Sambal Cumi, Sambal Cabai Hijau, Nampol Pedasnya Bikin Habis Nasi Sebakul!

    
pedasnya nampol


Sambal Cumi, Sambal Cabai Hijau, Nampol Pedasnya Bikin Habis Nasi Sebakul!


“Siapa yang nggak bisa makan tanpa sambal? Cung!” 

Jika jawabannya iya, wah temenan kita.  Balad penyuka sambal  πŸ˜€πŸ˜€ 

Sebetulnya belum lama saya bersohib dengan sambal. Tepatnya sesudah mencoba menerapkan pola makan Food Combining (FC) yang menganjurkan pelakunya mengonsumsi sayuran mentah. Alasannya, enzim pada sayuran mentah kan masih utuh, berbeda dengan sayuran matang yang meluruhkan vitamin serta mineral. 

Jadi sayang banget kan? Cape-cape masak, gizinya hilang dan cuma jadi sampah di tubuh. Enggak ada lagi gizi yang bisa diserap. 

Nah, sambal menjadi solusi ampuh agar sayuran mentah bisa dinikmati tanpa kerepotan mendorongnya masuk perut. Beruntung saya lahir dan besar di tanah Pasundan yang  masyarakatnya hobby mengonsumsi lalapan. Sayuran untuk lalap melimpah di pedagang sayur. Nggak berlebihan tuh yang bilang bahwa urang Sunda cukup berbekal sambal untuk hidup, sebab sayuran mentah berlimpah di pekarangan dan di kebun. 

Baca juga:
Berburu Kuliner Pedas di Pucuk Coolinary Festival
Sepiring Nasi Goreng Mafia Untuk Menghalau Virus Corona, Bisakah?

Daftar Isi:

  • Sambal, Sahabat Masyarakat Jawa Barat
  • Budaya Kuliner Bercitarasa Pedas di Indonesia
  • Bu Rudy, Raih Omzet Milyaran dari Bisnis  Sambal
  • Resep Sambal Cumi (Devina Hermawan)
  • Resep Sambal Cabai Hijau/Lado Mudo

Seingat saya, saat di bangku SMP saya telah mengenal sambal. Yang mengenalkan bukan almarhum ibunda, tetapi nenek tua yang tinggal di sebelah rumah di Sukabumi. Sebagai sesepuh di keluarganya, kebayang kan lezatnya sambal terasi buatan beliau? Semua bahan (bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit dan terasi) digoreng, sesudah itu baru diulek dan dibubuhi bumbu: garam, gula jawa dan micin! 

Yep micin saudara-saudara. Micin yang berevolusi dari merk Ve-Tsin telah digunakan secara sewenang-wenang sejak zaman dahulu kala. Nggak heran sulit banget kita berpisah dari micin ya? Terlanjur cinta karena sudah memakai micin di usia dini.

 



Budaya Kuliner Bercitarasa Pedas di Indonesia

Berapa banyak jenis sambal di Indonesia? 

Sebelum urban ke Bandung, saya hanya mengenal sambal tomat dan sambal terasi. Sesampainya di Bandung saya berkenalan dengan sambal goang, sambal ndadak, sambal cabai hijau, malah dengan makin maraknya trend kulineran muncul sambal bawang, sambal matah, dan terakhir sambal luat yang dikenal seiring boomingnya kuliner sei (sapi, ayam). 

Ternyata pernah ada riset tentang sambal  yang dilakukan tim UGM. Diketuai pemerhati dan penulis buku kuliner Indonesia, Prof. Mudjiati Garjito, ditemukan sekitar 322 jenis sambal racikan menjadi kondimen kuliner di Indonesia. 

Dari 322 jenis sambal tersebut, 257 di antaranya digunakan dalam berbagai masakan. Tak semua sambal dimasak, sekitar 119 jenis sambal disajikan mentah dan 138 jenis merupakan sambal matang. 

Lebih lanjut ditemukan, dari 257 jenis sambal hanya ada 122 variasi bumbu. Bumbu yang paling banyak digunakan adalah bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula, minyak goreng, dengan bahan utama cabai, garam dan terasi. 

Sangat menarik ya? Tentunya bukan tanpa tujuan Prof. Mudjiati Garjito dan tim melakukan penelitian. Pendataan dilakukan untuk menyusun profil sambal khas Indonesia. 

Hasil yang kemudian menjadi tajuk perbincangan dalam seminar nasional kuliner cita rasa pedas bertajuk Mengungkap Keunikan Kuliner Bercitarasa Pedas di Balai Pamungkas Yogyakarta (sumber) 

Dalam seminar terungkap fenomena kuliner pedas, mulai dari warung tenda, snack dengan berbagai level pedas seperti Maicih, Karuhun dan masih banyak lagi. Sajian pedas semakin berkembang setelah pelaku UMKM menangkap gairah ini dan menelurkan kuliner kekinian, yaitu nasi goreng Mafia, Mie Merapi dan masih banyak lagi. 

Cara penyajiannya pun semakin beragam. Sebelum booming, sambal dimasak dengan diulek dan digoreng kemudian disajikan dalam mangkuk kecil. Dengan adanya blender, mengolah sambal menjadi mudah, walau khusus untuk sambal mentah, diolah langsung dan disajikan lengkap dengan cobeknya.

kumparan.com


Bu Rudy, Raih Omzet Milyaran dari Bisnis  Sambal

Jika mau dirunut, ada 3 jenis bisnis kuliner pedas yang ditekuni UMKM di Indonesia, yaitu:

  1. Sambal pedas, contohnya sambal bajak, sambal terasi, sambal bawang dan lainnya.
  2. Makanan utama yang pedas, misalnya mi pedas,  nasi goreng pedas, nasi rempah pedas dan lainnya.
  3. Camilan pedas, seperti seblak, cilok, keripik, makaroni dan lainnya.

Salah seorang pelakunya pasti sudah familier di telinga pemburu sambal, yaitu Bu Rudy. Pemilik brand Sambal Bu Rudy yang bernama asli Lanny Siswadi pastinya semula enggak menyangka sambal buatannya disukai dan berhasil mendatangkan omzet milyaran rupiah. (sumber

Memulai usaha sepatu di pasar Turi, Surabaya, warung pecel hingga nasi campur,suatu hari Bu Lanny memasak ikan dan udang hasil pancingan suaminya. Beruntung sang suami mengajak teman-temannya mencicipi hasil masakannya, sebab mereka memuji dan menyarankan Bu Lanny menjual olahan sambalnya. 

Kemampuan meracik sambal berpadu dengan insting bisnis, maka dengan cepat brand Sambal Bu Rudy dikenal luas dan menjadi oleh-oleh yang digemari. Termasuk para pejabat tinggi seperti Presiden SBY, Presiden Jokowi dan Presiden Megawati 

Mengunggulkan 3 varian sambal, yaitu sambal udang, sambal bajak, dan sambal ijo, hingga kini Bu Lanny masih mengawasi langsung pembuatan sambalnya. Walau telah memiliki puluhan orang karyawan dengan jumlah produksi 1.500-2.000 botol per hari yang dijual di 6 depot di Surabaya. 

Melalui channel YouTube-nya, Devina Hermawan kerap berbagi tips membuat sambal supaya awet seperti sambal Bu Rudy.  Menurut jebolan Master Chef Indonesia session 5 ini, minyak goreng menjadi faktor utama yang dibutuhkan agar sambal tahan lama. Perhatikan juga sewaktu memasak, harus dengan api kecil sampai kandungan air dalam olahan sambal menguap habis.

  

resep Devina Hermawan


Resep Sambal Cumi (Devina Hermawan)

Tolong, jangan bosen melihat saya selalu menggunakan resep Devina Hermawan. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ’—πŸ’— 

Saya suka dan cocok dengan resep masakan Devina Hermawa. Dia menulis resep dengan rapi, terperinci, penjelasannya lengkap dan yang lebih menyenangkan, semua bahan termasuk bumbu yang tercantum di resepnya dapat dibeli dengan mudah di supermarket/pasar di Indonesia.  

Komposisi bahan/bumbunya dipastikan enak. Enggak pernah nyesel ngerecook masakan Devina. Termasuk resep sambal/saus yang lumayan banyak, baik sambal lokal maupun saus untuk menu western food. 

Nah resep sambal cumi nya Devina ini merupakan salah satu sambal favorit yang sering saya siapkan sebagai teman lalap. Rasa sambalnya gak sekadar pedas, tapi mempunyai kombinasi pedas, manis dan gurih yang pas.

Bahan Sambal Cumi (untuk 2 jar)

  • 300 gr cumi asin
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai
  • 2 lembar daun salam
  • 5 siung bawang putih
  • 10 siung bawang merah
  • 50 ml minyak
  • 2 buah terasi
  • 30 cabai rawit
  • 8 cabai merah besar
  • 1 sdt garam
  • 2 sdt gula
  • 1 buah jeruk limau

Cara Membuat Sambal Cumi (Resep Devina Hermawan)

  1. Rendam cumi dengan air panas, tiriskan. Potong-potong cumi sesuai selera, cuci hingga bersih
  2. Panaskan sedikit minyak, tumis cumi dan tutup penggorengan agar cumi tidak meletup-letup. Masak hingga berubah warna, angkat dan tiriskan
  3. Untuk bumbu halus. Blender bawang merah, bawang putih, dan minyak hingga halus
  4. Untuk bumbu cincang. Masukkan cabai merah, cabai rawit, dan terasi ke dalam food processor. Cincang hingga halus
  5. Panaskan pan bekas cumi. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, dan daun salam hingga wangi. Masukkan bumbu cincang dan tumis lagi hingga wangi dengan api sedang
  6. Bumbui dengan garam, gula, penyedap, dan jeruk limau. Aduk rata
  7. Sambal cumi dapat disimpan hingga 1 minggu dengan dimasukkan ke dalam toples yang sudah disteril ataupun plastik vacuum

   
resep Devina Hermawan


Sambal Cabai Hijau  (Sambal Lado Mudo)

Awal mengenal sambal cabai hijau sewaktu botram (makan bersama) dengan teman kantor yang asli Padang.  

Sambal cabai hijau nya yang enak membuat saya selalu recook, selang seling dengan sambal tomat. Namun karena saya biasa menggunakan komposisi bahan semaunya, kali ini saya mengambil resep sambal cabai hijau Devina Hermawan dengan sedikit modifikasi.

Sambal Cabai Hijau (Resep Devina Hermawan)

Bahan-bahan sambal Cabai Hijau:

  • 100 gram ikan teri
  • 5-6 siung bawang merah
  • 10 siung bawang putih
  • 1-2 buah / 4-8 gr terasi
  • 100 ml minyak
  • 2 buah tomat hijau
  • 20 buah cabai rawit hijau, cincang
  • 8 buah cabai hijau, cincang
  • 4 buah cabai gendot, cincang
  • 50 ml air
  • 1-2 sdt garam
  • ¾ sdm gula
  • ¼ sdt merica

Cara Membuat Sambal Cabai Hijau:

  1. Cuci ikan teri, tiriskan, kemudian goreng hingga berwarna kuning keemasan. Sisihkan.
  2. Goreng bawang merah, bawang putih, terasi dengan minyak bekas menggoreng ikan teri. Apabila sudah layu, masukkan cabai hijau, cabai rawit hijau dan cabai gendot. Angkat.
  3. Ulek atau blender semua bawang, cabai dan terasi yang telah digoreng bersama dengan tomat. Jangan terlalu halus ya.
  4. Goreng sambal dengan minyak bekas menggoreng bumbu, tambahkan air, garam, gula, merica.
  5. Setelah air habis dan sambal mengering, masukkan ikan teri goreng, campur. Sajikan.

Baca juga:
Maniak Pedas? Wajib Coba 5 Kuliner Bandung Ini
Sepiring Nasi Goreng Mafia Untuk Menghalau Virus Corona, Bisakah?

11 comments

  1. Bu RUDY memang inspiring bangeettt
    Toko oleh2 dan restonya di Surabaya nyaris ngga pernah sepi.
    padahal, IMHO harga sambalnya mayan mihil.
    Tapiii, Alhamdulillah chef Devina kasih tips bikin sambal ala Bu Rudy ya
    Mantul abiiss

    ReplyDelete
  2. ambu, saya termasuk konon mulai kecil tidak terbiasa sambal sehingga sampai sekarang tidak mengkonsumsi, kecuali yang ada pada kuliner pecel atau rendang.

    ReplyDelete
  3. Nah, susahnyaaaa deh dapetin cabe gendot 🀣🀣 Aku suka bangeeeeet, pedazzznya nampol hehehe. Makan tanpa sambal itu kayak ada yang kurang. Sambal Bu Rudy memang enak, suka dapat oleh2 dari adik atau sodara pas mereka jalan2. Makasih ya mbak Maria, ada resep sambal cabe ijo dari Chef Devina. Mau aku praktikkan ah.

    ReplyDelete
  4. Saya penggemar Devina juga Ambu, cuman engga pernah recook, hehe ... Kadang kalau ada cumi, saya masak oseng cumi aja. Jadi terinspirasu bikin sambal cumi setelah baca postingannya Ambu. Makasih udah berbagi resep. Ntar mau intip kalau pas mau bikin, ah.

    ReplyDelete
  5. Bikin ngiler nih ambu, kayaknya saya harus langsung praktek bikin sambel cuminya biar nggak bikin penasaran

    ReplyDelete
  6. Aku mah jagonya sambal, itu sambal cumi nya enak banget, aku mau cobain masak dirumah ah... Biar pada doyan makan, Terima kasih kak Maria

    ReplyDelete
  7. Baru baca dengan teliti aja, medulla oblongaata langsung refleks mengirim transmisi neuro norepinephrine dan ... tissss... saliva sukses bekerja di otakku saat ini!

    Sambal kesukaan aku pertama kali itu justru sambal matah ala Manado, karena tante-tante dan om-om kenalan alm. Bapak dan Ibu kebanyakan orang Manado. Tau sendiri kan Manado kalo masak?
    *pingsan....

    Kenalan pertama kali sama sambal itu justru pas masih kicik, 5-6 tahunan gitu. Ibu ngerebusin jagung dan si jagung panas dipipil dan diaduk sama sambal bawang Ibu. Uuuh..... sampe sekarang, aku masih inget jelas bau- rasa dan aromanya ketika bercampur jagung. Dimakannya pas hujan!

    Sambal ga akan terpisah dari hidup masyarakat Indonesia ya Ambu,
    menarik juga nih kita ulik kehidupan kita dengan si para sambal ini!

    ReplyDelete
  8. Saya sedari kecil terbiasa makan dengan sambal. Sambal bawang dan sambal korek tempe yang sudah besem/layu. Kalau dulu makan sambal itu karena terpaksa, adanya ya cuma itu. Kalau sekarang, keberadaan sambal sudah kayak jadi kebutuhan.

    Sambal cumi ini saya juga suka. Kalau sambal ijo nggak begitu suka, soalnya di benak tuh udah tertanam, sambal itu ya cabe merah, bukan cabe ijo

    ReplyDelete
  9. Saya penggemar sambal dan makanan pedas. Kadang mulut masi kuat, perut gak kuat hehe
    Ambo foto2nya kece, jd makin berselera sama makanannya. Mau coba juga ah

    ReplyDelete
  10. Sambal cumi pertama kali saya kenal tahun 2010 saat kuliah di malang, Favorit saya buatan Restoran SS, sampai sekarang selalu gemar sambal terutama sambal cumi. Berbagai resep sambal cumi selalu saya coba, semoga resep sambal cumi pada artikel ini cocok dengan selera saya.

    ReplyDelete
  11. Keluarga saya termasuk penggemar berat sambal dan lalapan mba.bener banget kunci utama sambal awet ada di minyak goreng. Tambahan lagi, Laos juga bisa ditambahkan agar sambal semakin awet. Saya mendapat resep tersebut dari sepupu yang pernah menjalani bisnis bikin sambal setelah lulus kuliah..

    ReplyDelete