This Is Not What I Expected, Kisah Rookie Chef dan Sang Pangeran

   
chinese movie


This Is Not What I Expected, Kisah Rookie Chef dan Sang Pangeran


“Kalau film remake lebih bagus daripada film asli, apa imbasnya ke film asli?” 

Pertanyaan seorang teman blogger di atas membuat saya bingung. Ya gak ngaruh lah ya ke film asli? Terlebih film/drama asli dirilis  sebelum versi remake. 

Drama Taiwan “Meteor Garden” yang super duper terkenal itu misalnya. Rilis tahun 2001 merupakan remake dari film Jepang Boys Over Flowers/ Hana yori dango  (1995) 

Drama yang sama diremake sineas Korea yang menggelembungkan nama Lee Min Ho dalam drama “Boys Over Flowers” tahun 2009. Serta banyak remake lain, termasuk Thailand dengan drama “F4 Thailand: Boys Over Flowers” dan yang terakhir oleh sineas Cina dengan “Meteor Garden” (2018) 

Pastinya yang dinilai film/drama remake. Apakah lebih bagus dibanding aslinya? Jika ya, berarti sutradara/aktor/aktris dan team worknya sukses. Walaupun ukuran sukses bisa berbeda, bisa subjektif. 

Menurut opini saya, drama “Meteor Garden” (2001) lebih bagus dibanding Meteor Garden” (2018), meski drama yang rilis terakhir membuat banyak perubahan yang disesuaikan dengan era kekinian. 

Nah, film “This Is Not What I Expected” justru merupakan film asli.  Versi remakenya sudah saya tulis di sini: 

Dating in the Kitchen, Kala Sang Paman Jatuh Cinta Pada Keponakan 

Drama remake-nya mengecewakan. Berputar-putar dan gak sesuai dengan judul “Dating in The Kitchen”. Adegan seputar dapur hanya di awal episode, selebihnya meributkan pasangan yang berbeda dunia, mirip Cinderella dan pangeran di era teknologi digital.

Emang di era milenial ini kita masih ngeributin perbedaan kasta? 

Hmm… Pangeran Harry aja bisa leluasa menikah dengan Meghan Markle. Jika terjadi zaman baheula nasibnya bisa seperti Raja Edward VIII yang dikucilkan gara-gara menikahi Wallis Simpson, sosialita asal Amerika Serikat. 

Bagaimana dengan film “This Is Not What I Expected”?  

Apakah sang pangeran berani mengambil sikap dan menikah dengan Cinderella, yang dalam film ini berprofesi koki/chef? 

Yuk kita kupas. 

Baca juga:
Count Your Lucky Stars, Saat  Tao Ming She Gemar Menangis 

Boss & Me, Ribetnya Pacaran dengan Cinderella

  
Takeshi Kaneshiro


Takeshi Kaneshiro sebagai LuJin

Hanya ada 3 tipe orang di dunia ini
Tukang daging, pelanggan dan babi
Begitulah Lu Jin menilai orang. Akibat didikan ayahnya yang keras, Lu Jin yang lahir di Amerika, besar di Kanada serta belajar dan bekerja di Inggris, Lu Jin berpandangan demikian. 

Hasilnya, Lu Jin sukses sebagai CEO VN Grup. Namun Lu Jin hanya menilai orang dari kaca mata bisnis. Dia masuk ke dalam majalah Forbes sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan 35 milyar dollar Amerika. 

Selain sukses berbisnis, Lu Jin juga sangat pemilih dalam hal masakan. Dia pandai menilai setiap elemen makanan. Darimana asal makanan, cara membuat serta gastronominya.

 

Chinese Drama


Zhou Dong Yu sebagai Gu Sheng Nan

Asisten chef Rosebud Hotel yang sangat berbakat. 

Usianya 29 tahun, dia hidup sendirian di pemukiman kumuh Kota Shanghai ditemani anjingnya yang sudah tua. 

Gu Sheng Nan menjalin hubungan rahasia dengan manager hotel tempatnya bekerja, Cheng Zi Qian, kekasih yang selalu diberinya masakan lezat.  

Namun Gu Sheng Nan harus kecewa, alih-alih mengumumkan hubungan mereka, Cheng Zi Qian malah memutus hubungan.
  

chinese Drama


Sinopsis This Is Not What I Expected Chinese Movie (2017)

Saya tidak keberatan dengan sayuran, terong, labu bahkan fuzzy melon
Mereka punya daging di dalamnya
Tetapi kamu adalah kucai yang tak diberi pupuk
Sadis! Tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba kekasih Gu Sheng Nan, Manager Rosebud Hotel tempat gadis itu bekerja sebagai asisten koki, memutus hubungan sepihak. 

Seolah belum cukup, dia juga menghina tubuh kurus Gu Sheng Nan yang disamakan dengan kucai, sayuran serupa bawang daun namun lebih gepeng. 

Walau tertekan dan nelangsa, Gu Sheng Nan tidak punya waktu bersedih. Seorang tamu yang menempati kamar 1123 minta dibuatkan masakan istimewa. 

Lu Jin nama tamu tersebut, berencana membeli Rosebud Hotel, properti yang dianggapnya tidak layak. Lu jin akan menaikkan penawaran andai koki hotel mampu menyajikan makanan yang disukainya. 

Sayang tak satupun hasil masakan dari koki Rosebud Hotel berhasil memuaskan Lu Jin. Makanan yang disajikan selalu dilepeh, atau malah dibuang sebelum dicicipi. 

Harapan terakhir Manager Rosebud Hotel, Cheng Zi Qian hanyalah Gu Sheng Nan. Sebagai mantan kekasih yang kerap mendapat sajian lezat, Cheng Zi Qian paham benar betapa piawainya Gu Sheng Nam dalam mengolah masakan.  

Dan benar, Lu Jin melahap habis spaghetti ala Strega yang diracik Gu Sheng Nan. 

Malah Lu Jin meminta Gu Sheng Nan memasak untuknya setiap hari. Sukses. Apapun yang dimasak Gu Sheng Nan habis tak tersisa. Puncaknya, Lu Jin ingin menemuinya. Untuk mengapresiasi sekaligus menanyakan alasan Gu Sheng Nan menyajikan truffle di hidangan terakhir. 

Lu Jin tidak menyadari, dia sudah berulang kali bertemu Gu Sheng Nan. Mulai dari memergokinya mencoret-coret mobil mewah Lu Jin, masuk kamar Lu Jin dalam keadaan mabuk serta membuat wajah Lu Jin bengkak, gara-gara tingkah konyolnya mengganggu sarang lebah. 

Gak heran, saat akhirnya tahu bahwa Gu Sheng Nan adalah koki misterius yang mampu menghidangkan masakan lezat, Lu Jin mengira Gu Sheng Nan sengaja menempelnya. 

Merasa tertekan, Gu Sheng Nan tidak masuk kerja. Tak mau menyerah, Lu Jin membututinya ke apartemen kumuh Gu Sheng Nan, hanya untuk menikmati sajian lezat gadis tersebut. 

Terjadi hal tak terduga. Usai makan siang, Lu Jin tertidur nyenyak di sofa butut Gu Sheng Nan. Berjam-jam lamanya. Hal yang langka. Karena Lu Jin menderita insomnia. Tidurnya selalu terganggu dan tak nyenyak walau tempat tidurnya sangat empuk dan mewah, baik di hotel maupun rumahnya.

Lu Jin pun memutuskan mendatangi rumah Gu Sheng Nan setiap hari, hanya untuk makan dan tidur siang. 

Seiring waktu, terjadi perubahan pada Lu Jin. Dia bisa beradaptasi dan makan bersama Gu Sheng Nan. Padahal semula dia menganggap waktu makan adalah privasi. Dia tidak ingin diganggu. 

Dia sangat anti makan bersama.  

Menurut Lu Jin:

Semakin rendah seseorang dalam rantai makanan
Semakin suka dia makan bersama
Lihatlah lalat, kondor, anjing
Jika kau lihat elang, dia makan sendiri
Sayang, Lu Jin tidak bisa berlama-lama bersama Gu Sheng Nan. Dia pemilik dan pewaris kerajaan bisnis level internasional. Sementara Gu Sheng Nan hanya gadis dari kalangan bawah yang tak dapat mendongkrak karirnya. 

Lu Jin harus segera menyelesaikan transaksi pembelian Rosebud Hotel dan kembali ke Inggris. Bagaimana dengan Gu Sheng Nan, sang tambatan hati? 

Happily ever after lah yaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

 

chinese movie


Review This Is Not What I Expected (Chinese Movie (2017)

Seberapa tenarkah Takeshi Kaneshiro? 

Hihihi ternyata generasi muda gak banyak yang tahu tentang aktor blasteran Taiwan dan Jepang yang lahir 11 Oktober 1973 ini. Mungkin karena faktor usia ya? Kaneshiro Takeshi juga bukan aktor Korea. Bandingkan dengan Jang Dong-Gun, aktor Korea kelahiran 7 Maret 1972 yang didapuk sebagai pemeran utama Suits dan Arthdal Chronicles. 

Mengapa membandingkan keduanya? 

Karena keduanya tua-tua kelapa, makin tua makin berminyak. 

Lu Jin yang arogan dan individualis diperankan dengan sangat baik oleh Kaneshiro Takeshi. Seolah Lan Bai Se khusus meramu karakter sosok novel 'Finally I Get You” agar sesuai dengan aktor yang tetap awet muda di usianya yang ke-48 ini, 

Faktor Takeshi Kaneshiro pula yang membuat saya memutuskan menonton film “This Is Not What I Expected” ketika muncul thumbnailnya di YouTube. Ditambah tema “food” yang diusung, gak pakai lama, langsung klik deh.πŸ˜€πŸ˜€

Puas dengan akting Takeshi Kaneshiro, tidak demikian dengan tandemnya,  Zhou Dong Yu yang berperan sebagai Gu Sheng Nan. Aktingnya gak natural. Mirip newbie. Sesudah saya cek profilnya, Zhou Dong Yu sudah malang melintang di layar perak sejak tahun 2010 lho. 

Apakah penyebabnya gagap berhadapan dengan nama besar Takeshi Kaneshiro? 

Beruntung film This Is Not What I Expected dipenuhi masakan lezat yang mengundang selera. Ditambah soundtrack yang membuat penonton tanpa sadar bergoyang. 

 

chinese movie

Oh ya bagaimana dengan komedinya? 

Emm.. gak salah sutradara mendapuk Takeshi Kaneshiro, si peraih banyak penghargaan prestisius. Nampaknya semua peran pernah diambilnya mulai dari pendekar, pelajar tengil, don yuan, dan masih banyak lagi. 

Penonton drama Cina yang terbiasa dengan para aktor muda yang manis bak candy (tapi bikin sakit gigi), pasti paham yang saya maksud. πŸ˜€πŸ˜€

Baca juga:
Gourmet in Tang Dynasty, Perjalanan Waktu Seorang Foodie 

Be With You (2020) ; Cinta Semanis Sayur Bening

Profile (sumber)
Movie: This Is Not What I Expected
Native Title: ε–œζ¬’δ½ 
Also Known As: Xi Huan Ni , η”·δΊΊδ½Ώη”¨ζ‰‹ε†Œ , η”·δΊΊζ‰‹ε†Œ , δ½ ηœ‹δΈŠεŽ»εΎˆε₯½εƒ
Director: Derek Hui
Genres: Food, Comedy, Romance
Country: China
Release Date: Apr 27, 2017
Duration: 1 hr. 46 min.
Content Rating: G - All Ages


15 comments

  1. Aku baru tahu kalau Dating in The Kitchen itu hasil remake dari versi asli “This Is Not What I Expected”, dan ternyata versi aslinya adalah film. Versi dramanya aja menurutku lumayan bagus, padahal bagi ambu berantakan ya hihi, nah kalau versi filmnya bagus, berarti luar biasa bagusnya. Wuah jadi pengen nonton!

    ReplyDelete
  2. Memang ya dari perut naik ke hati. Makanan bisa bikin jatuh cinta pada yang memasaknya.
    Wah jadi penasaran dengan happily everafter antara Lu Jin dan Sheng Nan. Apa ikut ke Inggris atau enggak ya sang chef tambatan hat?

    ReplyDelete
  3. Sekarang film dan dracin sedang menggeliat, baik kualitas dan jumlah. Drama Taiwan dan film Hongkong malah lesu, dan drakor mendapat saingan kuat nih.
    Membaca referensi dari Ambu, saya jadi penasaran ingin nonton juga, apalagi katanya aktornya bukan manis2 candy yg bikin sakit gigi. Benar berasa ngelihat film yg dilakoni aktor, bukan tokoh anime :) .

    ReplyDelete
  4. Ya ampun, Takeshi Kaneshiro ini termasuk salah satu aktor favorit saya ketika masih menggemari perfilman China, dulu banget.
    Dan wajahnya belum berubah juga dong, awet muda betul :D

    Dulunya paling suka film-filmnya sama aktor imut lainnya, duh lupa siapa ya namanya, Aaron Kwok sama siapaa lagi gitu satunya yang imutnya kebangetan.

    Dulu saya hafal banyak aktor sana, dan suka banget sama semua film-filmnya.
    Memang udah topnya mah kalau akting Takeshi, udah sejak dulu-duku kala :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju kak Rey, Yang saya tahu peran Takeshi Kaneshiro ini memang cukup natural sekali, enak saja ngelihat saat memerankan banyak versi di perfilman china. Misal di film2 era-90 seperti Boboho, Fallen Angels, dll. Menarik dulu waktu nonton Boboho.

      Delete
  5. semenjak memperhatikan kompetisi di Master Chef Indonesia, sebagai negeri dengan kulinernya membuat keterkaitan ulasan ambu ini ketika saya membaca.

    ReplyDelete
  6. First off all mau bilang suka banget sama headernya curhat si Ambu yang baru πŸ˜πŸ‘

    Versi remake dan asli keduanya belum sempat menonton. Mungkin karen list film-film china atau taiwan jarang masuk list film atau series yang aku tonton.

    Tapi ngomongin film based on food story aku justru teringat sama drakor favorit aku PASTA..πŸ€©πŸ‘

    ReplyDelete
  7. Kalau dari reviewnya, ceritanya keliatan bagus, kak. Ternyata, menurutmu pengarapannya berputar-putar, ya

    ReplyDelete
  8. Saya beberapa kali nonton film atau drama remake. MIsal F4 nya versi indonesia menurut saya bagus juga ya AMbu karena kan selera saya orang Indonesia, hehehe. Jadi remake versi Indonesia juga bagu s juga

    ReplyDelete
  9. Wohooo kudu aku pantengin satu2 nih
    versi asli dan versi remake
    ntar kalo selo, bakal nonton aahhh
    buat hiburan sekalian nambah wawasan

    ReplyDelete
  10. Sukses atau tidaknya produksi remake, menurut saya, tergantung dari para sineas yang menggarapnya. Jika terkonsep dan ditangani dengan orang yang berkualitas dan mumpuni dibidangnya, produk sinematika tentunya akan lahir dengan lebih indah. Sama dengan memindahkan kisah dari sebuah buku/novel menjadi sebuah karya layar lebar.

    BTW, saya lagi seneng nih nonton film/drama yang dibintangi oleh TAKESHI Kaneshiro. Aktor berekspresi kuat dengan wajah rupawan. Pas kok kebetulan saya baru selesai nonton filmnya yang berjudul DRAGON bersama Donnie Yen. Liat ini langsung tak catet dan cus wajib tonton.

    ReplyDelete
  11. Kalau saya mau versi remake ataupun yang asli, asalkan saya suka ya suka aja. Memang jadinya subjektif hehe.

    Btw maksud aktor muda bak candy bikin sakit gigi tuh seperti apa Ambu? gagal paham daku, hixπŸ˜•

    ReplyDelete
  12. Jadi ingat master chef baca ulasan artikel ini heheh film masak memasak emang menarik ya apalgi kalau tingkat kesulitan masaknya tinggi jadi kepo rasanya seenak apa hehehe

    ReplyDelete
  13. Wah jadi penasaran nih ingin nonton jadinya, padahal akhir - akhir ini lagi males nonton hehe. Penasaran baget kalau sama film atau drama yang bahasannya masak - masak an.

    ReplyDelete
  14. Terdampar ke sini gegara baca postingan di Fp BCC, trus baca nama Takeshi Kaneshiro. Ya ampun... saya pernah tergila-gila sama orang ini sampai parah banget. Hahaha... Tengkyu ya ulasannya. Saya kirain dia udah pensiun main film 🀭

    ReplyDelete