Dream of Golden Years, Tentang Perjalanan Waktu Seorang Budak Korporat
“Anak perempuan atau anak laki-laki, sama saja,” Sering banget kita mendengar ucapan ini ya? Tapi bagaimana jika pemerintah kita menerapkan Kebijakan Satu Anak (one-child policy)? Apakah pendapat kita akan tetap sama?
Untuk mengendalikan jumlah penduduk, pemerintah China pernah menerapkannya. Secara resmi diberlakukan secara nasional pada 25 September 1980, dan baru resmi dihapus pada 1 Januari 2016.
Akibatnya terjadi banyak kejadian yang mengerikan, seperti aborsi janin perempuan (andai bisa mengakses USG), peningkatan jumlah anak perempuan yang dikirim/ditinggalkan di panti asuhan, bahkan pembunuhan bayi perempuan.
Kok cuma anak perempuan? Karena anak laki-laki dibutuhkan masyarakat China. Dalam sistem kekeluargaan China, laki-laki adalah pemimpin dan pengambil keputusan.
Mereka penerus marga dan pemelihara abu leluhur, sehingga keluarga yang tak punya keturunan laki-laki akan kebingungan.
Tidak demikian halnya anak perempuan, nasibnya apes. Setelah menikah, anak perempuan akan menjadi anggota keluarga suaminya. Anak-anak yang dilahirkan merupakan keturunan keluarga suaminya. Namanya hanya akan muncul dalam catatan keluarga suaminya. Dia juga diharapkan hanya berkontribusi pada kesejahteraan keluarga suaminya
Drama China “Dream of Golden Years” berkisah tentang Xia Xiao Lan yang terlempar ke tahun 1983, era ketika gender laki-laki lebih diutamakan sehingga dia harus bekerja keras untuk pembuktian diri.
Drama yang diadaptasi dari novel "Chong Sheng Ba Ling: Xi Fu You Dian La" (重生八零:媳妇有点辣) by Bao Zhuang Cheng (宝妆成) ini merupakan kedua kalinya Zhou Ye memerankan sosok yang kembali ke masa lalu untuk menemukan eksistensial diri dan cintanya.
Baca juga drama Zhou Ye lainnya:
Back from the Brink, Akibat Terlalu Bucin
Everyone Loves Me, Kisah Asmara Sejoli Gamers
Zhou Ye sebagai Xia Xiao Lan
“Pengetahuan Mengubah Nasib”, slogan yang dilihat Xia Xiao Lan saat terdampar di Desa Qijing pada tahun 1983, membuatnya mampu menentukan sikap.
Sebelumnya, Xia Xiao Lan merasa malang. Sebagai perempuan masa kini yang bisa berprestasi seperti kaum laki-laki, dia harus hidup di era banyak keluarga membuang anak perempuan mereka.
Dengan bekal sarjana dan pengalamannya sebagai budak korporat di era modern, Xia Xiao Lan bisa membalikkan nasib, dari keterpurukan menjadi keberuntungan.
Zhai Xiao Wen sebagai Zhou Cheng
“Panggil aku perempuan cantik,” kata Xia Xiao Lan pada Zhou Cheng ketika keduanya jadian.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, itulah yang terjadi pada Zhou Cheng ketika melihat Xia Xiao Lan untuk pertama kalinya. Wajah Xia Xiao Lan yang enerjik dan penuh semangat hidup, membuatnya tertarik dan tak bisa melupakan.
Sebetulnya, hanya kebetulan Zhou Cheng melihat Xia Xiao Lan. Selulus SMA, dia enggan meneruskan kuliah dan berencana merintis usaha ke Anqing, tempat dia melihat Xia Xiao Lan sedang berlari dikejar anggota keluarganya.
Berkat Xia Xiao Lan, dia bersemangat untuk belajar dan mengikuti ujian agar bisa lolos masuk fakultas hukum Universitas Huaqing. Dan dia berhasil.
Synopsis Drama China Dream of Golden Years
Takdir
Terimakasih, telah memberiku kesempatan untuk memulai kembali
Terlempar ke tahun 1983, Xia Xiao Lan berusaha kembali ke tahun 2026, ke masa dia menjadi gadis yang malang. Masa ketika orang tua nya meninggal dalam kecelakaan maut sehingga harus tinggal bersama paman dan bibinya.
Masa Xia Xiao Lan merasa rendah diri sebagai yatim piatu dan harus pasrah dibullying. Masa dia wajib tahu diri dan tidak berani kuliah di universitas impian. Serta masa ditindas oleh teman sekantor karena tak berani melawan.
Di tahun 1983, kondisinya malah lebih parah. Sebagai anak perempuan Xia Da Jun, atau keturunan kedua keluarga Xia, dia dan ibunya menjadi bulan-bulanan. Tidak saja disebabkan gendernya, juga akibat kelakuan Xia Zi Yu, anak paman pertama yang julid dan manipulatif.
Puncaknya terjadi ketika Xia Xiao Lan dituduh telah berbuat tak senonoh dengan pemuda paling bejat di kampungnya. Begitu menyakitkan, membuat Xia Xiao Lan nekad membenturkan kepala untuk bunuh diri.
Di tengah keributan, beruntung Paman Liu Yong (kakak ibunya) datang menolong. Sang paman memutuskan membawa ibu dan anak ini untuk tinggal bersama istri dan anaknya di Desa Qijing.
Situasi ini tentu saja membuat Xia Xiao Lan bingung. Dia berusaha kembali ke tahun 2026, namun selalu gagal. Akhirnya dia pasrah, Xia Xiao Lan mencoba menerima nasib dengan hidup sebagai Xia Xiao Lan ditahun 1983, seorang gadis malang yang hanya lulus SMP. Dia juga berpikir keras agar tidak menjadi benalu di rumah pamannya.
Bekal sarjana dan pengalaman kerjanya sebagai budak korporat di tahun 2026, membuat Xia Xiao Lan dengan cepat mencium aroma bisnis ketika melihat banyaknya bebek yang bertelur sembarangan di sekitar rumah.
Dia mengumpulkan dan menjual telur bebek dengan bonus daun bawang. Strategi bisnis yang tentu saja menjadi daya tarik pembeli. Dalam sekejap telur bebek yang dijualnya ludes.
Bisnis berikutnya adalah membangun toko pakaian, agar kelak bisa dikelola bibi dan ibunya, sementara dia menyelesaikan pendidikannya.
Ya, slogan “Pengetahuan Mengubah Nasib” membuat Xia Xiao Lan berpikir jauh depan. Meskipun sejatinya dia seorang sarjana, tapi masyarakat tahun1983 hanya tahu dia lulusan SMP.
Karena itu, sesudah mengikuti ujian persamaan agar bisa lulus SMA, Xia Xiao Lan juga bersiap mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Targetnya adalah jurusan Arsitektur Universitas Huaqing, perguruan tinggi yang dicita-citakan semasa hidup di masa kini.
Tentu saja perjuangannya menempuh pendidikan di tahun 1983 berjalan mulus, bahkan Xia Xiao Lan berhasil memenangkan ranking pertama di tingkat provinsi dan ranking 3 di level nasional.
Xia Xiao Lan tidak hanya berhasil dalam pendidikan dan bisnis, dia juga berkenalan dan jatuh cinta pada Zhou Cheng, seorang pemuda yang semula dicuekin karena Xia Xiao Lan takut fokusnya akan terganggu.
Namun setelah satu persatu halangan berhasil ditaklukan dan Zhou Cheng selalu mendampingi, Xia Xiao Lan melihat dari perspektif baru:
Jika ada yang mencintaimu, menyayangimu
Siapa peduli andai itu hanya mimpi
Apakah perjalanan Xia Xiao Lan di tahun 1983 semulus itu? Tentu saja tidak. Xia Xiao Lan harus melalui banyak rintangan, diantara penghalang adalah keluarga Xia (keluarga ayahnya) yang julid dan Xia Zi Yu (kakak sepupunya) yang marah besar melihat keberhasilan Xia Xiao Lan.
