Bala Bala Mentimun? Why Not?



Berawal dari sebungkus mentimun yang ranum, masih muda kinyis-kinyis dari tukang sayur, jadilah bala-bala aka ote-ote, aka bakwan, yang top markotop rasanya.

Kisah tentang bala-bala bisa dibaca disini:

Kok dimasak bala-bala sih?  Mengapa ngga dipakai masker mentimun? Atau bisa juga lalap? Atau disantap dengan kerupuk Bandung yang juara rasanya?

Nah itu dia. Ngelihat disiang hari tukang sayur masih bawa barang jualan 2 kg mentimun, kok kasihan ya? Terlebih saya udah lama merasa merana melihat kulit wajah dan tangan saya yang nampak kering. Sebetulnya saya tahu penyebabnya, yaitu kurang minum air putih! Nggak perlu bikin masker segala.☻☻

Namun seperti seluruh dunia juga tahu. Saya ini banyak mau, tapi pemalas! Jadilah mentimun teronggok beberapa hari di atas meja makan. Hingga akhirnya teringat resep Ninick Becker:  vegetable fritters!  Dia menggunakan zucchini dan wortel untuk frittersnya.

Tentang Ninick Becker, saya ulas di sini:

Lho kan mentimun bukan zucchini? Iya, hihihi kita bahas di paragraf berikut ya. Karena dunia kuliner suka bikin kreativitas yang tak terpikirkan sebelumnya. Kol digoreng misalnya. Siapa yang suka kol goreng?

Selain membuat bala-bala mentimun,  saya juga pernah membuat bala-bala dari campuran terong. Kisahnya sama dengan mentimun, tergoda dengan ranumnya terong serta kasihan melihat barang jualan tukan sayur yang masih menggunung.

Ditambah beberapa tayangan YouTube berbahan terong/eggplant yang nampaknya laziz banget,  jadilah seplastik eggplant saya bawa pulang, dan berakhir di adonan bala-bala. Saya nggak recommend bala-bala terong karena rasanya getir. pahang kalau mengambil istilah etnis Sunda.

source: foodsforbetterhealth.com

Zucchini dan Mentimun, Mirip tapi Beda
Zucchini dan Mentimun mirip terong, keduanya juga  termasuk sayuran. Beberapa perbedaan nya saya kutip dari tulisan Dt. Atray Bhatt di lybrate.com sebagai berikut:
  • Mentimun dapat dimakan mentah atau dimasak. Zucchini rasanya paling enak saat dimasak. Setelah dimasak, mentimun menjadi layu tetapi tetap renyah. Sedangkan  zucchini berubah warna menjadi coklat dan rasanya manis.
  • Mentimun memiliki rasa segar, kandungan airnya banyak, karena itu mentimun kerap dimakan mentah/lalapan atau dijadikan acar. Sementara rasa zucchini lebih  hangat/manis, bahkan cenderung sedikit pahit zucchini dapat digoreng, dipanggang, dikukus, atau digunakan untuk menyiapkan sup.
  • Perbedaan lain, nilai kalor zucchini dibanding mentimun. Zucchini juga lebih kaya vitamin B dan vitamin C dibandingkan dengan mentimun. Kedua sayuran memiliki jumlah kalsium yang relatif sama tetapi zucchini lebih kaya daripada mentimun dalam kalium dan zat besi. Zucchini juga memiliki jumlah protein dan serat yang lebih tinggi.

Kandungan mentimun sebagai berikut:

source:iStock


Manfaat Mengonsumsi Mentimun
Namun yang akan kita buat bala-bala adalah mentimun, bukan zucchini. Dibanding zucchini, mentimun jauh lebih murah dan mudah ditemukan di bumi Indonesia.

Nah, manfaat apa saja yang bisa didapat jika mengonsumsi mentimun?

Mentimun mengandung antioksidan (flavonoid dan tanin)
Merupakan molekul yang menghambat oksidasi, antioksidan membentuk reaksi kimia yang berupa  atom yang sangat reaktif dengan elektron tidak berpasangan yang dikenal sebagai radikal bebas.

Akumulasi radikal bebas berbahaya ini dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit kronis. Stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas menyebabkan kanker dan penyakit jantung, paru-paru dan autoimun (Sumber 4Trusted).

Mentimun dapat  membantu menurunkan gula darah
Penelitian pada mentimun menemukan bahwa mentimun efektif mengurangi dan mengontrol kadar gula darah  dan mencegah komplikasi terkait diabetes

Mentimun dapat mengatasi sembelit dan meningkatkan hidrasi.
Karena kaya akan air dan serat, mentimun akan meningkatkan hidrasi, meningkatkan konsistensi feses, mencegah sembelit dan membantu menjaga keteraturan buang air besar.

Serat yang terkandung dalam mentimun akan membantu mengatur pergerakan usus. Sedangkan pektin,  jenis serat larut yang ditemukan dalam mentimun, dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air besar.

source: bernas.id

Tips Memilih mentimun
Di awal saya menulis membeli mentimun yang masih muda. Mungkin kebetulan tukang sayur membeli dari makelar yang acap berkeliling di Pasar Ciroyom. Tapi ternyata mentimun muda agak pahit, saya terpaksa memotong banyak bagian ekornya.

Mentimun yang terlalu tua juga kurang tepat dijadikan campuran bala-bala, karena terlalu banyak mengandung air. Jadi pilih yang bentuknya sedang, umurnya pas, ngga terlalu muda atau terlalu tua, dengan ciri sebagai berikut:
  • Perhatikan ekor mentimun. Ekor mentimun yang layu dan kering itu tandanya mentimun sudah terlalu matang. Pilih mentimun yang ekornya masih kencang dan halus.
  • Perhatikan ukuran, pilih yang berukuran sedang, sekitar 10 – 15 cm.
  • Perhatikan permukaan mentimun. Jika terdapat retakan atau memar pada permukaan, biasanya daging buah mentimun akan terasa pahit.
  • Sentuh permukaan mentimun. Mentimun segar akan terasa kenyal dan keras, tidak lembek seperti mentimun yang sudah disimpan selama beberapa hari.


Resep Bala-bala aka Bakwan Mentimun yang Maknyuz
Ada 3 macam resep bala-bala yang biasa beredar di tatar Sunda, yaitu bala-bala dengan bumbu kencur/cikur, bala-bala bumbu ketumbar dan bala-bala bumbu kemiri. Ketiganya sama-sama maknyus.

Kali ini saya share bala-bala bumbu kemiri. Jika ingin rasa kencur, ganti saja posisi kemiri dengan 2-3 cm kencur. Begitu juga apabila ingin rasa ketumbar yang mirip tempe goreng. Posisi kemiri bisa diganti 1 sendok makan ketumbar yang telah dibakar/ditumis dengan/tanpa minyak.

Resep Bala-Bala aka Bakwan Mentimun
  • 150 gram tepung terigu
  • 150  gram tepung sagu
  • 50 - 100 ml air
  • 1 butir telur
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh merica butir (bisa diganti merica bubuk)
  • ½ kaldu ayam/kaldu sapi/kaldu jamur
  • 3 siung  bawang putih
  • 3 kemiri  bakar/goreng tanpa minyak
  • 1 sendok makan ebi, rendam air panas
  • minyak untuk menggoreng

Bahan sayuran
  • 5 buah tahu putih, potong kotak-kotak kecil
  • 300 gram  mentimun, iris tipis-tipis dengan kulitnya
  • ¼ kol ukuran sedang, iris tipis
  • 5 buah cabai rawit (bisa diskip jika nggak suka pedas)
  • 2 batang daun bawang, iris tipis

Cara Membuat:
  1. Ulek bawang putih, merica butiran, kemiri dan ebi (udang kering) yang telah direndam, dan garam hingga halus, sisihkan.
  2. Dalam sebuah mangkuk, masukkan telur, sayuran, bumbu yang telah diulek,  garam, kaldu bubuk, aduk rata, kemudian bertahap masukkan air dan 2 macam tepung.
  3. Mentimun akan mengeluarkan kandungan airnya, karena itu hentikan menambah air walau adonan masih kental. Cukup tercampur rata. Terakhir masukkan potongan tahu. Potongan tahu dimasukkan paling akhir agar tidak hancur. Terkecuali jika menyukai tahu yang hancur.
  4. Ada yang menggunakan tangan sewaktu membuat adonan. Tapi saya terbiasa mengaduk dengan centong nasi dan sendok. Adonan tercampur rata tanpa harus mengotori tangan.
  5. Istirahatkan adonan kurang lebih kurang 15 menit untuk memberi kesempatan mentimun mengeluarkan kandungan air. Sambil menunggu, goreng sebuah bakwan/bala-bala sebagai tester dan mengoreksi rasa.
  6. Panaskan minyak agak banyak. Cukup hingga adonan terendam.  Ambil adonan dengan bantuan centong sayur, masukkan dalam minyak panas. Jika bala-bala sudah berwarna kekuningan, angkat.
  7. Cicipi bala-bala tester. Koreksi rasa dengan menambah bumbu yang diperlukan. Jika terlalu asin, tambahkan tepung terigu.
  8. Apabila rasa sudah oke, teruskan menggoreng sisanya.

Jika sudah matang, sajikan dengan bumbu kacang. Dijamin ketagihan deh karena rasanya pecah di mulut.  Rasa manis dan gurih berpadu dengan sensasi krauk-krauk nan crispy, duh endeus kacida! 

Catatan: 
Apabila mau mengganti dengan tepung bakwan dari Mama Suka atau Sasa, bisa aja, skip kaldu ayamnya, tambah tepung terigu 2-4 sendok makan, terhantung kekentalan adonan.

Selain bala-bala mentimun, saya juga sering membuat es mentimun yang rasanya segar dengan sensasi crunchy. Pas banget sebagai suguhan bukapuasa bersama (bukber), arisan atau pesta keluarga karena rasanya yang menyegarkan.

Tulisan tentang es mentimun bisa diintip di sini:





14 comments

  1. Langsung cegat tukang sayur sambil pake masker...yg di dapur siap yaaa? Bala bala + es mentimun πŸ‘πŸ’ͺ😍

    ReplyDelete
  2. Saya masih bingung kalo harus disuruh milih, mana timun yg ga pait mba, kalo belakangan saya milih yg warna kulitnyo udah hijau muda, atau udah pias ke warna putih, sejauh ini sih gak pait, tp saya lebih percaya sm timun yg kecil tp garing trus di kulitnya ada totol2, gak tau timun jenis apa itu, tp dijamin gak pait, garing, ga berair bnyk kyk timun biasa

    ReplyDelete
  3. Jadi ngiler, Mbak...secara hari ini niatnya mau bikin bakwan sayur tapi nggak kesampean karena udah capek duluan abis masak opor sama sambal bawang...haha. Kebetulan saya ada 1kg mentimun di kulkas, memang biasa beli selain untuk ngejus dicampur tomat dan wortel tiap pagi, saya buat lalapan juga. Kemarin juga bikin es serut mentimun. Nah, dibuat bala-bala begini benar-benar belum pernah seumur hidup...hihi. Kayaknya mesti coba yaaa...terima kasih resepnyaa... :)

    ReplyDelete
  4. Duh saya mah malah baru tahu bonteng bisa dijadikan bahan bala-bala. Mau coba juga ah. Nuhun resepnya Bu...

    ReplyDelete
  5. Wahhhh ambu mah nemu aja makanan enakπŸ˜„πŸ˜„ baru tau itu bala-bala dari timun. Auto nyoba bikin ahh tar siang. Stay at home bikin mulut ngunyah aja sambil ngerjain job desk. Beres #WFH kiloan bb naik aja ini mah pasti. Mana ada aja si Ambu yang profokatif sama makanan enak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™

    ReplyDelete
  6. Kalo mentimun digoreng ini apa ngga menyerap minyak banget ya, Ambu?
    Aku belum pernah sih, bikin bala2 (atau kalo di Surabaya disebut "ote2") pake mentimun.

    Biasanya sayur rajangan wortel dan kol aja.
    Looks yummyyyyy!

    ReplyDelete
  7. Zucchini ini saya suka banget, mudah juga masaknya dan yang paling penting anak2 suka.

    Btw ijin nyontek resep bakwannya ya. Makaciii

    Di Malang Bala2 itu disebut Bakwan hehehe.. .

    ReplyDelete
  8. Ternyata permukaan yang retak atau memar itu mentimun yang rasanya pahit. Baru tahu. Harus perhatian nih pas milih. Belum pernah makan ote-ote pakai mentimun nih Mbak. Belum pernah juga bikin adonan ote-ote pakai kemiri dan kencur. Biasanya pakai ketumbar saja. Jadi penasaran pingin coba.

    ReplyDelete
  9. Wah saya malah baru tahu mentimun bisa dibuat bakwan aka bala-bala. Resepnya keliatannya mudah nih jadi pengen praktikkan juga deh

    ReplyDelete
  10. Wihh jadi ngiler.mau coba bikin juga ah, terima kasih untuk resepnya...

    ReplyDelete
  11. Kreatif bgt ambu..
    Itu pas digoreng mentimunnya ikut kering kah?

    Kok penasaran aku, hehe

    ReplyDelete
  12. Noted, mentimunnya diiris tipis2 ya Ambu... ah pingin nyoba ahh soalnya selama ini kl gak wortel, buncis, kacang panjang, paling banter jagung deh hihi. Nuhun Ambu

    ReplyDelete
  13. Baru tahu kalau mentimun bisa dibuat bakwan lho mbak, asli deh aku kurang jauh nih perginya. Ntar aku cob resepnya

    ReplyDelete
  14. Dahulu saya kira bala-bala itu bakwan biasa. Beda nama tapi satu jenis.
    Ternyata memang beda resep dan bentuknya.

    ReplyDelete