Skip to main content

The Light in Your Eyes; Ketika Sekelompok Kakek dan Nenek Tua Renta Beraksi



Bagaimana jika beberapa orang kakek dan nenek tujuh mulud beraksi? Yang dimaksud tujuh mulud karena mereka sudah tua renta. Dan konotasi tua renta biasanya sudah lemah tak berdaya. Nah di drama Korea “Dazzling” / “The Light in Your Eyes”, sekelompok kakek dan nenek beraksi melawan kawanan penjahat asuransi.

Seru?

Pastinya seru banget!  Kebayang ngga,  seorang  nenek yang tertatih-tatih menggunakan tongkat 4 kaki, sanggup menahan laju sekelompok penjahat berbaju hitam yang nampak gagah.

Kemudian ada kakek yang sudah kehilangan panca indra melihat, namun bisa mendeteksi keberadaan orang/barang ketika lampu dimatikan.

Juga ada kakek dengan banyak tato (tentunya dengan kulit sudah mengeriput :D  :D) berkelahi melawan sekawanan penjahat angker yang masih muda dan  bertubuh kekar.

Mereka  ngga hanya melawan penjahat, tapi juga menyelamatkan rekan-rekan mereka yang terancam dicelakai dalam perjalanan berkedok wisata.

Sempat ragu sebelum menonton “Dazzling”/”The Light in Your Eyes” karena ngebayangin bakal boring banget nonton aktivitas perempuan tua 70 tahunan.  Ternyata ngga, justru surprising, keren banget!

Banyak nilai dan pemahaman baru yang saya dapati dari drakor ini, sehingga dengan senang hati saya memberi 8,5  bintang pada keseluruhan drama.Padahal premisnya sederhana, tentang perempuan yang menderita Alzheimer. Namun plotnya bakal bikin kamu terperangah.


Mendapat julukan Audrey Hepburn of Korea, Kim Hye-Ja yang ternyata sudah berusia 78 tahun menunjukkan kelasnya sebagai aktris senior. Berperan sebagai  Kim Hye-Ja (namanya kok sama ya? :D), penonton akan terbius sejak awal hingga akhir.

Walau kisah ini  mentransfer pengetahuan tentang  kehidupan perempuan berusia 70 tahun yang mau ngga mau penyakitan, mudah lelah, makan serba susah. Namun penonton ngga melihat Kim Hye yang menyedihkan. Di beberapa adegan justru mencengangkan. Lihat deh akting Kim Hye Ja ketika mutung. Benar-benar menggemaskan!

Yang patut juga diacungi jempol adalah Hallyu  yang  menghargai aktor dan aktrisnya. Peran mereka ngga sekedar numpang lewat, biasanya sebagai ortu pemeran utama.


Han Ji Min sebagai Kim Hye Ja muda. Kamu pasti setuju, aktris satu ini piawai banget membawakan perannya. Beberapa drakor yang payah seperti “ Kill Me Heal Me” tertolong karena akting Han Ji Min.

Termasuk dalam Dazzling, ngeblend banget dengan Kim Hye Ja tua. selain itu chemistry nya dengan Nam Joo Hyuk dijamin bikin penonton gregetan. Cute banget.



Ihiks, Nam Joo Hyuk emang ganteng. Sayang aktingnya pernah parah di The Bride of Habaek, untunglah dalam “The Light in Your Eyes” NJH berperan cemerlang.
Dalam drama ini, NJH erganti-ganti peran , ngga hanya sebagai Lee Joon-Ha yang pemurung,     juga berperan sebagai dokter dan Lee Joon Ha muda yang kekinian.



Penonton drama korea  “My Secret Terius” pastinya ngga bisa ngelupain Son Ho-Jun yang bermain sebagai boss pemeran utama yang arogan. Dalam “The Light in Your Eyes”, SHJ berperan sebagai Kim  Young-Soo, kakak Kim Hye Ja yang ajaib. Yang membuat drama ini penuh warna.

Ngga pernah kerja untuk membantu keluarganya, Kim Young Soo malah asyik siaran kemudian ngerempongin emaknya minta makan daging. Ya marahlah si emak yang udah jungkir balik di salon kecantikan ngurus pelanggan.
Eh si Kim Young Soo malah nangis ketika dimarahi emaknya. Ha ha ha :D  :D

Sinopsis
Kim Hye-Ja. seorang perempuan aktif dan ceria  berusia 25 tahun bercita-cita menjadi seorang  penyiar. Dia memiliki jam misterius yang bisa menembus waktu.
Gara-gara jam tangan itu pula, suatu hari Hye Ja mendapati dirinya berubah menjadi perempuan berusia 70 tahun.
Hye Ja berkenalan dengan Lee Joon-Ha (Nam Joo-Hyuk) yang  ingin menjadi reporter. Dia bekerja keras untuk mencapai mimpinya, sayang nasib tidak berpihak padanya. (Asianwiki)



Review
Cantik dan lincah, Kim Hye-Ja yang beribukan seorang pemilik salon kecantikan,  serta ayah seorang supir taxi, hidup bahagia dengan kakaknya yang nyleneh. Si kakak, Kim Young-Soo, pengangguran yang setiap harinya asyik membuat siaran langsung.

Kim Hye Ja memiliki 2 sahabat yang selalu mendukungnya, Lee Hyun-Joo, anak pemilik rumah makan Tionghoa, dan Yoon Sang-Eun, si cempreng yang bercita – cita menjadi penyanyi.

Walau cita-citanya tak kunjung menunjukkan  titik terang, namun hidup Hye Ja normal-normal saja. Hingga dia menemukan sebuah jam tangan. Jam tangan tersebut,  bila diputar bisa membantunya memanipulasi waktu, yang berarti bisa memanipulasi tugas sekolahnya.

Nilai ujian Hye Ja pun  membaik. Sayangnya ada harga yang harus dibayar. Setiap memutar jam misterius, usia Hye Ja bertambah tua. Paling tidak, orang disekitar mengomentari demikian. Enggan dibully, Hye Ja pun memutuskan menyimpan jam tangan dan tidak menggunakannya lagi.

Suatu kemalangan membuat Hye Ja mengubah keputusannya. Ayah tersayangnya tertabrak dan tewas. Ingin mengembalikan nyawa ayahnya, Hye Ja mengeluarkan jam tangan misteriusnya dan kembali memutarnya.

Sayang tidak berjalan lancar.  Hye Ja harus memutar jarum jam tangan berulang-ulang.  Ketika akhirnya  berhasil,  Hye Ja mendapati tubuhnya berubah menua. Fisik perempuan 25 tahunnya menjadi 70 tahun.

Disinilah konflik dimulai. Kedekatan Hye Ja dengan  Lee Joon-Ha, seorang pemuda gebetan yang bercita-cita menjadi reporter, menjadi kandas. Joon Ha  tidak mengenali Hye Ja.
Hye Ja tidak berani berterus terang pada Joon Ha. Dia hanya mengaku  pada orangtuanya, kakaknya dan kedua sahabatnya.

Perubahan kondisi tubuh membuat Hye Ja bingung. Dia tidak lagi bisa mengerjakan aktivitas Hye Ja muda. Untuk mengisi waktu kosong, Hye Ja acap datang ke rumah jompo Hyoja, tempat Lee Joon-Ha bekerja setelah neneknya meninggal.

Rumah jompo Hyoja ternyata kamuflase. Pengurus rumah jompo mengumpulkan dan merayu  mereka yang berusia lanjut untuk membeli suplemen palsu dan ikut asuransi jiwa. Ketika pemilik rumah jompo diambang kebangkrutan, dia menyusun rencana, mengajak para lansia berwisata yang berujung maut. Beruntung Hye Ja mencium ketidak beresan. Dia mengajak teman-teman lansia yang tak memiliki polis asuransi dan otomastis tidak diajak berwisata, untuk menyelamatkan teman-teman lansianya melarikan diri.

Tapi benarkah Kim Hye Ja seheroik itu? Jawabannya ada di episode akhir yang mencengangkan. Karena itu saya mengangkat 2 jempol untuk penulis skenario.
Congrats, Anda cerdik menyusun plot cerita yang mengharu biru.

Ide cerita, plot cerita  yang apik serta akting ciamik para pemain “The Light in Your Eyes” mampu membuat penonton  terpaku sejak awal episode hingga akhir.

Tak berlebihan saya memberi nilai  8,5/10 untuk “The Light in Your Eyes”. ^^


Profile
Drama: The Light in Your Eyes (English title) / Eyes Are Dazzling (literal title)
Revised romanization: Nooni Booshige
Hangul: 눈이 부시게
Director: Kim Suk-Yoon
Writer: Lee Nam-Kyu, Kim Soo-Jin
Network: JTBC
Episodes: 12
Release Date: February 11 - March 19, 2019
Runtime: Mon & Tue 21:30
Genre: Fantasy
Language: Korean
Country: South Korea





Comments

dewi apriliana said…
Menarik ini.. nontoon ah.. drakor bertabur oppa ganteng sudah byasa. Pengen nnonton dazzling yang bertabur opa dan oma
Ambu Langit said…
Haha iya banget @Dewi

saya dapat banyak pelajaran dari drama ini :)

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…