Mengungkap Rahasia Resep Asli Sambal Roa

      
maria-g-soemitro.com


Mengungkap Rahasia Resep Asli  Sambal Roa 

Pernah lihat resep sambal yang banyak bersliweran di media sosial dan blog?

Duh serem! Semua bahan dicemplungin, mulai dari  bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, daun jeruk. sereh, tomat ….dan yang paling horror adalah: MSG atau yang lebih dikenal dengan micin.

Mengapa horor?

Karena gak penting! Tujuan membubuhkan MSG kan untuk memberi rasa umami, padahal sambal telah memperoleh rasa umami dari bawang merah, tomat dan bawang putih. Setiap bahan mempunyai rasa, tekstur dan pengaruh berbeda terhadap bahan lainnya.

Bawang merah misalnya, dalam buku "Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia" oleh Murdijati Gardjito terbitan PT Gramedia Pustaka Utama disebutkan bahwa bawang merah berperan memberi rasa umami pada masakan.

Sedangkan bawang putih selain memberi rasa umami, juga memberi rasa ‘pedas’ dan aroma yang khas yang disebabkan senyawa organosulfur termasuk allicin dan ajoene yang dikandung bawang putih.

Gak heran pemilik UMKM Sambal RoaRia, Titin Wala kala membocorkan rahasia resep sambal roanya mengatakan bahwa dia hanya menggunakan bawang merah, cabai merah/cabai rawit dan ikan roa. 

Walau demikian Titin menjamin produk sambal roanya yang masih disegel,  awet selama 8 bulan-1 tahun. Jika sudah dibuka awet 2 bulan dalam refrigerator, dan hanya 3 hari dalam suhu ruang.

Baca juga:

Kontroversi Micin dan Kaldu Jamur, Kamu Pilih Mana?

Kentang Goreng Dicocol Pakai Garpu? Lebih Beradab atau Lebih Ribet?

Daftar Isi

  • Hidup Sehat dengan Sambal Roa
  • Menguak Rahasia Resep Asli Sambal Roa
  • Kiat Mendulang Rupiah dari Sambal Roa

 

Jadi aneh banget ya? Mengapa banyak yang latah menggunakan MSG yang hanya merusak rasa. Contoh kasus rasa gurih sambal roa yang mengandalkan rasa gurih dari daging ikan roa dan bawang merah, yang pastinya lebih menyehatkan.

Bukan berarti saya anti MSG lho. Dalam beberapa tulisan saya terdahulu saya mempersilakan pemakaian MSG dalam dosis aman, daaannn… hanya pada masakan tertentu. 

      

maria-g-soemitro.com

Obrolan seru tentang sambal roa yang gurih dan menyehatkan mengemuka dalam acara bincang-bincang  ‘Sambal Roa – Ragam, Resep dan Rupiah’ pada Jumat, (01/04/2022) melalui Instagram Live  pada akun @omarniode, dengan menampilkan 3 narasumber, yaitu:

  • Lidia Tanod anggota Komunitas Jalansutra, penulis Seri Buku 100 Mak Nyus
  • Muthya Farida pemilik UMKM kuliner Dapur Dango
  • Titin Wala, pemilik UMKM Sambal RoaRia.

Pemandu acara,  Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation menjelaskan bahwa penyelenggaraan talkshow terinspirasi dari penelitian Prof Mudjiati Garjito dan Tim Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang mengidentifikasi setidaknya  ada 257 macam sambal untuk masakan dan hidangan di Indonesia. 

257 macam sambal tersebut dikelompokkan menjadi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam. Juga ada 122 variasi bumbu pada sambal-sambal Nusantara, dengan bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng sebagai bahan yang paling banyak digunakan.

Secara khusus sambal roa dikupas dalam acara ini, agar penelitian Prof Mudjiati Garjito tidak berakhir di atas kertas. Informasi tentang sambal roa harus disebarkan, meliputi asal-usul, resep dasarnya, penggunaan sambal roa pada kuliner Nusantara, dan kiat bisnis sambal roa yang menguntungkan.

    

maria-g-soemitro.com
ikan roa (sumber: infopublik.com)

Menguak Rahasia Resep Asli Sambal Roa

Excited banget rasanya mengikuti perbincangan ini. Karena sebagai orang Jawa, saya hanya tahu sambal terasi, sambal tomat, sambal bajak, dan sambal unik dari tatar Sunda: “Sambal Goang!”

Awal mendengar tentang sambal roa, saya segera mencari resepnya via Google, dan …  patah semangat! Lha bahan utamanya ikan roa asap. Seperti apa ikan roa dan bagaimana mengolahnya, saya tidak tahu. Banyak sih resepnya di YouTube, tapi komposisi bahan dan cara memasak kok mirip sambal teri. Ngenesnya resep sambal di YouTube selalu dibubuhi kaldu bubuk atau MSG.

Beruntung saya mengikuti talkshow yang diselenggarakan Omar Niode Foundation, karena saya jadi paham bahwa sambal roa beda banget dengan sambal teri/sambal cumi-cumi, apalagi sambal terasi.

Penggunaan bahan pun tidak lebay (seperti saya tulis di atas). Sambal roa menekankan rasa ikan roa yang gurih, kemudian ditambah bawang untuk penguat rasa.

Gak terlalu salah juga saya baru mengenal ikan roa. Dikenal sebagai  julung-julung (Latin Hemirhamphus sp.), ikan roa banyak ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku.

Karena itu sambal roa ditemukan di berbagai daerah dengan berbagai nama. Penyebutan ‘sambal roa’ digunakan di Manado, ‘sambal sagela’ di Gorontalo sedangkan di Maluku dikenal dengan ‘sambal galafea’.

Apapun nama sambalnya, bahan bakunya sama yaitu ikan roa asap. Pengasapan ikan roa tidak saja menciptakan rasa gurih pada sambal roa, juga menguarkan aroma asap yang khas.

Keberuntungan saya lainnya adalah telah mencicipi sambal roa sebelum mengikuti perbincangan seru ini. Saat membuka tutupnya sekilas seperti sambal ikan teri. Bedanya sambal roa mempunyai aroma yang kuat.

Saya cicipi tanpa nasi, yummm….gurihnya ikan roa dengan segera memenuhi indra pengecap. Ada sedikit rasa pedas dan asin, namun tidak dominan. Juga tidak ada rasa lainnya seperti manisnya gula merah, terlebih MSG. Big no deh.

Tiga bahan dasar ini, yaitu ikan roa asap (yang telah dipisah dari kulit dan durinya, kemudian ditumbuk) cabai merah (bisa ditambah cabai rawit jika suka pedas) dan bawang merah rupanya merupakan pakem membuat sambal roa yang asli.

Seperti yang diutarakan setiap narasumber, boleh saja ditambahkan bahan lain, sesuai selera. Tapi Muthya Farida dari Dapur Dango mengingatkan bahwa setiap penambahan bahan/rempah, akan mengubah rasa.

Penambahan bawang putih atau daun jeruk atau sereh, akan mengubah keotentikan rasa sambal roa. Demikian pula dengan tomat. Muthya Farida menyarankan penambahan tomat saat sambal roa tinggal sedikit, karena keawetan sambal roa berubah setelah ditambah tomat.

Namun apapun hidangannya, semua mak nyus. Baik hanya nasi putih dan sayuran seperti yang saya lakukan, atau dipadankan dengan makanan tradisional Indonesia seperti nasi goreng, bubur Manado, bubur Gorontalo, nasi goreng, makanan Barat seperti spaghetti dan sandwich, bahkan pisang goreng!

Penasaran banget! Besok beli pisang raja tanduk ah, ingin mencoba rasanya jika dicocol sambal roa. 😀😀 

    

maria-g-soemitro.com

Kiat Mendulang Rupiah dari Sambal Roa

Penulis Seri Buku 100 Mak Nyus dan anggota Komunitas Jalansutra, Lidia Tanod berkisah bahwa almarhum Bondan Winarno, ketua Komunitas Jalansutra dan yang mempopulerkan kata “Mak Nyus” selalu mengingatkan bahwa buku yang mereka susun bukan sekadar menunjukkan tempat kuliner, tapi juga menginformasikan resep aslinya.

Resep asli sambal roa yang berarti keberlanjutan ikan roa, dikupas bersama ragam dan rupiah, rupanya menarik minat para pakar kuliner mengikuti untuk mengikuti perbincangan melalui Instagram Live, mereka adalah Chef Petty Elliott dari Inggris, penulis buku Papaya Flower dan Jakarta Bites; Chef asal Prancis Gilles Marx yang merupakan Chef Founder/Operation Director AMUZ Gourmet Group; dan Andita Schirmacher dari Jerman, pemilik Andita’s Culinary Inspirations.

Keotentikan resep asli memang dipertaruhkan dalam persaingan dagang. Apakah memilih resep asli yang sangat berkaitan dengan keunikan dan kekayaan suatu daerah, atau sebaliknya?

Apa yang dilakukan pemilik Sambal RoaRia, Titin Wala dalam menyikapi persaingan ini? Rupanya Titin mempunyai 4 kiat,  yaitu:

  • Rasa stabil, diperoleh dari resep asli dengan komposisi bahan yang dipertahankan.
  • Kualitas ikan roa yang bagus.
  • Bahan baku ikan roa tidak dioplos dengan ikan lain.
  • Dimasak dengan hati, tambah Lidia Tanod. Iya banget ya? Sambal RoaRia tak kan tergantikan walau saingan menjual dengan harga lebih rendah,

“Aduh Titin, ngeunah,” puji kawan Titin Wala diawal usahanya. Semula Titin hanya membuat untuk kalangan terbatas, kemudian mencoba membuat 25 botol, berkembang menjadi 50 botol. Usaha Titin semakin berkembang setelah memiliki:

  • Izin P-IRT
  • Sertifikasi halal dari MUI.
  • Pendaftaran HAKI untuk brand RoaRia
  • Hasil uji dan analisa dari Saraswanti yang menyatakan sambal Roaria aman dikonsumsi.

Keotentikan rasa sambal Roaria rupanya menginspirasi Danang Sundoro, Reporter RRI. Dalam perhelatan Content Competition 2021 “JNE Bersama UMKM untuk Indonesia”, Danang menulis karya berjudul "Sambal RoaRia, Lidah Bersukaria UMKM Menjelajah Dunia” dan berhasil memenangkan juara pertama kategori hard news online.

Ingin mencoba rasa sambal roa yang otentik juga? Cuzz deh memesan sambal Roaria ke Blibli, Shopee, Tokopedia dan Lazada. Gak dijamin kalau ketagihan ya?  

maria-g-soemitro.com
sumber: instagram.com/@omarniode

Tentang Omar Niode Foundation

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih  Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.  

Buku terbaru yang diterbitkan adalah Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo yang mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini yang dapat diunggah dari bit.ly/e-bookmakananramahiklim juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.

Kontak

Amanda Katili – amanda@omarniode.org - 082112934285

Baca juga:

Sambal Cumi, Sambal Cabai Hijau, Nampol Pedasnya Bikin Habis Nasi Sebakul!

Kecanduan Micin? Coba Ganti dengan Stock dan Broth!


18 comments

  1. Ibu saya dari Gorontalo, Ambu, ikan roa merupakan salah satu makanan yang orang2 Gorontalo sukai dan saya juga suka. Jadi kangen makan sambal roa lagi. Saya bisa makan sambal roa dengan nasi saja saking mau menikmati sambal roanya :)

    ReplyDelete
  2. Pernah dikirimin teman yang tinggal di Manado, sambal roa. Rasa dan wanginya memang engga ada duanya sih. Biasanya saya engga doyan ikan asap, tapi ikan roa beda...
    Nah, itu pisang bakar dicocol sambal roa...Sip...perlu dicoba...

    ReplyDelete
  3. Apa karena lagi puasa jadi ngiler ngebayangi rasa sambal roa, dari daging ikan roa ya. Belum pernah coba. Kayanya enak

    ReplyDelete
  4. Kalau dimakan pakai nasi anget terus ditambahkan lauk berkuah, kayaknya sedep bener ini sambal roa. Soalnya kalau resepnya berkualitas mau dicampur makanan apa saja, udah enak. Bahkan kalau cuma makan sama nasi anget saja, hehehe

    ReplyDelete
  5. Ada sambal roa siap melengkapi sajian kuliner di rumah saat berbuka puasa maupun kuliner bersama

    ReplyDelete
  6. Saya sudah pernah icip sambal roa sebelumnya, Ambu. Karena kakak dan sepupu saya ada yang tinggal di Makassar dan Gorontalo. Jadi tiap mudik bawa sambal ini. Dan memang nyerah bikinnya, haha..ada ikan roa di sana, jadi beli aja lah. Tapi ya gitu kadang berasa memang kalau dikasih micin. Padahal yang asli tanpa MSG pun sudah mantap sekaliii
    Senaang bisa mengikuti acara ini, saya jadi tambah ilmu soal sambal roa

    ReplyDelete
  7. Sambal kita ada 257 macam? MashaAllah banyak banget ya Mbak. Gak menyangka saya.

    Saya pernah dimana ya nyoba ikan Roa ini. Di Indonesia bagian Timur kalo gak salah. Dan pas habis nyoba itu, ikan Roa ini memang cocok banget dicampur sambal. Beda rasanya saat makannya hanya digoreng dan tidak dicampur sambal. Mirip sih dengan ikan Kakap tapi menurut saya Roa ini lebih lembut dan gampang bercampur.

    Kalo membaca rincian dan diskripsi di atas sepertinya memang wajib dicoba.

    ReplyDelete
  8. Penggemar sambal-sambalan ngga akan bisa tahan, nih. Kebayang sambel terasi. Belum dijual di alpa atau indokah?

    ReplyDelete
  9. Melihat sambel Roa pengen jadikan bagian dari menu buka puasa, Kak. Produk lokal yang benar-benar inovatif nih, Kak

    ReplyDelete
  10. Banyak banget ya Sambal di Indonesia? Ada 257 macam sambal untuk masakan dan hidangan.terbanyak enaknya sambal dengan campuran Ika roa, mantep kayanya

    ReplyDelete
  11. Ada 250 lebih sambal, wah🤩.
    Khusus buat yang sambal roa belum pernah coba daku, rasanya. Pastinya mah lezat khas Nusantara

    ReplyDelete
  12. Ya Allah ini sambel enak bangettt bangett. Kapan hari dibawain sama temenku yang dari Manado. memang ngga bisa disimpan lama tapi puas bangett bisa ngincip yang asli akhirnyaaa

    ReplyDelete
  13. Wah ada 257 sambal ya di Indonesia
    Kaya sekali kuliner Indonesia
    Sepertinya aku baru coba beberapa saja
    Sambal Roa sudah
    Emang enak
    Bikin nambah nasi terus, hehe

    ReplyDelete
  14. Saya langsung kebayang sambal teri dengan rasa khas terinya itu yang bikin nagih. Jadi penasaran, kaya apa ya rasanya ikan roa dibalur sambal ini.

    ReplyDelete
  15. Siang-siang baca artikel ini di bulan puasa, auto elus-elus perut laper hahahha.. kebayang enaknya makan nasi hangat dengan sambal roa

    ReplyDelete
  16. Lihat sambal bikin ngiler banget ambu. aku suka banget sama sambel, tapi kalau bikin jarang pakai bumbu aneh-aneh, secukupnya aja. yang penting pedesss...

    ReplyDelete
  17. Wawww .. sambal Roa, kangen aq tuh. Dulu ada teman asal dr Manado, tp skrg sdh balik dia k Manado. Suka aq d kirimin sambal Roa buatan ma2 nya. D makan dengan pisang goreng,mantap. Campuran sambal mie instan jg sadappp! Msh byk makanan daerah yg enak2 dan unik yg Lom terangkat ya.

    ReplyDelete
  18. Duh kebayang lezatnya sambal ikan ria sampai mau ngeces nih Ambu, padahal lagi puasa..hehe. oiya, bentuk ikan ria ini mirip ikan pindang ya atau memang sama dengan ikan pindang kalau di Jawa?

    ReplyDelete