Idol I, Kisah Pengacara dan Idolanya
Pernah mendengar istilah Celebrity Worshipping? Artinya ternyata adalah obsesi seseorang agar dapat masuk ke dalam kehidupan idolanya. Dan hal ini gak hanya terjadi pada perempuan, laki-laki juga bisa obsesif pada idolanya. Pembedanya hanya intensitasnya.
Misalnya nih ya, seseorang menyukai penyanyi tertentu, maka dia akan terus-terusan memutar lagu atau pun video musiknya. Tak ada ruang untuk penyanyi lain.
Celebrity Worshipping biasanya menghinggapi mereka yang masih remaja. Pasalnya di fase ini remaja sedang mencari jati diri. Mereka mencontoh sosok idola yang dianggapnya keren.
Celebrity Worshipping juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Mereka yang punya tingkat intelegensi tinggi biasanya akan banyak mengagumi idola yang dianggapnya pintar. Jika ternyata sang idola kurang pintar, maka mereka akan beralih ke idola lainnya.
Mereka yang kesulitan berkomunikasi di dunia nyata menjadi penyebab lain seseorang mengalami Celebrity Worshipping. Dengan menyukai idola tertentu, dia menemukan cara untuk mengisi kekosongan diri.
Saya menemukan istilah Celebrity Worshipping ketika sedang menonton drama Korea “Idol I”. Tentu saja pembahasan di atas terlalu sederhana, karena terlalu kompleks untuk dibahas dalam 3-4 paragraf.
Jadi, kita nikmati aja akting Sooyoung dalam drama Korea “Idol I” yang berperan sebagai Maeng Se-Na yang dikisahkan mengidolakan penyanyi bernama Do Ra-Ik (Kim Jae-Young).
Baca juga drama Kim Jae-Young lainnya:
100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik
The Judge from Hell, Tentang Hakim Iblis dan Etika
Sooyoung sebagai Maeng Se-Na
“Si Bau.” Itulah nama panggilan Maeng Se-Na ketika masih duduk di bangku SMA. Dia selalu berprestasi, tapi karena itu pula Se-Na selalu menjadi korban bullyan. Ketika dewasa, dia ingat betul, salah satu pembully adalah Kwak Byung-Gyu, anak jaksa terkenal.
Akibat bullyan, Se-Na pernah ingin mati bunuh diri. Dia diselamatkan Do Ra-Ik muda, yang juga merasa tertekan dengan perilaku ibunya.
Maeng Se-Na tidak tahu bahwa ayah Kwak Byung-Gyu lah yang membuat hidupnya begitu malang. Sebagai jaksa, ayah Kwak Byung-Gyu menargetkan ayah Maeng Se-Na sebagai pelaku pembunuhan.
Merasa putus asa, ayah Maeng Se-Na bunuh diri di penjara, disusul ibu Maeng Se-Na yang meninggal dunia karena tak kuat menahan kesedihan.
Kim Jae-Young sebagai Do Ra-Ik
Aku hanya sebuah produk
Produk yang tak boleh dibuka
Ketika orang memutar tutupku
Menjilatnya sedikit
Dan jika mereka sadar betapa tak enaknya
Aku tamat
Begitulah Do Ra-Ik melihat keberadaannya. Salah satunya, dia menjadi model produk susu sementara dirinya menderita intoleransi laktosa.
Nasib malang seolah menjadi keseharian Do Ra-Ik. Sejak usia muda, ibunya yang matre memaksa Do Ra-Ik ngamen dan tak mempedulikan kesehatan anaknya.
Setelah akhirnya Do Ra-Ik berhasil debut dengan Gold Boys, dia makin tertekan dan mulai mengonsumsi obat penenang.
Aku tak pernah mereka cintai
Yang mereka cintai adalah Do Ra-Ik dari Gold Boys
Tekanan semakin terasa berat dan mengganggu setelah Do Ra-Ik terpilih sebagai penyanyi solo. Dia kerap temperamental dan membuat keributan dengan teman-temannya sesama anggota Gold Boys.
