The King's Face, Ramalan Wajah Yang Bikin Galau



Struktur tulang tampak kuat
Proporsional tulang dan daging
Artinya dia lebih dekat dengan pedang daripada buku
Dengan hidung panjang berbentuk segitiga dan kerutan di sekitar mulutnya
Tak ada waktu untuk mengeringkan darah dari pedangnya
Tulang alis menonjol penanda dia memiliki kepemimpinan yang kuat serta ketekunan
Ini adalah wajah pejabat militer yang akan dicatat sejarah
(Hasil membaca wajah Toyotomi Hideyoshi)

Diakui atau tidak, Bangsa Tiongkok Kuno banyak menciptakan ilmu yang luar biasa dan masih digunakan hingga kini. Salah satunya adalah ilmu membaca wajah atau fisiognomi.

Ilmu yang sangat dibutuhkan dalam relasi antar manusia, terlebih jika baru berkenalan. Karena itu seorang pebisnis sedikit banyak harus menguasai fisiognomi. Agar transaksi dagangnya berhasil. Juga untuk mereka yang harus merekrut pegawai baru, hingga memilih menantu.^_^

Untuk itu ada pepatah Tiongkok Kuno:
“Jika Anda ingin tahu apakah seseorang adalah bijaksana, hanya melihat dahi mereka; jika Anda ingin tahu tentang reputasi seseorang, keluhuran, kekayaan, berkat, dan umur panjang, lihat alis , mata, hidung, mulut, telinga, dan rahang mereka”.
Seberapa akurat hasilnya? Hanya mereka yang sudah mempraktekkan yang bisa menjawab. Yang pasti, dengan semakin lajunya perkembangan ilmu, semakin banyak pula alternatif cara menilai seseorang. Seperti test sidik jari, test IQ serta masih banyak lagi.

Tujuan penilaian sebetulnya adalah mencari kelebihan untuk memaksimalkan kerja. Serta menemukan kelemahan, agar bisa menentukan langkah meminimalkan dampak. Jadi jangan menjadi ajang penghakiman.

Tidak demikian yang terjadi dengan King Seonjo, Raja ke -14 Dinasti Joseon. Sang raja merasa galau karena menurut buku “Rahasia Wajah Raja”, yang bersangkutan tidak memiliki “wajah raja”. Apabila keukeuh menjadi raja,  negara akan gonjang ganjing, musuh selalu mengintai untuk menginvasi, panen gagal, wabah penyakit menyerang, rakyat kelaparan dan bencana lainnya.

Kegalauan King Seonjo dalam drama Korea “The King’s Face”, menjadi salah satu silang sengkarut yang harus dilalui Pangeran Gwanghae, sosok utama drama ini. Menjadikan “The King’s Face” sebagai drama saeguk (drama kolosal ala Korea) yang recommended. Karena keseluruhan kisah berdasar catatan sejarah, bukan sekedar setting drama seperti “ 100 Days My Prince”, “Scarlet Heart Ryeo” dan lainnya yang hanya menitik beratkan pada kisah romance fiksi.





Lee Sung Jae sebagai King Seonjo, raja yang harus naik tahta walau menurut  buku “Rahasia Wajah Raja”, wajahnya tidak cocok menjadi raja.

Akibat ramalan tersebut, King Seonjo selalu depresi dan dihantui ketakutan dirinya akan membawa bencana bagi rakyat. Buntutnya konflik selalu terjadi antara dirinya dengan Pangeran Gwanghae yang ditakdirkan memiliki wajah raja.



Seo In Guk sebagai Pangeran Gwanghae, pangeran yang memiliki takdir berwajah raja namun  justru membuatnya bernasib apes. Dibenci ayahnya, berulangkali mengalami percobaan pembunuhan, merupakan serangkaian cobaan hidup yang harus dilaluinya.

Termasuk kisah cintanya dengan Kim Ga Hee.  Sewaktu masih kecil, mereka bertemu dan berjanji menikah. Sayang,  Pangeran Gwanghae harus gigit jari ketika nasib tidak memihak pada cinta mereka.


Jo Yoon Hee sebagai Kim Ga Hee, anak Kim Doo Seo yang dituduh dan dihukum mati sebagai penghianat negara. Membuat kisah asmaranya dengan Pangeran Gwanghae bak pungguk merindukan bulan.

 Akhirnya Ga Hee memutuskan menyamar menjadi pria yang jago memanah dan turut berjuang membela kemerdekaan negaranya. Kisah Ga Hee berakhir demi pria yang dicintainya.


Shin Sung Rok sebagai Kim Do Chi, ketua Gerakan Daedong yang berkhianat. Lahir dari keluarga miskin, Kim Do Chi menjadi tangan kanan Jung Yeo Rib yang mempercayai prinsip tahta untuk semua golongan.

Ketika akhirnya menggantikan kedudukan Jung Yeo Rib, Kim Do Chi menggunakan gerakan Daedong untuk kepentingan pribadi. Kim Do Chi juga jatuh cinta pada Kim Ga Hee. Cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Plot Synopsis by AsianWiki Staff ©
Berkisah mengenai kehidupan Pangeran Gwanghae. Dia menjadi putra mahkota meskipun hanya anak seorang selir.  Selama 16 tahun berikutnya, sampai menjadi Raja, Pangeran Gwanghae menderita melalui ancaman pencopotan jabatan dan kematian.

Pangeran Gwanghae akhirnya menjadi raja setelah terjadi suatu tragedi.


Review:
Malang nian nasib Pangeran Gwanghae, gara-gara  memiliki “wajah raja”, ayahandanya, Raja Seonjo membencinya. Sang raja selalu mengira Pangeran Gwanghae berkhianat dan menginginkan tahtanya.

Padahal untuk menjadi putra mahkota dan mendapat tampuk kepemimpinan seorang raja, ada beberapa rintangan yang harus dilalui Pangeran Gwanghae. Dia bukan anak permaisuri. Sebagai anak selir, dia juga hanya anak kedua. Apabila pemilihan berdasarkan “rasa” sang raja, Pangeran Gwanghae juga bakal tereliminasi. Suaranya yang vokal kerap membuat ayahandanya sebal.

Namun tak ada yang bisa menghalangi takdir. Gara-gara serangan tentara Jepang, Raja Seonjong serta para pejabat tinggi harus meninggalkan istana dan ibukota. Agar rakyat tetap tenang, Pangeran Gwanghae diangkat sebagai Putra Mahkota sekaligus pejabat sementara pemegang kekuasaan tertinggi.

Berkat bakatnya sebagai pemimpin, kecerdasan, serta kepribadiannya yang hangat, Pangeran Gwanghae mampu menyelesaikan berbagai masalah. Dia merangkul kelompok Daedong, kelompok yang dituduh raja sebagai penghianat. Bersama relawan lain, mereka menyelamatkan rakyat dan bertempur melawan musuh.

Tidak hanya berhasil menjaga kedaulatan negaranya, Pangeran Gwanghae akhirnya berhasil membunuh Jendral Kinoshita, pemimpin tentara Jepang.

Penghalang kesuksesan Pangeran Gwanghae justru berasal dari dalam. Selain ayahanda yang tidak menyukainya, kakak kandung yang sakit hati karena merasa jabatan putra mahkota terampas, juga selir Gwiin Kim yang gemar berulah.


Selir Gwiin Kim memiliki 4 anak laki-laki yang membuatnya ngebet ingin menjadi ibu suri. Dibantu kakak kandungnya, dan Kim Do Chi, berulangkali Selir Gwiin Kim membuat jebakan, bahkan mengirim lukisan mengandung arsenik, racun mematikan, pada Pangeran Gwanghae.

Selir Gwiin Kim tidak menyadari bahwa merekrut Kim Do Chi yang memiliki keahlian membaca wajah, sebetulnya merekrut musuh. Kim Do Chi, ketua gerakan Daedong yang berkhianat karena menginginkan tahta raja untuk dirinya.

“The King’s Face”, drama saeguk yang dipenuhi tokoh dan konflik, membuat penonton harus berkonsentrasi agar bisa memahami alur kisah sejak awal hingga akhir.

Penulis skenarionya mengambil tokoh yang sepenuhnya nyata, sehingga jangan berharap happy ending pada akhir cerita. Namun justru menambah point plus bagi keseluruhan kisah. Membuat penonton gregetan, ikut deg-degan, ikut menangis dan tersenyum. Terlebih kedua pemeran utama, Seo In Guk dan  Jo Yoon Hee, sebagai Pangeran Gwanghae dan Kim Ga Hee, tampil cemerlang. Chemistrynya kuat banget. Bahkan jika adegan kisseu dihilangkan.

Baca juga: Hundred Million Stars From the Sky, Tragedi Sepasang Kekasih Korban Aliran Sesat

Nilai plus lain dari para tokoh, pastinya berasal dari Lee Sung Jae, pemeran King Seonjo. Akting dari aktor gaek yang telah malang melintang di dunia film dan drama ini, selalu total dan terasa mendominasi keseluruhan kisah yang dilakoninya. Salah satunya Abyss, drama Korea yang menampilkan Lee Sung Jae sebagai tokoh antagonis, menjadi nyawa dari drama tersebut.


Lee Sung Jae yang banyak dipuji sebagai natural figure, honestly dan disukai crew film/drama karena pandai bergaul dan tak pernah terlambat ketika syuting,  bermain ciamik dalam “The King’s Face”. Wajah aktingnya yang sedang kesengsem pada selirnya, wajah marah, dan wajah ketakutan, bersaing ketat dengan akting  Seo In Guk dan  Jo Yoon Hee.

Sosok ke-4 yang membuat “The King’s Face” semakin bernyawa adalah Shin Sung Rok, berperan sebagai tokoh antagonis yang bikin hati penonton remuk redam.

Keempat sosok ini membuat keseluruhan drama menjadi excellent, menutupi beberapa kekurangan dan kejanggalan. Terlebih penulis skenario berpegang pada alur sejarah, yang sering membuat penonton bete dengan banyaknya tokoh dan konflik.

Profile
Drama: The King's Face (English & literal title)
Revised romanization: Wangui Eolgool
Hangul: 왕의 얼굴
Director: Yun Seong-Sik
Writer: Lee Hyang-Hee
Network: KBS2
Episodes: 23
Release Date: November 19, 2014 - February 5, 2015
Runtime: Weds. & Thurs. 21:55
Language: Korean
Country: South Korea

Comments