Skip to main content

Sudahkah ZISWAF Menjadi Gaya Hidupmu?

sumber: cashwise.com
Anda Islam? Aha, pertanyaan itu pernah sempat ngetrend karena satu perbedaan pendapat. Namun kali ini pertanyaan lanjutannya adalah: “ Jika Anda Islam, sudahkah membayar zakat?”
Bukan hanya zakat fitrah tentunya, namun juga zakat maal dan zakat penghasilan. Sebagai seorang mualaf, pemahaman zakat merupakan sesuatu yang baru untuk saya. Karena setiap agama menganjurkan sedekah atau pemberian sumbangan secara ikhlas. Beda halnya dengan zakat, wajib hukumnya untuk dikeluarkan dari penghasilan dan kekayaan sebab ada milik orang lain yang dititipkan melalui uang yang diterima serta harta yang dimiliki.
Menunda/tidak ditunaikannya zakat sangat berhubungan dengan nasib mustahik (golongan orang yang berhak menerima zakat). Kebutuhan mereka untuk hidup layak menjadi tertunda bahkan tidak sama sekali. Bahkan jika banyak muzakki ( golongan yang wajib membayar zakat) lalai menunaikan kewajibannya, maka kehidupan para mustahik terancam, tidak hanya tidak dapat bersekolah dan mendapat fasilitas kesehatan tapi berpeluang kelaparan, serta hidup dalam rumah kumuh.


Hak mereka ada pada uang yang kita terima dan harta yang kita miliki (sumber: sindonews.com)

Peringatan bagi orang tua yang harus menyiapkan makanan serta sandang bagi anak-anaknya. Jangan sampai menyajikan makanan nan lezat sebelum menunaikan zakat, karena jika hak penerima zakat ‘terpakai’ berarti anak-anak makan makanan haram. Juga memakai memakai sandang yang bukan haknya. A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi  Semoga kita tidak melakukannya ya?
Karena itu, sudah seharusnya menjadikan zakat sabagai gaya hidup. Bahkan tidak hanya zakat tapi juga ZISWAF, singkatan dari zakat, infak, sedekah dan wakaf.

Mengingat begitu banyak manfaatnya:

  1. Zakat sebagai pembersih hati manusia dari sikap rakus, pelit, dan tamak, juga untuk menghilangkan sikap mencintai dan ambisi terhadap dunia. Allah berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah: 103)
  2. Terbentuknya masyarakat muslim yang saling mencintai dan menolong seperti sebuah bangunan yang saling menopang antara satu sisi dengan sisi lainnya sehingga akan bisa mengurangi kasus pencurian dan tindakan kriminal lainnya.
  3. Mengeluarkan zakat harta berarti telah melaksanakan perintah Allah dan telah mensyukuri nikmat Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Ibrahim: 7)
  4. Dengan mengeluarkan zakat, maka kekayaan dan harta tidak hanya berada di kalangan tertentu saja, tapi akan merata di seluruh lapisan masyarakat. Allah berfirman, “Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (Al-Hasyr: 7) (sumber)

Betapa banyak manfaatnya zakat,  tak heran  kata zakat diulang sebanyak 32 kali dalam kitab suci umat Islam, Al Qur’an nul Karim.  Zakat di urutan ke- 3 rukun Islam, mendahului puasa yang menempati urutan ke- 4.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun. Sayangnya, menurut data pusat kajian strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) hanya 1 persen yang terserap yaitu hanya sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2016. (sumber)
Penjelasan mengenai dari zakat, bagian dari ZISWAF, mengemuka dalam "Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah yang berlangsung di ballroom Hotel Aston Tropicana, jalan Cihampelas Bandung pada tanggal 29 November - 1 Desember 2017.
Dok. Hermini Yuliawati
Acara yang diselenggarakan Bimas Agama Islam RI, dihadiri jajaran pejabat terkait, perwakilan mahasiswa, perwakilan Masjid Salman ITB dan Blogger Bandung, di buka oleh Dirjen  Bimas Islam, Prof. DR. H. Muhammadiyah Amin M. Ag dan diisi sejumlah pemateri handal seperti Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Drs H. Tarmizi, MA;  Pakar Blogging, Ali Muakhir; Digital Marketing Special IZI, Elmo Juanara; Pakar Digital, Ananto Pratikno; CEO Rumah Zakat, Nur Effendi; plt Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, H.M. Fuad Nasar.
Sungguh beruntung saya mengikuti rangkaian wawasan mengenai ZISWAF ini, sebab seperti yang dituturkan oleh H.M Fuad Nasar:

  • Pengumpulan zakat yang optimal akan membantu pengentasan kemiskinan.
  • Keberhasilan dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan wakaf akan menunjang pertumbuhan ekonomi.
  • Sedangkan sinergi antara zakat, wakaf dan ekonomi syariah akan melahirkan pemerataan ekonomi.
Pemerataan ekonomi sangat penting diraih supaya tidak terjadi kesenjangan yang berujung pada kecemburuan dan kerap melahirkan tindakan kriminal. Karena itu menunaikan zakat tepat waktu harus selalu disosialisasikan dan diingatkan agar menjadi gaya hidup.
Seorang Muslim harus merasa baru lengkap sesudah menunaikan zakat. Khususnya bagi mereka yang masuk ke dalam generasi Z, kelompok termuda di dunia saat ini. Mereka lahir dalam rentang 1996 hingga 2010. Di Indonesia, pada 2010 saja jumlah mereka sudah lebih dari 68 juta orang, nyaris dua kali lipat Generasi X (kelahiran 1965-1976). Dan kini ada sekitar 2,5 miliar orang Generasi Z di seluruh dunia.


Gen - Z (sumber : dreamstine)
Sungguh wow bukan? 68 juta Generasi Z (selanjutnya kita sebut gen- Z) ini menjadi perhatian khusus karena berbeda dari kaum milenial atau generasi Y (kelahiran 1977-1995) yang egoistik , Gen-Z memiliki sifat:

  1. Cenderung menghargai keberagaman,
  2. Ingin menjadi agen perubahan,
  3. Berorientasi pada target,
  4. Senang berbagi
Selain itu, mereka memiliki ciri-ciri:


sumber : tirto id


Pemahaman mengenai gen-Z diperlukan jika kita mengharapkan tercapainya pemerataan ekonomi seperti yang diungkap HM Fuad Nasar. Karena merekalah yang kelak akan memegang tampuk pimpinan bangsa. Sehingga ketika Gen-Z sebagai generasi digital menjadikan ZISWAF sebagai gaya hidup, sebagai keseharian. Maka diharapkan akan menjadi cambuk, minimal introspeksi diri bagi generasi sebelumnya:
“Wah cucuku/anakku ngasih sedekah, masa aku ngga?”
Jadi, sudahkah Anda membayar Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf ?


Hak mereka ada di penghasilan dan harta yang kita miliki (sumber bantenbox.com)





Comments

Rara Febtarina said…
nice post teh, jadi betapa pentingnya zakat ya, sampai sampai seringkali lupa, Astagfrllh
Ida Tahmidah said…
Wah tulisannya lengkap..mantap:)
Nita Lana Faera said…
Masya Allah, luar biasa, Ambu. Senang melihat para mualaf yang terus belajar tentang Islam, karena saya pun masih dangkal ilmu Islamnya. Mengenal zakat, memang mesti dihitung baik2 ya biar jangan sampai ada rezeki orang di rekening atau dompet kita. Sekarang ini kemajuan tekhnologi juga makin memudahkan kita untuk memberi zakat ya, termasuk aplikasi penghitungnya pun ada.
Euisry Noor said…
Terima kasih sudah diingatkan, Bun. Belajar lagi...
iya Rara, mungkin karena saya ngelihat dari sudut yang berbeda ya?

makasih lho, udah baca tulisan saya ^_^
teh Idaaa......, haturnuhun

aduh saya mah apah atuh ^_^
Nuhun Euis geulis, sama-sama belajar kita ^_^
Betul mbak Nita

Eniwei penulisan mualaf hanya untuk menunjukkan betapa Islam begitu sempurna, hingga kita diharuskan menngeluarkan zakat.

Jadi ketika para ekonom kebingungan soal kesenjangan ekonomi, jauh-jauh hari Islam sudah menunjukkan jalannya.
Sepertinya aku ini gen Y yang sifatnya seperti gen Z, hahaha, Jk! Tulisannya bermanfaat sekali, bagus :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…