Skip to main content

Karena Ngeblog, Aku "Ada"

source: careeraddict.com

“Setiap kehidupan meninggalkan jejak”

Kalimat ini berulang kali diucapkan oleh Baek Beom, seorang ahli forensik dalam drama Korea “ Investigation Couple”. Berkat prinsipnya, Baek Beom membuktikan banyak kasus kematian ternyata tidak seperti dugaan banyak orang.

Hi, apa hubungannya dengan ngeblog?

Pastinya karena sebagai orang hidup ((ya iyalah ;D)), kita banyak memiliki jejak kehidupan. Dan semuanya bermakna. Bagi diri sendiri maupun orang lain.
Terlebih diusia saya yang menuju 60 tahun. Ada banyak jejak yang saya tinggalkan dan harus ditulis  agar hidup lebih bermakna.

Salah satunya adalah jejak kegemaran saya dalam berkebun/urban farming.  Ngga sekedar melakukan, seorang hobbies pastinya rajin membuka laman yang berkaitan. Sehingga punya banyak kisah yang bisa dibagikan dan bernilai:

Informasi
Tau ngga kalo kegiatan berkebun ternyata Berkebun selama satu jam ternyata dapat membakar  330 kalori? Lebih banyaj dibanding bersepeda santai sejauh 10 – 12 mil per jam yang “hanya” membutuhkan 256 kalori.
Pengetahuan ini saya tulis dalam: Berkebun ala Atalia Praratya (2) Agar banyak orang akan mengetahui  olah raga murah namun banyak manfaat ini. Syukur-syukur terinspirasi dan  mengikuti jejak saya. 

Inspirasi
Banyak sekali masalah berkebun yang jadi kendala. Salah satunya pengadaan fasilitas berkebun. Berkat bergabung dengan komunitas berkebun dan searching, konsultasi pada mbah Gugel, saya menjadi tahu cara berkebun dengan mudah dan murah. Salah satunya saya tulis disini:
Bahkan saya jadi tahu banwa teknologi sangat membantu seorang pekebun. Cukup buka smartphone untuk memesan berbagai peralatan. Maka beberapa hari kemudian, semua yang dibutuhkan akan dikirim. Termasuk benih seharga Rp 1.000/plastik. Nikmat banget, bukan?



Bermanfaat
Pramudya Ananta Noer bilang: “ Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Nampak mengawang banget ya? Padahal ngga lho. Ketika saya menulis tentang Jupe:

Banyak sekali data yang saya rangkum. Diantaranya kenyataan bahwa setiap harinya  26 perempuan Indonesia  meninggal akibat HPV, atau sekitar 1 orang per jam. Yang membuat Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak.

Sepuluh tahun kemudian, apa kabar dengan penderita virus  HPV?  Karena seharusnya ilmu kedokteran bertambah maju. Tulisan tentang Jupe bisa menjadi pembanding ketika saya sudah tiada kelak.

Juga 2 tulisan mengenai inovasi menabung dan pengiriman barang di era digital, yaitu:

Pastinya akan terjadi terobosan yang membuat tulisan saya menjadi usang. Tapi bisa menjadi komparasi bahwa di tahun 2018 telah muncul inovasi tersebut.  Dan saya, bersama teman-teman blogger lah yang menuliskannya.

Konsekuensinya, puluhan tahun kemudian, para pembaca tulisan saya akan mengetahui bahwa saya “ada”. Mematri kata demi kata yang awalnya terasa ‘receh” . Diantara banyak gelak tawa dan selfie, welfie bersama teman-teman blogger. Mengisi hidup, mengukir makna. Seperti sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai manusia:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”

(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Nah, sudahkah teman-teman menjadi bagian manusia yang bermanfaat?


Comments

Yas Marina Dewi said…
Awalnya, saya kira mau review drakor, Bu hihi... Eh, jadi pengen tanya, urban farming di kelurahan Ibu aktif ya?
ayaocha said…
Buat jejak yaa, dan blog bisa bertahan lebih lama. Belum lagi, tulisan di blog bakalan terus bisa dibaca orang lain :)
Ida Tahmidah said…
Asyiknya ngeblog bisa memberi manfaat kpd orang lain pasti berpahala asal ikhlas :)
Ngeblog buat hidupku jadi lebih hidup
herva yulyanti said…
sepakat ambu buat jejak kehidupan yang kelak bisa dibaca turun temurun y
Sandra Hamidah said…
Suami sering mengeluh ingin bersepeda lagi padahal setiap hari selalu berkebun agar bisa mneghadiahi bunga pada saya setiap hari hhaha makasih ambu infonya, saya juga ingin bermanfaat bagi umat❤️
Gita sarrah said…
Setuju banget ambu..dengan menulis berarti kita sudah meninggalkan jejak. Pengen banget bs nulis buku tp minimal nulis di blog jg insyaAllah bisa memberikan manfaat buat yang baca ya ambu. Btw saya juga tertarik dengan kegiatan berkehun. Mau dong diajarin berkebun sm ambu.
Setuju pisan bu!
Aku mulai nulis blog waktu Fathir masih bayi dan ketika aku baca kembali tulisanku zaman dulu langsung kangen sama kenangan anak2 waktu masih pada kecil.

Padahal ketika nulis berasanya receh dan gak penting, tapi ternyata bisa jadi kenangan indah ketika dibaca lagi sekian tahun kemudian.
Jeanette Agatha said…
ambuu... setuju banget sama tulisannya. dengan menulis kita bisa meninggalkan jejak untuk orang banyak.
Ambu suka banget berkebun ya? pasti rumahnya asri banget ya :)
Jeanette Agatha said…
ambuuu.. aku setuju banget sama tulisannya. Dengan menulis kita bisa meninggalkan jejak untuk orang banyak. selain itu kita juga bisa bermanfaat untuk orang lain lewat tulisan kita.
Ambu suka banget berkebun ya? Pasti di rumahnya asri dan banyak bunga2 :)
Raisa Hakim said…
Salah saty amal penolong kita untuk masuk surga salah satunya juga ilmu yang bermanfaat insyaallah ya ambu jadi bekal
Jeanette said…
Ambu…. aku setuju banget sama tulisannya, dengan menulis kita bisa meninggalkan jejak untuk banyak orang. selain itu juga memberi manfaat buat orang banyak. :)
Ambu senang berkebun ya? pasti di rumahnya asri banget banyak bunga :)
Jeanette said…
Ambu.. aku setuju banget sama tulisannya. Dengan menulis kita bisa meninggalkan jejak. Selain itu, juga bisa bermanfaat utk orang lain 😊
Ambu suka berkebun ya? Pasti di rumahnya asri dan banyak bunga ya?
Iyaa, Ambu. Menulis memang membuat kita dikenang, meski kita sudah tiada kelak. Dan bikin nyandu <3
susie ncuss said…
itu juga alasanku untuk menulis di blog, ambu...
toss dongs :D
eva sri rahayu said…
Ngeblog itu punya keswnangan tersendiri ya, Teh :)
Euisry Noor said…
Semoga tulisan di blog kita jadi jejak kebaikan ya, Bun...
Evi Sri Rezeki said…
Semangat terus ngeblognya, Ambu :)
Rani Yulianty said…
Upwrtama kali bertemu dengan ambu, salit dan kagum dengan semnagatnya dan selalu bertanya pada narasumber jika ada event, pokoknya saya yang lebjh kudah kalah telak deh sama Ambu, semangat terus ya

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Andai Angelina Jolie Tau 6 Jurus Pengusir Bau Mulut Ini ...

Mariana (bukan nama sebenarnya),rekan kerja saya di perusahaan ekspor impor, memiliki tampilan nyaris sempurna. Bikin ngiri setiap perempuan. Tubuh tinggi langsingnya tak terganggu seberapa banyak dia makan. Cantik dengan riasan natural, sungguh flawless. Ditambah rambut ikal Farah Fawcetnya kerap ditarik ke atas, membentuk updo sekaligus menampilkan leher jenjangnya. Huuu ....para pria langsung deh menelan ludah. Pokoknya nampak tanpa cacat. Bikin bingung nyeritainnya, saking cantiknya nih orang.
Mariana juga cantik hatinya. Pengelola salah satu yayasan sosial. Dia juga pinter. Lulusan sebuah PTN yang ngambil diploma di luar negeri. Konon beasiswa. Keren ngga? Duh terlalu, kalo bilang nggak keren. ^_^
Tapiiiii ...., begitulah. Ngga ada yang sempurna di muka bumi. Mariana-pun punya kekurangan. Yaitu bau mulut. Aduh, baunya bener-bener bikin orang menjauh. Males ngobrol dengannya. Ternyata bau mulut ngga hanya milik mereka yang berwajah pas-pasan. Ups:D:D
Konon, Angelina Jolie yang  kecant…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Wajah Bulukan? Putihkan Dengan Minyak Kelapa!

Hihihi, wajah kok bulukan? Iya, kulit wajah orang Indonesia kan umumnya sawo matang. Ngga mungkin deh diubah jadi putih.  Jadi yang tepat adalah membuat wajah yang buluk/kumal menjadi kinclong, putih, sedap dipandang dan membuat pemiliknya lebih percaya diri.
Faktor ingin lebih percaya dirilah yang membuat perempuan berlomba-lomba tampak putih. Nggak heran, untuk memenuhiharapan wajah menjadi  putih, klinik kecantikan tumbuh bak jamur di musim hujan.
Mereka yang enggan pergi ke klinik kecantikan, dengan beragam alasan, memilih menggunakan skin  care yang diberi embel-embel “whitening” atau memutihkan. Tak peduli harganya lebih mahal dibanding yang non whitening.
Padahallll..., seorang teman yang bekerja di laboratorium kecantikan  ternama memberitahu bahwa yang dimaksud  “whitening” adalah penambahan “vitamin E”.  Cara paling mudah dibanding penggunaan bahan  alami yang telah dikenal sejak jaman Cleopatra. Hehehe, bahkan Cleopatra ingin kulitnya putih bercahaya ya? Jadi, ngga salah dong …

Pilih Mana? Tunik Cleopatra atau Gamis Ashanty?

“Ibu mau tunik atau gamis?” Untuk sejenak saya bingung, nggak paham pertanyaan penjual pakaian. Hingga akhirnya dia menjelaskan bahwa yang dimaksud tunik adalah pakaian perempuan yang menutup pantat memanjang hingga seputar paha. Sedangkan gamis atau ada juga yang menyebutnya longdress, panjangnya menyapu lantai.
Aha, ternyata... Mungkin si penjual mengklasifikasikan tunik dan longdress menurut versinya saja. Atau untuk memudahkan penjualan. Karena tunic berasaldari masyarakat Romawi yang menyebut “tunica” pada pakaiannya. Pakaian tersebut berukuran lebih longgar dari model pakaian lain, mampu menutupi dada, bahu dan punggung. Dengan kata lain, tunik maupun gamis, barangnya sama. Tidak ada hukum yang mengharuskan ukuran tunik hanya sebatas paha.
Model pakaian dengan cutting sederhana ini disukai perempuan maupun pria dan mengalami transformasi di setiap era. Khusus untuk muslimah,tunik disukai karena longgar tidak memperlihatkan bentuk tubuh, hal yang dilarang agama.
Anehnya, keputusan m…

Kisah Panci Ajaib dan Resep Gudeg Favorit Keluarga

Apa sih yang bikin kamu males masak?
Nyuci bekas peralatan masak?
#tos Berarti samaan kita! Males banget mencuci piring, panci dan wajan bekas memasak. Ribeudnya itu lho yang malesin. Ngga sesimple nyuci gelas. 
Peralatan dapur bekas memasak umumnyaberlumur minyak, mentega, lemak dan bumbu, sehingga sulit dibersihkan. Apalagi sehabis masak rendang, gudeg, ketupat, pepes, dan menu ajaib lainnya.Pinginnya bisa abra kadabra langsung jadi, enak dan nggak usah nyuci peralatan dapur.
Padahal mommynya Ron , sahabat Harry Potter yang penyihir murni, juga harus mencuci peralatan dapur ya? Jiah, kenapa spoiler kepanjangan hingganyasar ke Harry Potter?
Karena sekarang ada panci presto yang secara ajaibmembantu menyelesaikan keribeudan. Ibu rumah tangga nggak harus mencuci banyak peralatan dapur. Cukupngurusin satu panci saja.
Hadir pertama kali di Indonesia sebagai panci yang hanya digunakan untuk membuat daging empuk dengan cepat. Ngga usah menunggu berjam-jam sehingga ngirit gas. Kini panci presto b…

Gangnam Scandal; Terjebak Sinetron Ala Drama Korea

Terbayangkan sinetron Indonesia? Kisah cerita yang dipanjang-panjangin. Muter-muter untuk menyelesaikan satu pesan. Peran antagonis nan jahat bukan main. Sementara protagonisnya bak dewi dari kayangan. Dan saya terjebak dalam tontonan demikian, yang dalam khasanah drama Korea masuk ke dalam long length drama.
Awalnya iseng nonton “Gangnam Scandal”, tertarik pemerannya yang bukan bintang papan atas tapi cantik dan ganteng, aktingnya bagus-bagus. Episode awalnya bikin penasaran.  Ketika 20 episode ngga menunjukkan titik terang, kisah ngga tau mau dibawa kemana, barulah saya melirik jumlah episode yang rencananya bakal ditayangkan. Ternyata 120 episode, alamak! Wuaduh, bikin galau! 
Diterusin atau jangan ya? Akhirnya hatur lumayan lah. Untuk tontonan multitasking, sambil bikin handicraft, sambil makan, de el el :D:D Walaupun 120 episode, setiap episodenya hanya 30 menit. Tapi keukeuh lama ya?
Sebetulnya ada drama Korea yang panjangnya juga menjebak saya, yaitu “My Only One”. Alasan menonton …