Skip to main content

5 Alasan Fat Oppa Ampuh Banget Mengusir "Bete"



Ada yang bilang bete merupakan singkatan dari bad tempered. Yang lainnya bilang bete adalah singkatan dari boring today,boring time, boring total atau bosan total.  Namun yang pasti bete menggambarkan situasi hati yang buruk.

Dan dampaknya ngga hanya buat sendiri, tapi juga orang di sekitar. Duh, semua ikut rungsing. Sehingga perlu cari solusi untuk mengusir bete agar bisa tertawa lagi, produktif lagi.

Salah satu solusinya dengan kulineran. Makan-makan emang banyak manfaatnya ya? Nah, gimana kalo makan-makannya sambil nyobain destinasi Korean Food yang baru dibuka. Namanya Fat Oppa, di jalan Terusan Jakarta 43 (Antapani) Bandung.

Destinasi kulineran sebetulnya bisa dimana saja, tapi ada beberapa kelebihan  yang membuat kulineran disini jadi recommended banget.
 Apa itu? Ini dia:


1. Instagramable
Begitu memasuki kawasan Fat Oppa, akan terlihat spot-spot yang instagramable. Ini penting banget buat kamu yang bete. Karena bisa ketawa ketiwi berfoto bareng wajah oppa dan noona cantik, para aktor aktris Kdrama yang bikin deg-deg ser  ... :D ... :D
Jadi sambil menunggu hidangan  terhidang, kamu bisa banget selfie maupun welfie.  Welfie bareng keluarga atau teman, di ruangan  yang cukup luas untuk menampung mereka yang mau reunian, atau  sekedar kumpul-kumpul menghilangkan bad mood.


2. Sesuai Dengan Lidah Indonesia
Banyak yang ngga nyaman kulineran pizza, burger, pasta dan masakan western lain karena bumbunya ngga familiar. Rempah yang digunakan mereka  memang berbeda. Pizza misalnya menggunakan Italian seasoning yang terdiri dari rempah basil, mint, oregano ditambah merica, garam dan diperkuat dengan keju untuk mendapatkan rasa gurih maksimal.

Sementara masakan Indonesia mendapat rasa gurih dari santan dan bumbu yang difermentasi seperti tauco, sauto, petis dan lainnya. Mirip banget dengan masakan Korea yang juga  mengandalkan bumbu yang telah difermentasi seperti gochujang, hasil fermentasi beras ketan dan bumbu cabai.
Atau kimchi, hasil fermentasi   sawi, bawang putih, bawang bombay, wortel,  lobak putih, daun bawang, jahe dan bubuk cabe. Bahkan seorang teman yang mencicipi kuah kimchi bilang: “Kok mirip sayur asem, ya?”


3. Nyambungin Ikatan Silaturahmi
Selain rasa, perbedaan lain  Korean Food dengan masakan Eropa adalah cara menyantapnya. Kamu bisa banget makan hamburger sendirian. Tapi ngga jika mau menyantap Bul Gal Bi, Bul Golgi , Budae Jigae, dan beberapa jenis menu yang cuma asyik jika disantap bersama.

 Kamu yang ngga punya temen, mau ngga mau jadi punya deh. Sedangkan mereka yang udah banyak temannya bakal makin erat dan rukun.  Pihak resto hanya menyediakan beberapa gulungan daging yang telah dibumbui, sebuah kompor lengkap dengan panggangannya. Pembeli dipersilakan memanggang  daging yang telah dipilih sesuai kematangan yang disukai untuk kemudian menyantap bareng.

Juga Budae Jigae, semacam soup dengan beragam sayuran dan noodle  yang dimasak dulu sebelum disantap bersama. Bahkan kalo kamu sering lihat Kdrama, mereka memasukkan sendoknya masing-masing ke  dalam mangkok/panci yang sama.


4. Ngga Bikin Kantong Bolong 
Lagi bete kok kulineran? Jangan-jangan pas bayar ntar murung lagi, ketawa-ketiwinya menguap. Bahkan mungkin  tambah bete karena isi kantong mendadak terkuras.
Tenangggg ..... kulineran di Fat Oppa bener-bener ramah di kantong kok. Bahkan untuk kamu yang pingin kulineran beef di pertengahan bulan, bisa banget kesini.

Aneka bulgogi misalnya, cuma antara IDR 25K-  29K aja. Budae Jigae yang bisa disantap bareng hanya seharga IDR 45K, cheese buldak IDR 29K dan japchae cuma IDR 32K. Bahkan wagyu yang lekker karena 100 % Australian Beef cuma IDR 45K. 

Baru dengar nama-nama Korean Food? Yuk kita kupas tuntas di paragraf berikutnya.


5. Menghilangkan Rasa Penasaran
Pecinta Kdrama pasti familiar dengan kimchi, ttteokbokki, japchae, bulgogi, bibimpap dan masih banyak lagi yang nampak menggiurkan dan bikin air liur menetes.
Nah, di Fat Oppa ini bisa banget menikmati semua hidangan tersebut hingga puas sambil ngobrol ceria,  persis seperti adegan Kdrama yang  sering banget makan-makan bareng.
Apa aja?

Bebakaran atau barbeque yang nampaknya jadi kebiasaan mendarah daging. Bahkan di drama “The Light in Your Eyes”, Kim  Young-Soo, kakaknya  Kim Hye Ja sang tokoh utama, rela mendonorkan darah demi bisa makan daging panggang.

source: diahdidi.com
Bulgalbi dan Bulgogi.

BBQ-an dalam masakan Korea dinamakan bul galbi dan bulgogi terbuat dari potongan tipis  beef dan ayam yang sudah dimarinated atau direndam dalam campuran saus:  dark soy sauce Korea,  minyak wijen, bawang putih, dan pure pir.
Selain  irisan tipis daging bulgalbi dan bulgogi yang ditempatkan terpisah, kamu juga bisa memesan wagyu (Australian Beef)  sehingga acara bebakaran semakin meriah. Oh ya disini no pork lho ya, dijamin halal deh. ^_^
Sesudah para beef matang sesuai yang dikehendaki, bisa disantap dengan dicelupkan ke berbagai saus yang tersedia atau dibungkus dengan daun selada bersama kimchi sebelum, hap masuk mulut ... :D  :D


Budae Jigae
“Andalan kita punya Budae Jjigae. Ini adalah sup ala Korea, isinya banyak ada kimchi, mie, bakso ikan, dan sayuran. Porsinya besar bisa buat empat sampai lima orang, harganya cuma Rp 50 ribu. Murah banget kan?," kata pemilik Fat Oppa.

Memiliki makna harfiah sup pangkalan militer (army base stew), awalnya  masakan Korea ini  dibuat sup dengan isian ham dan daging kalengan. Kini tersaji dengan sayuran, sosis sapi, noodle, fish cake, fish ball, dan yang ngga pernah ketinggalan kimchi tentunya.

source: Dey

Japchae
Sering banget nih saya bikin masakan sohun yang mirip Japchae.  Cuma sohun yang digunakan dalam Japchae dinamakan dang myeon, berbeda dengan sohun yang beredar di pasaran Indonesia.  Campuran sih  sama yaitu  campuran  berbagai jenis sayuran dan daging sapi.

Bumbunya pun mirip yaitu bawang putih, , kecap asin, dan gula pasir yang ditumis dengan minyak wijen bareng daging sapi. Bedanya, masakan Indonesia memasukkan semua bahan ke dalam wajan. Sedangkan masakan Korea menumis terpisah untuk setiap bahan. Jika mau disajikan, barulah dicampur dan diaduk-aduk bersama minyak wijen, irisan cabai, dan wijen.


Tteokbokki
Kulineran masakan Korea belum mantap jika belum mencicipi tteokbokki, yang lebih tepat merupakan snack berbahan baku tepung tapioka dan tepung beras yang dibentuk memanjang. Sausnya terbuat  terbuat dari bawang putih, bawang putih dan  gochujang, hasil fermentasi beras ketan dan bumbu cabai.

Ada beberapa jenis tteokbokki yang menggugah selera karena nampak pedas, namun tetap bisa ditolerir lidah orang Indonesia. Yah  kulineran Indonesia kan mengenal pedas dengan berbagai tingkatan level yang bisa bikin telinga berdenging saking pedasnya.


Bingsu
Usai menyantap berbagai cuisine dan snack ala Korea, jangan lupa memesan bingsu atau dessert khas Korea. Terdiri dari es krim,  yogurt dingin, susu kental manis, sirup buah-buahan, buah-buahan, kue beras tteok, agar-agar kenyal dan remah-remah sereal, bingsu pastinya familiar dengan lidah Melayu juga.

Ngobrolin Fat Oppa denga 5 kelebihannya,  rasanya kok aneh jika ngga mengenal destinasinya. Awal berdiri 12 November 2017  di jalan Kerapitan, pemilik Fat Oppa, Gaby Ayrella Sullivan san suaminya  Raymond Widjaya melebarkan sayap Fat Oppa ke Jalan  Terusan Jakarta (Antapani), Kota Bandung.
Menurut informasi teman yang sudah ke Fat Oppa Kerapitan, Fat Oppa Antapani lebih luas,  sehingga memudahkan bagi mereka yang ingin membuat event keluarga atau reunian.

Gimana?

Siap ngilangin bete dengan kulineran di Fat Oppa?












Comments

Ipeh Alena said…
Wah, kudu banget disamperin tempatnya. Pas banget pengen cicipin hidangan korean food sambil nikmatin kimchi
Novya Ekawati said…
hmmm..yummy Ambu, apalagi kalo rasanya akrab ma lidah orang Indo gini hehehe..suka ama yg menu rebusan dan bakarannya euy
jadi ngareuy bun.. sha mah udah pernah nyoba yang di karapitan, bbq ya enak :)
Nathalia DP said…
Wuih, asyik banget ya makan di fat oppa... Saya belum pernah nih makan makanan korea hihihi, jadi penasaran banget...
Rani Yulianty said…
Duuh, lihat foto-foto makanan di fat oppa meuni kabita, ambu, duh kapan ya bisa ke sana, pengen deh makan-‘akan bareng kelurga
Rani Yulianty said…
Lihat foto-foto makanan di fat oppa meuni kabita, duh berasa makan di Korea bareng opa ini mah, kayaknya enak lisan
Rani Yulianty said…
Lihat foto-foto makanan di fat oppa meuni kabita pisan, apalagi dessernya biin ngiler atulah
Kalau di Fat Oppa saya paling suka panggang-panggangan daging bulgalbi dan bulgogi. Dagingnya mantap bangeet.
Gak ketinggalan Japcaenya, enak deh!
Nia Haryanto said…
Wah, iya banget. Ke Fat Oppa mah, dijamin deh bete perginya, pulangnya jadi hepi. HUhuhu.... pengen atuhlah saya ge ke Fat Oppa lagi. :D
Sri Al Hidayati said…
Kemarin sempet liat Fat Oppa. Wah ternyata harganya murah murah yaa! Jadi kepengen makan menu Korean Food. Makasih infonya bun. Pengen ajak adik-adik, keluarga kesana. ☺️

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

Kios Agro Datang, Penjual Senang, Emak-emak Happy

Ibu rumah tangga menjerit ..!! Iburumah tangga yang acap disebutemak-emak ini menjadi kelompok masyarakat yang pertama kali tersakiti ketika harga-harga melonjak naik.
Menjelangbulan puasa tahun 2019, harga bawang putih tiba- tiba membumbung tinggi hingga mencapai Rp 100K per kilo gram, padahal biasanya hanya berkisar Rp 25K per kilogram.
Sebelumnya akibat kacang kedelai melonjak tinggi, harga tempepun meroket. Produsen tempe dan penjual tempe mogok hingga pemerintah turun tangan. namun emak-emaklah yang terkena imbasnya. Setiap hari mereka harus menyediakan lauk pauk. Dan tempe merupakan sumber protein termurah.
Tiga tahun sebelumnya, harga cabai rawit yang melonjak naik, hingga mencapai harga Rp 100K/kg. Padahal harga normal hanya belasan ribu rupiah per kilogram.
Penyedia jajanan khususnya UMKM lebih terpukul.

Saya sebagai salah satu dari kaum emak, yang juga pelaku UMKM, sempat menangis kesal. Tidak hanya disebabkan keuntungan yang tergerus habis, juga pernyataan menteri pertanian yan…

Lipstik Untuk Emak

Tini
Tini berjinjit.  
Dia sedang mengintai.

Disana, dibalik pintu kaca, seorang perempuan cantik sedang tersenyum pada cermin.   Sang perempuan cantik mengambil  spon bedak, ditepuk-tepuknya  pipi, hidung dan kening. Kemudian dia meringis.  Memperhatikan deretan gigi putihnya dengan seksama. 
Nampak cukup puas.  Tidak ada potongan cabai diantara geligi.  Dari tas mungilnya, dia mengeluarkan lipstik, menyapu bibir penuhnya dengan warna merah.  Tersenyum kembali pada cermin.  Wajahnya berubah.  Semakin cantik.
Di mata Tini, kecantikan sang perempuan bak bidadari.
“Sssttt Tin, Tiniii ...” Teriakan seorang teman menyadarkannya.
Dia harus bergegas.  Rinai hujan adalah rupiah.
Semakin lama hujan turun  semakin banyak rupiah terkumpul.
Tini berlari, menuruni undakan mall, menuju kerumunan orang yang sedang berteduh. 
Lobby mall selalu menjadi tempat favorit kala hujan turun. “Ojek payung, bu?” tanya Tini pada sesosok perempuan berkaca mata.  Blazer ungunya terkena tempias.  Basah.  Dia menerima payung y…

7 Amalan Bagi Bumi; Yuk Kita Mulai di Bulan Ramadan

“We don’t  Inherit The Earth from our Ancestor, We Borrow it from our Children”Akrab dengan adagium di atas? Iya banget ya? Bumi ini kan nggak hanya dihuni kita sekarang, anak cucu kita nanti juga akan menginjaknya. Jadi sudah seharusnya kita pelihara.
Dan hanya Islam lho yang punya ayat-ayat suci agar umatNya memelihara bumi. Salah satunya: ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]
Sebagai muslim, bangga banget  ya punya kitab suci yang lengkap dan  sempurna. Nggak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Juga manusia dengan alam.  
Karena jika manusia memelihara  alam, maka alam akan membalas kebaikan manusia dengan berlipat ganda. Kebutuhan oksigen yang …

3 Pilihan Investasi Sesuai Syariah Islam. Bisa Banget Dimulai Dari Uang THR

THR?
Yeay benar-benar kata yang menghinoptis. Kata yang mengumbar kebahagiaan. Baru denger kata THR udah bikin tersenyum. Apalagi jika sang THR sudah dalam genggaman. Karena itu berarti bisa beli baju, beli kue, beli hape baru, jalan-jalan, ngasih ke ortu, ngasih ke fakir miskin.
Sebentar, banyak banget yang mau dibeli? Mana buat investasi? Mumpung ada “uang kaget”, mengapa tidak berinvestasi?
Udah ada tabungan. Ngapain lagi harus berinvestasi?
Nah ini dia yang sering dilupakan masyarakat milenial. Terbuai rayuan angin surga,terlebih belanja online mempermudah segalanya, bisa –bisa dalam sekejap uang THR habis tak tersisa. Bahkan mungkin nombok.
Padahal hidup manusia di dunia rata-rata selama 60 tahun. Jika sejak dini nggak pernah berinvestasi, yakinkah bahwa kamu bisa mencari nafkah di usia tua? Jangan-jangan usia 50 tahun sakit-sakitan, bolak balik ke rumah sakit, tabungan habis, rumah terpaksa dijual. Ngenes banget.
Dan tabungan beda banget dengan investasi ya? Tabungan lebih mirip uang…

7 Bekal Wajib Agar Mudik Lancar dan Menyenangkan

Libur tlah tiba
Libur tlah tiba ... hore ... hore ...
Hihihilagu Tasya ini rasanya berkumandang di setiap liburan ya? Dan liburan berarti mudik. Lipat dua deh bahagianya.
Biasanya kami sekeluarga mudik ke Jawa Tengah. Naik kendaraan pribadi, mengular bersama kendaraan lain yang terjebak macet. Namun tetap happy. Macet adalah bunganya mudik. Bahkan kursi mobil sengaja dicopot, agar bisa tidur ketika macet.
Hingga .....
Berita itu tiba. Belasan orang meninggal gara-gara terjebak macet di Brebes Exit.Infrastruktur yang belum tuntas namun dipaksakan ,  dituduh sebagai penyebab. Namun, sejauh mana pemudik menyiapkan diri agar siap menghadapi situasi terburuk? 
Sudahkah pemudik menyiapkan bekal yang cukup dan sesuai?
Sebagai emak dengan 4 anak, menyiapkan bekal mudik menjadi story tersendiri. Nggak mudah. Jangan sampai  merasa bersalah jika ada yang tertinggal atau nggak dicatat untuk dibawa masuk koper/tas.
Selain baju, sepatu, pakaiandan pakaian dalam milik masing-masing anggota keluarga, paling…