Berisik
Lagu sialan itu tak mau berhenti
Terngiang-ngiang di kepalaku
Katanya seharusnya aku mati
Katanya aku harus akhiri semua sekarang
Tapi kenapa aku bodoh sekali
Aku tak bisa melakukannya
Sinopsis Drama Korea Idol I
Jika aku bukan Do Ra-Ik dari Gold Boys
Apakah engkau akan mempercayaiku?
Apakah engkau akan membelaku?
Pertanyaan Do Ra-Ik membuat Maeng Se-Na tercekat. Sebagai pengacara Do Ra-Ik, selama ini dia menyembunyikan fakta dirinya adalah penggemar fanatik anggota Gold Boys tersebut.
Akibatnya Do Ra-Ik merasa dibohongi, dan memecat Maeng Se-Na sebagai pengacara.
Kisah berawal ketika suatu pagi Do Ra-Ik terbangun di kamarnya dan menemukan jenasah Kang Woo-Seong, temannya sesama anggota Gold Boys, berlumuran darah di ruang tengah.
Do Ra-Ik sangat yakin, semalam dia dan Kang Woo-Seong minum bareng dan berbincang dengan penuh semangat, tentang masa depan Gold Boys.
Karena tak ada satu pun petunjuk adanya orang lain, maka Do Ra-Ik ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam tahanan kepolisian.
Kebetulan Cheon Un Law Firm, tempat Maeng Se-Na bekerja, menjalin kerja sama dengan Goldi Entertainment yang menaungi Gold Boys, sehingga Maeng Se-Na mengajukan diri untuk mendampingi Do Ra-Ik.
Jelas ini bukan kasus yang mudah. Selain Do Ra-Ik dianggap punya motif membunuh sahabatnya, Maeng Se-Na juga harus berhadapan dengan Kwak Byung-Gyun, jaksa yang berambisi memenangkan perkara.
Ayah Kwak Byung-Gyun, seorang jaksa senior yang sedang merintis karir di dunia politik. Keberhasilan anaknya akan mendongkrak karirnya. Karena itu dia memberi nasehat pada sang anak:
Pilihlah targetmu sejak awal
Dan dorong sampai akhir
Setiap kau mengganti tersangka
Kau bukan hanya menodai dirimu, tapi seluruh kejaksaan
Investigasi sama seperti berburu
Begitu memilih mangsa
Kejar sampai tertangkap
Dulu ketika Maeng Se-Na masih duduk di bangku sekolah lanjutan, ayah Kwak Byung-Gyun pernah melakukannya pada ayah Maeng Se-Na. Akibat tuduhan membabi buta tersebut, ayah Maeng Se-Na bunuh diri, dan ibunya meninggal dunia tak lama kemudian.
Melihat kasus Do Ra-Ik, Maeng Se-Na teringat tragedy yang menimpa ayahnya, sehingga dia bertekad membebaskan Do Ra-Ik. Dan yang terpenting, Maeng Se-Na mempercayai Do Ra-Ik dengan melihat sorot matanya.
Kupikir aku tahu semua tentang Do Ra-Ik
Saat sedang senang, dia mengernyit
Saat fokus mulutnya sedikit terbuka
Saat gugup, telinganya agak berkedut
Saat harus berbohong, leher merona, mata tak fokus
Tapi aku tak tahu, dia sangat menderita
Pasti dia sangat kesakitan
Terbongkarnya fakta bahwa Maeng Se-Na adalah penggemarnya, sempat membuat Do Ra-Ik keluar dari rumah Maeng Se-Na, rumah yang menaunginya setelah rumah dan kendaraannya disita Goldi Entertainment.
Namun tak lama, Do Ra-Ik kembali lagi setelah secara mencurigakan Choi Jae-Hee, anggota Gold Boys lainnya ditemukan nyaris tewas di dalam mobil.
Di dekat tubuh Choi Jae-Hee, polisi menemukan surat yang mengakui bahwa dialah pembunuh Kang Woo-Seong, dan dia menebus kesalahan dengan bunuh diri.
Baik Do Ra-Ik maupun Maeng Se-Na sepakat bahwa ada yang mencurigakan dalam kasus ini.
Di pihak lain, Jaksa Kwak Byung-Gyun tentu saja tak senang dengan perkembangan kasus. Pengakuan Choi Jae-Hee bahwa dialah pembunuh Kang Woo-Seong akan membuat kasus ditutup.
Jaksa Kwak Byung-Gyun menemukan ada persamaan antara Do Ra-Ik dan Choi Jae-Hee. Di dalam tubuh keduanya ditemukan sodium oxybate yang memiliki efek ansiolitik, memicu tidur dan menekan system saraf pusat. Dosis sebanyak 10 pil tersebut apabila diminum seorang pengendara akan membuatnya kesulitan menginjak rem.
Jaksa Kwak Byung-Gyun bimbang, sangat mudah baginya menutup kasus, namun ada jalan berliku yang memungkinkan dia menemukan pelaku pembunuhan Kang Woo-Seong yang sebenarnya.
Review Drama Korea Idol I
Drama Korea Idol I menjadi salah satu drama yang saya pilih karena pemeran utamanya. Sejak melihat akting Sooyoung dalam drama Korea “Tell Me What You Saw” hampir semua dramanya saya tonton.
Sedangkan Kim Jae-Young, saya suka aktingnya. Sayang di beberapa drama, saya gak suka lawan mainnya. Halah 😀😀
Nah, kali ini keduanya saya suka, karena itu sejak awal penayangan, drama ini sudah saya pantengin. Meski ide kisahnya klise, paling tidak kisah tentang idola ini pernah menjadi tema drama Korea “Full House Take 2” dan drama Korea “Her Private Life’ yang diperankan Park Min-Young.
Dibandingkan Park Min-Young, akting Sooyoung jauh lebih bagus. Gestur dan mimik wajah Sooyoung pas banget memerankan penggemar fanatik Idola K-pop.
Sooyoung juga pandai membangun chemistry dengan lawan main, termasuk kali ini tandemnya Kim Jae-Young, keduanya kompak menjalin chemistry yang manis.
Sayang alur kisahnya agak belepotan, setelah lihat laman profilenya, saya gak menemukan nama penulis skenario di Mydramalist, hanya Asianwiki yang mencantumkan nama Kim Da-Rin tanpa rekam jejak. Jika sudah begini ada kemungkinan drama Korea “Idol I” merupakan karya pertama writernim.
Gak heran agak bertele-tele di pertengahan kisah. Sehingga gagal membangun kisah yang menegangkan. Gagal membuat penonton bertanya-tanya: “Siapa ya pelakunya?”
Yang menjengkelkan lainnya adalah akting pemeran pembantu yang enggak banget, salah satunya pemeran Maeng Se-Na remaja dan Do Ra-Ik remaja.
Untunglah Jaksa Kwak Byung-Gyun sebagai sosok antagonis diperankan dengan bagus oleh Jeong Jae-Kwang, mengimbangi keberadaan sosok antagonis lainnya yang diperankan Choi Hee-Jin.
Sebagai Hong Hye-Joo, kekasih yang posesif, akting Choi Hee-Jin dan Jeong Jae-Kwang memberi nyawa pada drama Korea “Idol I” secara keseluruhan.
Ditambah soundtrack dan pengambilan gambar yang memanjakan mata, gak heran hingga episode 8, rating drama ini menurut Mydramalist gak beranjak dari 8,2/10, meski IMDb menunjukkan penurunan rating dari 7,9/10 menjadi 7,6/10
Semoga gak tambah ambles ya? Karena penonton Korea (nationwide) menunjukkan apreasiasi yang lumayan, kecuali penonton Seoul yang nampak adem-adem aja, terbukti jumlah penonton drama Korea “Idol I” gak masuk Top 20 TV programs (including news, sports, variety, etc.) AGB Nielson.
Baca juga drama Sooyoung lainnya:
Not Others, Tentang Buah yang Jatuh tak Jauh Dari Pohonnya
Fan Letter, Please, Kala Seorang Aktris Tersandung Bad News
If You Wish Upon Me, Tentang Kematian yang Indah
Tell Me What You Saw, Takut Darah? jangan Nonton!
Profile
Drama: Idol I
Revised romanization: Idoli
Hangul: 아이돌아이
Director: Lee Gwang-Young
Writer: Kim Da-Rin
Network: ENA, Genie TV
Episodes: 12
Release Date: December 22, 2025 --January 27, 2026
Runtime: Monday & Tuesday 22:00
Language: Korean
Country: South Korea






.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat