As You Stood By, Kisah Belenggu KDRT
“Kok mau aja disiksa? Tinggalin aja suami kaya gitu, sih.” Demikian rata-rata komen tentang korban KDRT. Mereka menggunakan cara pandang orang normal jika dipukul ya harus melawan, minimal pergi meninggalkan si pemukul.
Namun kasus KDRT tidak bisa dinilai sebagai kasus normal. Pelakunya “orang sakit” yang menyiksa “orang normal”, akibatnya “orang normal” tersebut ikutan sakit. Prosesnya lama, gak ujug-ujug, bahkan korban tidak sadar sedang dimanipulasi oleh “orang sakit” tersebut.
Saya punya seorang kerabat perempuan, dia mengalami KDRT sejak masih pacaran. Sewaktu teman dan anggota keluarganya menegur, dengan keras kepala dia menjawab:” Dia seperti itu karena aku yang salah.”
What?
Bisa dibayangkan betapa kami mengalami kesulitan memisahkan dia dari pacarnya. Anehnya ketika kami memarahi si pacar, dia lempeng aja, gak merasa bersalah dan bilang bahwa selama ini kerabat kamilah yang mengejar-ngejar dia.
Beruntung sebelum keduanya menikah, kami berhasil memisahkan sang kerabat (yang emang bucin banget) dengan pacarnya. Jika sudah menikah masalah yang muncul bakal berat banget, apalagi apabila ada anak dari hubungan mereka.
Drama Korea “As You Stood By” berkisah tentang kasus KDRT dan lingkaran setan yang membelenggunya. Solusinya sangat ekstrem, seperti pendahulunya, drama Korea “Love in Sadness” dan drama Korea “Let Me Introduce Her”. Dalam kedua drama tersebut, korban KDRT menjalani operasi plastik agar korban tidak dikenali suaminya.
Baca juga drama KDRT lainnya:
Penthouse, Kisah Halu yang Penuh Teriak Kemarahan
Ms. Incognito, Kisruh Harta Warisan Sang Chaebol
Jeon So Nee sebagai Cho Eun Su
Setelah waktu berlalu, akhirnya aku sadar
Semua orang tampak menjalani hidup dengan baik
Sementara aku membeku dalam waktu
Saat itulah aku menyadari bahwa tak kan ada yang akan berubah
Jika aku tidak bertindak
Suatu hari aku akan menyadari bahwa jalan hidupku telah berbelok
Tentu saja, jalan itu makin sempit, makin sulit
Jalannya mungkin berliku
Tapi jika aku terus maju, aku akan sampai ke suatu tempat
Meski keberuntungan tak datang, seperti ombak yang menerjang
Meski ombak menghantam keras, mencoba menenggelamkanku
Aku sudah belajar cara berdiri, dan menghadapi ombak
Karena apa pun yang dibawa ombak esok hari
Aku akan berselancar di atasnya
Sejak kecil, KDRT sudah menjadi keseharian Cho Eun Su. Ketika marah, ayahnya selalu menyiksa ibunya, sementara Cho Eun Su kecil hanya bisa menyembunyikan diri bersama adiknya di dalam lemari.
Cho Eun Su selalu berharap semua akan baik-baik saja. Ayahnya akan berubah.
Betapa kecewanya Cho Eun Su ketika mengetahui bahwa tidak ada yang berubah. Ayahnya tetap menyiksa ibunya, dan ibunya diam saja.
Lee You Mi sebagai Cho Hui Su
Aku masih merasa
Dia membuka pintu dan masuk
Cho Hui Su pernah punya kehidupan penuh tawa, yaitu ketika dia masih menjadi penulis buku anak-anak. Bahkan dialah yang selalu menghibur dan membela sahabatnya, Cho Eun Su.
Cho Hui Su merasa pertemuan dan akhirnya sepakat menikah dengan Noh Jin-Pyo, putra seorang aktivis perempuan, akan melengkapi kebahagiaannya.
Malang, kenyataannya tak seperti itu. Kehidupan perkawinannya bak neraka. Noh Jin-Pyo memang memberinya kemewahan dan membanjiri hadiah perhiasan yang harganya selangit.
Namun hadiah itu diberikan setelah Noh Jin-Pyo melakukan kekerasan. Gara-gara KDRT pula, Cho Hui Su kehilangan bayi yang dikandungnya.
Bukan berarti Cho Hui Su diam saja. Dia sudah berusaha mengumpulkan bukti-bukti. Rencananya urung, karena di kantor polisi dia bertemu adik iparnya yang berkantor di situ.
Si adik ipar rupanya tahu apa yang akan dilakukan Cho Hui Su, karena dia berkata:
99 persen kasus KDRT berakhir tanpa sanksi hukum
Lee Mu-Saeng sebagai Jin So-Baek
Sebagai pemilik Perusahaan Jingang, Jin So-Baek tertarik pada keberanian dan keuletan Cho Eun Su karena itu dia ingin merekrutnya.
Sayang, Cho Eun Su punya impiannya sendiri. Dia ingin menjadi salah seorang eksekutif di Lavie Department Store, tempatnya meniti karir.
Jin So-Baek akhirnya berhasil merekrut Cho Eun Su setelah perempuan tersebut menemui jalan buntu. Dia diperas bekas anak buah Jin So-Baek.
Sinopsis Drama Korea As You Stood By
“Aku pikir kau berbeda,” kata Kang Hui-Yeon pada Cho Eun Su, asisten manager department store yang bertanggung jawab pada penjualan barang-barang mewah.
Kang Hui-Yeon, istri pemimpin perusahaan yang kaya raya. Bersama suaminya, Kwon Seong-Cheol, dia sedang mencoba baju dan sengaja menampakkan punggungnya yang penuh bekas kekerasan fisik.
Cho Eun Su paham, perempuan tersebut sedang minta pertolongan. Namun tak mudah memberikan pertolongan, terlebih suami sang korban mampu melakukan apa pun dengan uangnya.
Cho Eun Su menyesali keputusannya setelah kematian Kang Hui-Yeon diberitakan media sebagai bunuh diri. Andai dia melapor ke polisi, mungkin hasilnya akan berbeda, demikian penyesalannya.
KDRT adalah kejahatan
Namun berpura-pura tak melihatnya, juga merupakan kejahatan
Karena itulah, sewaktu Cho Eun Su mengetahui Cho Hui Su, sahabat karibnya terkena KDRT, dia tak bisa tinggal diam.
Cho Eun Su seolah mendapat jalan keluar setelah bertemu dengan Jang Kang, seorang imigran gelap yang bekerja Perusahaan Jingang. Wajahnya sangat mirip dengan Noh Jin-Pyo, suami Cho Hui Su.
Rencananya, pada hari yang ditentukan Noh Jin-Pyo berangkat ke Shanghai, padahal yang berangkat adalah Jang Kang. Sementara Noh Jin-Pyo akan mereka bunuh dan mayatnya dikubur di suatu tempat yang tidak terdeteksi CCTV.
Skenario mereka berhasil dijalankan, walau ada beberapa hal yang agak melenceng. Tapi masih sesuai rencana, yaitu Noh Jin-Pyo mati, namun tak seorang pun curiga karena hasil CCTV menunjukkan “Noh Jin-Pyo” ke Shanghai setelah menilap uang perusahaan. Malah CCTV bandara memperlihatkan bahwa di Shanghai , “Noh Jin-Pyo” punya anak dan istri.
Manusia boleh berencana, namun kenyataan tak sesederhana itu. Jang Kang atau “Noh Jin-Pyo” palsu ternyata bukan orang baik. Alih-alih membuang ponsel Noh Jin-Pyo sesuai instruksi Cho Eun Su, dia malah menggunakannya untuk memeras Cho Eun Su dan Cho Hui Su sebanyak 3 miliar won.
Beruntung ada Jin So-Baek, pemilik Perusahaan Jingang yang membantu kedua sahabat tersebut.
Review Drama Korea As You Stood By
Selalu ada cahaya di ujung terowongan
Ketik deh “drama Korea korban KDRT” di mesin pencari, bakal bermunculan belasan judul drama bertema KDRT, baik sebagai bagian dari tema inti, maupun tema inti yang membuat tokoh utama melakukan tindakan ekstrem.
Tindakan ekstrem itu bisa berupa operasi plastik yang dilakukan korban KDRT agar bisa melarikan diri dari suaminya, seperti drama Korea “Love in Sadness” dan drama Korea “Let Me Introduce Her”. Atau seperti seperti drama Korea “As You Stood By” , si biang kerok dibunuh agar tidak lagi terjadi KDRT.
Spoiler ending nih ya, untuk drama Korea dengan tindakan ekstrem memang harus happy. Kalo enggak kan kasihan korban KDRT, udah mah disiksa, hidup penuh ketakutan, eh endingnya kok tetep naas.
Novelnya sendiri (drama Korea “As You Stood By” merupakan adaptasi dari novel "Naomi and Kanako" (ナオミとカナコ) by Okuda Hideo (奥田英朗) nampaknya tidak menjadikan KDRT sebagai tema utama, melainkan berkisah tentang persahabatan Naomi antara Kanako, seperti yang tertuang dalam drama Jepang “Naomi and Kanako” pada tahun 2016.
Mungkin dengan pertimbangan kasus KDRT masih kerap ditutupi oleh anggota keluarga yang hipokrit, serta ada 3 kasus KDRT, maka POV drama Korea “As You Stood By” diubah. Juga untuk menciptakan emosi dan ketegangan yang disukai penggemar drama bergenre thriller.
Namun bukan hanya itu yang membuat drama Korea “As You Stood By” mendapat rating lumayan bagus dari Mydramalist, yaitu 8,3/10. Akting Lee You Mi sebagai korban KDRT sangat apik, didukung penampilan Jeon So-Nee sebagai sahabatnya, serta Lee Mu-Saeng sebagai pendukung kedua sahabat.
Keunggulan lain yang saya suka adalah banyaknya pengambilan gambar yang unik, seperti ketika Noh Jin-Young (adik pelaku KDRT) membuat rencana sambil ngomong sendiri, kamera mengambil gambar bagian belakang kepala, bukan wajah antagonis yang menyebalkan.
Walau banyak reviewer yang mengkritik alur drama ini terlalu dipaksakan, saya sih gak masalah, karena ditulis oleh Hideo Okuda, sang penulis novel, jadi tetap nyaman dinikmati.
Jadi penasaran andai novel ini disajikan dalam bentuk film pastinya tetap bagus. Sayang, karena satu dan dua alasan, saya gak banyak mereview film. Pingin tahu lebih banyak tentang ulasan film Korea? Silakan bertandang ke blog lendyagassi.com ya.
Baca juga drama KDRT lainnya:
Good Partner, Kemenangan Istri Sah atas Pelakor
Queen Mantis, Dilema Anak Pembunuh Berantai
Profile
Drama: As You Stood By (English title) / You Killed (literal title)
Revised romanization: Dangshinyi Jookyeodda
Hangul: 당신이 죽였다
Director: Lee Jung-Lim
Writer: Hideo Okuda (novel)
Network: Netflix
Episodes: 8
Release Date: November 7, 2025
Runtime:
Language: Korean
Country: South Korea








.png)


Saya juga suka geregetan sama yg mengalami KDRT tapi masih bertahan dengan banyak alasan. Padahal dirinya udah babak belur. Gak hanya fisik yg rusak, tapi saya yakin lama lama jiwanya juga terguncang...
ReplyDeleteMempertahankan hubungan yang menyakitkan buat apa coba ya?
Saya mendingan pisah dan mencari kehidupan yg lebih baik lagi
Walaupun misal ada anak yang harus terpisah
Aku baru sampai di episode ke-2. Baru di tahap itu aja, sudah paham banget bahwa drama ini akan menghadirkan sesuatu bahkan banyak hal tentang KDRT yang jadi momok terpendam pada kesehatan mental seseorang. Khususnya seorang perempuan, IRT, yang tampak "pasrah" menerima nasibnya. Kelihatannya episode berikutnya (setelah nonton yang ke-2 ini) akan lebih seru dan menantang ya Mbak. Pengen marathon aja ah malam ini. Biar gak terusik sama rasa penasaran gimana endingnya.
ReplyDeleteKok jadi ingat film Korea Karma ya kak, soalnya mbuletnya mirip sihl. Ini emang ceweknya agak problematik, untung punya sahabat yang baik.
ReplyDeleteAmbu, saya sebenarnya sudah selesai nonton drakor ini sekitar dua mingguan yang lalu tapi rasanya sungguh berat mau menuliskan reviewnya. Mungkin karena berada di posisi sebagai kakak dari adik yg jd korban KDRT. Rasanya emosi lebih campur aduk dibandingkan saat nontonnya (yg sebenarnya tetap terasa berat).
ReplyDeleteTerimakasih sudah menuliskan review ini, saya jadi terinspirasi untuk memulai review saya sendiri.
Kebanyakan korban KDRT tuh begitu. Nggak sadar kalau dirinya adalah seorang korban. Malangnya, mereka malah berpikir kalau pasangannya melakukan KDRT ya karena mereka yang salah.
ReplyDeleteNggak heran kalau korban KDRT lebih memilih untuk bertahan sambil berusaha memperbaiki sikap dengan harapan pasangannya akan berhenti melakukan KDRT.
Drama ini keren sih. Pelaku KDRT-nya malah dibunbun. Suka kalau begini mah. Meski harus diperas. Tapi, masih ada yang nolongin.