Kipas Angin, Rahasia Gerah Jadi Nyaman dan Produktif

    
maria-g-soemitro.com

Kipas Angin, Rahasia Gerah Jadi Nyaman dan Produktif

Udara “sumuk” menerjang ketika saya menjejak kaki di rumah eyang di Kota Jogja. Langsung deh keringat bercucuran. Kepala nyut-nyutan. Analoginya mirip ikan yang menggelepar-gelepar di darat.

Bukan lebay, maklum sebagai orang yang lahir, tumbuh dan menua di Kota Bandung, saya masih belum bisa beradaptasi dengan cuaca sumuk (Bahasa Jawa: panas) kota gudeg ini.

Apalagi sekarang saya tinggal di Cinanjung, Kabupaten Sumedang, di perumahan yang terletak di lereng Gunung Batu, dinginnya cuaca bisa bikin saya seharian memakai baju hangat dan kaus kaki.

Keharusan melakukan fisioterapi membuat saya terpaksa hijrah sementara di Kota Jogja. Pertimbangannya, rumah eyang yang terletak di sekitar Jalan Malioboro, Jogja ini dekat dengan rumah sakit, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Sementara rumah di Cinanjung, aduh! Jauh sekali! Perjalanan pulang pergi Cinanjung-Bandung bisa memakan waktu 4 jam. Bisa-bisa osteoarthritis (OA) yang saya derita bertambah parah.

Baca juga:

Clear Mind dan Cara Membersihkan Sampah Pikiran

Broken String dan Target Baca Buku

Daftar Isi

  • Adaptasi dengan Jogja, Kota yang “Sumuk”
  • Akhirnya Beli yang Baru!
  • Jangan Lupa Perawatan!

Jadi, mau gak mau, saya harus beradaptasi dengan cuaca panas. Biar gak ngamuk karena kepanasan (😀😀), begitu masuk kamar saya segera menghidupkan kipas angin. Semilir angin membuat saya nyaman kembali, produktif, dan yang paling penting nih, saya bisa tidur dengan nyenyak.

Yup, buat penderita epilepsi seperti saya, wajib banget tidur cukup dan nyenyak. Jika tidak, bisa-bisa saya mengalami kekambuhan dan pengobatan harus dilakukan mulai dari nol lagi.

Kok gak pakai AC aja sih?

Ya enggaklah, selain harganya mahal, AC bukan perangkat elektronik portable yang mudah dipindah-pindah, sementara aktivitas saya kan gak hanya di kamar tidur, juga harus memasak di dapur, berbincang dengan kerabat di ruang duduk, serta aktivitas lainnya.

Selain itu,  entah mulai sejak kapan, saya kesulitan beradaptasi dengan AC. Rasanya gak nyaman. termasuk sewaktu tidur dengan AC dihidupkan. Saya gelisah, bolak balik di tempat tidur, dan baru bisa terlelap setelah AC dimatikan. 

Aneh? Ternyata enggak. Ada penjelasan ilmiahnya, yaitu:

 Efek Kipas Angin Lebih Alami

Tidak seperti AC yang secara langsung mendinginkan suhu ruangan, kipas angin menggerakkan udara di atas kulit, mempercepat penguapan keringat, sehingga secara alami mendinginkan badan.

Sensitivitas Tubuh Terhadap Perubahan Suhu 

AC membuat perbedaan suhu yang ekstrem antara dalam dan luar ruangan, sementara tubuh butuh adaptasi terhadap perubahan suhu.

 

maria-g-soemitro.com

Akhirnya Beli yang Baru!

Mengetahui tubuh adiknya rewel, dan sebagai blogger, sang adik butuh ruangan sejuk untuk bekerja, kakak saya yang telah bertahun-tahun tinggal di Jogja segera mencari kipas angin. Ada sih, peninggalan anak kos! 😀😀 Masih berfungsi tapi kondisinya menyedihkan: Berdebu tebal, berkarat dan suaranya berisik!

Masalah debu, dengan  mudah dibersihkan. Bagaimana dengan suara berisik? Walah, bisa-bisa insomnia saya bertambah parah, karena itu saya segera membawa ke tempat jasa service elektronik

Apes, biaya service ternyata lumayan mahal. Setelah melakukan kalkulasi, saya memutuskan beli baru aja deh, daripada memperbaiki. Hasil service pastinya tidak bisa mengalahkan produk baru.

Untunglah rumah eyang terletak di pusat kota Jogja, sehingga dengan ditemani kakak, saya berkeliling mencari kipas angin baru. Dan setelah maju mundur, bolak balik mengunjungi toko dan berhitung panjang lebar, kami memutuskan membeli Miyako KAS-1697 DRW yang menurut pemilik toko merupakan kipas angin kesayangan Nikita Willy.

Wah gaul juga nih. Tidak hanya itu, pemilik toko (yang berusia setengah baya) dengan ramah menjelaskan beberapa kelebihan dan cara perawatannya. Apa saja, yuk kita simak:

Eco Power

Sebagai aktivis lingkungan hidup, tentu saja hemat energi jadi pilihan. Bayangin, rata-rata dayanya hanya 45-50 watt! Namun memiliki hembusan angin mencapai 13 meter, sehingga orang-orang di sekitar saya dapat turut menikmati sejuknya angin.

Tahan Debu dan Anti Macet

Dengan motor double bearing, kipas angin ini tahan debu dan anti macet. Pas banget untuk saya yang gaptek. Saya sering bingung ketika tiba-tiba peralatan elektronik gak berfungsi. Padahal terkadang masalahnya sepele, tapi saya udah ribut duluan.

Silence Sound

Salah satu keunggulan yang membuat saya memutuskan Miyako KAS-1697 DRW karena senyap ketika beroperasi. Tingkat kebisingannya di bawah 62 dB sehingga saya bisa bekerja dengan tenang dan tidur dengan nyenyak 

Jaring Musang

Memiliki jaring musang atau jaring anti karat dan jaring Mudah dilepas paSang untuk dibersihkan. Hehehe semula saya mengira jaringnya ada hubungan dengan binatang musang, ternyata akronim dari Mudah dilepas paSang.

Praktis dan kemudahan ini sangat membantu ibu rumah tangga seperti saya yang sering kesulitan membuka jaring, ketika harus membersihkan debu yang menempel.

Panel Digital

Gak hanya dilengkapi fitur touch screen, juga tersedia remote control. Tepat banget untuk saya yang sering mager setelah kelamaan bekerja di depan laptop. Rasanya berat banget untuk bangun dari tempat duduk. 😀😀

Tapi yang paling bikin saya memantapkan hati karena adik saya di Jakarta udah lama menggunakan brand ini. Tipe jadul, tapi awet, gak pernah mengalami kerusakan.

Nah yang ini tipe baru, desainnya mewah dan modern, namun dengan harga terjangkau, bahkan mendapat garansi 3 tahun. Pemberian garansi ini penting karena saya masih wara-wiri Jogja-Bandung. Gak lucu kan apabila rusak sewaktu saya meninggalkan Jogja dalam waktu lama.

 

maria-g-soemitro.com

Jangan Lupa Perawatan!

Saya mengalami pengalaman pahit dalam hal perawatan. Kebetulan terjadi di Kota Jogja. Sewaktu menghidupkan power laptop, muncul garis-garis vertikal setinggi 1-2 cm di layar laptop. Merasa gak terlalu mengganggu, saya pun mengabaikan.

Tak terduga, beberapa hari kemudian garis-garis vertikal bertambah tinggi, mencapai setengah layar laptop. Panik dong saya, jangankan mengoperasikan laptop untuk bekerja, mematikan pun saya gak bisa.

Beruntung (ya orang Indonesia selalu merasa beruntung 😀) kejadian tersebut terjadi di Jogja dan bukan di Cinanjung. Sehingga dengan cepat, saya bisa mencari tempat service laptop.

Masalahnya ternyata di perawatan! Saya memakai cairan pembersih saat mengelap layar laptop. Akibatnya alih-alih bersih, saya malah merusak LCD, dan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menggantinya.

Tak mau kejadian berulang saat merawat kipas angin dan akhirnya mengganggu rutinitas kerja, saya menyimak penjelasan pemilik toko yang baik hati dan mau menjelaskan dengan rinci.

Rutin Dibersihkan

Minimal sebulan sekali lakukan perawatan dengan membuka jaring pelindung dan membersihkan baling-baling dari debu menumpuk dengan kain microfiber yang lembap.

Jangan Mencuci Motor/Dinamo

Big no mencuci motor/dinamo, terlebih menyiram dengan air.  Untuk menghindari korosi dan korsleting, cukup bersihkan bagian luar mesin dengan lap kering.

Pemberian Pelumas

Suer baru tahu ini, selama ini saya pikir putaran kipas terdengar kasar atau berat disebabkan debu/kotor. Ternyata dengan menggunakan sedikit minyak pelumas (mesin jahit) pada bushing/bearing, putarannya akan kembali halus.

Overheat Protection

Hehehe gue banget ini, menyalakan selama 24 jam nonstop. Seharusnya memberi jeda istirahat sekitar 10-15 menit untuk mencegah overheating dan menjaga fungsi thermofuse. Kipas angin, maaf ya.

Perawatan Remote & Digital Panel

Bersihkan sensor remote secara berkala dan pastikan tombol smart touch tidak terkena air secara langsung, agar fungsi kontrol tetap maksimal.

Selanjutnya sang pemilik toko mengingatkan saya untuk tidak meletakkan di dekat sumber panas ekstrem. Peringatan yang mungkin akan dijawab dengan “masa sih ditaruh dekat kompor?” 

Lha hari gini kan banyak aktivitas aneh, seperti ketika membakar sate. Pelaku gak mau capek mengipasi arang, maka digunakan kipas angin.

Jangan dilakukan ya, selain menyebabkan motor menjadi  cepat overheat, juga bisa bikin material rusak. 

Atau lebih tepatnya, jangan nyleneh. Gunakan barang sesuai peruntukannya. Termasuk pemakaian kipas angin, gunakan penemuan Bapak Schuyler Skaats Wheeler ini untuk hidup yang lebih nyaman dan produktivitas tinggi. Jangan malah jadi bencana.

Baca juga:

Mini Library dan Bekal Anak Belajar di Luar Negeri

Sikap Asertif dalam Bertetangga, Antara Akal Sehat dan Takut Konflik



No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat