Cashero, Tragedi Super Hero yang Apes
Tahukah bahwa Kota Bandung punya Taman Super Hero? Terletak di kawasan Cihapit-Bandung Wetan, saya sering melihat rombongan keluarga menyengaja datang ke sini.
Mereka datang di pagi hari dengan menyewa angkutan kota (angkot). Sesampainya di taman, anak-anak berlari menuju patung superhero yang bertebaran di seantero teman, atau menggunakan beberapa permainan seperti ayunan, perosotan, dan jungkat-jungkit.
Sementara itu, orangtua mereka membuka bekal dan menyiapkan botram (istilah Bahasa Sunda yang artinya acara makan bersama secara santai dan kekeluargaan dengan saling berbagi makanan yang dibawa dari rumah).
Sebelum Ridwan Kamil (Walikota Bandung 2013 -2018) membangun Taman Super Hero, warga biasanya melakukan aktivitas ini di Kebun Binatang Bandung Jalan Taman Sari, Kota Bandung.
Tentu saja ke Bandung Zoo berarti harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar tiket masuk dan biaya parkir, yang jumlahnya kerap dipermainkan pemalak liar. Dengan adanya Taman Super Hero, warga punya pilihan rekreasi dengan gratis.
Nah di taman ini, selain patung superhero impor seperti Iron Man, Superman, Batman, juga ada patung Gatotkaca, unik ya? Anak-anak diperkenalkan superhero lokal agar mereka tak melupakan budayanya.
Gatotkaca tak kalah dari Ultimate Avatar Sang Penjaga (dalam game), dia juga punya jurus andalan untuk menarik musuh.
Namun yang menonjol dari superhero pewayangan Jawa ini adalah kekuatan super luar biasa. Gatotkaca dijuluki "otot kawat balung wesi" (otot kawat tulang besi) yang membuatnya kebal dan punya kekuatan luar biasa
Gatotkaca juga bisa terbang tanpa sayap, punya kekuatan fisik dahsyat, dan mampu menahan serangan serta memberikan damage besar.
Andai ada penulis scenario Indonesia yang mau membuat kisah dramanya ya?
Banyak penulis skenario Korea Selatan membuat karya fiksi tentang superhero. Dunia hiburan mereka mengharuskan sineasnya untuk kreatif dan produktif. Gak heran beragam karya bermunculan dan saling bersaing memenuhi kebutuhan pasar.
Salah satunya drama Korea “Cashero” yang diadaptasi dari webcomic "Cashero" by team befar (published November 29, 2015 - July 3, 2016) via Kakao.
Drama yang dibintangi Lee Joon-Ho ini secara mengejutkan mendapat rating 8,0 dari Mydramalist, dan hanya 6,5/10 dari IMDb.
Apa sebab? Kok rendah banget? Yuk kita obrolin:
Baca juga drama Lee Joon-Ho lainnya:
Typhoon Family, Kisah Pemuda yang Berjuang Kala Krismon 1997
King The Land, Kisah Pangeran yang Jatuh Cinta pada Senyum Cinderella, Seorang Hotelier
The Red Sleeve, Tentang Raja yang Bucin pada Dayang Istana
Lee Joon-Ho sebagai Kang Sang-Ung
Punya orangtua lengkap, ternyata hidup Kang Sang-Ung tak semulus itu. Sejak kecil dia melihat ibunyalah yang harus bekerja keras, mencari nafkah. Sementara kerjaan ayahnya gak jelas, malah terbelit utang rentenir.
Kang Sang-Ung masih ingat, pulang sekolah dia melihat celengannya diambil sang ayah. Ketika Kang Sang-Ung merebut dari tangan ayahnya, celengan tersebut pecah dan dengan bernafsu sang ayah memunguti uang receh yang jatuh berserakan.
Kim Hye-Jun sebagai Kim Min-Suk
Kepala Kim Min-Suk mungkin hanya berisi teori akutansi. Termasuk dalam membina hubungan dengan kekasihnya, Kang Sang-Ung, selalu penuh perhitungan.
Mulai dari pacaran hingga memutuskan menikah, Kim Min-suk lah yang berinisiatif dengan kalkulasi akutansinya yang rumit.
Cintanya diuji ketika sang kekasih mendapat warisan kekuatan yang membutuhkan pengorbanan uang. Sementara selama ini Kim Min-Suk tak pernah mempertimbangkan pengorbanan untuk kedermawanan
Sinopsis Drama Korea Cashero
Apes, Kang Sang-Ung yang sedang mengumpulkan uang untuk menikah dan membeli rumah bersama kekasihnya, Kim Min-Suk, mendadak mendapat warisan dari ayahnya.
Dikatakan apes karena warisannya tidak berbentuk uang, melainkan kekuatan yang membutuhkan pengorbanan uang. Misalnya Kang Sang-Ung memegang uang 10.000 won, ketika dia menolong orang dengan kekuatan tertentu maka uangnya akan lenyap. Ada sih kembalian, yaitu uang koin sebesar 500 won.
Agar uangnya utuh, Kang Sang-Ung bisa saja menahan diri atau tidak membawa uang, sayangnya muncul penderitaan lainnya, yaitu munculnya bintik-bintik merah yang sangat gatal.
Untuk semua penderitaan anaknya, sang ayah hanya berpesan:
- Diam-diam bantu orang susah
- Jangan pakai uang orang lain
Selain itu, ayahnya juga memberi kartu nama Park Jeong-Ja, seorang rentenir.
Kang Sang-Ung tentu saja tak mau menerima warisan yang menyusahkan tersebut. Malang, kekuatan itu merupakan warisan turun temurun yang tak bisa ditolak.
Setelah Kang Sang-Ung berulangkali menahan diri, pertahanannya jebol kala melihat tabrakan beruntun. Akibatnya sebuah bus berpenumpang penuh, nyaris masuk jurang.
Dengan kekuatannya, Kang Sang-Ung berhasil menarik bus hingga rodanya kembali menjejak jalan, meski dia harus kehilangan 30 juta won, hadiah dari ibunya.
Malang, bukan penghargaan yang diterima Kang Sang-Ung. Pihak kepolisian malah menjebloskannya ke ruang tahanan. Merasa kebingungan, Kang Sang-Ung teringat kartu nama Park Jeong-Ja yang diberikan ayahnya.
Dan benar, Park Jeong-Ja bisa membantu. Dia membayar uang jaminan sehingga Kang Sang-Ung bisa keluar dari kantor polisi, namun itu berarti Kang Sang-Ung harus menanggung utang ayahnya pada Park Jeong-Ja sebesar 3 milyar!
Peristiwa tragis yang dialami Kang Sang-Ung terus berlanjut. Jo Won-Do , pemimpin The Mundane Vanguard mengincarnya. Mereka menginginkan kekuatan yang dimiliki Kang Sang-Ung.
Diwakili Jo Anna, anak perempuan Jo Won-Do, mereka meneror Kang Sang-Ung dengan membakar rumahnya. Juga Hotel Cheongdam, gedung tempat Kim Min-Suk, kekasih Kang Sang-Ung sedang membantu temannya melangsungkan pernikahan.
Demi sang kekasih, Kang Sang-Ung menguras tabungannya dan berlari ke Hotel Cheongdam untuk menyelamatkan sang kekasih. Ternyata tak semudah itu, di dalam Hotel Cheongdam ada Gi, tangan kanan Jo Anna yang memiliki kekuatan superhero. Api keluar dari tangan Gi, sehingga Kang Sang-Ung harus mengeluarkan kekuatan agar tetap hidup.
Dan itu berarti uang. Ketika uangnya habis dan Kang Sang-Ung nyaris jadi korban, dia teringat kotak uang sumbangan pengantin. Berkat uang tersebut dan kemunculan 2 superhero lainnya, akhirnya Kang Sang-Ung dan Kim Min-Suk selamat.
Di bumi ini, memang banyak manusia superhero. Mereka membentuk aliansi agar bisa saling tolong menolong, khususnya sewaktu harus berhadapan dengan The Mundane Vanguard.
Secara turun temurun The Mundane Vanguard mengincar kekuatan superhero. Mereka memiliki laboratorium untuk mengambil kekuatan superhero dari pemiliknya, kemudian mengekstraknya dan disuntikkan pada manusia boneka yang dikehendaki.
Seperti kasus Lee Hwa-Jin, manusia superhero yang bisa mengeluarkan api dari kedua tangannya. Dia diculik Jo Anna, untuk dibawa ke laboratorium, tempat kekuatannya diambil dan disuntikkan pada Gi. Lee Hwa-Jin pun kembali menjadi manusia biasa.
Ada cara damai yang tidak menimbulkan kerusakan, yaitu dengan menjual kekuatan superhero. Jo Won-Do memberi penawaran pada Kang Sang-Ung, dia berani membeli kekuatan Kang Sang-Ung, berapa pun harga yang diminta.
Review Drama Korea Cashero
Baru paham alasan banyak reviewers ngasih rating buruk untuk drama Korea Cashero. Saya senasib dengan reviewers yang bilang baru nonton dua episode awal udah stress duluan.
Gimana enggak stress, penulis skenarionya “jahat”!!
Dikatakan jahat karena bikin ML menderita secara gak masuk akal. Salah satunya ketika ML berhasil menyelamatkan bus yang penuh berisi penumpang, bukannya dihargai, eh malah dijebloskan ke dalam sel tahanan kepolisian!!
Aku harus bagaimana?
Apakah aku harus menyerahkan diri ke kantor polisi?
Emangnya aku salah apa?
Apakah aku harus ke kantor surat kabar?
Bagaimana jika aku dianggap gila?
Kasihan banget kan?
Adegan gak logis lainnya sewaktu ML dan superhero lainnya dikepung Jo Anna (pemeran antagonis) dan para tukang pukulnya. Daripada harus berhadapan dengan tukang pukul dan ngabisin banyak duit, kenapa gak langsung bekuk si Jo Anna, supaya anak buahnya mau menyerah?.
Oh iya ada lagi, adegan ketika ML menyelamatkan FL dari kebakaran di Hotel Cheongdam, mengapa gak langsung keluar? Ini sih malah diem di tempat dan berkelahi dengan superhero pihak lawan. Akibatnya duitnya habis lagi deh.
Penggunaan uang sebagai media kekuatan ML juga bikin ngenes. ML dan kekasihnya FL bukan keluarga kaya, mereka harus hidup hemat agar bisa mengumpulkan uang untuk uang muka rumah.
Gara-gara ML mengeluarkan kekuatan (yang sebetulnya bisa dihindari), uangnya malah raib.
Bayangin penonton yang kesehariannya harus berhemat dan menabung, bukannya mendapat hiburan dari drama Korea “Cashero”, yang ada malah ngomel panjang perndek
Yang paling menyebalkan ketika menonton adegan ayahnya ML. Mengapa dia mewariskan kekuatan “sialan” itu pada anaknya? Tambah parah karena si ayah juga mewariskan utang rentenir sebesar 3 milyar!
Jadi, walau akting Lee Joon-Ho selalu bagus, demikian juga lawan mainnya, Kim Hye-Jun, tapi kalau penulis skenario-nya malah bikin kesel, dengan terpaksa saya memberi rating 5/10 untuk drama Korea “Cashero”. Nilai 5 untuk akting para pemerannya, penulis scenario sih 1/10 aja. 😀😀
Baca juga drama Korea tentang superhero lainnya
The Uncanny Counter, Kisah 4 Sekawan Penangkap Roh Jahat
The Atypical Family, Kisah Penipu di Kandang Keluarga Supranatural
Behind Your Touch, Psikometri Pembongkar Kasus Pembunuhan Berantai
Profile
Drama: Cashero
Revised romanization: Cashero
Hangul: 캐셔로
Director: Lee Chang-Min
Writer: team befar (webcomic), Lee Je-In, Jeon Chan-Ho
Network: Netflix
Episodes:
Release Date: December 26, 2025
Runtime:
Language: Korean
Country: South Korea






.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat