The First Jasmine, Bertemunya King & Queen of Micro Expressions

      
maria-g-soemitro.com

The First Jasmine, Bertemunya King & Queen of Micro Expressions

Pernah lihat orang dewasa ngomong sendiri? Jangan disamain dengan bayi ya? Bayi lumrah banget melakukan self talk, karena merupakan bagian dari proses belajar berpikir, berimajinasi, dan memahami dunia sekitarnya.

Sedangkan pada orang dewasa, hal tersebut menjadi tanda mekanisme koping (penyesuaian diri) terhadap stres, kesepian, atau trauma. Biasa terjadi dan bukan gangguan mental.

Sederhananya, setiap orang punya kemampuan menyeimbangkan diri. Ketika mengalami trauma masa lalu atau kesepian berat, dia menciptakan teman imajiner yang bisa diajak ngobrol hingga dia merasa nyaman.

Lamunan yang sangat intens dan rinci juga bisa menciptakan teman khayalan. Kondisi bernama Maladaptive Daydreaming ini baru menjadi gangguan mental apabila pelakunya menjadi adiktif dan tidak bisa membedakan mana realitas dan mana yang khayalan.

Drama China “The First Jasmine” berkisah tentang Ye Li, seorang perempuan yang mengalami Maladaptive Daydreaming. Penyebabnya, kemalangan bertubi-tubi di saat masih belia. Dimulai dari kematian ibu kandung, disusul kematian kakek seluruh guru, dan kakak seperguruan yang menyebabkan Ye Li tinggal sebatang kara.

Mekanisme keseimbangan diri membuat Ye Li menciptakan sosok imajiner yaitu Qing Shuang, pembantu yang menemani sejak kecil, serta anggapan kakek dan seluruh isi perguruan masih hidup.

Diperankan dua bintang papan atas: Bai Lu dan Ryan Cheng, drama yang merupakan adaptasi dari  novel "Sheng Shi Di Fei" (盛世嫡妃) by Feng Qing (凤轻) ini berhasil meraup rating tinggi sejak awal penayangan.

Jadi penasaran ya? 

Baca juga drama Bai Lu lainnya:

Feud, Kisah Pasutri Dewa dalam Kelindan Benci tapi Cinta

Northward, Tentang Tetangga dan Pintu Rezeki

Unveil: Jadewind, Kisah Cinta Putri Raja dengan Seorang Astrolog

maria-g-soemitro.com

Bai Lu sebagai  Ye Li

“Ibuku sungguh bodoh memilih jodoh,” kata Ye Li tentang ibunya. Ayah Ye Li, putra kedua bangsawan Ye, memang tidak cakap, tidak bisa diandalkan.

8 tahun silam, alih-alih melindungi Ye Li dan ibunya, sang ayah malah mengusir keduanya dari rumah keluarga Ye.

Dalam perjalanan menuju Akademi  Gunung Li tempat kakek Ye Li menjadi ketua, sang ibu meninggal, membuat Ye Li harus sendirian meneruskan perjalanan.

Namun duka nampaknya enggan meninggalkan Ye Li. Kala kerajaan menutup akses Akademi  Gunung Li, sang kakek, guru dan seluruh murid terserang virus mematikan.

Hanya Ye Li yang selamat. Dia pula yang menguburkan seluruh mayat. Akibat kesedihan yang sangat menekan, Ye Li menciptakan banyak sosok imajiner, seperti Qing Shuang, teman selalu menemaninya, termasuk ketika Ye Li memasuki mahligai perkawinan.

Ye Li juga menciptakan Guru Zhu yang selalu membantunya dari situasi terdesak. Ye Li tidak menyadari bahwa dirinyalah yang punya kemampuan luar biasa tersebut.

maria-g-soemitro.com

Ryan Cheng sebagai  Mo Xiu Yao/ Raja Ding

Mencurahkan hidup untuk negara, keluarga Raja Ding malah ditimpa kemalangan. Tidak hanya kakinya lumpuh akibat pertempuran Cangbei, kakaknya yang menjadi jenderal dihukum mati karena sang kakak masuk ke ibu kota bersama pasukannya, sehingga dituduh mau mengkudeta.

Padahal tentu saja sang kakak mendapat dekret kaisar. Apes, dia mempercayakan dekret pada anak perempuan ketua Akademi Gunung Li, dan dekret berakhir di tangan Selir Qin Zheng

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama China The First Jasmine

Batal menikah dengan Raja Li, Ye Li menikah dengan Mo Xiu Yao yang bergelar Raja Ding. Sungguh bukan pernikahan idaman. Dibanding Raja Li yang merupakan anak dari putra mahkota terdahulu, kehidupan keluarga Raja Ding penuh lara.

Kedua kaki Raja Ding lumpuh. Kakak Raja Ding, Jenderal Mo Xiu Wen dihukum mati karena memasuki ibukota tanpa dekret kaisar sehingga dianggap makar. Sang istri selamat dari hukuman mati, namun mengalami duka yang berkepanjangan.

Beruntung Raja Ding lolos dari hukuman mati. Mungkin karena kedua kakinya lumpuh  akibat pertempuran Cangbai, sehingga membuat luluh kaisar yang masih muda usia. Terlebih keduanya merupakan saudara sepupu, dan kaisar membutuhkan bantuannya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Walau bukan pernikahan idaman, diam-diam Ye Li merasa beruntung menikah dengan Raja Ding. Sejak diselamatkan dari maut pada usia belasan tahun, dia sudah naksir pada Raja Ding.

Penyelamatan tersebut membuat Ye Li mencari keberadaan Raja Ding. Sayang gagal. Baru bertemu lagi ketika Raja Ding menjadi pesakitan dan diarak oleh pihak berwajib. Beruntung Ye Li  berhasil menyelipkan makanan agar sang kekasih bisa bertahan hidup.

Meski pernah saling berhubungan, bukan berarti pernikahan mereka menjadi lancar. Kondisi kakinya yang lumpuh membuat Raja Ding minder dan menutup diri.

Namun Ye Li bukan sembarang perempuan. Sebagai cucu ketua Akademi Gunung Li, suatu perkumpulan elite yang disegani penguasa Dinasti Chu, Ye Li merupakan perempuan super cerdas. Dia turun gunung untuk menikah dengan pujaan hati, karena itu dia harus berhasil.

Hal pertama yang dilakukan Ye Li adalah merebut kembali warisan ibunya yang diambil oleh istri kedua ayahnya, kemudian mengembalikan kejayaan toko peninggalan sang ibu, Paviliun Shengde. 

Selanjutnya, Ye Li merangkul Mo Wu You, keponakan suaminya yang kesepian setelah ayahnya meninggal, dan ibunya yang tenggelam dalam kesedihan hingga tidak menyadari sedang terjerat tipu licik tangan kanannya.

Berikutnya, dan yang paling sulit adalah mendekati Raja Ding. Selama ini, tanpa diketahui Ye Li, sebetulnya di balik layar Raja Ding menjadi tangan kanan kaisar. Kaki lumpuh tak menghalangi Raja Ding memecahkan banyak intrik kerajaan.

Walau demikian, bukan berarti Raja Ding bisa keluar dari duka dan pendaman kemarahan pasca kematian kakaknya. Ye Li lah yang membantunya, dia juga melakukan strategi agar bisa melakukan hal yang sangat diimpikan sejak masih di Gunung Li, yaitu mengobati suaminya!

Perjuangan Ye Li tak mudah. Terlebih dia ingin membongkar rahasia keberadaan dekret kaisar yang membuat keluarga Raja Ding terpuruk begitu dalam.

Situasi bertambah pelik, karena Raja Li masih menginginkan Ye Li sebagai istrinya.

maria-g-soemitro.com

Review Drama China The First Jasmine

Jangkrik

Selalu suka menarik perhatian

Dengan suara nyaring mereka

Seolah-olah itu adalah nilai dan makna keberadaan mereka

Namun, gendang suara mereka sebetulnya sangatlah tipis

Begitu memaksakan diri, akan langsung sobek

Punya aktor China favorit? Saya sih: Ryan Cheng! Dia ini aktor yang hampir gak pernah masuk 10 aktor China terganteng. Tapi aktingnya gak kaleng-kaleng.

Ryan Cheng merangkak dari bawah, dari short drama, kemudian memerankan second lead, bahkan antagonis. Semua diperankan dengan baik, bahkan video short Ryan Cheng kala berperan antagonis kerap wara-wiri di media sosial.

Kelebihan lain dari Ryan Cheng (yang punya nama lain: Cheng Lei, padahal nama aslinya Huang Hui Xiang) adalah kepiawaian membangun chemistry dengan lawan main.

Nah, ketika Ryan Cheng tandem bareng aktris multi talenta seperti Bai Lu yang sama-sama gak jaim, jago akting dan jago membangun chemistry, gak heran banyak reviewers yang memberi gelar bagi keduanya: King & Queen of Micro Expressions.

Sayangnya, itulah yang menjadi keunggulan drama China “The First Jasmine”: Sinergi pemeran utama yang ngasih “nyawa” untuk drama ini.

Karena kisah dramanya berantakan dan cenderung “maksa” serta terlalu banyak adegan kebetulan. Gak heran rating drama ini turun naik. Di awal episode Mydramalist mencatat rating 8,2, kemudian 8,6 dan ditutup 8,4 di akhir penayangan. 

Demikian pula reviewers  IMDb, sempat memberi rating lebih tinggi, yaitu 8,4 di awal episode, bahkan sempat mencapai 8,7, rating kembali turun pada 7,8  di akhir penayangan.

Kisah yang gak masuk nalar bikin penonton ngerasa dibodohin. Seperti adegan FL melakukan pendekatan dengan Selir Agung Qin Zheng. Kok kebetulan banget saat gerhana matahari, sang selir lewat di depan toko milik FL.

Gerhana matahari bisa diatur manusia? Plis deh.

Yang bikin kesel lainnya adalah ketika karakter yang harusnya cerdas, jadi bodoh gak ketulungan. Salah satunya kisah kakak ML, seorang jenderal yang masuk istana tanpa membawa dekret, akibatnya dia dan 30.000 orang prajurit dihukum mati.

Lha emang, dekretnya di mana?

Dipegang ibunya FL! Sementara ibunya FL ini gak ada hubungan apa pun dengan sang jenderal. Dekret diserahkan hanya karena ibunya FL merupakan anak orang ternama. Gak masuk akal kan?

Tambah gak masuk akal sewaktu dikisahkan FL menciptakan sosok imajiner ketika seluruh penghuni Akademi Gunung Li tewas akibat penyakit, dan hanya FL yang selamat.

Duh, FL ini kok kaya super human sih.

Saking kesel, saya buka laman penulis skenarionya. Ternyata Xiao Xiang Dong Er, penulis skenario ternama yang banyak menulis untuk drama berating tinggi.

Mungkin, Xiao Xiang Dong Er hanya sekadar menerjemahkan kisah yang diadaptasi dari novel "Sheng Shi Di Fei" (盛世嫡妃) by Feng Qing (凤轻) ke dalam bentuk visual.

Untuk itu, Xiao Xiang Dong Er cukup berhasil. Alur kisah tersusun runut, lancar dan membuat penonton merasa nyaman. 

Ditambah suguhan visual sinema drama China “The First Jasmine” sangat indah, demikian pula detail kostumnya. Serta penampilan Ryan Cheng dan Bai Lu yang bikin meleleh, mungkin penonton bakal memaafkan  banyaknya adegan kebetulan dan kisah yang gak masuk nalar.

Baca juga drama Ray Cheng lainnya:

Shadow Love, Ketika Cinta bertemu Takdirnya

Legend of the Female General, Kelindan Cinta dan Dendam Jenderal Mulan

A Familiar Stranger, Mikro Drama dengan Rating Tinggi


Profile:

Title: The First Jasmine

Native Title: 莫离

Also Known As: Mo Li , 莫離

Director: Lam Yuk Fan, Leung Sing Kuen

Screenwriter: Xiao Xiang Dong Er

Genres: Historical, Romance, Drama

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: China

Episodes: 40

Aired: Jun 9, 2026 -Jun 28, 2026

Original Network: Tencent Video

Duration: 45 min.


No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat