Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2019

Fluttering Warning; Come Back-nya Yoon Eun-Hye

Golongan penonton drama Korea, era berapakah Anda?
Eranya Kim Nam-Joo dan Jang Dong-Kun yang pernah melejit dengan “Model” pada tahun 1997? Duh jadul banget ya? Jangan-jangan belum lahir ya?:D:D
Atau eranya Yoon Eun-Hye yang debut perdananya “Princess Hours” begitu memikat hingga dunia drama Korea menyambutnya hangat. Sebutlah “Coffee Prince”, “Lie To Me” dan “Marry Him If You Dare”pada tahun 2013.
Tak heran kemunculannya kembali dalam “Fluttering Warning” begitu dinantikan. Bagaimana hasilnya? Salah seorang penggemarnya bilang: it was a wasted comeback of eun hye
Emang sih, “Fluttering Warning” ngga meledak. Raihan ratingnya pun mengecewakan. Mungkin karena plot cerita yang terlalu biasa-biasa saja untuk aktris sekelas Yoon Eun Hye dan aktor beken,  Chun Jung Myung.
Padahal “Fluttering Warning” diramu dari web novel lho. Judul aslinya "Seolremjoouibo" dan  ditulis 
 Seo Han-Kyeol. Mungkin karena perbedaan selera aja sih ya?

Yuk kita  langsung kenalan dengan peran mereka aja ya.

Yoo…

Ke Sukabumi? Jangan Lupa Bawa 5 Oleh-oleh yang Ngangenin Ini

Merupakan salah satu kota terkecil di Jawa Barat, kota Sukabumi pernah beken lho, bahkan tercantum di buku pelajaran siswa Sekolah Dasar. Penyebabnya AKABRI Kepolisian, perguruan tinggi untuk jenjang perwira polisi, dulu berada di kota yang berudara sejuk ini.

Sekitar tahun 1970-an AKABRI Kepolisian pindah ke Semarang. Dengan alasan agar berdekatan dengan AKABRI Darat (Magelang), AKABRI Udara (Yogyakarta) dan AKABRI Laut (Surabaya). Emang agak aneh ya,  Surabaya tempat AKABRI  Laut kan ngga deket-deket amat. Tapi mungkin aksesnya lebih  mudah dibanding ke Kota Sukabumi  yang terjepit diantara Kota jakarta dan Kota Bandung.
Akses, menjadi problem utama bagi mereka yang mau berwisata ke Kota Sukabumi karena jalan yang sempit, terjal dengan tikungan tajam. Tapii..., semua itu terbayarkan. Banyak destinasi di kota mungil nan sejuk ini. Sebutlah Selabintana, Situ Gunung hingga lokasi terjauh yaitu Pelabuhan Ratu. Jadi daripada bete ketika naik  kendaraan pribadi dan bus antar kota,  klik aja

Menikmati Keindahan Mural dan Laziznya Bubur Benteng di de Braga by Artotel

Mural? Apa yang terbayang ketika mendengar kata mural? Pastinya lukisan indah di tembok jalan raya bukan?
Menurut KBBI, mural merupakan lukisan pada dinding. Jadi bisa dinding mana/apa saja. Nah,keindahan coretan mural juga bisa Anda nikmati di de Braga by Artotel. Bertema botanical art, bak gallery, keindahan parahyangan tersaji sejak anda menginjakkan kaki memasuki pelataran Sarinah, jalan Braga Bandung.
Lho kok Sarinah? Yups, Sarinah yang Anda kenal bak ruang tamu yang menyapa pengunjung.Masih dengan produk dalam negeri berkualitas tinggi seperti busana, asesories hingga pernak pernik peralatan rumah tangga.Anda pasti terpukau enggan beranjak.


de Braga by Artotel sebagai anggota dari Artotel Group Curated Collections rupanya bertujuan memanjakan siapapun yang datang. Lukisan daun dicabang yang melingkar memikat pengunjung. Dan nun disana burung elang mengepakkan sayap, diantara dedaunan dan ronanya bunga-bunga. Sangat setuju dengan apa yang dikatakan MAW Brouwer: “Bumi Pasundan dicip…