No Tail to Tell, Tentang Siluman Rubah yang Enggan jadi Manusia
Apakah di Indonesia ada binatang rubah? Pertanyaan itu muncul karena banyak drama Korea dan drama China yang menggunakan rubah ekor sembilan sebagai tokohnya.
Ternyata gak ada! Gak heran kita gak mengenal mitologi siluman rubah dengan berbagai versinya. Ya iyalah, mitologi kan dongeng yang menjelaskan fenomena alam, asal-usul kehidupan, dan ritual keagamaan yang diwariskan turun-temurun.
Hewan rubah ditemukan di kawasan Asia Timur (Tiongkok, Korea, dan Jepang), sehingga mitologi siluman rubah —terutama yang berekor sembilan— tumbuh subur. Mereka digambarkan (umumnya berkelamin perempuan) sebagai makhluk supranatural yang memiliki kekuatan sihir tingkat tinggi.
Uniknya, walau setiap negara memberi nama yang berbeda untuk siluman rubah, seperti China mengenalnya dengan Huli Jing (九尾狐), Jepang dengan Kitsune atau Kyubi no Kitsune serta Gumiho (구미호) di Korea Selatan, semua kompak menuduh siluman rubah sebagai makhluk jahat yang memakan hati atau jantung manusia untuk menjadi manusia seutuhnya.
Bahkan menurut mitologi Korea, Gumiho baru bisa menjadi manusia bila telah menyantap 1.000 hati atau jantung manusia dalam kurun waktu 1.000 tahun.
Berbeda dengan kisah Gumiho yang ingin jadi manusia, dalam drama Korea “No Tail to Tell” siluman rubah bernama Eun-Ho justru enggan menjadi manusia. Alasannya sebagai berikut:
Kehidupan manusia seperti berenang di lautan penderitaan
Sejak mereka dilempar ke dunia yang asing ini
Hingga mereka membusuk sampai titik ketiadaan
Manusia tak pernah sedetikpun menemukan kebahagiaan
Hidup adalah persaingan terus menerus
Sebuah medan perang, untuk naik harus menjatuhkan orang lain
Seperti roda hamster yang tak pernah berhenti berputar
Kebahagiaan hanyalah ilusi sementara
Diperankan oleh aktris Kim Hye-Yoon sebagai Eun-Ho, drama ini tampaknya sedang didongkrak penggemarnya dengan susah payah. Untuk sementara ini hanya berhasil mendapat rating 7,8/10 dari Mydramalist
Baca juga drama tentang siluman rubah lainnya:
Eternal Love, Kisah Romeo and Juliet ala Mitologi Tiongkok
My Roommate is Gumiho, dan Nasionalisme Bangsa Korea yang Terusik
Kim Hye-Yoon sebagai Eun-Ho
Manusia yang mengembangkan diri disebut bijak
Mahluk lain yang mengembangkan diri disebut monster
Berbeda dengan siluman rubah ekor sembilan lainnya, Eun-Ho enggan menjadi manusia.
Ratusan tahun silam, dia melihat kakaknya (bukan kakak kandung) bernasib sial setelah berbuat baik dan menjadi manusia.
Geum-Ho, nama sang kakak, jatuh cinta pada seorang pria, sehingga bertekad menjadi manusia. Pernikahan yang nampaknya membawa kebahagiaan bagi Geum-Ho.
Ternyata kebahagiaan Geum-Ho hanya terhitung waktu. tak lama setelah memiliki anak, keluarga kecilnya dituduh berkhianat, dijadikan budak dan dipukuli.
Karena itu Eun-Ho bertekad tidak mau berbuat baik agar tidak jadi manusia. Dia hanya bermain dengan menjaga keseimbangan. Selebihnya Eun-Ho bersenang-senang dengan uang yang dikumpulkan dari manusia yang dia kabulkan permintaannya.
Semakin susah permintaan, uang yang diterima Eun-Ho semakin banyak, sehingga dia bisa membeli pulau, serta kemewahan lainnya.
Lomon sebagai Kang Si-Yeol
Miskin dan yatim piatu, Kang Si-Yeol hidup berdua dengan neneknya, yang telah renta dan mendapatkan uang dari mengumpulkan rongsokan.
Begitu miskinnya Kang Si-Yeol, sampai dia tak sanggup membayar uang bulanan sekolah sepak bola (SSB).
Karena itu Kang Si-Yeol bermimpi merintis karir sebagai pemain sepak bola professional yang menghasilkan banyak uang.
Sinopsis Drama Korea No Tail to Tell
“Semudah itu?” tanya Hyeon Woo-Seok terheran-heran melihat teman akrabnya, Kang Si-Yeol membakar kartu tertentu, dan terjadilah perubahan.
Kang Si-Yeol tak kalah heran. Pasca uangnya berkurang sebanyak 500 juta won, mendadak masalahnya beres. Padahal sebelumnya, sebagai anggota Thames masa depannya terancam.
Kang Si-Yeol gagal menerima transfer jutaan dollar karena kadung menandatangani kontrak. Sementara Thames terkena sanksi UEFA setelah ketahuan melanggar financial fair play yang menyebabkan tim sepak bola asal Inggris tersebut, terdegradasi masuk ke divisi dua.
Berkat Eun-Ho, siluman rubah ekor Sembilan (Gumiho) yang datang setelah Kang Si-Yeol membakar kartu, nasibnya berubah seratus delapan puluh derajat
Eun-Ho memang bisa mengabulkan apa pun, asalkan dibayar! Ya, Eun-Ho sangat matre. Semakin sulit permintaan client, semakin besar biaya yang diminta Eun-Ho.
Eun-Ho membuat karir Kang Si-Yeol kembali gemilang. Pihak Thames yang semula jutek dan keukeuh, tiba-tiba mendatangi manager Kang Si-Yeol untuk mengabulkan permintaannya.
Kisah dimulai 9 tahun silam. Kala itu Kang Si-Yeol dan Hyeon Woo-Seok masih menjadi murid Sekolah Sepak Bola (SSB). Tanpa sengaja keduanya bertemu Eun-Ho.
Sebagai siluman rubah ekor sembilan, Eun-Ho bisa melihat masa depan. Dia melihat Hyeon Woo-Seok sukses menjadi anggota tim nasional, dan terpilih sebagai pemain liga premier.
Tak terduga, mendadak Hyeon Woo-Seok tertabrak mobil yang dikendarai Lee Yoon, seorang client Eun-Ho. Hyeon Woo-Seok luka parah dan takdirnya berpindah pada Kang Si-Yeol.
9 tahun kemudian Kang Si-Yeol menjadi milyader. Penghasilannya datang dari berbagai sumber, mulai dari bayaran sebagai pemain liga premier, transfer pemain hingga model iklan.
Selama 9 tahun dia hampir tak pernah pulang ke Korea, termasuk sewaktu neneknya meninggal. Untunglah ada Hyeon Woo-Seok yang mengurus semuanya.
Saat akhirnya keduanya bertemu di Korea, terjadilah peristiwa tersebut. Nasib Kang Si-Yeol berubah setelah mengajukan permohonan pada Eun-Ho. Hal ini membuat Hyeon Woo-Seok juga ingin mengubah nasib.
Dari mana uangnya? Bukankah Eun-Ho selalu minta bayaran untuk setiap permintaan? Beruntung Kang Si-Yeol mau membayar untuk permintaan teman baiknya.
Dan terjadilah apa yang tak diduga keduanya: Eun-Ho menukar takdir. Hyeon Woo-Seok menjadi pemain liga premier yang terkenal dan kaya raya, sementara Kang Si-Yeol menempati takdir Hyeon Woo-Seok, yaitu anggota tim Daeheung Citizens Soccer Club yang miskin dan bermain di divisi 4.
Sewaktu Kang Si-Yeol protes pada Eun-Ho, siluman rubah tersebut menjawab:
Untuk setiap ada kebangkitan harus ada kejatuhan
Agar seseorang naik tahta, harus ada yang kehilangan tahta
Kang Si-Yeol tak bisa mengembalikan posisinya karena kini dia miskin, uangnya dipegang Hyeon Woo-Seok. Takdir hanya bisa ditukar kembali jika Hyeon Woo-Seok mengajukan permintaan.
Sayang gak semudah itu. Hyeon Woo-Seok meminta waktu sebulan agar bisa menyenangkan ayahnya dengan kemewahan.
Kemalangan beruntun terjadi setelah mendadak Eun-Ho menjadi manusia. sehingga andai ada uang pun, Eun-Ho tak bisa mengembalikan takdir Kang Si-Yeol.
Padahal selama ini Eun-Ho telah berlaku hati-hati agar tidak berbuat kebaikan. Dia paham, tabungan kebaikan akan membuatnya menjadi manusia, hal yang sangat tak disukai Eun-Ho.
Eun-Ho salah perhitungan. Dia berbuat kebaikan ketika menghidupkan Kang Si-Yeol dari kematian.
Review Drama Korea No Tail to Tell
Baru kali ini banyak reviewers organik (sudah lama menjadi reviewer) marah dengan keberadaan reviewers abal-abal. Maksudnya beberapa akun penggemar FL baru dibuat. Terlihat dari tanggal pembuatan akun. Mereka khusus memberi rating 10/10 untuk drama Korea “No Tail to Tell”.
Akun-akun ini menyebar di platform online seperti Mydramalist dan IMDb. (Di Indonesia mungkin kerjaan buzzer Rp ya? 😀😀 )
Sayang nampaknya aktivitas mereka kurang sukses. Walau mereka memberi rating 10/10, namun ketika akun organik memberi penilaian 5/10, bahkan ada yang 1/10, maka hasil akhirnya (sementara ini) hanya 7,8/10 di Mydramalist dan 7,4/10 di IMDb.
Sejelek itukah?
Ada yang menuduh Kim Hye-Yoon (FL) meniru akting Park Shin-Hye dalam drama Korea “The Judge from Hell” yang memerankan iblis berwujud hakim Kang Bit-Na. Sayang dia gagal total!
Akting Kim Hye-Yoon berlebihan, bibirnya munyang menyong, dan terasa gak alami. Andai alasannya karena drama ini mengusung genre komedi, hasilnya bukan lucu tapi konyol dan garing.
Akting ML juga gak banget. Lomon memerankan sosok pemain sepak bola bernama Kang Si-Yeol secara gak masuk akal. Bagaimana mungkin sebagai salah satu anggota tim sepak bola Inggris, dengan arogan dia ngatur sesama anggota tim? Gak boleh makan inilah, harus makan itulah. Harus latihan apalah …apalah ….
Bukankah itu kerjaan manager? Malesin banget jika kita diatur oleh teman sesama anggota tim, ya? Pasti bakal marah dan nyemprot: Sok tau kamu!
Gak heran banyak reviewers yang menulis “drop” setelah episode ke-4.
Bagaimana apresiasi penonton Korea?
Data dari AGB Nielsen agak sulit diutak-utik, karena datanya diambil dari TV rumah tangga yang dilengkapi Streaming Meter, dan hasilnya drama Korea “No Tail to Tell” adalah 3.7% (nationwide) pada episode 1 dan 2.4% (nationwide) pada episode 4.
Lumayan ya?
Sedangkan saya? Maaf drama ini saya drop setelah episode 4. Gak banget lihat aktingnya Kim Hye-Yoon. 😊😊
Baca juga drama Kim Hye-Yoon lainnya:
Secret Royal Inspector & Joy, Kisah Cinta Inspektur Rahasia dan Seorang Janda Bernama Joy Li
Lovely Runner, Tentang Kisah Cinta Time Traveler dan Idolanya
Profile
Title: No Tail to Tell
Native Title: 오늘부터 인간입니다만
Also Known As: From Today Onwards, I Am Human , Human from Today , I'm Human from Today , Oneulbuteo Inganipnidaman , Starting from Today, I'm Human
Screenwriter: Cho A Yeong, Park Chan Young
Director: Kim Jung Kwon
Genres: Comedy, Romance, Sports, Fantasy
Type: Drama
Format: Standard Series
Country: South Korea
Episodes: 12
Aired: Jan 16, 2026 - Feb 21, 2026
Aired On: Friday, Saturday
Original Network: SBS
Duration: 1 hr. 10 min.
.png)
.png)




.png)


No comments
Terimakasih sudah berkunjung dan memberi komentar
Mohon menggunakan akun Google ya, agar tidak berpotensi broken link
Salam hangat