Skip to main content

Banana Cake Farah Quinn: Gluten Free, Irit Telur dan Tanpa Mixer






Selamat mengarungi tahun 2017, teman-teman ……, punya resolusi di tahun ini? Resolusi saya sih pingin sehat ….. sehat ….. dan sehat ….., karena bulan-bulan di akhir tahun 2016 penuh kisah sakit. Sungguh menyesakkan.
Saya juga berharap bisa lebih rajin mengisi blog tempat curhat ini. sebetulnya bukan tanpa tujuan blog kesayangan ini saya diamkan. Rencananya mau beli domain agar terlihat keren. Blog gratisan ngga keren gitu? Hmmmm…. gimana ya, yang jelas blog gratisan sulit dapat kesempatan dapat penawaran review atau buzzer.  *emak jujur bangettttssss  :)  *
 
Dan yang kedua, saya sedang menimbang-nimbang penambahan konten dengan memasukkan kegiatan eksperimen kuliner. Banyak yang nanya resep, kenapa ngga ditulis disini? Pertimbangan awalnya takut ini blog kok  kebanyakan ragam?  Tapi atulah ngga papa, namanya juga emak-emak kan biasanya seneng masak atau minimal seneng makan.
Oke langsung aja saya tulis resep pertama saya ya. Sebetulnya nemuin resep ini melalui proses panjang, ada berpuluh resep berbahan pisang sudah saya coba, enak-enak sih semua, tapi saya belum puas, ada yang kurang, kurang nendanglah, bikin eneg lah. Nah, baru sesudah nyoba resep ini saya merasa lumayan puas. Bukan hanya karena telurnya cuma 2 yang berarti penghematan juga disebabkan tanpa mixer. Pekerjaan mencuci peralatan masak memang bikin persaan malas timbul, soalnya udah capek masak harus nyuci. juga rasanya legitttt ..... :)

Diambil dari blognya hadiyahhayati.wordpress.com, resep ini saya permak sana dan sini. Resep aslinya menggunakan 200 gram gula pasir. Saya ganti jadi 100 gram gula pasir dan 100 gram gula palem karena banana cake cocoknya pake gula palem supaya legit.
Selengkapnya sebagai berikut:

Bahan:
250 gram tepung mocaf (bisa diganti tepung terigu)
100 gram gula pasir
100 gram gula palem
2 sendok teh baking powder
1 sendok teh soda kue
½ sendok teh garam
2 butir telur (kocok lepas)
115 ml minyak sayur atau mentega/margarine dilelehkan
250 gram pisang ambon/Cavendish atau apapun, hancurkan dengan garpu
1 sendok teh kayu manis bubuk
1 sendok teh air jeruk lemon/nipis

Cara membuat:
1.      Panaskan oven 180 ° celcius
2.      Olesi loyang dengan minyak goreng atau mentega, taburi tepung tipis-tipis. Saya sih mengalasi dengan kertas baking.
3.      Campur bahan kering: tepung mocaf, soda kue, baking powder , garam,bubuk kayu manis ayak, sisihkan.
4.      Campur telur kocok dengan gula dan minyak goring , susu, air jeruk hingga rata. Campur dengan bahan kering secara bertahap hingga rata.
5.      Masukkan dalam loyang, bisa loyang tulban. Saya menggunakan 2 loyang brownies ukuran 22 x 10 x 4 cm. Lama memanggang tergantung oven masing-masing.
6.      Panggang hingga kecoklatan. O iya bisa diberi capuran choco cips dan hiasan pisang. Rasanya sama-sama lazizzz…..

Comments

ira duniabiza said…
Ayo mba migrasi. Gado2 ga apa biar makin seru, mumpung tahun baru. Hihi..

Eh aniwei ini seriusan mba ga perlu mixer, tinggal aduk2 aja.. hmm apa karena tepungnya ya. Boleh banget nih dicobain. Iya setuju banana cake emang enaknya dicampur gula palem ya.
enaknya... paling doyan kalau ada pisang di dalam kuenya mba... :D
mbak Iraaaa....... maafkan daku, awalnya bingung kok ngga ada yang mau comment diblogku ternyata lupa aku stel moderasi

maapin ya mbak, muachhhhh ......#semoga dimaafkan :)
bikin ngga eneg ya mbak Ira?

makasih sayangkuhhhh :)

Popular posts from this blog

Dewi Kentring Manik, Dewi Cantik Jelita Pelindung Kota Bandung

The Third Charm, Akhir Yang Membuat Penonton Marah

Bagaimana jika tokoh utama yang ganteng bukan main menjalin kasih dengan second lead, gadis cantik, imut dan menggemaskan? Ternyata penonton memilih agar keduanya happy ending. Sementara tokoh perempuan di maki-maki karena dianggap meninggalkan kekasihnya.
Mungkin itu yang menjadi penyebab ending drama Korea “The Third Charm” dibiarkan cukup terbuka. Penonton boleh berkhayal semaunya. Apakah cukup sahabatan atau menikah?
Tokoh utama pria, Seo Kang-Joon dan tokohperempuan, Esom yang membuat saya kepincut untuk menonton drakor ini. Seo Kang-Joon, rupanya dianggap sukses dalam setiap perannya sehingga tahun 2018, saya menonton 2 dramanya. Marema ya?
Sedangkan Esom, saya jatuh cinta pada sosoknya di Because This Is My First Life. Berperan sebagai sahabat tokoh utama, Esom keren banget. Hihihi tentu saja yang dimaksud keren adalah postur tubuhnyayang tinggi dan penuh. Seksi, tanpa harus berbaju pendek. Bahkan balutan kostum hitam atau putih yang dikenakan, bikin Essom nampak berkelas. Sebetul…

