The Lament of Autumn, Tragedi Bucin sang Panglima Perang
Selebriti seperti hidup di dalam gelas kaca, gak sih? Setiap geraknya disorot, dikritisi dan terancam terkena cancel culture.
Salah satu aktor China yang pernah mengalami adalah Zhang Zhehan. Di puncak kejayaannya (2021), netizen menemukan pada tahun 2018 dia berfoto di area Kuil Yasukuni dan Kuil Nogi di Tokyo. Jepang.
Masyarakat China sangat sensitive pada kuil tersebut karena mengingatkan pada kejahatan perang PD II yang dilakukan para tentara dan pemimpin militer Jepang saat menduduki China.
Jika Zhang Zhehan pernah terkena cancel culture, posisi aktris China Guo Yuxin mungkin “lebih beruntung”. Rekaman suaranya kala sedang mengkritik aktris Zhou Ye, bocor ke publik dan jadi trending topic di Weibo.
Bagaimana tidak, Zhou Ye adalah bintang papan atas (generasi 95-liners) yang punya basis penggemar sangat besar, mayoritas drama skala besar yang dibintanginya berhasil meraih rating tinggi, sementara Guo Yuxin ini “hanya” aktris China short drama.
Beda level terlihat kala dalam drama dengan rating S+, Guo Yuxin cuma diberi jatah porsi kameo, dan baru mendapat kesempatan menjadi support role dalam drama China “The Lament of Autumn”.
Bagaimana hasilnya? Wajahnya yang jutek cukup berhasil memerankan karakter antagonis bernama Tao Zi Yi, walau tentu saja fokus utama drama ini terletak pada kekuatan akting kedua pemeran utama: Ryan Cheng dan Xu Ruo Han.
Diadaptasi dari novel "Yu Dian Qiu" (玉簟秋) by Ling Xi (灵希) udah lama saya menunggu drama “The Lament of Autumn”. Kangen pada akting aktris Xu Ruo Han yang punya wajah cantik nan menggemaskan ini.
Bahkan bersiap menonton drama berikutnya bareng Wang Xing Yue. Sambil menunggu, yuk kita obrolin akting dan drama Xu Ruo Han kali ini.
Baca juga drama Xu Ruo Han lainnya:
Forbidden Flower, Kisah Cinta Jerry Yan, Sang Paman yang Awet Muda
The Best Thing, Cinta Dibalik Pengobatan Tradisional Tiongkok
Ryan Cheng sebagai Yu Chang Xuan
Tuan muda yang gemar hidup berfoya foya dan selalu dikelilingi perempuan cantik, seperti itulah penilaian warga Kota Nanhuai terhadap Yu Chang Xuan, putra kelima keluarga Yu. Ayahnya Komandan Tertinggi Pasukan Yu.
Tentu saja mereka tak tahu, Yu Chang Xuan menyimpan duka mendalam. Dia kehilangan Yu Ming Xuan, kakak laki-laki yang sangat menyayanginya. Setelah kematian sang kakak, Yu Chang Xuan selalu merasa ayahnya sangat membencinya.
Beruntung Yu Chang Xuan muda bertemu dengan seorang gadis yang memberinya kata-kata semangat. Setelah dewasa, gadis yang sama juga memberi motivasi pada Yu Chang Xuan:
Di dunia ini memang ada kekejaman, tapi kau berbeda
Kau memegang kekuasaan,
Tapi kau tidak membiarkan kekuasaan itu membutakan hati nuranimu
Tak heran, meski untuk waktu yang lama, Yu Chang Xuan hanya peduli 3 hal: tentara, kekuatan militer, dan senjata. Serta selalu berpikir bahwa cinta adalah kelemahan, sesuatu yang menahannya dari kemajuan, kesuksesan dan kehilangan kendali atas diri.
Yu Chang Xuan seperti kehilangan akal sehat kala bertemu Ye Ping Jun, sehingga menyandera gadis tersebut di pavilion Maple dan memaksakan cintanya.
Yu Chang Xuan berharap hati Ye Ping Jun akan luruh dari hari ke hari dan menerima cintanya. Yu Chang Xuan lupa, dia telah meremehkan harga diri Ye Ping Jun.
Xu Ruo Han sebagai Ye Ping Jun
Bunga liar, rumput liar, punya kehidupannya sendiri
Sekali pun tanahnya tandus
Selama masih ada sedikit harapan
Mereka akan berusaha menancapkan akar dan tumbuh ke atas
Kata Ye Ping Jun tentang para pengungsi.
Ye Ping Jun memang gadis cerdas. Dia berhasil masuk Sekolah Putri Mingde walau harus berjibaku mencari uang untuk kebutuhan hidup dan pengobatan ibunya.
Salah satu profesi yang dikerjakan adalah menyalin naskah untuk kelompok teater di Hotel Xiang xi, milik Yu Chang Xuan.
Sinopsis The Lament of Autumn Chinese Drama
Para penjudi mengira selalu menang dalam satu putaran
Menentang takdir demi mengubah nasib
Namun kehidupan, bagaimana bisa sesederhana itu?
Terutama soal perasaan cinta
Begitu kalah bertaruh
Maka tidak bisa lagi membalikkan keadaan
Demi membebaskan Jiang Xue Ting, calon suaminya dari hukuman mati, Ye Ping Jun menyerahkan diri pada Yu Chang Xuan dan menjadi sandera di pavilion Maple, milik sang komandan militer.
Ye Ping Jun yang naif tak menyadari bahwa tindakannya menyulitkan Yu Chang Xuan. Kejahatan Jiang Xue Ting sangat serius, dia membocorkan rahasia militer.
Dunia Ye Ping Jun memang hanya seputar ibu kandungnya dan Jiang Xue Ting yang dikenalnya sejak kecil, kemudian menjadi tunangannya.
Ye Ping Jun tak sengaja berkenalan dengan Yu Chang Xuan ketika sedang bekerja di Hotel Xiang xi, dan dia dijebak temannya yang terlibat dalam pembunuhan terhadap Yu Chang Xuan.
Setelah kejadian tersebut, Yu Chang Xuan terpikat pada Ye Ping Jun. Yu Chang Xuan tak peduli akan perjodohannya dengan Tao Zi Yi, anak perempuan tunggal pemilik Bank Tao dan pebisnis yang kaya raya.
Berbagai cara dilakukan Yu Chang Xuan agar Ye Ping Jun mau menerima cintanya.
Ye Ping Jun, asalkan kau bersedia
Setiap bunga dan pohon
Setiap rumput dan kayu di Kota Nanhuai
Semua akan menjadi milikmu
Ye Ping Jun, tak peduli kau mau atau tidak
Aku, Yu Chang Xuan, hanya menginginkanmu
Ye Ping Jun bergeming. Walau tinggal di pavilion Maple, dia memasang sikap bermusuhan dengan Yu Chang Xuan. Padahal demi kebebasan Jiang Xue Ting yang telah membobol data militer, Yu Chang Xuan harus memohon dengan bersujud dalam hujan, kepada ayahnya, komandan tertinggi pasukan Yu.
Puncaknya terjadi sewaktu Ye Ping Jun mogok makan selama berhari-hari dan menyilet nadinya.
Yu Chang Xuan yang tak tega akhirnya melepaskan Ye Ping Jun , dan berusaha melupakan gadis pujaannya dengan tinggal di barak militer, dan maju ke medan perang.
Pasca kepergian Yu Chang Xuan, Ye Ping Jun menemukan kenyataan bahwa Jiang Xue Ting bukanlah pemuda bermoral. Sewaktu kuliah di Jepang dia memperalat seorang perempuan dengan memacarinya, kemudian meninggalkannya begitu saja.
Jiang Xue Ting juga culas. Berlindung di balik kode etik jurnalis, dia malah memutar balikkan fakta dan membuat artikel yang memojokkan keluarga Yu. Sehingga dengan tegas Ye Ping Jun memutuskan pertunangan.
Di lain pihak, demi melupakan Ye Ping Jun, Yu Chang Xuan berulangkali memimpin langsung peperangan dan memenangkannya.
Namun bagaimana pun dia harus kembali ke rumah, ke Kota Nanhuai.
Pulang, bukan berarti hidup Yu Chang Xuan menjadi damai. Sebagai satu-satunya pewaris keluarga Yu, nyawa Yu Chang Xuan menjadi incaran musuh yang menginginkan penguasaan Kota Nanhuai.
Keberanian Yu Chang Xuan memutuskan hubungan dengan Tao Zi Yi juga memunculkan musuh. Ayah Tao Zi Yi mengerahkan preman untuk menangkap Ye Ping Jun dan membunuhnya.
Hal yang tentu saja tak bisa begitu saja dibiarkan Yu Chang Xuan:
Ye Ping Jun mengapa kau hadir lagi dalam hidupku?
Review The Lament of Autumn Chinese Drama
Kok drama China “The Lament of Autumn” berani banget sih? Mengambil latar belakang era republik lho? Seperti diketahui, China punya lembaga sensor ketat bernama NRTA, lha ini malah nyerempet sejarah yang lumayan kelam.
Pada era Republik (sekitar 1912–1949) China mengalami situasi penuh kekacauan, perang saudara, fragmentasi panglima perang, termasuk invasi Jepang ke China yang berujung pada peristiwa tragis Pembantaian Nanjing pada Desember 1937.
(Jadi paham kisah di atas, tentang Zhang Zhehan yang terkena cancel culture “cuma” gara-gara berfoto di area kuil, Jepang).
Ternyata dengan adanya drama semacam ini, pemerintah justru diuntungkan, karena kontras dengan kondisi saat ini yang jauh lebih stabil, aman, dan makmur.
Di pihak lain, produser bisa meningkatkan nilai jual produk mereka. Pemilihan latar republik akan memberikan estetika visual yang unik, seperti perpaduan busana tradisional (Cheongsam/Qipao) dengan setelan jas barat dan seragam militer yang modern.
Penulis skenario juga bisa menyuguhkan konflik yang berbeda dari drama lainnya, diantaranya konflik perebutan kekuasaan antar panglima perang serta bumbu romantis dan misteri yang sesuai dengan era tersebut.
Bagaimana hasilnya?
Reviewers di platform IMDb memberi rating 9,8/10, walau rating menurun dari waktu ke waktu, yaitu 9,1/10 di tengah penayangan, sementara rating platform Mydramalist bergerak turun naik antara 7,9/10 dan 8,3/10.
Emang keren sih. Penonton seolah diajak masuk era Republik, yang nampak menakjubkan dengan setting, permainan kamera, cahaya, senjata-senjata jadul, serta tentu saja pemeran utama Ryan Cheng yang berakting natural dan sangat lihai dalam mikroekspresi.
Bikin penonton seakan-akan melihat sosok panglima perang sungguhan bernama Yu Chang Xuan. 😊😊
Beberapa kali tandem dengan aktris papan atas, lawan main Ryan Cheng kali ini, aktris Xu Ruo Han, aktris muda yang sedang naik daun. Saya suka aktingnya sebagai penderita kanker bernama He Ran dalam drama China “The Forbidden Flower”. Dia berhasil mengimbangi akting Jerry Yan, lawan mainnya.
Termasuk dalam drama China “The Lament of Autumn”, penonton sulit membenci Ye Ping Jun/FL yang bikin hati Yu Chang Xuan/ML terpotek-potek akibat bucin parah.
Chemistry keduanya bikin gregetan. Walau terlibat love-hate relationship, dan baru bisa bernapas lega setelah akhirnya FL berjanji sehidup semati dengan ML.
Apakah drama China “The Lament of Autumn” sesempurna itu? Tentu tidak. Banyak adegan yang kerasa maksa banget, seperti ketika ayah kandung FL gak sengaja menemukan giok, pembuka tabir rahasia kelahiran FL.
Juga ada beberapa adegan drama China “The Lament of Autumn” yang terasa lebay, salah satunya kisah bahwa FL dan ML pernah bertemu beberapa tahun silam, namun keduanya lupa.
Adegan tersebut, andai dihapus gak ngaruh sama sekali. Toh ML udah bucin parah pada FL 😊😊
Baca juga drama Ryan Cheng lainnya:
The First Jasmine, Bertemunya King & Queen of Micro Expressions
How Dare You!? Perseteruan Time Traveler dan Sosok Dua Dimensi
Legend of the Female General, Kelindan Cinta dan Dendam sang Jenderal
Shadow Love, Ketika Cinta bertemu Takdirnya
Profile
Title: The Lament of Autumn
Native Title: 玉簟秋
Also Known As: Yu Dian Qiu
Director: Kuk Kok Leung
Genres: Historical, Romance
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: China
Episodes: 38
Aired: Oct 12, 2026 - ?
Original Network: Hunan TV, Mango TV
Duration: 45 min.






.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat