Skip to main content

Menjaga Langit Biru Untuk Kehidupan Yang Berkelanjutan


sumber gambar: rebloggy.com

Seorang kawan berkeluh kesah  tentang tetangga baru yang mempunyai kebiasaan membakar sampah. Dia takut anaknya terkena sakit paru-paru karena sering batuk-batuk usai menghirup asap. Dia juga mengomel baju-baju yang dijemur menjadi bau asap. Sudah berulangkali dia menegur, tapi si tetangga malah ‘ngeyel’. Enggan ribut berlarut-larut, status  facebook  pun jadi pelampiasan kemarahan.

Andaikan si pembakar sampah tahu bahwa  aktivitasnya illegal.  Membakar sampah mengakibatkan udara tercemar. Pelakunya  terancam hukuman penjara sesuai peraturan daerah setempat. Kota Bekasi misalnya, mempunyai Perda Bekasi 7/2005 mengenai  Retribusi Pelayanan Kebersihan yang mencatumkan larangan warga membakar sampah. Jika melanggar, pelaku terancam sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta.

Pencemaran udara dan akibatnya


Polusi udara mengakibatkan sesak napas, kanker hingga kematian (sumber gambar amaze.com)

Asap yang timbul ketika membakar sampah merupakan salah satu penyebab pencemaran udara. Lainnya adalah emisi kendaraan, emisi industri, debu jalan hingga pembakaran limbah pertanian dan peternakan.

Akibat pencemaran udara/polusi sungguh mengejutkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan  bahwa satu dari delapan kematian umat manusia atau sekitar 7 juta jiwa meninggal  per tahun. Dari jumlah itu, 60.000 jiwa (meninggal) terjadi di Indonesia. Pencemaran udara menjadi risiko tunggal terbesar di dunia yang mengancam kesehatan lingkungan (sumber)

Tidak hanya pada manusia, pencemaran udara menyebabkan terganggunya ekosistem dan lingkungan. Efek toksik yang ditimbulkan mengakibatkan penurunan fungsi paru-paru pada hewan, terhalangnya saluran pernapasan, rusaknya alveoli hingga kanker paru-paru.

Tumbuhan juga mengalami  gangguan pertumbuhan akibat  udara yang tercemar. Partikulat debu yang bergabung dengan uap air akan membentuk kerak tebal pada permukaan daun  sehingga proses fotosinstesis terhambat. Pertukaran CO2 dan jalan masuk sinar matahari terhalang. Ibarat manusia bisa makan dan minum tapi tubuh tidak bisa mengolahnya, bernapaspun kesulitan.
Jika ekosistem tercemar, pastinya masa depan akan invalid dan  runtuh. Kemajuan teknologi menjadi tidak berarti.  

Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)


Kilang Cilacap (sumber: liputan6.com)

Pertamina sebagai BUMN penyedia energy bagi masyarakat Indonesia rupanya memahami betul masalah ini.  Kedaulatan energy tidak boleh dibayar dengan runtuhnya peradaban akibat ekosistem yang tercemar. Karena itu dalam program peningkatan kapasitas kilang minyak, dari hanya satu juta menjadi 2,32 juta barrel per hari pada tahun 2024, Pertamina mencanangkan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC).

Menjadi kelanjutan proyek RFCC  (Residual Fluid Catalytic Cracking), PLBC merupakan proyek peningkatan spesifikasi gasoline dari RON 88 menjadi RON 92. Proyek senilai 392 juta Dolar AS diproyeksikan sesuai Euro IV yang lebih ramah lingkungan.

Mengapa RON 92?


Standar Emisi di beberapa negara (sumber: tirto.id)
1. Mengurangi pencemaran udara

Singkatan dari Research Octane Number atau lebih dikenal dengan oktan, Indonesia menjadi negara yang terakhir di dunia menggunakan RON 88. Oktan rendah penyebab inefisiensi kerja mesin kendaraan dan mengakibatkan pencemaran udara.

2. Syarat spesifikasi Euro IV
Agar dapat memenuhi spesifikasi Euro IV, Pertamina harus mendistribusikan bahan bakar kendaraan beroktan tinggi. Standar emisi Euro merupakan standar versi Eropa yang bertujuan mengurangi gas buang dari knalpot kendaraan, baik kadar nitrogen oksida (NOx), karbonmonoksida (CO), hidrokarbon (HC) dan particulare matter (pm).

3. Sangat bermanfaat bagi pengguna kendaraan. 
Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi membuat proses pembakaran manjadi sempurna dan mesin bersih. Akselerasi kendaraan lebih ringan dan cepat. Bahkan irit bakar.

4. Sesuai dengan kebijakan Gaikindo
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengungkapkan bahwa selama ini produsen otomotif yang berinvestasi di Indonesia harus membuat 2 model kendaraan dengan standar emisi yang berbeda, yaitu Euro 4 untuk ekspor dan Euro 2 untuk pasar dalam negeri (sumber)
Tidak hanya inefisiensi, juga mengenaskan karena proses produksi otomotif yang menyebabkan cemaran udara menghasilkan produk yang berpotensi mencemarkan udara pula.

5. Sesuai dengan regulasi, yaitu UU nomor 32 tahun 2009 mengenai pengelolaan lingkungan hidup yang mensyaratkan batas baku mutu emisi.

6. Sesuai komitmen Indonesia pada KTT Perubahan Iklim

Pada KTT Perubahan Iklim Indonesia berkomitmen mengurangi gas rumah kaca sebesar 29 % di tahu 2030. Kontribusi yang diharapkan dapat mendorong terciptanya kesepakatan dalam usaha membatasi pemanasan global di bawah 2 derajat celcius.


CSR selalu raih penghargaan (sumber: : pertamina.com)

Sebelum membangun PLBC,  Pertamina selalu pro aktif  menggulirkan Corporate Social Responsibilitynya. Bahkan Pertamina menjadi ‘langganan’ beberapa penghargaan berikut:

  • ISDA (Indonesia Development Goals)
  • Indonesia Green Awards  (IGA)
  • Area Responsible Business Awards (AREA)
  • Global CSR Awards 
  • Social Business Innovation & Green CEO Awards 
  • Indonesia Sustainable Business Awards
  • Sindo CSR Award
  • GKPM Award

Sejumlah penghargaan menunjukkan kiprah Pertamina dalam membantu pemerintah Indonesia menyiapkan generasi milenial yang berkualitas, diantaranya  ISDA (Indonesia Development Goals) kelanjutan dari penghargaan IMDGs  (Indonesia Mille­nium Development Goals). 
MDGs adalah program peningkatan kemakmuran rakyat yang diukur melalui beberapa indikator seperti mempunyai kesempatan untuk mengakses sumber daya yang tersedia, lapangan kerja yang terbuka untuk semua penduduk, serta terbebas dari kemiskinan dan kelaparan.

Pertamina juga selalu menjaga keanekaragaman hayati di sekitar  wilayah operasi, sebagai bukti bahwa industry bisa berjalan tanpa mengorbankan lingkungan.


Pada tahun 2030, Indonesia peringkat 5 di dunia (sumber: pwc.com)

Dilansir dari ekbis.sindonews.com, PricewaterhouseCoopers (PwC) melaporkan Indonesia akan masuk 5 besar peringkat ekonomi utama dunia pada 2030. Hanya bisa terjadi jika setiap pembangunan memperhatikan  people,  profit dan planet, 3 dimensi yang saling melengkapi. Pertamina sudah membuktikan bahwa pembangunan  bisa berjalan tanpa mengorbankan lingkungan, milik generasi mendatang. Generasi milenial yang harus mendapat warisan langit biru, langit tanpa polusi, seperti sebelum pembangunan berlangsung.


Comments

wuah aq baru tau ada program CSR kayak gini
keren banget
makasih loh artikelnya mbak
Hairi Yanti said…
Bakar sampah itu ngeselin banget emang ya, Mbak. Udah nyesak, bernapas ga enak apalagi kalau ada jemuran. Duh jadi ingat waktu kabut asap beberapa waktu yang lalu. Benar-benar ga enak. Semoga 'Langit Biru'nya Pertamina ini berjalan lancar..
April Hamsa said…
Keren banget kalau semua perusahaan/ pembangunan memperhatikan people, profit dan planet ya mbak? Slaut buat pertamina semoga tercapai targetnya.
April Hamsa said…
Keren banget kalau semua perusahaan/ pembangunan memperhatikan people, profit dan planet ya mbak? Slaut buat pertamina semoga tercapai targetnya.
ayahblogger said…
andai warga tahu denda dari perda begitu besar pasti takut. Tetapi kayaknya sosialisasi perdanya pun belum tentu dilakukan.
Pertamina nampaknya paling peduli mbak @Zilqiah,

selain karena keharusan juga, namun kerap dilanggar perusahaan lain.

Ngga ada sanksinya, akhirnya kembali kekemauan baik perusahaan ya? ^^
mbak @Hairi Yanti kena dampak asap?

Aduh di India berlangsung lama hingga bikin kalang kabut tuh

Maklum, nyawa taruhannya

Yup semoga program langit biru sukses dan perusahaan lain mengikuti ya?
harusnya semua perusahaan mbak @April Hamsa, kan ada aturan tertulis dan tidak.

semoga gerakan Pertamina menjadi contoh untuk yang lain ya?
nah itu dia yang penting banget @ayahblogger : sosialisasi dan penerapannya

karena undang-undang kan dibuat untuk melindungi bumi dan isinya
Polusi udara sudah terindikasi dgn zat2 berbahaya bagi kesehatan, sayangnya kini semakin meluas polusi sumber tercemarnya lingkungan
iya mbak @Sie-thi, harus ada kerja sama warga, perusahaan dan pemerintah

ngga bisa jalan sendiri-sendiri

Terimakasih udah mampir ya :)

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Andai Angelina Jolie Tau 6 Jurus Pengusir Bau Mulut Ini ...

Mariana (bukan nama sebenarnya),rekan kerja saya di perusahaan ekspor impor, memiliki tampilan nyaris sempurna. Bikin ngiri setiap perempuan. Tubuh tinggi langsingnya tak terganggu seberapa banyak dia makan. Cantik dengan riasan natural, sungguh flawless. Ditambah rambut ikal Farah Fawcetnya kerap ditarik ke atas, membentuk updo sekaligus menampilkan leher jenjangnya. Huuu ....para pria langsung deh menelan ludah. Pokoknya nampak tanpa cacat. Bikin bingung nyeritainnya, saking cantiknya nih orang.
Mariana juga cantik hatinya. Pengelola salah satu yayasan sosial. Dia juga pinter. Lulusan sebuah PTN yang ngambil diploma di luar negeri. Konon beasiswa. Keren ngga? Duh terlalu, kalo bilang nggak keren. ^_^
Tapiiiii ...., begitulah. Ngga ada yang sempurna di muka bumi. Mariana-pun punya kekurangan. Yaitu bau mulut. Aduh, baunya bener-bener bikin orang menjauh. Males ngobrol dengannya. Ternyata bau mulut ngga hanya milik mereka yang berwajah pas-pasan. Ups:D:D
Konon, Angelina Jolie yang  kecant…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Wajah Bulukan? Putihkan Dengan Minyak Kelapa!

Hihihi, wajah kok bulukan? Iya, kulit wajah orang Indonesia kan umumnya sawo matang. Ngga mungkin deh diubah jadi putih.  Jadi yang tepat adalah membuat wajah yang buluk/kumal menjadi kinclong, putih, sedap dipandang dan membuat pemiliknya lebih percaya diri.
Faktor ingin lebih percaya dirilah yang membuat perempuan berlomba-lomba tampak putih. Nggak heran, untuk memenuhiharapan wajah menjadi  putih, klinik kecantikan tumbuh bak jamur di musim hujan.
Mereka yang enggan pergi ke klinik kecantikan, dengan beragam alasan, memilih menggunakan skin  care yang diberi embel-embel “whitening” atau memutihkan. Tak peduli harganya lebih mahal dibanding yang non whitening.
Padahallll..., seorang teman yang bekerja di laboratorium kecantikan  ternama memberitahu bahwa yang dimaksud  “whitening” adalah penambahan “vitamin E”.  Cara paling mudah dibanding penggunaan bahan  alami yang telah dikenal sejak jaman Cleopatra. Hehehe, bahkan Cleopatra ingin kulitnya putih bercahaya ya? Jadi, ngga salah dong …

Pilih Mana? Tunik Cleopatra atau Gamis Ashanty?

“Ibu mau tunik atau gamis?” Untuk sejenak saya bingung, nggak paham pertanyaan penjual pakaian. Hingga akhirnya dia menjelaskan bahwa yang dimaksud tunik adalah pakaian perempuan yang menutup pantat memanjang hingga seputar paha. Sedangkan gamis atau ada juga yang menyebutnya longdress, panjangnya menyapu lantai.
Aha, ternyata... Mungkin si penjual mengklasifikasikan tunik dan longdress menurut versinya saja. Atau untuk memudahkan penjualan. Karena tunic berasaldari masyarakat Romawi yang menyebut “tunica” pada pakaiannya. Pakaian tersebut berukuran lebih longgar dari model pakaian lain, mampu menutupi dada, bahu dan punggung. Dengan kata lain, tunik maupun gamis, barangnya sama. Tidak ada hukum yang mengharuskan ukuran tunik hanya sebatas paha.
Model pakaian dengan cutting sederhana ini disukai perempuan maupun pria dan mengalami transformasi di setiap era. Khusus untuk muslimah,tunik disukai karena longgar tidak memperlihatkan bentuk tubuh, hal yang dilarang agama.
Anehnya, keputusan m…

Kisah Panci Ajaib dan Resep Gudeg Favorit Keluarga

Apa sih yang bikin kamu males masak?
Nyuci bekas peralatan masak?
#tos Berarti samaan kita! Males banget mencuci piring, panci dan wajan bekas memasak. Ribeudnya itu lho yang malesin. Ngga sesimple nyuci gelas. 
Peralatan dapur bekas memasak umumnyaberlumur minyak, mentega, lemak dan bumbu, sehingga sulit dibersihkan. Apalagi sehabis masak rendang, gudeg, ketupat, pepes, dan menu ajaib lainnya.Pinginnya bisa abra kadabra langsung jadi, enak dan nggak usah nyuci peralatan dapur.
Padahal mommynya Ron , sahabat Harry Potter yang penyihir murni, juga harus mencuci peralatan dapur ya? Jiah, kenapa spoiler kepanjangan hingganyasar ke Harry Potter?
Karena sekarang ada panci presto yang secara ajaibmembantu menyelesaikan keribeudan. Ibu rumah tangga nggak harus mencuci banyak peralatan dapur. Cukupngurusin satu panci saja.
Hadir pertama kali di Indonesia sebagai panci yang hanya digunakan untuk membuat daging empuk dengan cepat. Ngga usah menunggu berjam-jam sehingga ngirit gas. Kini panci presto b…

Gangnam Scandal; Terjebak Sinetron Ala Drama Korea

Terbayangkan sinetron Indonesia? Kisah cerita yang dipanjang-panjangin. Muter-muter untuk menyelesaikan satu pesan. Peran antagonis nan jahat bukan main. Sementara protagonisnya bak dewi dari kayangan. Dan saya terjebak dalam tontonan demikian, yang dalam khasanah drama Korea masuk ke dalam long length drama.
Awalnya iseng nonton “Gangnam Scandal”, tertarik pemerannya yang bukan bintang papan atas tapi cantik dan ganteng, aktingnya bagus-bagus. Episode awalnya bikin penasaran.  Ketika 20 episode ngga menunjukkan titik terang, kisah ngga tau mau dibawa kemana, barulah saya melirik jumlah episode yang rencananya bakal ditayangkan. Ternyata 120 episode, alamak! Wuaduh, bikin galau! 
Diterusin atau jangan ya? Akhirnya hatur lumayan lah. Untuk tontonan multitasking, sambil bikin handicraft, sambil makan, de el el :D:D Walaupun 120 episode, setiap episodenya hanya 30 menit. Tapi keukeuh lama ya?
Sebetulnya ada drama Korea yang panjangnya juga menjebak saya, yaitu “My Only One”. Alasan menonton …