Skip to main content

Memories of The Alhambra; Ending yang Unpredictable




Bagaimana jika pengalaman seru di dunia game,  bisa dirasakan secara nyata?  Demikian mungkin ide awal penulis skenario drama Korea “Memories of The Alhambra”. Karena sejak awal hingga akhir episode, penonton diajak berkelana dalam dunia game yang mengharu biru.

Terlepas dari endingnya yang menimbulkan kontroversi, drakor  “Memories of The Alhambra” recommended untuk dinikmati. Bukan saja ide cerita yang nyleneh,  juga latar belakang negara Spanyol yang dieksplor habis-habisan. Mulai dari pemandangan alam nan indah, bangunan tua, heritage , kawasan komersil hingga lorong-lorong perumahan. Bikin mupeng, pingin jalan-jalan kesana. ((Bareng Hyun Bin)) :D  :D

Dan pastinya akting Hyun Bin dan Park Shin-Hye, aktor dan aktris kawakan yang tak pernah mengecewakan penonton disetiap drakor/film yang mereka berdua lakoni.


Hyun Bin memerankan , Yoo Jin Woo seorang CEO perusahaan  IT yang memiliki masalah pribadi nan rumit. Istri pertamanya direbut Cha Hyung-seok, sahabatnya  yang mbalelo dan mendirikan perusahaan IT saingan. Istri keduanya seorang  aktris.  Merasa terjebak dalam pernikahan tanpa cinta,  Jin Woo sedang menjalani proses perceraian dengan sang aktris.
Jin Woo terlibat dengan Jung Hee-Joo karena membeli game virtual reality dengan nama “Memories of Alhambra”  hasil karya Jung Se-Joo,  adik laki-laki Hee Joo.


Jung Hee-Joo diperankan Park Shin-Hye, gadis yatim piatu  yang diharapkan ayahnya bisa menjadi pemain gitar profesional, hingga sang ayah nekad pindah dari Korea Selatan ke Granada, Spanyol. Sayang, sang ayah keburu meninggal menyusul istrinya, sebelum Hee Joo mendalami dan menekuni dunia musik.

Sesudah orang tuanya meninggal,  Hee Joo menjadi tulang punggung keluarga yang harus menghidupi nenek dan 2 orang adik,  Jung Se-Joo dan Jung Min-Joo.

Warisan yang diterima Hee Joo, penginapan Hostal Bonita tak mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. Sehingga Hee Joo harus banting tulang bekerja paruh waktu. Kehadiran Jin Woo yang membeli Hostel Bonita bak durian runtuh, walau ternyata yang dibeli Jin Woo adalah game virtual reality buatan sang adik.

Sinopsis
 Cerita dimulai dari seorang CEO Perusahaan Investasi, Yoo Jin Woo (diperankan Hyun Bin) dari Korea yang sedang pergi ke Barcelona Spanyol, untuk urusan bisnis. Suatu hari, dia mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak dikenal dengan maksud menjual hasil karyanya berupa game virtual reality dengan nama Memories of Alhambra. Seorang programer jenius tersebut diperankan oleh Chanyeol. Namun, suatu insiden terjadi yang mengharuskan Yoo jin woo mencari tahu dimana keberadaan pembuat game tersebut dan mendapatkan pesan bahwa Hostal Bostnia yang dikelola oleh Jeong Hee Joo (diperankan oleh Park Shin-hye) merupakan kakak dari pembuat game tersebut yang tinggal di Kota Granada, Spanyol.
Selain itu, Yoo Jin Woo memiliki rival yang sama - sama ambisius untuk memperebutkan game tersebut karena harga jual yang tinggi. Di sisi lain, Cha Hyung-seok (diperankan oleh Park_Hoon), rekan yang mengkhianati Yoo Jin Woo saat kejadian di masa lalu. (Wikipedia)

Review
Kisah dibuka dengan pelarian Jung Se-Joo yang bermaksud menjual  game AR (Augmented Reality) hasil karyanya pada Yoo Jin Woo. Anehnya,  Se Joo menghilang dalam perjalanan menuju Granada.
Ternyata tidak hanya Jin Woo yang tertarik membeli game buatan Se Joo. Juga Cha Hyung-Seok, bekas sahabat Jin Woo yang mendirikan perusahaan IT saingan dan merebut istri Jin Woo. Bedanya Hyung Seok mendapat penawaran dari Marco Han, teman Se Joo,  sesama gamer.

Ketika  Jin Woo menantang Hyung Seok untuk duel dengan  game buatan Se Joo, tanpa diketahui penyebabnya, Hyung Seok tewas. Nampaknya game mengalami error.

Tidak hanya Hyung Seok yang tewas. Sebelumnya Marco Han, teman Se Joo tewas. Disusul Seo Jung Hoon, sekretaris Jin Woo.

Yang menakutkan, mereka yang tewas muncul dalam bentuk KNP (Karakter Non Pemain) dan meneror pembunuhnya. Karuan, Jin Woo dianggap gila karena beraksi melawan musuh yang tak terlihat  orang lain yang tidak menggunakan lensa kontak khusus.

Ya, setiap pemain harus menggunakan lensa kontak khusus untuk bertemu musuh dan menemukan senjata. Ngerinya, semakin tinggi level, lensa kontak tidak diperlukan lagi. Musuh datang kapan saja dan dimana saja, ditandai bunyi gemuruh dan hujan turun.


Game ini dipercantik dengan karakter Emma, rekaan Se Joo atas kecantikan kakaknya, Hee-Joo. Sayangnya Emma diciptakan Se Joo bukan untuk menolong Jin Woo. Di tangan Emma lah hidup Jin Woo berakhir. Walaupun muncul kontroversi  apakah nyawa Jin Woo benar-benar hilang, mengingat level Jin Woo sudah Master, sama dengan penciptanya.

Saya suka akhir yang menggantung seperti ini. Penonton diajak bebas berkhayal, apakah Hee Joo akan bertemu dengan Jin Woo atau tidak. Sebebas khayalan  penulis skenario yang menciptakan karya “Memories of The Alhambra”.


Profile
Drama: Memories of the Alhambra (English title)
Revised romanization: Alhambeuraui Gungjeonui Chooeok
Hangul: 알함브라 궁전의 추억
Director: Ahn Gil-Ho
Writer: Song Jae-Jung
Network: tvN
Episodes: 16
Release Date: December 1, 2018 - January 20, 2019
Runtime: Sat. & Sun. 21:00
Language: Korean
Country: South Korea

Comments

Popular posts from this blog

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…

3 Bekal ke Tanah Suci, Yuk Persiapkan Sejak Dini

Pingin ibadah ke tanah suci?

Mayoritas pasti menjawab “pingin”, Justru rada aneh jika ada yang  bilang: “ga mau!”
Tapi jujur deh, selain bilang pingin, udah punya persiapan belum?  Hehehe walau malu, saya akui belum.  Padahal mau berpergian jarak dekat seperti Bandung – Jakarta aja pastinya bikin persiapan seabrek. Mau naik apa, mau bawa baju berapa, jangan lupa bawa ini, itu ... isi listpun panjang berderet-deret.
Bagaimana isi list berhaji?  Jangan  cuma titip doa lewat  teman yang mau berangkat ke tanah suci, kemudian mengira bisa sim salabim  .... sampai!
Allah pasti akan bilang: “Ta’uuk ye, usaha dong, usaha”.
Hehehehe ..... iya Allah,  maapin saya atuh.   #tutupmuka
Jika ngga ada usaha, ya jelas bakal ditegur. Udah mah jauh, kuotanyapun terbatas,  harus menunggu  10 – 15 tahun sebelum saatnya berangkat.
Nah, waktu tunggu yang lama ini juga bikin saya ragu. Duh, nyampe ngga ya? Jangan-jangan udah tutup mata selamanya sebelum berangkat. Beruntung ada tausiah  ustaz Aam Amirudin yang men…