Review Drama China Dream of Golden Years
Mengambil latar tahun 1983, atau tahun berlangsungnya peraturan Kebijakan Satu Anak (one-child policy), drama China “Dream of Golden Years” rupanya bermain aman. Untuk menghindari sensor National Radio and Television Administration (NRTA), drama ini berkisah tentang perjalanan waktu pemeran utama.
Uniknya, Zhou Ye yang berperan sebagai Xia Xiao Lan (FL) dalam drama ini, juga pernah berperan sebagai Hua Qian dalam drama China “Scent of Time”, sosok yang mengalami perjalanan waktu sebagai Hua Qian.
Secara rasional, kedua kisah drama bisa dijelaskan, yaitu tentang kepedihan hidup yang membuat FL melakukan perjalanan waktu/bermimpi panjang, mimpi yang membuatnya memperoleh hal-hal yang membahagiakan.
Seperti drama China “Dream of Golden Years” , dikisahkan FL di masa kini menjadi anak yatim piatu yang hidup malang, sedangkan FL dalam perjalanan waktu di tahun 1983 punya ibu yang sangat mencintainya. Dalam mimpinya, FL juga berani melawan orang-orang yang menindasnya.
Dan yang terpenting, dalam kedua drama, perjalanan ke masa lalu membantu FL menemukan nilai baru, diantaranya tidak takut lagi menghadapi masalah yang menimpanya.
Zhou Ye sebagai FL menjadi alasan penyebab saya menonton drama China “Dream of Golden Years”. Pasca aktingnya dalam drama China “Scent of Time”, saya suka pada akting aktris berusia 27 tahun ini.
Zhou Ye emang gak setenar Zhao Lusi, aktris yang seusia dengannnya. Namun aktingnya jauh lebih bagus. Zhou Ye meniru jejak aktris China yang lebih senior seperti Bai Lu dan Yang Mi. Ketiganya mau menjajal semua karakter.
Mereka juga tak ragu berakting “tanpa riasan” dengan penuh totalitas, seperti Zhou Ye yang berperan sebagai perempuan kampung dalam drama China “Dream of Golden Years”. Sosoknya menjadi fokus utama drama ini.
Dan seperti drama lainnya, Zhou Ye berhasil membangun chemistry yang bagus dengan tandemnya, Zhai Xiao Wen sebagai Zhou Cheng (ML). Demikian pula set, sinematografi dan detail kostumnya, sangat memikat.
Jika ada kritik, mungkin lebih solusi yang terlalu “too good to be true", seperti ibu FL kok ya kebeneran menikah lagi dengan walikota yang ganteng dan baik hati. Harus dimaklumi karena ini kan mimpi, bukan kenyataan.
Jadi, rating Douban (IMDb nya China) hanya memberi rating : 6.7/10, rasanya terlalu sadis deh. Untunglah Mydramalist dan IMDb memberi rating lumayan yang sama, yaitu 8,1/10.
Baca juga drama Zhou Ye lainnya:
Legend of the Female General, Kelindan Cinta dan Dendam Jenderal Mulan
Scent of Time, Tentang Cinta, Mimpi dan Penyesalan
Profile
Title: Dream of Golden Years
Native Title: 你好 1983
Also Known As: 1983我來了 , 1983我来了 , Again My Life , Chong Sheng Ba Ling: Xi Fu You Dian La , Here I Come , Ni Hao, 1983 , 你好,1983 , 重生八零:媳妇有点辣 , 重生八零:媳婦有點辣
Director: Huang Chun, Zhu Dong Ning
Genres: Business, Romance, Fantasy
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: China
Episodes: 36
Aired: Mar 17, 2026 - Apr 2, 2026
Original Network: iQiyi
Duration: 45 min.



.png)


.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat