![]() |
| source: Pexels/Zulfugar Karimov |
Rekomendasi Channel YouTube agar Selalu Update
Udah tau multitasking bisa menurunkan produktivitas hingga 40%, tapi kok ya ngeyel tetap dilakukan? Hehehe …itulah saya, kebiasaan mengurus 4 orang anak yang terpaut usia satu tahun (ditambah ayah mereka), membuat saya terbiasa multitasking. Sulit banget untuk diubah.
Walau sekarang multitasking tingkat rendah sih. Seperti memasak sambil mendengarkan talkshow atau podcast, makan sambil nonton drachin atau drakor, ups! 😀😀
Saking inginnya multitasking, saya selalu membawa buku jika harus mengantri di rumah sakit, atau dalam perjalanan Bandung-Cinanjung yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam PP.
Mengapa gak ngobrol aja tentang cerita hidup seperti yang banyak dilakukan banyak pasien (di rumah sakit) atau penumpang (di bus MJT)? Hehehe…takut jadi ghibah, walau terkadang saya ngobrol juga, andai nyambung dengan orang yang ngajak ngobrol tersebut.
Baca juga:
The Art of Listening, Antara Mendengar dan Mendengarkan
Digital Minimalism, dan 5 Channel YouTube Favorit
Daftar Isi
- Memasok Kebutuhan Pengetahuan melalui YouTube Channel
- 4 Youtube Channel agar Selalu Update
- Youtube Channel Hiburan
Selain membaca buku, saya terbiasa “memasok” kebutuhan pengetahuan dari beberapa YouTube Channel. Sebetulnya bisa sih dengerin siniar Spotify, tapi kan terkadang pingin lihat wajah host dan narasumbernya.😊😊
Apalagi, situasi sekarang bak burung yang terbebas dari kandangnya. Mengingatkan saya pasca krismon yang berakhir dengan mundurnya Pak Harto sebagai presiden kedua NKRI. Pada masa itu, banyak banget tabloid yang baru muncul.
Tabloid adalah format surat kabar berukuran lebih kecil (sekitar setengah dari broadsheet atau kertas A3) yang terbit secara berkala.
Salah satunya tabloid Detik besutan Eros Djarot yang pernah dibredel di era Orde Baru, terbit lagi sebagai salah satu tabloid berita yang mengusung jurnalisme kritis pasca reformasi.
Kebebasan pasca reformasi yang cukup ribet karena membutuhkan kertas koran, tentunya berbeda dengan era digital. Kini, setiap individu bisa membuat konten untuk situs web, blog, atau media sosial seperti YouTube dan Spotify.
Kontennya pun beragam, mulai dari politik, ekonomi (bisnis, keuangan), tekno, environment, dan lifestyle yang salah satunya tentang kisah inspiratif .
Situasi ini tentu saja menguntungkan pengguna. Sekarang, cukup punya kuota internet, kita bisa berselancar untuk mencari konten yang dibutuhkan.
![]() |
| source: Pexels/Green Wish |
4 Youtube Channel agar Selalu Update
Kembali ke multi tasking tingkat rendah. Agar semangat jalan kaki setiap pagi, saya dengerin Youtube Channel pilihan. Harapannya, selain kesehatan fisik, pengetahuan pun bertambah.
Berikut ini beberapa Youtube Channel yang kerap saya putar, malah terkadang maksain menonton ketika topiknya sangat bagus.
Ngaji Filsafat - MJS Channel
“Terlalu banyak berpikir itu penyakit. Dalam hidup ini, kadang-kadang justru orang yang merasa sakit adalah mereka yang pintar dan banyak berpikir.”
“Orang yang tidak terlalu banyak berpikir, akan tidak terlalu gelisah tentang hidup ini. Hidup ini Jalani saja, dinikmati saja. Sesuai dorongan dirinya. Gak terlalu banyak pertimbangan. Ini lebih nyaman.”
Penjelasan Pak Faiz di atas makjleb banget, ya? Selama ini kita didorong untuk selalu berpikir, selalu berkompetisi. Gak heran kita ngerasa tertekan, stress dan gak bahagia.
Pak Faiz, nama panggilan Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag.., merupakan pengampu Ngaji Filsafat dari kanal YouTube “MJS Channel”. MJS merupakan singkatan dari Masjid Jendral Sudirman (Yogyakarta)
Saya menemukan channel ini secara tak sengaja. Pandemi Covid-19 yang mewajibkan pembatasan sosial, membuat saya banyak membenamkan diri dengan buku-buku, diantaranya tentang stoikisme. Dan algoritma YouTube nampaknya tahu apa yang saya butuhkan, segera memunculkan konten-konten stoikisme, salah satunya dari Pak Faiz.
Gak hanya membedah stoikisme, sesuai judul “Ngaji Filsafat” Pak Faiz juga mengupas banyak pemikiran tokoh filsafat, seperti Socrates, Plato, Ibnu Arabi, dan lainnya, untuk membantu kita menjawab pertanyaan "mengapa" dalam hidup.
Bocor Alus Politik - Tempo
Sebelum peta politik Indonesia gonjang ganjing gegara Paman Usman mengubah peraturan MK, agar Gibran, keponakannya bisa ikut kontesasi pilpres 2024, penonton Bocor Alus Politik udah tahu duluan.
Pembocornya adalah Fransisca Christy Rosana (Cica), jurnalis Tempo dari desk politik yang blusukan ke keluarga Jokowi di solo untuk mendapat informasi yang akurat.
Selain Cica, empat jurnalis Tempo lain yang kerap muncul di acara yang tayang di Youtube Channel dan Spotify setiap hari Sabtu ini yaitu: Stefanus Pramono (Uncle Pram), Hussein Abri Dongoran, Raymundus Rikang, dan Egi Adyatama.
Mereka rutin membocorkan isu politik terkini dan manuver Istana yang bisa jadi belum terekspos media. Juga kerap membahas isu terhangat di masyarakat seperti tayangan pada 28 Februari silam tentang beasiswa LPDP.
Mojokdotco
“Menurut penetian arkeologi, Bahasa Arab tidak termasuk bahasa tua, baru muncul pada abad 4-5 SM dan menjadi baku sekitar abad 7-9 SM,” kata Profesor Phil. Al Makin dalam obrolan bersama Kepala Suku Mojok, Puthut EA.
Penjelasan ini mungkin bisa menjawab (atau justru menambah bingung?) pertanyaan tentang kitab suci Al-Qur'an, yang ditulis rapih dan apik dalam Bahasa Arab.
Mengusung tagline ”Media online suara orang biasa”, pertama kali saya mengenal sebagai website Mojok.co, tempat siapa pun bisa mengirim artikel (dan dibayar! 😊😊) Jumlah honorarium tergantung penayangan, apakah di rubrik terminal atau rubrik utama (Esai, Konter, dan lainnya)
Saluran YouTube resmi Mojokdotco baru menyusul 2 tahun kemudian, dengan tagline: Kritis namun santai"sedikit nakal banyak akal".
Unik ya? Seunik konten-kontennya, mulai dari obrolan ringan tapi bermanfaat bersama Prof. Mahfud MD, Prof. Dr. Zainal Arifin Muchtar (Mas Ucheng) yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar, hingga membedah buku seorang penulis perempuan yang punya pemikiran anti feminisme.
Secara spesifik kanal ini menjelaskan: Mojokdotco adalah saluran YouTube resmi dari media online Mojok.co, yang dikenal dengan gaya santai, humoris, namun tajam dalam membahas isu sosial, politik, agama, dan budaya populer.
Gak heran, hampir semua topik saya lahab habis. Termasuk konten monolog sang Kepala Suku Mojok.
Intrigue - Rhenald Kasali
Ngefans Prof. Rhenald Kasali dan mengoleksi buku-bukunya, saya segera menjadi salah satu subscribersnya sewaktu beliau meluncurkan Channel YouTube sekitar tahun 2022.
Bukan tanpa sebab saya mengagumi Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) ini, selain terobosan pemikirannya (beliau termasuk jajaran pemikir manajemen terbaik dunia/Global Gurus in Management), juga kepeduliannya lingkungan yang berkelanjutan, antara lain dengan mendirikan Rumah Perubahan.
Bintang tamu yang diundang pun beragam, mulai dari aktivis, pengusaha, influencer (salah satunya Raditya Dika) hingga tokoh senior seperti Emil Salim. Jadi kebayang kan asyiknya dengerin channel ini?
Selain 4 Channel YouTube di atas, sebetulnya masih banyak lagi, seperti Channel YouTube "Endgame" yang dibawakan oleh Gita Wirjawan, Alam Semenit yang berkisah tentang misteri alam semesta, Ray Janson Radio yang menyajikan obrolan dengan sosok dari industri makanan & minuman (F&B) Indonesia, Kolom Hijau (Tempo), Jelasin Dong (Tempo) serta masih banyak lagi.
Ups serta tentu saja Youtube Channel dengan konten resep masakan. Wah saking banyaknya, saya harus menulis khusus tentang rekomendasi channel memasak di YouTube.
Next time ya?
Youtube Channel Hiburan
Awal mantengin Youtube Channel sebetulnya saya mencari hiburan, sehingga terkadang menonton vlog harian para pesohor, sampai akhirnya hasil filter menemukan beberapa channel berikut:
Nessie Judge
Ngakak bareng pemilik Youtube Channel, sering banget saya lakukan. Khususnya karena pemilik nama asli Nasreen Anisputri Hakim Judge bersama tim-nya piawai meramu konten misteri, kasus-kasus kriminal, konspirasi dan yang baru saja bikin saya tertawa terbahak adalah “Kebohongan Paling Plot Twist di Indonesia”
Mulai jadi subscribers Nessie sejak jumlahnya masih 500 ribuan, dan sekarang mencapai 11,6 M, perempuan cantik blasteran Belanda Pakistan ini membuktikan bahwa proses (vlog pertama tahun 2013) tidak mengkhianati hasil.
Umbra Skull
“Ayahnya entah di mana, sementara ibunya kerap berurusan dengan polisi akibat kasus narkoba, begitulah kehidupan Ridzuan Abdurahman. Sejak dilahirkan 1992 di Singapura, hidupnya kelabu ……,”
Demikian prolog salah satu konten Youtube Channel Umbra Skull. Gayanya bercerita memang unik. Dia mengajak penonton memahami karakter “pemeran utama” kontennya, sebelum berkisah lapis demi lapis, serta endingnya.
Suara pemilik channel yang tinggal di luar Indonesia ini sangat merdu. Sehingga saya kerap hanya mendengar konten-kontennya sambil mengerjakan aktivitas lain. Mengingatkan saya pada sandiwara radio pada saat era radio masih berjaya. Para penyiarnya mengandalkan suara dan penyusunan alur drama tertentu agar dipahami pendengarnya.
Karena itulah, dari begitu banyak Youtube Channel yang memiliki konten kisah kriminal, misteri, tragedi, dan cerita nyata yang tragis, saya hanya mengikuti Umbra Skull.
Youtube Channel Music
Boomingnya Artificial Intelligence atau akal imitasi rupanya menjadi berkah bagi para konten kreator, salah satunya kreator musik. Mereka menciptakan berbagai karya musik hanya dengan AI.
Tentu saja hal ini sangat menguntungkan penikmatnya. Pilihan menjadi tak terbatas, mulai dari lagu yang diolah sehingga seakan-akan menjadi karya orkestra, hingga funky groove, bossa nova, atau apa pun yang disukai. Palugada deh.
Nah kurang lebih itulah Youtube Channel yang menemani aktivitas harian saya, termasuk ketika sedang blogging dan membuat tulisan ini.
Ada yang sama dengan pilihan saya?
Baca juga:
Healthy Boundaries, Agar Kamu Gak Meledak!
Mengukir Legacy Melalui Komunitas Pengelola Sampah








.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat