Ayo Tebak! Dari 6 Sosok Bukber Ini, Yang Manakah Anda?

source: dissolve.com


Pernah merasa sendiri di tengah keramaian?

Pernah merasa asing ketika menghadiri acara yang diselenggarakan demi persamaan nasib?

Saya pernah!

Waktu itu saya datang ke acara buka puasa bersama (bukber)  SMA, dan ternyata hanya satu orang yang saya kenal. Itupun dia sibuk sendiri, ngobrol dengan yang lain, yang saya nggak kenal karena beda angkatan.

Mencoba mencair dengan yang lain, saya berusaha ngobrol dengan peserta di samping  kiri dan kanan, sambil berusaha mengingat nama mereka. Tetap terasa hampa. Seperti baru kenalan dengan sosok baru di suatu pesta.

Padahal saya tukang ngomong lho. Atau dengan kata lain, saya doyan ngomong dan bisa ngobrol dengan siapa aja. Teman-teman pegiat lingkungan kebanyakan seumuran anak saya yang  baru lulus kuliah. Teman seperjuangan di kehutanan Jabar umumnya 10 -20 tahun lebih tua.

Jadi seharusnya saya bisa enjoy dong ya disana. Nyatanya saya cuman plonga plongo hingga event berakhir. Konyolnya beberapa minggu  kemudin, saya bertemu dengan satu  sosok  yang pernah saya temui di reunian tersebut, eh boro-boro ngobrol, menyapa aja nggak.

Saya memang punya kelemahan sulit mengingat nama.  Sesudah berpapasan dan saling lihat, saya baru ngeh ketemu dia di acara reunian waktu itu,  tapi lupa nama.  #Duh.
Sedangkan dia? Entahlah!

Lha jadinya aneh kan? Tujuan bukber kan untuk memperpanjang silaturahmi dan mempereratnya. Jika sesudah bubar bukber trus  elu-elu gue-gue, buat apa dong ikut acara tersebut?

Mending di rumah aja, hemat uang, sholat Magrib lebih khusyu  dan bisa langsung tarawih. Iya kan?
Sejak saat itu,  saya memutuskan hanya 3 hal berikut ini yang bisa membuat saya pergi bukber:


Bukber Bareng Anak Panti Asuhan
Melihat anak-anak Panti Asuhan bukber tuh bikin nyes banget ya? Jatah makan mereka di panti kan terbatas. Waktu makannya juga. Nggak seperti anak-anak kita yang bisa makan kapanpun, dimanapun, dengan lauk apapun.Kecuali di bulan Ramadan pastinya.

Dulu, usai khatam tadarusan bareng teman-teman pengajian, diteruskan dengan bukber bareng anak yatim. Beberapa tahun ini saya nggak bisa tadarusan dengan mereka, sehingga bukbernya juga terlewat.

Beruntung selama 2 tahun terakhir  saya bisa bukber bareng anak panti asuhan yang diselenggarakan  Hoka-hoka Bento. Sejak tahun 2001, Hoka –hoka Bento secara rutin mengadakan bukber bersama sekitar 3.400 anak panti asuhan yang tersebar di beberapa kota besar.


Seperti diketahui, nggak semua anak yang berada di bawah lindungan panti asuhan adalah anak yatim. Banyak diantara mereka adalah anak-anak miskin yang dititipkan pada panti agar tercukupi sandang, pangan serta pendidikannya.

Nggak heran, buat anak-anak panti, menyantap menu Hokben sungguh istimewa. Mereka menjilati nasi dan saus yang jatuh ke anggota tubuh dengan lincahnya. Isi wadah makanan tandas tak bersisa.

Bukber bareng anak panti, membuat  setiap orang   mensyukuri nikmat Allah yang sungguh   berlimpah. Hal yang sering disepelekan.


Launching Produk
Banyak di antara produsen barang/jasa memperkenalkan produknya di bulan penuh berkah ini. Menurut saya sih harus diapresiasi dan didukung.

Seperti launching aplikasi Kios Agro yang dilaksanakan 20 Mei 2019 silam. Aplikasi ini bertujuan menjembatani kesulitan petani/penjual hasil pertanian dengan para pembelinya.

Sebelumnya baik pembeli dan penjual  dirugikan dengan adanya mata rantai penjualan yang panjang. Ada makelar dan tengkulak disana yang bermain main dengan harga.

Karena itu begitu mengetahui mereka launching produk, saya menyatakan siap hadir dan menuliskannya. Agar  masyarakat tahu,  bahwa ada market place yang sangat  mengadopsi kebutuhan mereka.  Sehingga produk ini menuai banyak  berkah.



Bareng Keluarga Besar/Anggota Komunitas 
Asalkan peserta bukbernya saya kenal, saya bersedia hadir. Jangan sampai kisah sedih yang saya tuturkan di paragraf pertama, terulang lagi.

Bukber bersama keluarga besar/anggota komunitas, sejatinya mendekatkan yang  jauh, mempererat yang dekat. Semangat melaksanakan tugas hablum minannas, yang sama pentingnya dengan hablum minallah.

Jadi nggak tepat juga jika menolak bukber,  sementara kita tahu di bulan suci ini kita harus berlomba-lomba mengumpulkan kebaikan.


Nah, mengetahui betapa bermanfaatnya bukber, ada beberapa sosok yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan suatu bukber. Seseorang yang mencetuskan ide bukber tidak ada artinya jika tak ada yang menanggapi. Di pihak lain,  acara bukber akan berantakan jika tak ada sosok pemersatu.

Nah cuzz aja yuk, siapa aja mereka?  Ini dia:
Sang Pencetus
Sang pencetus muncul dari salah seorang anggota yang mempunyai  keinginan tulus melaksanakan hablum minannas dengan memperpanjang tali silaturahmi dan mempereratnya.

Dia mencetuskan ide pada beberapa anggota untuk disetujui. Walaupun tidak selalu, biasanya secara tidak langsung dia juga menjadi “ketua panitia” yang menjamin kelancaran bukber. Umumnya dia juga yang memilih tempat bukber dengan mempertimbangkan lokasi bukber dan harga makanan.

Walaupun informal,  jika sang pencetus merangkap ketua panitia, maka dia jugalah yang menetapkan run down acara, serta  segala segala sesuatu yang berhubungan dengan kemeriahan dan kelancaran acara.

Jangan sampai peserta acara bernasib apes seperti kisah saya di paragraf awal, merasa terjebak dalam situasi yang nggak menyenangkan. Sehingga atribut alumni cuma basa basi yang teramat basi.

Sang Second Lead
Second Lead bertugas membantu sang pencetus. Sehingga bisa saja kedua orang ini menjadi team yang menjamin kelancaran acara. Seperti cek ulang reservasi tempat bukber, menyebarkan undangan, memastikan berapa orang yang hadir termasuk menjawab pertanyaan yang tidak sempat dijawab ketua panitia.

Kurang lebih dia menjadi seksi repotnya. Dia juga yang mengingatkan jika ada sesi foto bareng, bagaimana aturan bayar makanan usai bukber, dan seterusnya.

Sang Bintang
Umumnya disebabkan kepribadiann ya yang ekstrovert, seseorang menjadi bintang dalam suatu acara. Tanpa disengaja, dia mendominasi acara, baik dengan pembicaraan maupun tindakan. Karena kecenderungannya, sang bintang kerap dianggap arogan dan minim simpati. Padahal tidak selalu demikian.

Sang bintang justru kerap dibutuhkan sebagai  penggembira suatu acara. Celetukannya yang tak tertahankan menghidupkan acara bukber. Karena seorang ekstrovert membutuhkan sumber  energi yang didapatnya dari tengah keramaian, terlebih jika bisa menjadi pusat perhatian. 

Seorang ekstrovert mampu berbicara dari awal bukber hingga acara  bubar. Sebaliknya,  dia akan merasa tersiksa jika harus melakukan altivitas  tertutup seperti meditasi, menulis dan lain sebagainya.

Sang Loyalis
Rasa solidaritas yang tebal  pada kelompok sang pencetus dan lingkarannya, membuat sang loyalis pasti datang di setiap acara bukber. Mereka selalu bisa melihat sisi positif karena itu hidupnya nyaman. Ngga ribet.

Mereka menjadi penentu kesuksesan bukber karena tidak pernah rewel, tidak banyak menuntut apalagi mengritik. Mereka melihat  sisi positif Sang Pencetus dan kawan-kawan yang telah mengorbankan  waktu dan tenaga demi terselenggaranya bukber.

Sang Peragu
Selalu ada kelompok bertipe peragu dalam masyarakat. Umumnya dipicu rasa tidak percaya diri. Bukber bersama kelompok alumni sekolah bisa membuat tekanan yang lebih parah. Mereka berpikir: “Nanti disana bagaimana ya?” “Nanti ngomong apa ya?” dan seterusnya. 

Mereka kerap menggunakan kata “insyaallah” karena tidak bisa menolak secara langsung. Biasanya di saat-saat akhir barulah keputusan dibuat.

Sang Oportunis
Entah mengapa ada pandangan negatif mengenai kelompok oportunis. Padahal acara bukber merupakan peluang untuk menambah networking lho. Seorang keponakan bisa berbincang  dengan kelompok keluarga senior mengenai bisnis yang baru dirintisnya. 

Dengan menghadiri bukber, banyak peluang yang bisa diraih oleh mereka yang baru terjun ke dunia bisnis. Seorang saudara sepupu rajin mengikuti bukber agar mendapat calon klien bisnis asuransinya. Sedangkan saya berhasil mendapat kontak beberapa narasumber untuk berbagai kegiatan, baik yang dilakukan saya sendiri maupun komunitas yang saya ikuti. 

Nah diantara 6 golongan peserta bukber, termasuk golongan manakah Anda? Ngga ada yang salah dan nggak ada yang kurang berharga. Karena semuanya berkontribusi melancarkan acara yang penuh makna, melaksanakan hablum minannas di bulan penuh rahmat.


Comments

Satto raji said…
Saya mah sang penggembira aja kak...
Tim haha hihi
Boleh mas Satto, bebas :D :D
Ini bisa borong berapa tipe, Ambu?

Sepertinya aku bisa jadi Sang Pencetus, kadang-kadang Second Lead, Loyalis dan Oportunis ^^

Kalau Ambu yang mana ne?