Flash Marriage, Drama Thailand rasa Sinetron Indonesia

  
maria-g-soemitro

Flash Marriage, Drama Thailand rasa Sinetron Indonesia


Sebuah komentar mampir ke blog ‘Curhat si Ambu. Bukan berasal dari akun saya kenal. Dia mengomentari salah satu tulisan drama Korea, begini bunyinya: “Kebanyakan curhatnya, pantesan yang komen gak fokus”. 

Hahaha pingin ketawa. Mau jawab kok kepanjangan, ya? Jadi, saya putuskan menulis di sini saja.
Emang sih, seiring waktu terjadi perubahan cara saya menulis review, baik drama Korea (drakor), drama China (dracin) dan sekarang drama Thailand.

Dulu, langsung membahas drama, bla….bla…bla. Hingga saya sadari bahwa gak semua orang menyukai drakor, dracin, terlebih drama Thailand. Bahkan diantara mereka ada yang secara ekstrim berkomentar, menunjukkan ketidak sukaan tersebut. 

Rasanya kasihan banget. Orang gak suka kok dipaksa berkomentar. Akhirnya saya putuskan menulis prolog yang nyambung dengan film/drama atau membahas isu yang sedang hangat di negara tempat drama berasal.

Saya berharap, adanya prolog akan membantu teman-teman blogger yang ikut blogwalking dalam berkomentar. Tidak merasa tersiksa, dan gak lagi sekadar 7 kata komentar seperti: “Gak tau kenapa ya, saya gak suka nonton drakor”. 

Duh! Saya jadi gak enak hati. Saya merasa sudah menyiksa dia.

Nah prolog saya kali ini berbeda dari biasanya, serta gak terkait drama Thailand yang akhirnya berhasil saya tamatkan ini: “Flash Marriage” atau “Wiwa Fah Laep”. Jadi silakan berkomentar apapun ya teman-teman. Di sini mah bebas.

Drama Thailand: Flash Marriage merupakan drama Thailand kedua sesudah drama Thailand: F4 Thailand: Boys Over Flowers. Yang terakhir ini belum saya tuntaskan karena “capek”. Mungkin karena adaptasi dari manga “Hana Yori Dango” atau kurang lebih sama dengan drama Taiwan dan drama Korea, jadi kurang greget.

Sedangkan drama Thailand: Flash Marriage berhasil saya selesaikan karena penasaran, ingin tahu dan ingin membandingkan dengan drama Korea, drama Cina, drama Jepang dan serial Indonesia yang banyak beredar di We TV dan Viu.Com.

Bagaimana hasilnya? Yuk kita kupas:

Baca juga:
Sweet Teeth (Drama China) Kisah Cinta si Gadis Gingsul

Unforgettable Love (Drama China) Panah Cupid Mr. He, Sang CEO

    
maria-g-soemitro.com

Tono Phakin Khamwilaisak sebagai Pokpong

Sehari-hari berpenampilan casual dan berkendaraan sepeda motor, tak ada yang menyangka Pokpong sebagai sarjana lulusan luar negeri dan anak tunggal pengusaha mutiara yang kaya raya. 

Untuk mengurus penjualan mutiara, orangtua Pokpong yang masih mesra di usia senja, kerap harus keliling dunia. Sehingga mereka tak tahu anak kesayangannya terjebak dalam pernikahan fiktif.
          

maria-g-soemitro.com

Pooklook Fonthip Watcharatrakul sebagai Lalin

Lahir di keluarga kaya raya, Lalin memiliki 2 saudara perempuan yang telah menikah dan 2 ibu tiri. Hanya ibu tirinya, Natcha, yang selalu memihaknya, karena ayahnya selalu memaksakan kehendak.

Tinggal di rumah besar nan megah, Lalin selalu merasa kesepian. Ibu kandungnya meninggal. Ibu tirinya, Darika dan 2 anaknya aka saudara tiri Lalin selalu menunjukkan sikap bermusuhan.

 

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama Thailand: Flash Marriage

Lalin kesal, alih-alih mengangkatnya sebagai presiden direktur, ayahnya malah memilih saudara tirinya, Nat dengan alasan Nat sudah memiliki suami. Padahal dibanding Nat, Lalin merasa lebih berprestasi. Dia juga lebih berhak karena perusahaan itu didirikan oleh ayah dan ibu kandung Lalin.

Ayahnya berjanji, jika dalam waktu sebulan Lalin berhasil menikah, maka kursi presiden direktur akan diserahkan pada Lalin. Tentu saja Lalin merasa gusar. Dia merasa ayahnya bersikap tak adil.

Lalin tak sadar, bukan tanpa sebab sang ayah bersikap demikian. Jauh di lubuk hatinya, justru Lalin lah yang paling disayang. Karena Lalin lahir dari istri yang paling dicintai, istri yang telah membantunya membangun perusahaan hingga menjadi demikian besar.

Tak mau kehilangan kursi presiden direktur, Lalin menawarkan kawin kontrak pada Pokpong, pria yang ditemui Lain dalam pesta lajang sahabatnya. Bahkan keduanya terlibat “one night stand”.

Lalin mengira Pokpong hanyalah dancer miskin, karena itu dia menawarkan sejumlah uang sebagai imbalan, asalkan Pokpong mau menikah di atas kertas. Kawin kontrak otomatis selesai ketika Lalin telah diangkat menjadi presiden direktur.

Ternyata rencana Lalin tak berjalan lancar. Ayahnya tak menyukai Pokpong yang dikiranya sebagai pemuda miskin berandalan. Pemuda yang hanya mengincar kekayaan Lalin.

Susah payah Pokpong menjelaskan bahwa dia bukan pemuda seperti itu. Pokpong seorang sarjana lulusan luar negeri. Orangtuanya pengusaha Mutiara dengan kekayaan gak kaleng-kaleng, mungkin melebihi kekayaan ayah Lalin.

Namun baik ayah, maupun ibu tiri dan saudara tiri Lalin, tak mempercayai penjelasan Pokpong. Ayah Lalin bersikeras mendepak Pokpong. Sang ayah menawarkan hadiah bagi kedua menantu yang sanggup menyingkirkan Pokpong.

Di pihak lain, ayah Lalin (Warong), sedang mendapat ancaman. Manun, mantan rekan kerja Warong baru saja dibebaskan dari penjara. Manun pernah ‘menusuk’ dari belakang dengan menggelapkan sejumlah aset, sehingga Warong menjebloskannya ke balik jeruji besi.

Manun bertekad menghancurkan keluarga Warong dan mengambil alih perusahaannya. Untuk itu dia menyelundupkan anaknya sendiri, Tul, untuk menikahi anak perempuan tertua Warong, Nat.

Beruntung Warong memiliki menantu sebaik dan setangguh Pokpong. Dengan setia dia mengawal Warong dan menyelamatkannya.

 

maria-g-soemitro.com

Review Drama Thailand: Flash Marriage

Pernah makan sayur kurang bumbu? Ada rasa asin, manis, asem, tapi rasanya nanggung semua. Bisa sih disantap untuk sekadar penghilang rasa lapar. Tapi gak pingin nambah.

Seperti itulah kesan menonton drama Thailand: Flash Marriage. Sejak awal sudah disuguhi perempuan cantik bertubuh sexy, begitu sexynya sampai ke kantor pun menggunakan baju mini dan terbuka. Baju sexy yang mengingatkan saya pada baju pesta nampak dada dan pundak telanjangnya Lady Diana Spencer.

Almarhum Lady Diana? Jauh Banget? Hehehe selain dia, kayanya gak pernah lihat selebriti yang seanggun dan sesempurna Lady Diana dalam berbusana sexy.

Ide ceritanya juga klise. Kawin kontrak demi memperoleh kursi presiden perusahaan. Anehnya ketika Lalin (Pooklook) akhirnya berhasil menikah, kursi presiden direktur tetap tak diberikan.

Alur cerita jadi mbulet gak karuan. Adegan menonjol hanyalah parade baju sexy Lalin (Pooklook) dan kedua saudara tirinya: Nat (May Pitchanart Sakhakorn) dan Phrao (Suzana Renaud) serta adegan perkelahian yang selalu dimenangkan Pokpong (Tono Phakin Khamwilaisak).

Namun yang paling bikin jengkel adalah kiss scene antara Lalin dan Pokpong. Cuma sekadar bibir ketemu bibir. Sementara dikisahkan keduanya sedang mabuk hingga tak sadar melakukan “one night stand”.

Kalau gak becus adegan ranjang, pura-pura gelut aja dibalik selimut, hehehe …😭😭

Adegan ML yang bagus tanpa penonton merasa risih diperankan Ji Jin-Hee sebagai Kang Tae Wook dan Kim Nam Joo sebagai Go Hye-Ran dalam drama Korea: Misty. 

Dalam drama tersebut Ji Jin Hee mencumbu kuduk Kim Nam Joo hingga sang aktris nampak menggelinjang. Padahal mungkin saja Ji Jin Hee hanya sekadar meletakkan wajah di leher Kim Nam Jo, tapi karena dilakukan di balik selimut, imajinasi penonton jadi kemana-mana.

Adegan drama Thailand: Flash Marriage yang bikin jengkel lainnya adalah wajah-wajah antagonis yang marah-marah. Mirip adegan sinetron Indonesia yang aktrisnya melotot sambil marah-marah dan dilama-lamain, huhuhu.

Begitu banyak nilai minus, masak sih gak ada yang bagus? Ada! Musiknya lumayan, tapi kok mirip banget dengan lagu “Only One” nya Zia dalam drama Korea ‘Cinderella with Four Knights’.

Emang ini kesalahan fatal. Saya membandingkan setiap drama yang saya tonton dengan drama Korea yang bagus. Yo wis pasti kalahlah.😀😀

Baca juga:
Once We Get Married (Drama China) Kisah Kawin Kontrak Sang Cinderella

Love in Time (Drama China) Kisah Kawin Kontrak Ratu Pakaian Dalam

Profile:
Drama: Flash Marriage
Native Title: วิวาห์ฟ้าแล่บ
Also Known As: Flash Wedding , Wiwa Fah Laep
Director: Thanapol Phangdee
Genres: Comedy, Romance
Country: Thailand
Episodes: 17
Aired: Aug 2, 2022 - Sep 27, 2022
Aired On: Monday, Tuesday
Original Network: GMM One
Duration: 1 hr. 10 min.





13 comments

  1. Saya jarang nonton drama Thailand, Mbak. Salah satunya, ada tuh pemeran ceweknya bernama Bo dengan rambut pendeknya. Terus film terakhir yang saya nonton itu kisah seorang guru yang mengajar di daerah terpencil.
    Secara ide cerita, drama ini bisa dikemas lebih menarik dan tidak nanggung ya, Mbak. Misalnya latar belakang Pokpong jangan ditampilkan dulu. Jadi nanti bakalan jadi suprais.Ternyata Pokpong, pria yang dikira miskin dan hanya mengejar harta, ternyata anak orang kaya. Terus elemen cerita bisa disesuaikan. Misalnya kalau ke kantor, ga usah pakai baju seksi dengan bahu terbuka hehehe.

    ReplyDelete
  2. Semangat Ambu. Justru dengan banyak curhat asal bermanfaat, kita yang baca juga gak kerasa baca rilis. Soal komentar gak nyambung atau apalah... Ga ada kaitan sama komentar harus bahas terkait tema dalam artikel juga, ya ga si?
    Justru dengan beragam komentar, mencirikan jika yg baca gak didikte, gak dipesan, atau sejenisnya. Tapi punya sisi kemerdekaan alias kebebasan. Diharapkan dengan begitu bakalan bebas, gak kali dan enjoy main alias Blogwalking dimari...
    Aih saya juga jadi curhat nih ya komentarnya

    ReplyDelete
  3. Bisa jadi drama Flash Marriage ini drama kejar tayang layaknya sinetron INdonesia, Ambu. Karena sekarang persaingan drama di Thailand pun berkejar-kejaran dengan waktu, sama seperti Korea, Lakorn juga semakin membumi (di bumi INdonesia, ehehhe...soalnya sering trending di twitter tuh..) - tanpa meninggalkan warna Thailand ya.. Yang kental dengan suasana cewek cantik banget nan seksi, namun setelah ditelisik, ternyata cowok, alias oplas ganti kelamin.

    Serius, aku gak boleh bilang yang engga-engga, karena bagaimanapun, begitulah adanya warga dan culture di Thailand.

    Entah berapa drama BL Thai yang kini mulai digemari anak muda di dunia.
    Huhu... gak tau jaring sebesar apa yang ingin ditebar, tapi drama model Flash Marriage ini terbilang idenya gak baru lagi yaa.. Jadi menurutku sang PD-nim nya juga sedang struggling dengan industri per-lakorn-an di Thailand.

    ReplyDelete
  4. Kayaknya alurnya ga kalah sama Drakor, nih mbak. Jadi pengen coba cicip liat drama asal negeri tetangga Thailand juga.

    ReplyDelete
  5. Ojo dibanding-bandingke mbak antara drakor dengan drama Thailand hehehe....

    Ya ampun, disuruh gelut di balik selimut aja. Mungkin emang sengaja nggak ditampilkan kali adegan ranjangnya, daripada kena sensor.

    Udah kawin kontrak, tapi kursi presiden nggak dikasihkan ke Lalin juga. terus jadinya tetap di kasihkan ke Nat, gitu kah mbak?

    ReplyDelete
  6. Ambu, jujur saya malah suka review yang memasukkan prolog,cerita pribadi,pengalaman,perbandingan dengan drama yang lain atau apalah...karena kalau full review dramanya saya bingung mau komen apa karena saya bukan penonton drakor hihihi
    Dulu saya penonton setia, di tahap kecanduan mungkin ya...lalu lambat laun mengurangi dan kini sama sekali. Mungkin nanti lagi.
    Btw,untuk di antara parade baju sexy masih ada yang bagus di Flash Marriage ini, musiknya keren! Jadi bayangin ini memang serupa sinetron TV ikan terbang:)

    ReplyDelete
  7. Kawin kontrak begini biasanya endingnya emang jatuh cinta beneran. Ingetnya kalau nonton film Thailand itu film horrornya ama dulu pernah nonton film komedi juga. Secara visual pemeran drama Thailand cakep dan cantik juga

    ReplyDelete
  8. Semangat ambu, gak papa ada yang komentar begitu. Aku suka sama review film yang ada curhat penulisnya, kaya lagi ngobrol, lebih seru gitu, bukan sekedar menceritakan isi cerita film yang monoton. Btw, aku jadi ngebayangin pemeran antagonisnya kaya gimana? Pastinya bosen liatnya, hihi..

    ReplyDelete
  9. Aku jarang nonton series Thailand yang cinta-cintaan Ambu, seringnya yang horor dan thriller. Tapi lebih suka lagi yang film nggak nunggu lama endingnya haha

    ReplyDelete
  10. Wah ada drama Thailand juga ya yg menarik disimak ditengah gempuran drakor dan dracin. Bisa jadi tayangan pilihan nih yg episode juga gak panjang

    ReplyDelete
  11. Kalau saya penonton dracin, ga terlalu ngikuti drakor, apalagi Jepang dan Thailand. Kalau dulu waktu remaja sih memang saya penggemar drama Jepang dengan China legenda, pas dewasa senangnya dracin dinasty atau drama Taiwan. Nah ngomongin drama Thailand, betul kata Ambu soal yang adaptasi Hana Yori Dango itu kurang greget karena udah nonton banyak versinya, saya pun sempat nonton episode awal. Tapi memang pas mau nonton lagi film baru, saya kurang adaptasi dengan bahasa mereka, jadi berasa aneh, hihihiii, pemerannya cakep2 kayak dracin juga tapi jarang dengar bahasanya jadi kurang menikmati. Ntar mau nyoba nonton lagi deh, karena pernah juga rasanya sepupu saya nyebut film Flash Marriage ini.

    ReplyDelete
  12. Aq jarang banget nonton drama Thailand ambu, tapi baca alurnya kayaknya lumayan bagus juga, apalagi yang cewek kok kek mirip Amanda Manopo ya

    ReplyDelete
  13. Flash Marriage” atau “Wiwa Fah Laep”, kawin kontrak untuk melihat respon saat suasana di cerita mulai menarik diikuti pembaca. Jika diikuti ceritanya klo di Indonesia seperti film apa ya yang pas kemiripannya kak.

    ReplyDelete