100 Days My Prince; Janji Setia Seorang Pangeran Cilik

“Aku menyukaimu” “Aku akan mengawinimu” Kata seorang anak laki-laki pada gebetannya, Yoon Yi-Seo,  perempuan cilik yang periang, cantik dan pemberani.
Sekian puluh tahun berlalu, Lee Yool, nama anak laki-laki tersebut, rupanya selalu  berpegang teguh pada janjinya dan Yi Seo pun selalu mengingatnya.
Mengambil  genre sageuk fusion alias kisah dengan setting masa lalu yang dimodifikasi (fiksi, bukan berdasarkan sejarah sebenarnya), drama Korea “100 Days My Prince”  sebetulnya ngga terlalu spesial. Khususnya jika dibandingkan dengan drakor bergenre serupa.
Pemeran utama mengalami lupa ingatan. Ide klise yang telah digunakan sejak “Meteor Garden”nya drama Taiwan. Kemudian diramu dengan kehidupan sang pangeran sebagai rakyat jelata selama 100 hari.
Yang menjadi pembeda adalah aktor dan aktrisnya yang sedang naik daun. Sang pangeran Lee Yool diperankan D.O. personil EXO, sedangkan Yoon Yi-Seo atau Hong Shim diperankan aktris cantik Nam Ji-Hyun.
Apabila Anda mencari tontonan yang menghibur, “100 Da…

Nostalgia 7 Majalah Favorit

Punya majalah favorit?
Maksudnya tentu majalah cetak. Skip majalah Bobo ya? Selain karena udah kelamaan eranya, juga ngga ada saingan. Sementara 7 majalah favorit yang terpilih karena target segmen serta  ragam topik  yang disajikan.
Tentu  beberapa majalah sudah almarhum alias rest in print. Huhuhu sedih, padahal walau udah ngga berlangganan, sesekali saya masih suka beli. Rasanya lebih nyaman membaca versi cetak dibanding online-nya. Mata ngga capek. Ketika  lelah, si majalah bisa menjadi penutup wajah, pengantar tidur. Coba deh membaca via   ponsel atau tab, kan ngga bisa untuk penutup wajah.  :D  :D
Oke langsung aja kita ngobrolin  majalah favorit yang dimaksud. Ini dia:
Majalah Horison
Awalnya saya membaca majalah Horison karena terpaksa. Sebagai anak ABG yang gemar melahap habis semua bacaan, saya kehabisan buku serta majalah, eh ada majalah isinya cerpen, baca ah ..... Ternyata, ... bahkan hingga kini, saya masih sering mengulang paragraf demi paragraf artikel/cerpen/puisi  yang dimu…

Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak” Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji. Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar. “Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.
Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.
Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011. Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.
Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sangpujaan hati kemu…

5 Situs Download Gratis Drama Korea yang Recommended Banget

Suatupagi perbincanganWA Grup Komunitas Memasak yang biasanya riuh dengan berbagi resep makanan, tiba-tiba berubah menjadi: “Download aja teh, ngirit kuota” “Wah saya belum nonton ... . Bikin penasaran!”
Ya, kami sedang bergunjing mengenai drama Korea. Drama Korea apa saja yang bagus, yang belum ditonton dan yang penting ini nih: situs yang direkomendasikan untuk men-download drama Korea bersubtitle Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk ngirit kuota. Emak-emak dimana saja umumnya sama: pingin hemat!:D :D
Kala itu, semua cara menonton drama Korea sudah saya coba, hanya mengunduh yang belum.Tentunya jadi penasaran. Selalu ada sesi yang jengkelin ketika menonton drakor . Menonton via player DVD misalnya, banyak keping DVD yang tidak berjalan mulus. Katanya sih proses burningnya yang bermasalah.Tapi pan jadi riweuh,saya harus bolak balik. Menonton via DVDberarti juga nyampah. Usai menonton, kepingan DVD ngga tau harus diapain. Ada usul?
Cara berikutnya melaluisaluran berbayar. Apesnya harus sta…

Ngemil Syantikkk Ala Syahrini Bareng Nenasz Cookies

Syantik. Kata itu dipopulerkan Syahrini bersama sejumlah kata lain seperti cetar, sesuatu,  bulu mata badai,  jambul khatulistiwa dan kata-kata nyleneh lainnya.  Sosok lain yang gemar membuat kata-kata ajaib adalah Viki Prasetyo dan Cinta Laura. Kreator kata yang menjadi kesatuan dengan branding mereka.
Andai mereka berkampanye ... Maksudnya bukan kampanye pilpres atau  kampanye  pileg,  namun kampanye untuk kemaslahatan seperti diversifikasi pangan. Lahan yang belum banyak disentuh. Jangankan selebriti, nampaknya para pejabat juga “pelit” bicara tentang diversifikasi pangan.
Ketinggian miimpinya ya? Gubrak deh .... :D Gini  kisahnya. Berawal rencana membuat tulisan personal branding ala Syahrini part 2, ngga sengaja saya lihat iklan cookies yang dibintangi Syahrini. Langsung deh kepikiran: “Ah, andai Syahrini jadi model iklan cookies non tepung terigu. Bakal sukses deh program diversifikasi pangan kita”
Baca juga: Pingin Personal Branding ala Syahrini? Begini Caranya!Julia Perez; Don’t Judg…