Blossom through the Cloud, Kisah Pilot Perempuan dalam Kelindan Karir dan Cinta

maria-g-soemitro.com

Blossom through the Cloud, Kisah Pilot Perempuan dalam Kelindan Karir dan Cinta

Berapa jumlah pilot perempuan? Pertanyaan ini muncul karena rasanya jarang banget ya? Kita lebih sering mendengar profesi ini ditekuni kaum pria. 

Ternyata emang cuma sedikit. Secara global kisarannya hanya sekitar 5% hingga 10%. Banyak penyebabnya, diantaranya hambatan biaya, stereotip budaya, dan kurangnya panutan.

Emang berapa biayanya? Tergantung jenis lisensi yang diambil dan lembaga atau akademi penerbangan yang dipilih. Sekitar Rp350 juta hingga Rp1,2 miliar untuk mendapatkan Commercial Pilot License (CPL) / Lisensi Pilot Komersial.

Jumlah yang cukup wow, ya? Dan sebelnya menurut The Guardian, meski sama-sama mengeluarkan biaya pendidikan yang sangat mahal,  posisi pilot bergaji tinggi masih didominasi kaum pria.

Kendala lainnya adalah stereotip budaya, serta kurangnya panutan. Sejak dulu profesi pilot selalu diidentikkan secara maskulin sebagai pekerjaan pria, petualang, atau pahlawan perang.

Selain itu stereotip perempuan harus mengurus rumah tangga, sementara profesi pilot menuntutnya untuk kerap meninggalkan rumah. Ditambah jam kerja yang tidak menentu, lengkap sudah impian ini dijauhkan dari kaum perempuan.

Karena itu salut berat buat pilot perempuan yang berhasil menggoreskan namanya pada lembar sejarah, diantaranya Sally Ride, astronot perempuan pertama AS yang bergabung dengan NASA pada 1978, dan pada 18 Juni 1983 sukses terbang ke luar angkasa, lepas landas dari Kennedy Space Center dengan pesawat ulang-alik Challenger.

Diadaptasi dari novel berjudul Landing in My Heart ( Jiang Luo Wo Xin Shang) karya penulis Qiao Yao,  drama China “Blossom through the Cloud” berkisah tentang Ruan Si Xian yang bercita-cita menjadi seorang penerbang.

Peran Ruan Si Xian dipercayakan pada  Liu Xie Ning seorang aktris yang selama ini lebih banyak mendapat porsi sebagai support role. Tandemnya Miles Wei, juga bukan bintang papan atas. Bagaimana hasilnya? Yuk kita obrolin:

Baca juga drama Liu Xie Ning lainnya:

The Double, Tentang Bangkit dari Kubur untuk Balas Dendam!

Story of Kunning Palace, Ketika Permaisuri nan Kejam Mengubah Takdir

maria-g-soemitro.com

Miles Wei sebagai Fu Ming Yu

Terlahir sebagai anak pemilik Hengshi Air, maskapai penerbangan yang sukses, Fu Ming Yu meneruskan bisnis ayahnya.

Dia tumbuh besar bersama anak pebisnis sukses lainnya, yaitu Zheng You An dan Yan An yang juga mewarisi maskapai penerbangan, Bo’ao Air.

Diam-diam ibu Fu Ming Yu berharap anaknya jadian dengan Zheng You An. Harapan yang sia-sia karena Fu Ming Yu mencitai gadis lain.

maria-g-soemitro.com

Liu Xie Ning sebagai Ruan Si Xian

Ditinggal ibu kandung sejak masih kecil, Ruan Si Xian tumbuh kembang bersama ayah yang sangat menyayanginya.

Kenangan bersama sang ayah begitu melekat, termasuk ketika Ruan Si Xian bilang dia bercita-cita menjadi pilot, yang disambut gembira sang ayah.

Malang, sang ayah meninggal dunia sebelum melihat anak perempuannya berhasil menjadi pilot. Dan yang lebih menyakitkan Ruan Si Xian, ayahnya belum pernah sekali pun naik pesawat terbang.

Duka Ruan Si Xian bertambah sewaktu mengetahui ibunya menikah ayah Zheng You An.

maria-g-soemitro.com

Fei Qi Ming sebagai  Yan An

Bersahabat dengan Fu Ming Yu dan Zheng You An sejak masih kanak-kanak, Yan An punya kepribadian yang sungguh berbeda. Dia hangat, senang pesta, dan pandai memikat hati perempuan, gak heran koleksi mantan pacarnya sangat banyak.

Namun Yan An merupakan sosok yang paling solider. Setiap Zheng You An bad mood dan minta ditemani, maka Yan An akan segera datang.

maria-g-soemitro.com

Synopsis Blossom through the Cloud Chinese Drama

“Apakah kau tidak ingin menjadi pramugari Hengshi Air lagi?”

Pertanyaan Fu Ming Yu diiyakan Ruan Si Xian, karena dia memang berniat mengundurkan diri. Namun bukan untuk menjadi “istri bos” seperti yang dikatakan Fu Ming Yu dengan nada sinis.

Ruan Si Xian bercita-cita menjadi pilot. Biaya sekolah penerbangan yang mahal membuat Ruan Si Xian mengambil jalan memutar. Dia melamar kerja pada maskapai penerbangan Hengshi Air yang menyediakan “Program Feiyan”.

Melalui program ini, karyawan Hengshi Air yang lolos seleksi bisa mengikuti pendidikan dari sekolah penerbangan yang ditunjuk, setelah lulus maka otomatis akan menjadi pilot Hengshi Air.

Seperti yang tengah ditekuni Ruan Si Xian, dia memulai bekerja sebagai pramugari Hengshi Air, mengikuti tes seleksi dan lolos!

Apes! Mendadak program tersebut dibatalkan Fu Ming Yu. Sebagai anak pemilik Hengshi Air, dia memang dipersiapkan memegang komando perusahaan secara penuh.

Fu Ming Yu melihat prospek lain yang lebih menguntungkan dibanding penyelenggaraan Program Feiyan. Sia-sia Ruan Si Xian menyiapkan surat permohonan, upayanya malah disalah artikan oleh Fu Ming Yu. Pria itu mengira Ruan Si Xian sedang merayunya.

Ruan Si Xian tak patah arang. Agar bisa membayar biaya pendidikan sekolah penerbangan yang sangat mahal, dia nekad menjual rumah. Meski Ruan Si Xian tahu, keputusan ini sangat berisiko. Pasca lulus, tidak ada jaminan pekerjaan.

Namun dia tak peduli. Beruntung Ruan Si Xian mendapat dukungan penuh dari Fan Lei, pilot senior Hengshi  Air, sehingga dia bisa melewati tahap pendidikan dengan nilai tertinggi.

Tiga tahun kemudian, keberuntungan lain muncul. Sebagai maskapai penerbangan ternama, Hengshi  Air berencana meluncurkan rute penerbangan dengan Z101, pesawat terbang buatan dalam negeri. Untuk memicu kebanggaan nasional, Fu Ming Yu mendapat ide menggunakan pilot perempuan sebagai bagian sarana promosi.

Ketika itulah, di layar ponselnya muncul gambar Ruan Si Xian sebagai fresh graduate sekolah penerbangan dengan nilai memuaskan,

Tentu saja tidak mudah. Banyak maskapai membidiknya. Salah satunya adalah Maskapai Bo’ao yang dimiliki  Yan An, teman kecil Fu Ming Yu.

Nyaris  menyepakati tawaran Yan An yang membujuknya dengan gaji fantastis, Fu Ming Yu datang dengan tawaran lebih menggiurkan, tidak saja gaji dan akomodasi juga penerbangan dengan Z101, pesawat idaman setiap pilot.

Fu Ming Yu melihat Ruan Si Xian tertarik pada proposalnya, dan merasa heran gadis tersebut menunjukkan permusuhan dengannya.

Ruan Si Xian rupanya masih mengingat penghinaan yang diterimanya semasa masih bekerja pramugari. Ruan Si Xian  dituduh “cewek gatal” yang menggunakan profesi pramugari sebagai batu loncatan.

Dengan marah Ruan Si Xian berujar: “Saya hanya mau bergabung dengan Hengshi  Air jika matahari bersinar dari barat.”

Ruan Si Xian pastinya tak menyangka bahwa Fu Ming Yu bisa membuat matahari “nampak” terbit dari ufuk barat, sehingga mau tidak mau dia harus bergabung dengan Hengshi Air.

maria-g-soemitro.com

Review Blossom through the Cloud Chinese Drama

Ide cerita drama China “Blossom through the Cloud”  bagus, mengusung kisah perjuangan seorang perempuan menjadi pilot. Konflik diperkaya dengan kisah cinta sang pilot perempuan dengan pemilik maskapai penerbangan.

Sayang, cast-nya kurang berhasil. Liu Xie Ning sebagai Ruan Si Xian (FL) gak mampu memberi nyawa pada drama ini. Ekspresinya nampak lempeng, gak natural, apalagi ketika berakting cemedat cemedut di depan yuniornya, duh enggak banget!

Saking gregetnya, saya mencoba berandai-andai FL diperankan aktris lain, hasilnya pasti lebih bagus. Liu Xie Ning lebih cocok berperan sebagai putri sulung Ibu Li (dalam drama China” Perfect Match”), perempuan bangsawan yang dingin, anggun dan cerdas.

Sementara untuk memahami karakter Ruan Si Xian (FL), Liu Xie Ning dituntut lebih ceria. Selain hangat, FL juga seorang gadis yang bekerja keras dan ulet dalam meraih impian. Jadi aneh melihat adegan FL (yang berwajah lempeng) berjalan meloncat-loncat riang diiringi Ml di belakangnya. 

Cast diperparah dengan pemilihan Miles Wei sebagai Fu Ming Yu (ML). Mungkin jam terbang tinggi sebagai pemeran pendukung membuatnya terlalu nyaman, dan kesulitan memerankan karakter tsundere yang harus membangun chemistry bareng Liu Xie Ning. 

Selain pemeran utama gagal membangun chemistry, kisah persahabatan FL juga gagal diramu dengan baik, sehingga terasa seperti tempelan saja.

Untung ada Fei Qi Ming! Berperan sebagai Yan An, second lead sahabat ML, dia mampu memberi tambahan nyawa pada drama China “Blossom through the Cloud”,  meski tentu saja porsinya kurang banyak.

Selebihnya sangat membosankan. Kisahnya bertele-tele dan penuh adegan klise. Jika sudah begini, biasanya penonton akan speed-watching karena bosan.

Sayang banget, karena sinematografi drama China “Blossom through the Cloud” sangat bagus. Saya suka adegan ML menunjukkan pada FL seolah-olah matahari terbit dari ufuk barat.

Ide kisah yang bagus saja ternyata gak cukup ya? Butuh screenwriter yang piawai menyusun dan menyajikan alur drama memikat, serta tentu saja akting para pemerannya.

Baca juga drama Miles Wei lainnya:

Lady Revenger Returns from the Fire, Balas Dendam dengan Face Off

Flourished Peony, Kisah Sukses Perempuan Berbisnis Bunga Peony di Dinasti Tang

Only for Love, Ketika Seorang Jurnalis Jatuh cinta


Profile

Title: Blossom through the Cloud

Native Title: 飞到我心上

Also Known As: Fei Dao Wo Xin Shang , Jiang Luo Wo Xin Shang , 降落我心上

Director: Fu Dong Yu

Screenwriter: Au Koon Ying

Type: Drama

Format: Standard Series

Country: China

Episodes: 24

Aired: Aug 31, 2026 - ?

Genres: Romance, Life, Drama


No comments

Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat