika dirangkai dalam Bahasa Indonesia menjadi  procrastination atau prokrastinasi.

Menurut Kamus Cambridge,  

prokrastinasi adalah tindakan menunda-nunda sesuatu yang harus dilakukan, seringkali karena sesuatu ini menimbulkan perasaan negatif atau tidak menyenangkan. 

Baca juga:

Gak Pede Karena FOPO? Ini Kiatnya!

Privilege? Boleh sih, Asalkan …

Daftar Isi

  • Definisi Prokrastinasi
  • 5 Penyebab Prokrastinasi
  • Cara Mengatasi Prokrastinasi

Sedangkan menurut Ferrari (2010) 

prokrastinasi adalah suatu kecenderungan untuk menunda dalam memulai maupun menyelesaikan kinerja secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna, sehingga kinerja menjadi terhambat, tidak pernah menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.

Penjelasan tentang prokrastinasi membuat saya memahami apa yang saya alami. Seperti ketika mendapat job nulis dengan tenggat waktu seminggu. Bukannya cepet-cepet nulis dan setor, dengan bantuan Om Google  saya malah buka-buka laman-laman terkait tema, tapi terus terpaku di tulisan, video, atau apalah …apalah….hingga akhirnya waktu bergulir, hanya tersisa satu malam yang membuat saya memaksakan diri sebagai deadliners.

Menjengkelkan bukan? 

Untuk mengatasinya, wajib banget dicari penyebabnya. Selain penjelasan Marissa , saya mencoba mencari dari beberapa sumber berikut ini: 

maria-g-soemitro.com
sumber: YouTube.com/@greatmind

5 Penyebab Prokrastinasi

1. Perfeksionis

Gue banget ini. Selain pekerjaan rumah seperti mencuci dan memasak yang butuh tindakan sat…set, saya sering banget lama mengerjakan tugas yang menyangkut “karya”.

Inget banget ketika awal menjadi supervisor di suatu lembaga survey, saya berulangkali men-cek hasil kerja para interviewer karena takut salah, termasuk memeriksa ulang rekap laporan. Takut salah!

Akibatnya, berulangkali kantor pusat menelepon, agar hasil survey dan laporannya cepat dikirim. Saya selalu menunda, sampai akhirnya ketua cabang Bandung mengambil alih dengan mengirimkannya. Ternyata yang saya takutkan tidak terjadi. Kantor pusat menerima, bahkan tanpa koreksi!

Kebiasaan memeriksa ulang, sampai beberapa kali, terjadi lagi ketika saya menekuni profesi blogger. Terlebih setelah mempelajari SEO (Search Engine Optimization) atau teknik untuk  meningkatkan jumlah trafik organik yang masuk ke website melalui perangkingan mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, Yandex dan lain-lain.

Jadi ketika Iskandar Zulkarnaen, mantan COO di Kompasiana bilang bahwa dia  bisa merampungkan tulisan hanya dalam waktu 1,5 jam, saya hanya bisa terkesima, kok bisa ya?

2. Multitasking

 Ini termasuk gue banget. Seringkali saya merasa harus memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Sehingga maunya menulis review sambil mengerjakan aktivitas lain yang membutuhkan waktu panjang, seperti membuat roti atau mencuci dengan mesin cuci.

Akibatnya? Ya gitu deh. Crowded. Saya jadi sering salah memasukkan jenis baju ke tabung mesin cuci, sementara tugas review terbengkalai.

3. Takut Menghadapi Kesulitan

Biasanya terjadi ketika baru pertama kali menerima tugas. Seperti  kisah menjadi supervisor yang menunda pengiriman laporan di atas, saya baru menjadi supervisor dan baru pertama kali menerima proyek.

Sedangkan dalam dunia tulis menulis, biasanya terjadi sewaktu mendapat job review yang bukan bidang saya, misalnya otomotif. Duh ngeblank banget. Bisa sih ngambil beberapa data sebelum akhirnya dirangkai menjadi satu tulisan.

4. Mengejar Adrenalin

 Banyak orang merasa lebih kreatif ketika berada di bawah tekanan deadline. Mereka merasa produksi hormon adrenalin di dalam tubuh akan terpicu dengan adanya tenggat waktu mengerjakan tugas.

Jujurly saya bukan termasuk golongan ini, mepet waktu malah bikin isi kepala ngeblank, gak bisa mikir. 

Tapi yah setiap orang berbeda, ada yang mendapatkan sensasi bergairah akibat peningkatan hormon adrenalin, ketika dikejar deadline.

5. Mengidap Gangguan Mental

Selain Obsessive compulsive disorder (OCD) dan Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) yang dipahami dan segera terdeteksi sebagai gangguan mental, ada gangguan mental yang terkadang tidak diketahui pengidapnya, yaitu: depresi.

Pengidap depresi mungkin tidak menyadari kondisi kesehatan psikisnya, dia hanya mengetahui suasana hati dan motivasi berubah-ubah yang mengakibatkan tidak bisa menyelesaikan tugas pada waktunya.

  

maria-g-soemitro.com
sumber Youtube.com/@greatmind

Cara Mengatasi Prokrastinasi

Lupakan Kesempurnaan

Yups, dua kata ini wajib terpatri dalam ingatan si pingin perfectionis. Lupakan kesempurnaan, karena itu gak ada. yang penting mulai dulu aja dulu.

Terkait dunia tulis menulis, saya ingat pesan beberapa pakar untuk menulis tanpa menghiraukan PUEBI, salah ketik dan sebagainya. Setelah tulisan selesai, toh bisa dikoreksi.

Cari Akar Masalahnya

Proses lainnya adalah mencari akar masalah, seperti kok saya menghindar dari tugas ini?

Jika melihat penyebab prokrastinasi di atas, bisa jadi alasannya karena saya merasa asing dengan tema tulisan.

Ketika hal tersebut terjadi, ubah cara pandang terhadap  tugas, tidak lagi “harus mengerjakan” melainkan “mau mengerjakan”.

Ciptakan Lingkungan yang Produktif

Jika penyebab prokrastinasi adalah medsos yang “melambai-lambai” minta dibuka, matikan aja untuk sementara, bahkan andai tak membutuhkan internet, deactive saja dulu.

Ciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas gangguan, agar bisa focus mengerjakan tugas.

Reward dan Self-Care

Berikan hadiah kecil sebagai penghargaan terhadap diri sendiri karena telah menyelesaikan tugas atau mencapai target tertentu.

Saya sih biasanya memberi reward berupa menonton beberapa episode drama Korea atau drama Cina. Asal jangan kebablasan ya?😀😀

Dalam closingnya, Marissa mengutip quote Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16, berikut ini:

 When I do good, I feel good

When I do bad, I feel bad

Setuju ya? Ketika kita selalu menghindari tugas, rasanya bete dan galau karena waktu terus berlalu. Sementara apabila kita segera melakukan tugas dan selesai, maka rasanya bahagiaaa….banget!

Baca juga:

Decluttering vs Zero Waste Lifestyle, Kamu Pilih Mana?

Menulis, Terapi untuk Kesehatan Mental


10 comments

  1. aku setuju, MULAI AJA DULU - kumaha engke
    karena kalau ga dimulai mulai pasti engga jadi jadi juga

    ReplyDelete
  2. prokrastinasi, ini style saya banget mbak hehehe....... Sadar sih menunda itu nggak baik, tapi gimana ya, karena seringnya ngerjakan di akhir waktu pun hasilnya tetap baik-baik saja, jadi ya akhirnya keterusan.

    Eh tapi pernah lho saya uninstall semua game dan medsos di handphone supaya fokus kerja. Tapi setelah kerjaan selesai, saya install lagi

    ReplyDelete
  3. Kalau merasa diri sempurna terus ya bakalan capek. Sehingga perlunya melepaskan diri dari hal tersebut biar gak beban dan semangat menyelesaikan tugas tanpa ditunda

    ReplyDelete
  4. Saya makin ke sini termasuk tipe yang berpacu dengan adrenalin. Makin dekat dengan tenggat kerja pun makin cepat. Akhirnya jadi kurang sempurna hasilnya...Hiks!

    ReplyDelete
  5. Bener banget Ambu. Lupakan kesempurnaan. Lagian mau sempurna ya engga bisa multitasking. Atau sebaliknya, sekalinya multitasking, egga bisa sempurna deh. Multitasking tuh ibaratnya kerja serabutan...wkwkwk. Tapi yaa jangan bermalas-malasan juga sih.

    ReplyDelete
  6. Saya jadi teringat saat menjelang tamat SMA, ada dua pelajaran tambahan yang diberikan pihak sekolah sebelum EBTANAS berlangsung. Pertama, tentang skala prioritas dan kedua adalah tentang manner/adab dalam berbagai hal termasuk tabble manner.

    Pelatih profesional didatangkan ke kelas-kelas. Jadi ajarannya disampaikan dalam kelompok kecil. Meski hanya dua jam, banyak petuah, strategi, dan trik yang diberikan oleh mereka yang sampai sekarang masih tak ingat. Benar-benar ilmu tentang masa depan yang tidak didapatkan dari ilmu akademik.

    Satu hal yang saya ingat banget dari membuat skala prioritas adalah DISIPLIN pada diri sendiri. First thing first dengan jeda waktu yang harus sudah terprogram saat kita mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada juga tata kelola tentang WAKTU LEBIH. Yang bisa digunakan saat ternyata ada kondisi force majeure yang harus kita hadapi di tengah2 proses pekerjaan. Seperti sakit dan kelelahan fisik.

    Duh panjang kalo diceritakan hahahaha. Yang pasti ilmunya sungguh luar biasa.

    ReplyDelete
  7. Saya waktu masih fokus menulis cerita anak saja, saat mulai menulis pagi, saya tidak akan buka medsos Mbak. Nanti kelar 1-2 cerita baru. Tapi setelah ngeblog, bangun tidur juga cek hape. soalnya kadang ada peluang job juga hehehe.
    Dan saya pun tidak bisa yang mepet deadline. Kecuali kalau ada keperluan. Jadi saya paling lambat sehari sebelum deadline. Tapi memang terkadang harus dipaksakan, agar tulisan lain tidak tertunda. Dan saya setuju, tak ada tulisan yang sempurna. Jadi kalau dikoreksi terus, maka semakin banyak yang harus dibenahi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini gue banget. Buka medsos dengan alasan cek peluang job, karena sering kelewat gara-gara telat buka FB
      Tapi, eh malah keterusan baca-baca status temen dan komen :D

      Delete
  8. Bener Ambu, saya juga pas mau fokus survey bahan tulisan di internet, ehh malah nyangkut ke youtube Nadia Omara, hihi.
    Anw memang perlu memulai dulu, minimal ngedraft 5W 1H-nya dulu baru ngemedsos lagi, hihi.

    ReplyDelete
  9. Akutu sering banget begini, Ambu..
    Padahal yaa.. kalau dikerjakan awal tuh bisa meminimalisir hal-hal yang buruk, kaya misal mendadak mati listrik atau yang lebih parah adalah kondisi badan bisa jadi kurang fit.

    Beberapa kali, stres malah bikin badan sakit dan akhirnya lewaatt DL.
    Huhuhu.. pingin gak menunda-nunda lagi..

    Kayaknya aku pas banget menerapkan "Jangan terhubung sama internet dulu."
    Soalnya ada internet malah kemana-mana... alesannya nulis sambil dengerin lagu. Eh, malah karaokean.. nulisnya teh kapaaan??

    ReplyDelete