Osteoartritis sebagai Kado Ulang Tahun

maria-g-soemitro.com
sumber: addmoretolives.com

Osteoartritis sebagai Kado Ulang Tahun

Yap pada tanggal 3 Juli, di hari bertambahnya usia, di hari seharusnya introspeksi diri, saya malah berangkat menuju Klinik Biofit, Bandung. Sakit di lutut kanan semakin tak tertahankan. Terlebih setiap bangun tidur di pagi hari atau bangkit dari duduk yang terlalu lama. 

Dan dokter yang baik hati memberi penjelasan panjang lebar, beliau memberitahu bahwa lutut kanan saya mengalami osteoarthritis. Apa itu?

Osteoarthritis adalah kondisi kronis di mana tulang rawan, yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang-tulang dalam sendi, mengalami kerusakan dan aus. Kerusakan ini menyebabkan tulang-tulang saling bergesekan, memicu peradangan dan nyeri. 

Sebetulnya rasa sakit di lutut gak ujug-ujug datang.  Mungkin sudah berlangsung sekitar 10 tahun. Akibatnya saya kesulitan sujud ketika sedang salat. 

Waktu itu rasa sakit muncul setelah saya melakukan mobilitas tinggi, seperti berjalan kaki terlalu jauh atau duduk lama dalam perjalanan ke luar kota. Namun biasanya reda dengan sendirinya. Sehingga saya abaikan.

Baca juga:

Healthy Boundaries, Agar Kamu Gak Meledak!

Sakit Lutut? Waspada Ciri Ciri Asam Urat

Daftar Isi

  • Gejala Osteoarthritis yang Diabaikan
  • Beda Osteoarthritis dengan Keseleo dan Saraf kejepit
  • 4 Derajat Keparahan Osteoarthritis
  • Agar Tetap Bisa Beraktivitas, Ini Caranya!

Bahkan rasa sakit pernah muncul sekitar usia 35-an. Bermula dari keinginan menurunkan berat badan pasca melahirkan anak bungsu, saya mengikuti aerobik yang dipimpin seorang teman, sesama orang tua murid.

Ternyata aktivitas yang menurut saya baik, dilarang oleh ayahnya anak-anak. Dia gak suka saya keluar rumah. Sebagai gantinya, saya dibelikan “horse rider”, alat gym di rumah untuk mengecilkan perut dan memperkuat kaki.

maria-g-soemitro.com
horse rider (sumber:sunshinegym.co.uk)

Kebiasaan multitasking membuat saya menggunakan alat gym tersebut secara salah. Akibatnya fatal, saya mengalami rasa sakit yang luar biasa pada kedua lutut. Mungkin sekitar 1-2 bulan, lutut sembuh dengan sendirinya. Tanpa pengobatan.

Namunnnn…. “manusia tempatnya khilaf” sangat cocok dengan situasi ini. Di usia menopause, saya mengulang kesalahan yang sama: Menggunakan “horse rider” dengan cara yang salah!

Apes, kali ini sakit tak pernah benar-benar pulih. Hingga akhirnya, ketika sedang menggunakan jasa Grabbike (saya lebih suka pakai Grabbike dan Gobike karena lebih cepat sampai tujuan 😀😀 ), saraf (atau otot?) di lutut kanan seperti ditarik. Sakit banget!

maria-g-soemitro.com
sumber: pexels.com/towfiqu-barbhuiya

Beda Osteoarthritis dengan Keseleo dan Saraf Kejepit

“Pain killer” menjadi solusi saya untuk meredakan rasa sakit. Agar saya bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Termasuk tidur! Sering muncul rasa sakit ketika lutut kiri bersentuhan dengan lutut kanan.

Semula saya pikir penyebabnya adalah keseleo atau saraf kejepit seperti banyak dikatakan teman-teman. Merasa penasaran, saya mencoba searching, juga bertanya pada dokter Romi (dokter di Klinik Biofit) dan hasilnya sebagai berikut:

Keseleo, atau terkilir, adalah cedera pada ligamen, yaitu jaringan ikat yang menghubungkan tulang di dalam sendi. Keseleo terjadi ketika ligamen teregang berlebihan atau robek akibat gerakan yang tiba-tiba, terpuntir, atau jatuh dengan posisi yang tidak tepat.

Dijelaskan pula ciri-ciri keseleo adalah nyeri, bengkak, memar, kemerahan dan nyerinya menetap. Persis sama dengan yang saya rasakan ketika keseleo. Namun kali ini berbeda, lutut kanan tidak bengkak, rasa sakitnya terkadang hilang begitu saja.

Sedangkan saraf kejepit dijelaskan dokter Romi:

Saraf kejepit adalah kondisi di mana saraf menerima tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon. Bisa diakibatkan posisi tubuh yang salah, cedera, Osteoarthritis, dan lainnya.

Perbedaannya, penderita saraf kejepit akan merasakan nyeri tajam, menusuk, atau terbakar di area yang terkena; kesemutan dan mati rasa; nyeri menjalar dan nyeri yang memburuk saat bergerak.

Nah saya tidak mengalami semua itu, nyeri hanya terjadi ketika bangun dari posisi statis, sesudah itu rasa sakit mereda. Masih terasa tapi saya masih bisa melakukan aktivitas lain. 

maria-g-soemitro.com
sumber: eminence.id

4 Derajat Keparahan Osteoarthritis

Apa yang terjadi apabila saya tidak segera konsul ke dokter?

Jawaban dokter Romi bikin saya bergidik: “Kaki gak bisa ditekuk!”

Serem kan kalo kaki gak bisa ditekuk? Saya bakal kesulitan naik tangga, demikian pula naik kendaraan umum gak leluasa seperti sekarang. Bahkan untuk aktivitas keseharian seperti BAK dan BAB di kloset, bukankah membutuhkan kaki yang bisa ditekuk?

Penasaran dengan penjelasan dokter, sesampainya di rumah saya searching dan menemukan gambarannya:

Secara radiologi derajat keparahan OA lutut dapat diklasifikasikan menurut kriteria Kellgren-Lawrence (KL) menjadi derajat 1,2,3 dan 4.

maria-g-soemitro.com
sumber: eminence.id

Terdapat 4 derajat keparahan berdasarkan gambar diatas, dimana terbagi menjadi normal, doubtful, mild, moderate dan sever. Pada derajat keparahan grade 4,  lutut sudah mengalami pengurangan celah yang cukup banyak antara tulang rawan.

maria-g-soemitro.com
sumber: eminence.id

Gejala Osteoartritis lutut berdasarkan derajat keparahan.

Lutut kanan saya mungkin di stadium 2 atau 3 karena terasa nyeri saat ditekan.


maria-g-soemitro.com
sumber: eminence.id
Tahap terapi Osteoartritis, mulai dari mengontrol berat badan, sampai operasi.

Agar Tetap Bisa Beraktivitas, Ini Caranya!

Osteoartritis tak bisa disembuhkan! Jadi sebelum teman-teman mengalaminya, lebih baik melakukan antisipasi dengan meningkatkan kualitas hidup. Diantaranya menjaga berat badan (BB) ideal, karena BB berlebih akan menjadi beban bagi sendi-sendi yang menopang tubuh.

Selain fisik, perhatikan pula kualitas psikis. Saya lagi asyik baca Sunglowmama blog yang banyak mengupas tentang perbaikan kualitas hidup, diantaranya yang ingin saya coba adalah journaling untuk ibu sibuk.

Ambisi hidup sehat terkadang hanya seputar makan makanan bergizi dan berolah raga yang akhirnya malah kebablasan seperti yang saya alami. Saya melupakan bahwa tangki cinta untuk diri sendiri perlu diisi, agar mampu membuat keseimbangan hidup.

Bagaimana jika terlanjur mengalami Osteoartritis? Dari penjelasan dokter Romi dan beberapa sumber, saya berusaha merangkum dan menjalani beberapa langkah ini:

Konsultasi ke Dokter

Ternyata dengan fasilitas BPJS,  cukup ke faskes satu untuk mengetahui penyebab rasa sakit pada lutut kanan. Dan pengalaman saya konsultasi ke faskes satu, selalu menyenangkan. Dokternya ramah-ramah, sabar menjawab pertanyaan, serta mau menjelaskan secara rinci.

Ada 2 macam obat dan 1 vitamin B kompleks yang diresepkan dokter Romi. Vitamin boleh jalan terus, sementara 2 macam obat sebaiknya dihentikan ketika rasa nyeri sudah hilang. Karena kedua obat tersebut bikin kecanduan.

Terhitung hari ini, saya sudah control sekali dan sudah 2 hari stop minum obat. Sisa obat disimpan untuk nanti, jika rasa sakit menyerang kembali.

Menggunakan Alat Bantu

Deker atau knee pad atau alat pelindung sendi menjadi solusi untuk saya yang harus naik tangga, dan keukeuh pingin jalan pagi, setiap harinya.

maria-g-soemitro.com
sumber: pexels/kampus

Karena baru mencoba, saya membeli 2 macam deker. Yang pertama seperti gambar di atas, ada gesper untuk memasang dan membuka deker. Satu lagi seperti kaus kaki, sayangnya kurang nyaman dipakai. Bagian atas deker acap menggulung dan menekan paha.

Mengubah Gaya Hidup

Menghindari naik tangga, jelas sulit saya lakukan. Dapur dan mesin cuci ada di lantai bawah, kamar dan tempat saya selonjoran ada di lantai 2, sementara untuk menjemur baju di lantai 3. 

Jadi apa boleh buat, saya harus mengurangi beban kaki untuk pekerjaan lainnya. Seperti ketika memasak, saya meracik bahan sambil duduk, sesudah siap barulah berdiri untuk mulai menggoreng dan lainnya.

Melatih Otot Paha

Alih-alih latihan beban yang berkaitan dengan lutut, saya melatih otot paha sebelum tidur dan bangun di pagi hari.

Caranya, dalam posisi berbaring terlentang, kaki diangkat lurus setinggi 30 derajat. Bertahan sampai 8 hitungan (10 detik) kemudian kaki diturunkan dan ganti ke kaki sebelahnya. Latihan dilakukan bertahap, semakin hari semakin meningkat frekuensinya

Sebetulnya ada solusi lain yang sangat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi sendi, dan memperbaiki kualitas hidup, yaitu operasi.

Ada beberapa jenis operasi untuk penderita osteoartritis, namun yang umum dilakukan adalah osteotomi, artroskopi, dan penggantian sendi (artroplasti). 

Auto bergidik membayangkan kaki dioperasi. Serem banget! Berusaha aja deh  agar tidak sampai tahap itu. Mohon doakan ya teman-teman, agar kaki saya baik-baik saja dan masih bisa traveling tipis-tipis. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

Baca juga:

Solo Traveling antara Mimpi dan Eksistensi

Menulis, Terapi untuk Kesehatan Mental




7 comments

  1. Terima kasih sudah baca Blog Sunglow Mama. Semoga membantu juga journaling Ibu Sibuk nya :)

    ReplyDelete
  2. Saya juga pengen memperkuat otot paha deh. Sama mengurangi berat badan. Biar tulang sendinya nggak terlalu berat menopang badanku, euy. Agak ngeri juga kalau sampai kena osteoartritis.

    ReplyDelete
  3. Ya Allah, Ambu....semoga kondisi kakinya makin hari makin membaik yaa..enggak kambuh lagi...enggak harus operasi..sehat wal afiat bisa beraktivitas seperti biasa. Aamiin YRA
    Terima kasih sudah membagikan ini, jadi pengingat bagi saya juga untuk lebih meningkatkan kualitas hidup demi mencegah osteoartritis

    ReplyDelete
  4. Duh saya kok langsung nyeri hati saat baca kegiatan Mbak Maria dilakukan di 3 lantai rumah. Apalagi dengan kondisi osteoarthritis begini. Pasti ngilu banget itu ya.

    Waktu saya diputuskan HNP juga dokter menyarankan agar saya tidak berhenti diet untuk menjaga BB bahkan menurunkan setidaknya 8kg supaya kaki kuat menyanggah tubuh. Dan itu terasa solutif banget.

    ReplyDelete
  5. Sehat-sehat dan bahagia terus di usia baru ya, Barakallahu fii umriik Ambu!
    "Kado ulang tahun"-nya agak lain Ambuu. Semoga tips-tips dari dokter dan pengalaman Ambu bisa jadi inspirasi buat kita semua untuk lebih perhatian sama kesehatan sendi, terutama saat masuk usia matang.

    ReplyDelete
  6. Sehat-sehat dan bahagia terus di usia baru ya, Barakallahu fii umriik Ambu!
    "Kado ulang tahun"-nya agak lain Ambuu. Semoga tips-tips dari dokter dan pengalaman Ambu bisa jadi inspirasi buat kita semua untuk lebih perhatian sama kesehatan sendi, terutama saat masuk usia matang.

    ReplyDelete
  7. Bismillah, tidak sampai harus dioperasi ya Ambu
    Semoga kakinya lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali dengan lancar

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat