3 Negara Ini Punya Cemilan Mirip Bala-bala/Bakwan/Ote-ote

bala-bala

“Apa itu bala-bala? Barang-barang kah?”

Ha ha ha ... Pertanyaan seorang kawan, sesama pengguna aplikasi “noom walk”, yang bermukim di seberang lautan, membuat saya tertawa. 

Sekaligus menyadari bahwa sebutan cemilan “bala-bala” belum mendunia.

Bala –bala merupakan gorengan khas provinsi Jawa Barat yang terbuat dari campuran adonan tepung cair dan sayuran seperti irisan wortel, bawang daun dan kol. Mungkin adanya bermacam sayuran membuat panganan yang digoreng ini di sebut bala-bala. Dalam bahasa Sunda:  bala = acak-acakan = nggak rapi.

Cemilan boleh sama, sebutan bisa beda. Bala-bala di provinsi Jawa Barat diberi nama “bakwan” di Jawa Tengah. Secara khusus disebut “ote-ote” oleh arek Suroboyo. CMIIW.

Ada lagi yang bilang, pembeda “ote-ote” terletak pada udang yang diletakkan sebagai topping sebelum digoreng. Lha, di Bandungpun bala-bala ada yang pakai topping udang lho. Harganya tentu lebih mahal. 

Harga bala-bala per buah umumnya Rp 1.000 saja, jika diberi topping udang, naik dua kali lipat deh menjadi Rp 2.500. J

Ternyata gorengan maknyus ini bukan hanya milik negara Indonesia.

Ya iyalah, sejak minyak goreng berbahan kelapa sawit membanjiri pasar. Ibu rumah tangga dan para chef memutar otak untuk menyajikan menu berbahan sayuran yang crunchy, serta kriuk-kriuk menggemaskan.

Terlebih sewaktu gandum hasil pertanian negara barat yang over produksi membanjiri pasar Indonesia. Rakyat Indonesia tidak hanya dimanjakan dengan roti dan cake, juga mie instan dan gorengan.

Bahan utama bala-bala/bakwan/ote-ote, memanglah tepung terigu, hasil olahan gandum. Tepung lain seperti tepung beras dan tepung tapioka, kurang oke. Campuran tepung beras akan membuat gorengan menjadi keras.  Campuran tepung tapioka akan membuat gorengan menjadi kenyal. Contohnya cireng.

Selain bahan tepung terigu, sayuran, dan udang, bakwan/bala-bala/ote-ote umumnya dibumbui garam, lada dan bubuk kaldu ayam/sapi/jamur. 

Selebihnya sesuai selera. Ada yang memberi tambahan tahu, susu dan telur. Bumbunyapun tidak baku. Ada yang suka tambahan ketumbar, ebi atau kunyit.

Suka-suka deh. Lha mereka yang makan. Nggak boleh protes. J


Vegetables Fritters (source: instagram.com/ vegspirationfeed)

Fritters
Selain Indonesia, orang Jerman nampaknya sependapat bahwa gorengan yang terbuat dari tepung terigu tuh enak banget. Bedanya cuma penamaan. Pisang goreng jadi “banana fritters”, bala-bala/bakwan/ote-ote jadi vegetables fritters.

Cara makannyapun beda. Pisang goreng langsung dilahap begitu saja. Banana fritters mendapat taburan gula palm, adapula yang memberi topping ice cream.

Demikian pula bala-bala/bakwan/ote-ote yang umumnya dimakan dengan cabe rawit/sambal kacang. Vegetables fritters dicocol ke dipping sauce.

Sehingga jangan heran harganya beda banget. Bala-bala hanya Rp 1.000/buah. Fritters bisa belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah per buah. Tergantung topping . Serta tergantung cafe/resto yang menjual. J

Pingin membuat sendiri vegetables fritters? Berikut resep yang saya sontek dari Ninik Becker, warga Indonesia yang menetap di German.
Resep Vegetables Fritters :

Bahan Vegetables Fritters:

  • 2 buah zucchini ukuran sedang
  • 2 buah wortel ukuran sedang
  • 1 buah bawang bombay
  • 1 buah telur
  • Garam, merica, kunyit bubuk
  • 4 sendok makan tepung terigu

Cara membuat:

  1. Parut zucchini, wortel dan bawang bombay menggunakan parutan sayuran.
  2. Dalam satu wadah, campur sayuran yang telah diparut, tepung terigu, telur dan bumbu-bumbu. Aduk hingga rata dan diperoleh adonan yang moist.
  3. Panaskan minyak dalam penggorengan/pan fry. Dengan menggunakan sendok, masukkan adonan dalam minyak panas. Jangan lupa sesekali dibalik agar matang merata.                                  
    Tempura (source: instagram.com/chikarahirai)
Tempura
Jepang rupanya sependapat. Perpaduan sayuran dan tepung terigu bakal enak banget jika digoreng. Terlebih disajikan panas, wuaduh, bikin lupa bahwa mertua sedang marah. (Katanya :D).

 Resep tempura saya ambil dari blognya mbak Endang Indriani, pemilik Just Try and Taste, yang mengadaptasi Mountain Vegetable Tempura dari buku Patricia Wells - At Home in Provence.

Berikut resepnya:

Bahan tempura:

  • 5 buah udang ukuran besar, kupas kulitnya dan sisakan ekornya
  • 1/2 ubi jalar kuning, ukuran sedang, rajang korek api dengan panjang sekitar 3 cm
  • 1/2 batang wortel, rajang korek api, sepanjang 3 cm
  • 5 buah jamur tiram, sobek-sobek jika ukurannya terlalu besar
  • 2 buah jamur shiitake, rajang dengan ketebalan 1 cm
  • 3 buah jamur champignon, belah dua
  • 150 gram tepung terigu protein rendah
  • 200 ml air soda (minuman soda tawar/ bukan Sprite), kondisi dingin baru keluar dari chiller
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh kaldu bubuk (optional)
  • 6 buah ice cube (bongkahan es batu)

Pelengkap:

  • garam halus untuk taburan
  • soy sauce (kecap asin) 

Cara membuat:

  1. Siapkan mangkuk, masukkan tepung, garam dan kaldu bubuk.  Tuangkan air soda ke dalam tepung. Aduk rata dengan sumpit atau pengocok balon, aduk ringan saja, jangan berlebihan. Jika ada satu dua gumpalan biarkan.
  2. Tambahkan 3 buah es batu secara bertahap. Masukkan separuh porsi terlebih dahulu. Jika suhu adonan kurang dingin tambahkan porsi es batu berikutnya.
  3. Untuk memudahkan eksekusi, siapkan semua sayuran yang telah dirajang dan diiris di meja dekat dengan adonan dan penggorengan
  4. Siapkan wajan, tuangkan minyak agak banyak. Panaskan minyak dengan menggunakan api sedang.
  5. Celupkan sayuran ke dalam adonan hingga semua permukaan sayuran terbalut dengan adonan. Dengan menggunakan sumpit, angkat sayuran dan ketuk-ketukkan hingga sebagian adonan jatuh kembali ke mangkuk. Adonan tidak boleh terlalu banyak melumuri permukaan sayuran.
  6. Goreng tempura hingga tenggelam di dalam minyak. Goreng hingga satu sisi terlihat garing, kuning keemasan, balikkan dan goreng sisi sebelahnya hingga matang. Angkat, tiriskan dan letakkan di wadah beralas tissue dapur untuk menyerap kelebihan minyak.
  7. Saat akan disantap, taburi tempura dengan garam halus, atau celupkan ke soy sauce. 
Pakora (source: instagram.com/hebbarskitchen.com)

Pakora
Berteman dengan penjual parfum akan membuatmu ketularan berbau harum. Berkenalan dengan food blogger dari negara berbeda membuat pengetahuanmu mengenai makanan akan bertambah.

Seperti food blogger dari India yang mengupload pakora di akun Instagramnya. Semula saya pikir serupa dengan bala-bala dan fritters. Ternyata berbeda. Bahan baku pakora adalah tepung besan yang terbuat dari kacang chickpea.

Acap disebut kacang garbanzo, kacang chickpea berwarna krem atau kuning keruh, berbentuk bulat dengan kedua ujung runcing. Dan seperti umumnya kacang-kacangan, kacang chickpea mengandung protein, karbohidrat serta serat yang baik bagi kesehatan.

Tepung chickpea/tepung besan, kini dapat dibeli dengan mudah di olshop seperti Toped dan Shopee. Namun jika ingin menggantinya bisa juga. Dengan perbandingan 1:1, tepung besan bisa diganti dengan campuran 1/4 gelas tepung beras dan 1/4 gelas tepung terigu protein rendah.

Hasil akhirnya pasti nggak akan sama persis. Tapi lumayanlah untuk memuaskan rasa penasaran mencicipi pakora.

Resep saya sontek dari Kompasianer Mariam Umm yang dulu bermukim di Saudi Arabia , dan sekarang hijrah ke Australia.

Berikut resepnya:

Bahan Pakora :

  • ¼ bagian dari satu buah kol ukuran sedang. Iris tipis.
  •  1 buah bawang bombay, cincang kasar.
  • 1 genggam daun ketumbar dicincang’/potong kasar.
  • 1 buah tomat dipotong potong
  • 1 buah paprika hijau di rajang, diiris memanjang.
  • 1 buah wortel, diiris memanjang

Bumbu :

  • 1,5 sdm ketumbar bubuk
  • ½ sdm lada hitam atau lada putih
  • ½ sdm garam
  • ½ gelas tepung besan.

Cara membuat :

  1. Cuci bersih sayuran, tiriskan, namun jangan sampai kering.
  2. Dalam satu wadah, campur sayuran, bumbu dan tepung besan.
  3. Dengan menggunakan tangan yang sudah dicuci bersih, remas-remas sayuran, tepung dan bumbu hingga menyatu. Jangan ditambah air. Jika adonan dirasa telalu kering, basahi satu telapak tangan dengan air dan percikkan air tersebut pada campuran pakora. Hasil akhirnya mirip adonan fritters yang juga tidak ditambah air.
  4. Panaskan minyak goreng, dan ambil satu sendok penuh adonan pakora,goreng dengan miyak panas sampai kekuningan, siap disajikan dengan cabe rawit.
Pakora (source: instagram.com/ binjalsvegkitchen)

Bagaimana?

Semua tampak lekker bukan? Isi adonan dan cara mengadon boleh beda. Namun ada kesamaan yang tidak boleh dilanggar. Yaitu, semua gorengan di atas harus disantap dalam kondisi panas. Agar didapat sensasi kriuk-kriuk. Jika dingin, gorengan akan lembek.

Untuk mengatasinya buatlah dalam porsi kecil. Atau baru digoreng sesaat sebelum disajikan. Agar seisi rumah bisa menikmati gorengan yang crunchy nan sedap.

Dan kemudian mereka akan mengangkat jempol untuk Anda.

Berharap mah boleh kan?  J


9 comments

  1. Waaah pagi-pagi bahas makanan jadi lapeer...apalagi gorengan yang masih anget sambil ngeteh disambi baca buku ah..nikmat banget, btw itu yang Pakora jadi penasaran pengen nyobain bikin juga, thank you for sharing ya mbak...

    ReplyDelete
  2. duh senang banget baca ini, mbak Maria. Aku penggemar berat bakwan - ote ote - bala bala hahahaaha

    waktu di Mekkah makan pakora dan rasanya kok ndak compatible ya di lidahku yang selero ndeso dewe, jadi ga kemakan deh

    ReplyDelete
  3. Waktu kerja di Taiwan, majikan mengajarkan saya membuat makanan khas Jepang. Lupa lagi sih namanya apa
    Tapi menurut saya ini mah kalau di kampung namanya ya bala-bala. Bahannya sama terigu, kok, wortel dan telur. Cuma bedanya bahan terigu menggunakan terigu impor Jepang. Terus saus dan alat masaknya juga khusus katanya dia beli dari Jepang

    ReplyDelete
  4. Turki ada juga, namanya mucver..isinya cuma zuccini di parut sama daun dil...terigu garam, udah gitu doang, pas saya bikinin bakwan..syok ada yg lebih enak:V

    ReplyDelete
  5. Aku biasa bikinnya pake tepung jadi bakwan ini atau bala-bala ya sebagian teman bilang?
    Kalau di Malamg malah weci bilangnya hahaha.
    Terakhie bikin bakwan aku campurin jamur Mbak....experiment kata suami rasanya terlampau gurih hahaha

    ReplyDelete
  6. Yang familiar sih tempura ya, kalau pakora baru baca. Enak tuh semua dicocol pake saos sambal heheh

    ReplyDelete
  7. Nikmatnya tinggal di Indonesia itu ya kaya akan makanan seperti bala-bala ini

    kalau di tempat saya disebut ote-ote. meskipun hampir sama dengan yang ada di luar negeri tapi yang jelas harga bala-bala ini di Indonesia dibanding negara lain nya lebih murah tentunya ya

    ReplyDelete
  8. Di Kediri ada enggak ada udangnya nyebutnya tetap ote-ote Mbak hihihi
    Dan favorit banget gorengan ini, karena ada sayurnya
    Oh ya kalau ala Jepang ada dicetak sampai tebal sekali kayak mangkuk kecil dan sayurannya ada buncis juga. Aku sering beli di AEON Mal BSD yang notabene mal Jepang . Kenyang makan satu itu

    ReplyDelete
  9. Saya juga baru tahu istilah bala-bala tuh pas dengar cerita saudara yang kuliah di Bandung. Selama ini gak kebayang kalau bala-bala itu nama makanan, lebih tepatnya lagi cemilan.

    ReplyDelete