Yuk Kenalan dengan Founder dan Admin Happy Family Support Community
Seiring usia, ternyata tanpa sadar, saya mempersempit circle pertemanan menjadi hanya dengan komunitas blogger. Padahal dulu, jika melihat WhatsApp Group, banyak banget circle pertemanan saya, mulai dari alumni sekolah, alumni kerja, teman pengajian, teman wali murid, aktivis lingkungan hidup…
Ups lupa, sampai sekarang aktivis lingkungan masih menjadi circle pertemanan yang aktif karena melalui aktivitas ini saya bisa memanfaatkan sisa usia agar lebih berkah.
Sedangkan tentang komunitas blogger, ada pengalaman menarik sebelum pandemi Covid-19 yang membantu saya keluar dari tekanan mental health, yaitu komunitas “Happy Family Support”.
Ini sesuai banget dengan ucapan salah satu narasumber dalam Indonesia Community Day (Malang, 2019) bahwa seseorang bergabung dan merasa nyaman dalam suatu komunitas karena mendapat manfaat dari komunitas tersebut.
Ngobrolin komunitas blogger, mungkin muncul pertanyaan: Apa sih blogger? Banyakkah jumlahnya di Indonesia? Menurut Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) komunitas blogger yang berdiri tahun 2012, jumlah blogger di Indonesia mencapai 3.695 orang. Sedangkan Blogger Perempuan (berdiri tahun 2015) mencatat jumlah anggota 5.840 orang.
Jumlah yang lumayan banyak ya? Sedangkan profesi blogger punya definisi sebagai berikut:
Blogger adalah seorang content creator (pembuat konten) yang fokus membuat dan mendistribusikan konten berbasis tulisan, seperti artikel, tutorial, opini, atau ulasan produk di situs web, blog pribadi, atau platform.
Baca juga:
Bodo Katotoloyoh vs Minat Baca Gen Z
Rekomendasi YouTube Channel agar Selalu Update
Daftar Isi:
- Circle Pertemanan yang Bermanfaat dan Bikin Nyaman
- Alaika Abdullah, Founder Komunitas “Happy Family Support Community”
- Yuk Kenalan dengan Para Admin “Happy Family Support Community”
Jadi, dari jumlah ribuan blogger, pastinya kita bisa bergabung dengan circle pertemanan yang bikin nyaman sekaligus memperoleh manfaat.
Termasuk manfaat bagi ibu bekerja yang mencari peluang income tambahan. Dulu, sebelum dunia digital berkembang seperti sekarang, kesempatan mendapat penghasilan tambahan bagi ibu bekerja sangatlah terbatas, paling hanya jualan (baju, tas, makanan dan lainnya) yang dijajakan diantara sesama teman/kerabat.
Sekarang? Wow, banyak banget! Salah satunya menjadi content creator blog seperti yang dilakukan Mbak Antung Apriana. Sebagai salah satu pegawai BUMD, Blogger Banjarmasin ini mengisi platform blognya dengan tulisan menarik, inspiratif dan bermanfaat.
Analogi blog mirip sebuah toko yang berisi berbagai kebutuhan pembacanya. Sehingga harus dikelola sebaik mungkin. Dampak positifnya, banyak pihak yang menitip promosi layanan jasa dan produknya melalui blog tersebut.
Pastinya pihak tersebut gak mau promosi di blog yang sepi pengunjung kan ya? Nah agar algoritma pencarian bisa menunjukkan kredibilitas blog, pemiliknya harus berusaha meningkatkan trafik kunjungan, salah satunya dengan blogwalking.
Alaika Abdullah, seorang blog senior rupanya memahami kebutuhan ini, karena itu pada 22 Desember 2019 Mbak Al (panggilan saya pada Alaika Abdullah) membentuk komunitas blogwalking.
Ternyata belum cukup, sebagai konten kreator, blogger juga kerap harus berpromosi melalui Instagram, sehingga tak lama kemudian Mbak Al mendirikan Instragram Walking, berlanjut ke media sosial lain seperti YouTube dan Twitter.
Dan akhirnya Mbak Al memutuskan membangun satu atap komunitas bernama “Happy Family Support Community” untuk memayungi seluruh grup yang tujuan utamanya memberi support pada teman-teman konten kreator.
Alaika Abdullah, Founder Komunitas “Happy Family Support Community”
Alaika Abdullah emang multi talented banget, terlihat dari hasil searching menjelaskan bahwa Mbak Al adalah seorang profesional yang dikenal sebagai Public Relations (PR), Transformational Life Coach, Motivational Speaker, dan Digital Branding Consultant.
Dijelaskan pula bahwa Alaika Abdullah berpengalaman lebih dari 20 tahun, ia ahli dalam manajemen proyek di berbagai sektor termasuk NGO internasional, pemerintahan, dan komersial. Ia juga dikenal aktif berbagi mengenai parenting.
Selain prestasinya sebagai professional, Srikandi Blogger ini sangat telaten mengurus kedua orang tuanya, hal yang membuat saya takjub.
Jadi Mbak Al ini Blogger Aceh, karena kedua orang tuanya ingin menghabiskan masa tua di Bandung dan Mbak Al merasa dirinya adalah satu-satunya anak perempuan (saudaranya laki-laki semua), maka Mbak Al memutuskan mendampingi mereka di Kota Bandung.
Keren ya? Gak semua anak perempuan mau merawat orang tua di ladang pahala lho. Gak heran karir Mbak Al selalu sukses, sesuai doa kedua orang tuanya.
Yuk Kenalan dengan Para Admin “Happy Family Support Community”
Pinginnya sih saya menempatkan diri terakhir, tapi apa boleh buat, sebagai admin “Blogging Happy Family” atau grup yang pertama dibentuk Mbak Al, saya harus ditulis duluan.
Ada alasan Mbak Al menunjuk “admin”. Di awal membentuk grup, Mbak Al ingin anggota grup mandiri. Anggota grup harus bisa mematuhi peraturan yang telah disusun dengan begitu detail.
Misalnya ketika ikut mendaftar blogwalking (BW), ya harus bertanggung jawab. Andai gak bisa selesai pada waktunya, peserta mengisi sendiri list undone BW yang template-nya telah disediakan.
Ternyata pelaksanaannya gak sesederhana itu. Jangankan mengisi sendiri daftar undone BW. Ada anggota yang mendaftar blogwalking trus menghilang begitu saja. Dia harus dijapri agar menyelesaikan tugasnya.
Kebetulan, karena saya sedang punya target mengisi blog (sebagai terapi menghadapi Covid-19), maka saya lah yang rajin menjapri blogger yang bandel tersebut, dan berakhir dengan diangkatnya saya sebagai admin grup “Blogging Happy Family”.
Siapa saya? Hmm…sesuai profile yang saya tulis, saya ibu 4 anak, Founder Kaisa Indonesia (aktivitasnya mendampingi komunitas pengelola sampah), Kompasianer of The Year 2012 dan kini aktif sebagai trainer zero waste lifestyle.
Katerina S Rianti
Searching tentang Mbak Rien (panggilan saya pada Katerina S Rianti), saya menemukan penjelasan bahwa Mbak Rien aktif: “Blogging about travel, food, tech, people, and personal development”
Perempuan cantik nan mungil ini pertama kali saya kenal dalam pertemuan ASUS bersama Blogger Bandung di Hotel Savoy Homann.
Kemudian berlanjut ke pertemuan-intens di dunia maya, dan saya terkagum-kagum pada aktivitas Mbak Rien yang banyak banget dan beragam, mulai dari mendampingi suami tercinta, merawat dua buah hati yang sedang meujeuhna (Bahasa Sunda: sedang masanya sibuk), traveling, dan kerja sama dengan ASUS serta Omar Niode Foundation yang diketuai Amanda Katili Niode, PhD, tokoh perubahan iklim.
Seolah belum cukup sibuk, Mbak Rien membangun komunitas Food Blogger Indonesia yang kerap bikin kegiatan ngumpul bersama. Bikin saya kerap geleng-geleng kepala melihat idenya yang kreatif.
Oiya karena Mbak Rien aktif membuat konten di Instagram, maka diminta bantuannya oleh Mbak Al sebagai admin Insta Happy Family. Alasannya sama dengan grup Blogging Happy Family, banyak peserta list IW yang melupakan tugasnya sehingga harus “dijewer”! 😀😀
Tanti Amelia
Jika susunan organisasi ada ketua, wakil ketua dan divisi-divisi, maka Mbak Al adalah ketua, Mbak Tanti Amelia adalah wakil ketua, sedangkan saya dan Mbak Rien memimpin divisi-divisi tersebut.
Mbak Tanti ini jadi penengah ketika saya dan Mbak Rien sedang curhat sementara Mbak Al masih sibuk dengan aktivitasnya. Ucapan Mbak Tanti selalu jernih dan jadi penyejuk hati kami yang terkadang “panas”. 😀😀
Dari profile Instagramnya, kita bisa mengetahui bahwa Mbak Tanti merupakan: “Health Planner Canva Basic Trainer Content Creator Writer at blog & UGC Doodle for Fun” sedangkan di profile YouTube, Mbak Tanti menulis: “I'm a mother of four, a painter, a blogger and a doodle artist”
Jadi jelas kan ya, selain blogger aktif, Mbak Tanti yang kerap dipanggil Neng Tanti ini aktif membuat doodle.
A doodle artist adalah seniman yang menciptakan karya melalui corat-coret spontan, abstrak, atau pola berulang yang dibuat secara bebas tanpa aturan baku, sering kali saat melamun atau bosan. Gaya ini menggabungkan karakter lucu, garis acak, atau tulisan (tipografi) untuk menghasilkan visual yang rumit, unik, dan ekspresif.
Pertama kali bertamu dengan Mbak Tanti dalam perjalanan menuju dan pulang dari Indonesia Community Day (ICD) yang diselenggarakan Kompasiana, setelah itu kami menjadi akrab di dunia maya, termasuk dalam aktivitas blogwalking.
Saya kerap takjub melihat karya doodlenya yang banyak dijadikan ilustrasi buku. Tulisan di blognya juga inspiring banget dan kerap tak terduga. Mungkin karena seniman ya? Jadi Mbak Tanti bisa melihat satu peristiwa atau satu hal dari kaca mata yang berbeda.
Sebetulnya perkenalan tentang 4 orang di belakang layar Happy Family Support Community ini butuh berlembar-lembar agar lebih jelas dan tuntas. Untuk sementara, seringkas ini dulu ya?
Termasuk foto-fotonya. Selama ini, qadarullah belum pernah sekali pun kami bertemu. Dunia maya lah yang menjadi tempat kami berkumpul dan bercanda. Sehingga saya mengambil potongan foto dari Instagram kemudian minta bantuan ChatGPT untuk mengolahnya.
Karena sesuai topik bahasan circle pertemanan di awal tulisan, haruslah bermanfaat, walau hanya di dunia maya. Buat apa kerap bertemu di dunia nyata tapi malah bikin resah dan gelisah. 😊😊
Setuju?
Baca juga:
Makin Tambah Umur, Kok Makin Susah Berteman ya?
Clear Mind dan Cara Membersihkan Sampah Pikiran


.png)




.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat