New Enzyplex, Karena Makan adalah Sumber Kebahagiaan

    
maria-g-soemitro.com


New Enzyplex, Karena Makan adalah Sumber Kebahagiaan

 
Buka puasa dengan mie bakso? Duh sedap banget. Butiran bakso urat dan bakso cincang dalam kuah panas, ditambah 2 sendok sambal kental nan pedas. Wuih, lezatnya nampol!

Tiba-tiba, saya merasa tercekik. 

Serasa ada sesuatu yang mengganjal di dada bagian atas. Gak tau apa, dan gak tau harus apa. Saya menghentikan aktivitas makan mie bakso. Segera berdiri dan mengambil nafas. Setelah beberapa waktu, saya bersendawa. Rasa tercekik pun hilang.

Bukan kali ini saja saya mengalami perasaan gak nyaman seperti itu. Malah beberapa kali saya merasa sakit luar biasa di bagian dada. Sampai saya bertanya-tanya, apakah ini yang dinamakan serangan jantung? Apakah saya akan mati mendadak seperti yang terjadi pada Ashraf Sinclair?

Untunglah bukan. Dalam kunjungan ke neurolog/dokter spesialis saraf untuk check up epilepsy, dokter memberitahu bahwa saya jauh dari penyakit jantung, tapi dekat dengan penyakit lambung, atau sering disebut sakit maag.

Baca juga:
Kuliner Pinggir Jalan, Antara Kelezatan dan Ancaman Penyakit Menular 

Ramadan Tiba, Siapkan Nutren Fibre untuk Kebutuhan Seratmu

Daftar Isi

  • Awal Berkenalan dengan Penyakit Lambung
  • Beda Gerd, Dispepsia dan Tukak Lambung
  • Karena Makan adalah Sumber Kebahagiaan

Penjelasan lebih lanjut tentang penyakit mag saya dapat setelah mengikuti event inspiratif "How to Manage Dyspepsia During Ramadan with Enzyme Supplementation”, melalui Instagram live, pada 24 April 2020. 
   

maria-g-soemitro.com


Bekerja sama dengan Indonesian Food Blogger, event yang diselenggarakan Enzyplex Indonesia menghadirkan narasumber:

  • Dr. Jeffri Aloys Gunawan SpPD, CHt, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospital Kebon Jeruk
  • dr. Michael Wintrobe Octavianus Reo, Medical Senior Manager PT Darya Varia LaboratoriabTbk
  • Fiona, perwakilan Indonesian Food Blogger

Pastinya event ini seru banget. Selama ini perbincangan tentang dispepsia atau mag hanya berlangsung tertutup, di ruang praktek dokter. Sebagai orang awam, saya hanya diberitahu oleh teman A yang bilang penderita mag akan muntah-muntah. Sedangkan teman B bilang bahwa penderita mag akan mengalami sakit hebat sampai harus dirawat di rumah sakit.

Saya tidak menyadari bahwa sayapun mengalami sakit mag. Cukup aneh ya? Mungkin karena gejala yang saya alami tidak sama dengan penderita mag lainnya. Sehingga saya merasa santai dan tidak menguatirkannya.

Padahal ternyata …..

     

maria-g-soemitro.com


Perbedaan Gejala antara Dispepsia (Mag), GERD dan Tukak Lambung

Kata “mag” berasal dari Bahasa Belanda lho. Arti “mag” adalah “ lambung”, dan merupakan gangguan yang meliputi kerongkongan sampai lambung. 

Penyakit mag biasa disebut sindroma dispepsia berupa nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, atau “begah” (perut terasa penuh).

Seperti dijelaskan dr. Reo, sakit lambung disebabkan tidak efektifnya kerja 3 enzim pencernaan utama , yaitu Amylase , Protease , Lipase:

  • Amylase merupakan enzim yang berfungsi memecah karbohidrat menjadi molekul yang lebih kecil
  • Protease merupakan enzim yang berfungsi untuk mengubah serta memecah protein menjadi asam amino. Dihasilkan oleh pankreas dan lambung, enzim protease bisa diperoleh dari nanas dan papaya, buah-buahan yang merupakan sumber proteolitik tingkat tinggi.
  • Lipase merupakan enzim yang bertugas memecah lemak dalam makanan menjadi partikel kecil, agar nutrisi makanan dapat masuk ke dalam aliran darah. Enzim lipase dihasilkan oleh pakreas, mulut, dan juga lambung.

Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, menyebabkan enzim dalam sistem pencernaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya muncul berbagai gangguan kesehatan, mulai dari rasa mual, bersendawa hingga yang terparah, tubuh mengalami kekurangan gizi/malnutrisi.

Petaka ya? 

    

maria-g-soemitro.com
siapa yang bisa nolak cilok super pedas yang yummy ini?

Saya gak boleh santai dengan gejala penyakit yang saya alami. Gara-gara enzim tidak bekerja efektif, makanan yang seharusnya diserap gizinya eh malah menumpuk dan membusuk di perut.

Aktivitas berpuasa, seperti yang dijelaskan dokter Jeffri seharusnya membuat tubuh sehat, karena pola makan teratur, hanya makan minum di waktu-waktu tertentu, yaitu saat berbuka puasa dan sahur. Sayangnya kita sering salah kaprah. 

Mentang-mentang berpuasa, kita sering makan dengan kalap. Makan terburu-buru. Ketakutan kelaparan di siang hari, menyebabkan kita sering tidak mengonsumsi makanan gizi seimbang, lebih menitik beratkan karbohidrat dan mengabaikan serat, buah dan sayuran.

Akibatnya produksi zat-zat di lambung seperti asam lambung meningkat. Enzim pencernaan pun berkurang, yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gejala-gejala dispepsia.

Sebetulnya apa sih yang dimaksud dyspepsia (mag)? Apa bedanya dengan gerd dan tukak lambung?

Dispepsia atau sakit maag

Adalah gangguan saluran cerna bagian atas  yang menimbulkan rasa tidak nyaman berupa rasa penuh saat makan, kembung, cepat kenyang, mual, muntah, nyeri, bersendawa, dada terasa panas, serta terasa ada makanan yang kembali ke kerongkongan

GERD Gastro Esophageal Reflux Disease)

Merupakan kondisi naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan) yang menyebabkan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada. GERD juga kerap menyebabkan rasa nyeri di daerah dada bagian bawah, rasa sulit menelan, mual atau rasa pahit di lidah.

Tukak Lambung

Tukak lambung timbul akibat akibat kerusakan lapisan lambung yang terus berlanjut dan menyebabkan luka/tukak terbuka di lambung. Gejala yang dirasakan adalah nyeri, rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, atau perut terasa penuh.

Gejalanya sama ya? Karena terjadi pada sistem cerna, mulai dari tenggorokan hingga lambung ketiganya menunjukkan gejala yang sama. Walau keluhan bisa berbeda-beda pada setiap penderita, karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang khas.

    

maria-g-soemitro.com


Karena Makan adalah Sumber Kebahagiaan

Kalimat di atas diucapkan dokter Jeffri, dan tepat banget ya?

Mana ada kumpul-kumpul di Indonesia tanpa makanan? Kala arisan, reunian, meeting hingga bertamu yang hanya beberapa menit, bisa dipastikan tuan rumah akan menyajikan minuman dan kue. Rasanya gak sopan gitu, jika sebagai tuan rumah tidak mengeluarkan hidangan. 

Gak heran perbincangan tentang makanan selalu rame. No ghibah. Setiap peserta acara bisa ikut nimbrung, lintas generasi dan lintas latar belakang.

  

maria-g-soemitro.com
Rasanya bahagia, walau hanya makan dengan nasi panas dengan tempe/terung sambal penyet


Agar makanan bisa dinikmati dengan bebas, penting banget memperhatikan 5 jurus berikut:

Terapkan Kebiasaan Makan yang Baik

Jangan makan terburu-buru, jangan makan sambil jalan dan terapkan waktu makan secara teratur.

Serta jangan berbaring seusai makan, karena akan berakibat  tekanan di dalam lambung meningkat, sehingga makanan dan cairan lambung dapat naik kembali ke kerongkongan

Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang

Saat buka puasa, baik saat Buka puasa Bersama (bukber) maupun tidak, disarankan pilih makanan manis dalam porsi kecil, agar kadar glukosa darah tak tiba-tiba melonjak naik melebihi seharusnya.

Makanan lengkap usai salat Magrib dan waktu sahur sebaiknya mengandung gizi lengkap: karbohidrat, protein, sedikit lemak, serta sayuran dan buah.

Cukupi Kebutuhan Air Minum

Cukupi kebutuhan air minum sekitar 4 gelas air sampai waktu tidur, dan sekitar 2-3 gelas saat sahur. Kombinasikan dengan susu yang mengandung beragam zat gizi, seperti karbohidrat, laktosa, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Pilih Jenis Makanan Alami

Sebuah studi dalam jurnal Inflammatory Bowel Disease menyebutkan makanan hasil pemrosesan akan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Karena itu penting benget memilih makanan alami atau masih terlihat bentuk alaminya, misalnya pilih ayam bakar dibanding chicken nugget.

   

maria-g-soemitro.com


Konsumsi Suplementasi Enzim Pencernaan

Untuk mereka yang mengalami gejala dispepsia ringan, selain melakukan perubahan gaya hidup (tidur cukup, rutin berolahraga, hindari stress) dan pola makan (hindari konsumsi makanan berlemak dan pedas, kurangi konsumsi alcohol dan kefein harian), jangan lupa untuk mengonsumsi New Enzyplex, Suplementasi Enzim Pencernaan.

Ketika Ramadan, New Enzyplex dikonsumsi saat makan berbuka dan saat makan sahur, dilanjutkan paska Ramadan, konsumsi New Enzyplex sebelum makan agar terhindar dari gejala dispepsia.

  

maria-g-soemitro.com
sekarang, bisa makan nasi kuning dengan nyaman 😊😊

New Enzyplex merupakan Suplemen Enzim Pencernaan yang efektif karena mengandung komposisi  3 enzim pencernaan utama ( Amylase , Protease , Lipase ), zat Asam Deoksikolat yang membantu enzim Lipase mencerna lemak, Dimethylpolysiloxane (zat anti kembung) dan Vitamin B kompleks yang membantu kerja enzim. 

New Enzyplex sebagai Suplemen Enzim Pencernaan telah terbukti selama lebih dari 30 tahun di pasar Indonesia efektif dan aman digunakan untuk memenuhi kebutuhan enzim pencernaan dan membantu mencegah serta mengatasi gejala-gejala dispepsia.

Ragu karena mempunyai riwayat sakit lambung? Silakan berkonsultasi dengan dokter agar dapat mengonsumsi makanan dengan nyaman, dan melewati hari (termasuk saat berpuasa) dengan lancar.

Karena seperti yang dikatakan dokter Jeffri, makanan adalah sumber kebahagiaan. Jangan biarkan dispepsia mengganggu kebahagiaan kita.
Setuju?

Baca juga:
4 Tips Diet ala Chef Renatta, Ternyata nggak Mudah 

Anak Susah Makan? Pahami 7 Pedoman Berikut!

Artikel ini diikutsertakan dalam Enzyplex Writing Competition bersama Indonesian Food Blogger

28 comments

  1. Buka puasa sama lebaran paling enak emang makan bakso. Ahaha. Alhamdulillah sampai sekarang aku gak pernah kena magh, jangan sampe ah. Soalnya liat nenek yang kena magh kronis kasian.

    ReplyDelete
  2. Kalau mpo pas puasa sedepnya makan nasi padang tunjang atau mie ayam. Beuh enak banget pakai sambal dan jangan lupa sedia enzyplex

    ReplyDelete
  3. Ramadan kemarin saya sempat sakit lambung juga Ambu, sepertinya maag kambuh syukurnya masih bisa lanjut puasa.
    nampaknya harus selalu sedia Enzyplex juga niih mulai sekarang biar bisa makan enak juga tanpa khawatir sakit lambung lagi ya.

    ReplyDelete
  4. Aku rasa pastinya lebih aman konsumsi suplemen ketimbang makan obat ketika maagnya sudah kambuh ya Ambu? Suka sedih kalau pas makan kesela perih di ulu hati apalagi yang serba santan gitu..

    ReplyDelete
  5. setuju, makan itu merupakan salah satu sumber kebahagiaan, jadi pastinya tersiksa banget kalau nggak bisa menikmati kelezatan makanan karena masalah di Lambung. Buat berjaga-jaga bisa sedia enzyplex ya, kalau sudah merasa makin nggak nyaman sebaiknya memang konsultasi ke dokter

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah saya bukan termasuk penderita dyspepsia atau gangguan pencernaan lain, tapi istri saya suka kambuh "maag" nya kalau salah makan. Untung sekarang ada New Enzyplex. Kalau gejalanya ringan, New Enzyplex selalu jadi senjata andalan....

    ReplyDelete
  7. Syawal momen kebahagiaan setelah menunaikan ibadah Ramadhan, Idul fitri mudik, dan silaturahmi. Jika di rumah sedia new enziplex akan membantu saat bersama keluarga besar

    ReplyDelete
  8. Ini yg kadang Aku Lupa nih mba
    Kalau makan selalu terburu-buru, jangan makan sambil jalan dan terapkan waktu makan secara teratur. Harus terartur Juga y...
    Sedia enzyplex buat jaga2

    ReplyDelete
  9. Daku jadi mau coba enzyplex ini Ambu, soalnya perut suka gak enak kalau udah makan kepedesan. Padahal kan enak ya makan agak pedes, huhu

    ReplyDelete
  10. Baru tau soal dispepsia ini. Pasti ga nyaman banget kalau mengalaminya, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, aku punya GERD juga dan semasa SMA pernah radang usus juga. Gak nyaman banget kalau pas kambuh perut terasa penuh gas

      Delete
    2. Benar mba, nggak nyaman banget terutama kalau pas begah. Terasa penuh, terkadang efeknya juga bikin dada terasa sesak

      Delete
  11. Awal munculnya istilah Gerd yang sering disebut orang orang ,aku malah nggak tau itu penyakit apa. Setelah tau, aku sederhanakan seperti maag akut. Memang nggak enak kalau asam lambung naik, beruntungnya aku ga sampe yang bikin dada panas

    ReplyDelete
  12. pasca operasi batu empedu saya sering ngalamin gejala mirip dispepsia atau mag ini nih mba. cuman ragu tiap gejala muncul untuk makan obat pereda sakit lambung. agak takut makan obat setelah habis operasi karena kebanyakan makan obat. perlu konsultasi dulu dengan dokter mungkin ya, saya rasa saya perlu nih konsumsi enzyplex ini

    ReplyDelete
  13. Setuju banget. Makan emang jadi sumber kebahagian paling terasa hehe yang penting kita harus jaga makan dan sadar apa yang di makan.

    ReplyDelete
  14. Aku sering banget asam naik bebarengan dengan sendawa jadi pas sampe ke kerongkongan rasanya panas gimana gitu 😂 bisa jadi aku penderita Gerd ya. Kalo masalah cepat kenyang sepertinya aku lebih cepat lapar huhu kek baru makan lapar lagi, mana porsi makannya juga banyak. Sempat frustasi kemarin sebelum puasa karena takut ga mampu puasa karena lapar trus dan porsi kudu banyak , kalo ga makan biasanya sakit banget. Eh Alhamdulillah, beberapa hari awal doang yang susah, makan obat maag pun dinaikin dosisnya dari biasanya karena pikiran udah negatif duluan. 😂

    ReplyDelete
  15. makanan memang sumber kebahagiaan. Kalau makan saja idah banyak pantangan, nah ini momen lebaran jafinya kurang sreg. Unyung ada Enzyplex yang bisa jadi senjata "andalan" .

    ReplyDelete
  16. Saya punya riwayat GERD nih, sempet beberapa kali dispepsia juga, makasih banget rekomendasinya mbak, sangat membantu 😍🙏

    ReplyDelete
  17. Ayahku juga kena maag ini mbaa, pas waktu kmrn malah ke UGD karena nyerinya ngga ketahan dan dada rasanya kebakar. Konsumsi suplemen enzim seperti Enzyplex ini akhirnya selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu, alhamdulillah skrg sudah enakan dan ngga kayak sebelum2nya

    ReplyDelete
  18. Ah iya, makanan adalah sumber kebahagiaan
    Makanya akan sangat nggak nyaman jika mengalami gangguan pencernaan, nggak bisa makan enak
    Untungnya ada New Enzyplek ya sekarang

    ReplyDelete
  19. Baca paragraf awal kok saya tiba2 pengen makan bakso ya haha. Dan setelah baca tulisan Ambu saya baru ngeh kalo salah satu gejala mag adalah perut terasa begah dan merasa cepat kenyang. Soalnya akhir-akhir ini saya ngerasain gejala tersebut duh. Btw Enzyplex ini sudah tersedia di minimarket belum ya?

    ReplyDelete
  20. Pencernaan itu memang harus dijaga, apalagi baru tau nich ada 3 enzym yang harus balance. Benar jangan sampai akut, menjaga dan memonitor supaya tetap sehat pencernaan, kalo sudah akut wah berat nich.

    ReplyDelete
  21. Dispepsia ternyata beda dengan maag ya. Dan rasa tidak nyaman pastinya sangat mengganggu.

    ReplyDelete
  22. Bakso emang favorit emak emak seantaro Indonesia ya mba, hehe. Termasuk saya. Tapi saya gak berani buka puasa langsung Mamam bakso, terlalu banyak lemak, hehe. Kalo dispepsia kambuh, saya biasanya makan ranitidin atau omeprazole. Mau coba ah enzyplex.

    ReplyDelete
  23. Makan emang jadi sumber kebahagian
    Tapi kalau udah kena dispepsia karena kebahagiaan kita, apa ga hilang itu kebahagian
    Susah nolak juga sama makanan enak tuh ya apalagi ramadan berasa lupa aja segala hal tentang dampak kalau makan ga di kontrol

    ReplyDelete
  24. Kalau pas makan pedas mah lupa bahwa akan sesuatu terjadi di perut, karena memang makan pedas itu bikin nikmat ya Ambu.

    ReplyDelete
  25. Haduuh rasanya Dispepsia itu ga nyaman banget, perut begah, pernah ngalamin segala dimakan jadinya gitu deh.
    Bisa menjadi rekomen banget nih Suplemen pencernaan biar tetep aman dan bersahabat perutnya.

    ReplyDelete
  26. Ya Allah kebayang mbak lagi enak-enak makan bakso tiba-tiba terasa tercekik. Pasti kaget banget. Alhamdulillah bisa konsul dokter dan ternyata bisa diatasi dengan enzyplex

    ReplyDelete