Royal Betrothal, Perjuangan Pejabat Perempuan Menuntut Keadilan

maria-g-soemitro.com

Royal Betrothal, Perjuangan Pejabat Perempuan Menuntut Keadilan

Sejak kapan kaum perempuan China diperbolehkan sekolah? Ternyata mereka (baik rakyat jelata maupun kaum bangsawan) baru diperbolehkan mengenyam pendidikan pada tahun 1907, di masa-masa akhir kekuasaan Dinasti Qing. 

Sementara kaum pria, tepatnya rakyat jelata sudah mendapat kesempatan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan pegawai negeri, sekitar tahun 200 Sebelum Masehi. 

Jauh sebelum itu, tentu saja hanya pria dari kaum bangsawan yang bisa bersekolah.

Mengapa ngenes banget nasib kaum perempuan China? Ternyata para filsuf lah yang jadi biang kerok. Mereka mengembangkan keyakinan bahwa perempuan lebih rendah dari pria dalam segala hal. 

Mereka menjelaskan bahwa perempuan menjadi bagian dalam (yin) dan laki-laki menjadi bagian luar (yang). Sehingga perempuan harus selalu berada di dalam rumah, tidak keluar kecuali dengan ayah atau suami.

Setelah menikah, istri diboyong ke rumah suami dan tinggal bersama suami dan orang tua sang suami. Ia harus tunduk kepada suami dan orang tuanya hubungan dengan kedua orang tua otomatis berakhir.

Saya mengulik sejarah pendidikan pendidikan perempuan China ketika sedang menonton drama China “Royal Betrothal”. Drama yang berupakan adaptasi dari novel "Jiang Shan Wei Pin" (江山为聘) by Xing Yan Yan (行烟烟) ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Meng Ting Hui yang merangkak dari status budak hingga menjadi pejabat istana.

Diperankan Wu Jin Yan dan Chen Zhe Yuan, si pemilik  wajah imut nan menggemaskan, pada awal penayangan drama ini mendapat rating 8,0/10 dari Mydramalist, dan rating 8,5/10 dari IMDb.

Unik ya? Mengingat biasanya rating Mydramalist lebih tinggi dibanding IMDb. Apa sebabnya? Yuk kita bahas:

Baca juga drama Chen Zhe Yuan lainnya:

Fated Hearts, Kisah Cinta Pangeran dan Jenderal Perempuan Berjubah Merah

Hidden Love, Cinta Monyet pada Guru Fisika


maria-g-soemitro.com

Wu Jin Yan sebagai Meng Ting Hui

Pembohong, penipu, licik, lihai melakukan taktik jalanan, sangat sulit untuk membuat orang tidak teringat padanya, demikian kata kaisar Ying Gua tentang Meng Ting Hui.

Sebagai perempuan yang pernah menjadi budak komplotan preman untuk dikaryakan sebagai pengemis, pencuri dan penipu, Meng Ting Hui memang harus bertahan hidup.

Pemberani dan cerdik hanya untuk bertahan hidup

Kalau ringan akan dipukuli, jika berat akan kehilangan nyawa

Karena itu, ketika mendapat kesempatan memperbaiki nasib, Meng Ting Hui berjuang agar bisa menjadi juara ujian provinsi dan diangkat sebagai pejabat istana, sehingga:

Aku mau melindungi orang-orang disisiku

Aku mau membuat dunia ini tidak ada lagi orang yang sembarangan menginjak-injak nyawa orang lain

Aku mau semua orang disinari mentari

maria-g-soemitro.com

Chen Zhe Yuan sebagai Ying Gua / He Du

Sayangnya kaisar hanya mendengar pujian

Tidak pernah mendengar jeritan rakyatnya 

Demikian keluhan Meng Ting Hui tentang kaisar Ying Gua. Dia tak menyadari sedang berhadapan dengan sang kaisar yang sedang menyamar sebagai He Du, pejabat istana biasa.

Pertemanan dengan He Du juga membuat Meng Ting Hui  menilainya sebagai: Sombong, suka meremehkan orang lain, serta sok berkuasa. Karakter yang memang seharusnya muncul dalam diri seorang kaisar.

maria-g-soemitro.com

Sinopsis Drama China Royal Betrothal

Hanya dengan berjalan keluar lingkaran

Kau bisa melihat gambaran  besarnya

Takdir mempertemukan dua sosok berbeda latar belakang. sosok pria adalah Ying Gua, kaisar muda Dinasti Ning. Sosok kedua adalah Meng Ting Hui, perempuan dengan latar belakang menyedihkan. 

9 tahun silam keduanya bertemu. Ying Gua kala itu masih menjadi putra mahkota. Sementara Meng Ting Hui, seorang anak yatim piatu yang dijual sebagai budak pada sekelompok preman.

 Mereka memaksa Meng Ting Hui menjadi pengemis dan penjambret. Andai berhasil, Meng Ting Hui akan diberi upah sekerat roti yang dibagi dua dengan kakaknya. Sebaliknya jika gagal, siksaan yang menyakitkan sudah menunggu Meng Ting Hui dan sang kakak.

Tak ingin kelaparan dan disiksa, Meng Ting Hui menjambret giok milik Ying Gua. Alih-alih menangkapnya, Ying Gua menguntitnya dan melihat kelompok preman sedang menindas Meng Ting Hui.

Ying Gua segera bertindak. Dengan bantuan pengawalnya, dia  berhasil menangkap kawanan preman tersebut, sekaligus membebaskan anak-anak yang menjadi tawanannya. Malang, Meng Ting Hui kehilangan kakak yang disayanginya.

Ying Gua  memberi saran pada Meng Ting Hui yang marah dan ingin balas dendam:

Belajar

Ikut ujian kerajaan

Dan jadi pejabat istana unutuk membalas dendam

Pasca diangkat menjadi kaisar, Ying Gua memang membuat gebrakan. Tidak peduli dari kalangan rakyat jelata maupun bangsawan, kaum perempuan diperbolehkan lagi mengikuti ujian untuk menjadi pejabat istana. Prosesnya dilakukan berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga akhirnya ujian kerajaan.

Untuk menaklukan ujian kerajaan, Meng Ting Hui yang miskin beruntung bertemu Yan Fu Zhi, teman perempuan yang lebih suka berbisnis daripada belajar. Keduanya sepakat membuka restoran, tempat Yan Fu Zhi menyalurkan bakat dagangnya, sementara Meng Ting Hui bisa tekun belajar.

Saat pembukaan restoran itulah Meng Ting Hui bertemu kembali dengan Ying Gua yang kini telah menjadi kaisar. Ying Gua sedang menyamar sebagai pejabat kerajaan bernama He Du. Diam-diam dia ingin membongkar kejahatan Perdana Menteri Kiri yang selama ini hanya memberi laporan yang baik-baik saja.

Firasat He Du terbukti. Saat melakukan perlawanan terhadap anggota Geng Macan Hitam, dia melihat Meng Ting Hui menggunakan belati, senjata milik biro senjata Shazhou. Bagaimana mungkin seorang gadis biasa seperti Meng Ting Hui bisa memiliki senjata tersebut?

Dari Meng Ting Hui, He Du menemukan jejak Ding Chong, Gubernur Prefektur  Shazhou yang sangat korup dan berlaku sewenang-wenang. Dia bisa berlaku demikian karena selama ini memberi upeti yang banyak pada Perdana Menteri Kiri.

Pasca membongkar kejahatan Ding Chong, He Du kembali ke ibu kota. Keduanya bertemu kembali setelah Meng Ting Hui berhasil menjadi juara ujian provinsi, dan berangkat ke ibu kota untuk menyelesaikan ujian sarjana kekaisaran.

Meng Ting Hui sukses. Sebagai penghargaan, kaisar mengangkatnya sebagai Kepala Badan Pengawasan dan Informasi yang bertugas melakukan penyelidikan dan memberi laporan langsung pada kaisar.

Sungguh jabatan yang sangat rentan. Dengan segera Meng Ting Hui dikepung musuh, diantaranya Perdana Menteri Kiri yang sangat membenci keberadaan perempuan di lingkaran pejabat istana, kepala preman yang dulu pernah menyiksanya serta gerombolan bandit Tiger Roar yang selama ini membuat resah penduduk ibu kota.

Di bawah pimpinan Ling Yun Fei, mereka melakukan berbagai kejahatan. Selain judi, dia juga mengedarkan Pil Tak Terhingga yang membuat korban ketagihan. Lagi dan lagi. Andai tak diberi, korban bakal tewas.

Mengetahui posisi Meng Ting Hui yang senantiasa terancam bahaya, kaisar membentuk pasukan 12 kavaleri untuk melindunginya. Pasukan elit ini memiliki kemampuan bergerak cepat seperti angin, ringan seperti bayangan, tidak pernah gagal dalam pertarungan, satu serangan langsung membunuh

maria-g-soemitro.com

Review Drama China Royal Betrothal

Dari gak suka jadi suka. Dari benci jadi cinta. Demikian kurang lebih ‘love hate relationship” para fans dengan idolanya, seperti yang saya alami pada Wu Jin Yan.

Tanpa diketahui aktris kelahiran tahun 1990 ini (hehehe emang siapa gue?), dan entah untuk alasan apa, saya pernah gak suka, tapi sekarang cinta banget. Bahkan ketika menonton drama China “Blossoms of Power”, saya membayangkan andai dia pemerannya, hasilnya bakal lebih bagus.

Dalam drama China “Royal Betrothal” Wu Jin Yan berpasangan dengan Chen Zhe Yuan, aktor berbakat yang gak kalah pamor. Aktor ganteng ini bisa terlihat sangat menggemaskan, kemudian berubah menjadi tajam atau dingin sesuai karakter yang diperankannya.

Sayang, keduanya gagal membangun chemistry. Sementara justru ini yang ditunggu-tunggu, penonton penasaran dengan akting Chen Zhe Yuan sebagai kaisar memercikkan api romansa pada Meng Ting Hui (diperankan Wu Jin Yan), seorang budak yang kebetulan berhasil menjadi pejabat istana.

Kritik berikutnya ditujukan pada industri drama China yang rupanya sedang ‘kejar setoran”. Mereka berlomba memproduksi drama, seakan tak peduli penonton bisa bosan jika dijejali kostum yang indah, aktor tampan, serta produksi yang  terlihat mahal.

(Nilai plus untuk kostum kaisar yang berbeda dari drama China lainnya)

Diperparah penulis skenario yang gagal menyajikan alur cerita yang menyenangkan. Alur drama China “Royal Betrothal” terkesan ruwet dan bikin kening berkernyit.

Analoginya, penulis bercerita bahwa dia mau pergi dari Jakarta ke Singapura, eh sebelum berangkat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang membuatnya berhenti untuk bersih-bersih rumah.

Setelah erupsi berhenti bukannya meneruskan perjalanan ke Singapura, dia malah wisata ke ke Kepulauan Seribu dengan speedboat.

Hehehe analoginya mungkin terdengar aneh ya? Tapi emang itu yang terasa. Setiap beberapa episode, penulis menyuguhkan rahasia lain, identitas lain, masalah lain, plot twist lain. Sehingga cerita aslinya menjadi berantakan.

Gak heran rating drama China “Royal Betrothal” melorot dari waktu ke waktu. awal penayangan Mydramalist memberi rating 8,0/10 dan hanya 7,6/10 di akhir episode. Malah IMDb menghukum lebih “berat”, diawali dengan rating 8,5/10, diakhiri dengan 6,6/10.

Terdengar “jahat” ya? Tapi itulah yang terjadi. Di tengah maraknya produksi drama, tangan-tangan penonton dengan mudah memberi rating. Mungkin bentuk penghakiman, atau mungkin juga sebagai proses seleksi alam.

 Baca juga drama Wu Jin Yan lainnya:

Story of Yanxi Palace, Tentang Balas Dendam dan Intrik Kerajaan

The Double, Tentang Bangkit dari Kubur untuk Balas Dendam!

Kill Me Love Me, Antara Cinta dan Balas Dendam


Profile

Title: Royal Betrothal

Native Title: 御廷谣

Also Known As: Jiang Shan Wei Pin , The Empire as Betrothal , Yu Ting Yao , 御庭谣 , 江山为聘 , 江山為聘 , 禦庭謠 , 禦廷謠

Genres: Historical, Romance, Drama

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: China

Episodes: 32

Aired: Jul 28, 2026 - Aug 12, 2026

Original Network: Hunan TV, Mango TV

Duration: 45 min.




No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat