3 Pilihan Investasi Sesuai Syariah Islam. Bisa Banget Dimulai Dari Uang THR

source: financialexpress.com

THR?

Yeay benar-benar kata yang menghinoptis. Kata yang mengumbar kebahagiaan. Baru denger kata THR udah bikin tersenyum. Apalagi jika sang THR sudah dalam genggaman.  Karena itu berarti bisa beli baju, beli kue, beli hape baru, jalan-jalan, ngasih ke ortu, ngasih ke fakir miskin.

Sebentar, banyak banget yang mau dibeli? Mana buat investasi? Mumpung ada “uang kaget”, mengapa tidak berinvestasi?

Udah ada tabungan. Ngapain lagi harus berinvestasi?

Nah ini dia yang sering dilupakan masyarakat milenial. Terbuai rayuan angin surga,  terlebih belanja online mempermudah segalanya, bisa –bisa dalam sekejap uang THR habis tak tersisa. Bahkan mungkin nombok.

Padahal hidup manusia di dunia rata-rata selama 60 tahun. Jika sejak dini nggak pernah berinvestasi, yakinkah bahwa kamu bisa mencari nafkah di usia tua? Jangan-jangan usia 50 tahun sakit-sakitan, bolak balik ke rumah sakit, tabungan habis, rumah terpaksa dijual. Ngenes banget.

Dan tabungan beda banget dengan investasi ya? Tabungan lebih mirip uang di dompet yang sewaktu-waktu bisa diambil. Apesnya, setiap bulan terkena pajak dan biaya administrasi. Jika mau tahu apa yang terjadi, coba simpan uangmu di bank, satu juta rupiah. Kemudian jangan lakukan transaksi apapun. Akan kamu lihat, boro-boro  nambah,  saldo uang akan berkurang. Lama-lama habis tak bersisa.

Beda halnya dengan investasi, uangmu akan bertambah secara signifikan. Semakin lama uang diinvestasikan, keuntungan akan semakin banyak.

Tapi atuhlah, investasi kan butuh uang banyak. Sementara keperluan Ramadan dan Lebaran, nggak bisa ditunda.
Ya iyalah jika mau investasi rumah, uang THR mana cukup. :D  :D ... Investasi kecil-kecilan aja. Sebanyak 10 – 20 % dari total THR.

Apa saja? Ini dia:
source: medium.com

Investasi emas
Wah ajaran nenek moyang nih. Beli perhiasan emas, ntar jika butuh, emasnya bisa dijual. Tapiii ... untuk investasi sebaiknya emas batangan atau logam mulia (LM). Karena perhiasan emas mengikuti trend,  10 tahun kemudian perhiasan emasmu akan masuk kategori jadul.

Selain itu, pembelian perhiasan berarti harus membayar biaya pembuatannya. Pastinya nggak murah. Tergantung njlimet nggaknya desain perhiasan.

 Dan yang paling nyebelin, perhiasan emas rawan hilang karena ceroboh atau  diambil pencuri. Ya iya, punya perhiasan kan udah sewajarnya dipakai.  Dan para pencopetpun berpikir udah sewajarnya untuk dicopet. #Eh  :D

Tapiii...
Investasi emas merupakan cara termudah bagi pemula. Harganya cenderung naik dari tahun ke tahun. Penyebabnya  sumber daya alam terbatas, sementara peminat banyak banget. Hukum ekonomi berlaku. Semakin langka produk tersedia di pasar, harga akan semakin tinggi.

Dan ...
Ada cara mudah mulai investasi emas yaitu di lembaga keuangan Pagadaian dan Bank Syariah. Perbedaannya, di pegadaian kamu bisa mulai berinvestasi dengan  berapapun jumlah uang yang dimiliki.  Misalnya, mulai berinvestasi LM senilai Rp 500.000. Maka pegadaian akan mengkonversi dengan nilai emas sekarang. Demikian pula ketika kelak akan mengambil investasi yang dimiliki, pegadaian akan mengkonversinya dengan nilai emas pada saat penarikan/pencairan.

Tidak demikian halnya dengan bank syariah. Mereka mensyaratkan sejumlah uang sebagai uang muka,  sisanya dicicil kemudian. Bisa juga berinvestasi bareng  teman-teman/kerabat, hingga mirip arisan. Hasil undian menentukan siapa yang berhak memiliki LM.

source: sindonews.com

Reksadana Syariah
Apaan sih reksa dana? Kurang lebih pengertian reksadana adalah:  wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang terkumpul  akan diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Manajer investasi yang mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Jadi ini cara berinvestasi yang aman menurut hukum negara. Terlebih ada reksa dana syariah yang menambah kenyamanan berinvestasi.
Ada beberapa jenis reksa dana syariah yang bisa dipilih, yaitu:

Reksadana  Saham Syariah.  Mayoritas dana investasi akan ditanamkan di saham.  Sisanya, maksimal 20 %  akan dibelikan instrumen pasar uang berbasis Syariah.

Tujuannya, return  saham termasuk yang paling tinggi, rata – rata diatas 10% sd 20% setahun, sehingga cocok untuk kebutuhan dana pendidikan, dana pensiun atau kebutuhan lain yang menuntut tingkat kenaikan diatas inflasi. Karena itu Reksadana Saham Syariah cocok untuk target keuangan dalam waktu 10 tahun keatas.

Reksadana Pendapatan Tetap Syariah. Mayoritas dana akan diinvestasikan di Obligasi Syariah (Sukuk) yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia dan/atau Obligasi Syariah (Sukuk) yang memiliki peringkat minimum BBB (investment grade) atau yang setara, yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek.

Tujuannya return Pendapatan Tetap memberikan kepastian imbal hasil (tidak sefluktuatif Saham). Sayangnya berimplikasi pada tingkat return yang tidak setinggi Saham. Reksadana Pendapatan Tetap Syariah  cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menengah (dibawah 5 tahun) yang membutuhkan kepastian dan risiko rendah.

Reksadana Campuran Syariah
Khawatir fluktuasi saham namun nggak mau return pendapatan terlalu rendah? Maka bisa dipilih Reksadana Campuran Syariah. Investasi ini  menanamkan investasi secara merata di antara Saham, Obligasi Pendapatan Tetap dan Pasar Uang. Komposisinya bisa merata atau lebih tinggi di beberapa instrumen, tergantung strategi pada masing-masing Reksadana.

Tujuannya agar pemilik investasi mendapat return antara Reksadana  Saham dan Reksadana Pendapatan Tetap. Risikonya pun berada di antara kedua instrumen tersebut. Investasi ini cocok bagi mereka  yang ingin menikmati return diatas Pendapatan Tetap tetapi dengan resiko dibawah Saham.  Perlu diingat,  Reksadana Campuran memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan Reksadana Pendapatan Tetap, sehingga sebaiknya untuk  target tujuan keuangan diatas 5 tahun.

Reksadana Pasar Uang Syariah. Dana diinvestasikan pada instrumen  keuangan jangka pendek yang risikonya paling rendah, seperti Surat Berharga Syariah Negara dan/atau Sukuk, Sertifikat Deposito Syariah, Deposito Syariah.

Tujuannya tentu faktor keamanan. Namun  karena paling aman, return yang diperoleh paling kecil.  Cocok untuk  investasi dalam jangka pendek.
 Ada prinsip yang harus dipegang selama berinvestasi yaitu high risk high return, low risk low return. Prinsip untuk memudahkan memilih jenis reksa dana.
source: allianzsyariah.wordpress.com

Asuransi Unitlink Syariah
Hihihi pasti sering ya dapat tawaran untuk berasuransi? jangan terburu-buru menolaknya. Coba pelajari, terlebih jika agen asuransinya seorang kerabat, sehingga bisa bertanya dengan terperinci.
Karena umumnya mereka menawarkan paket sesuai kebutuhan. Apakah untuk membiayai sekolah anak, biaya kesehatan, tunjangan pensiun.

Sebagian uang THR yang disisihkan bisa digunakan untuk membayar premi awal asuransi unit link syariah. Hampir semua perusahaan asuransi memiliki produk syariah.  Yang perlu dipahami, asuransi unit link merupakan produk asuransi dengan fitur investasi. Jadi jika mau membeli asuransi saja, premi  yang disetor tidak sebanyak asuransi unit link. Sesuai asuransi tradisional yang dananya tidak bisa ditarik dan dibayar sesuai tempo atau sesuai kesepakatan.

Meskipun merupakan asuransi jiwa  berbalut fitur investasi, manfaat asuransi dalam unit link tetap ditonjolkan. Investasi dalam unit link cenderung bersifat manfaat tambahan yang bisa dirasakan pada akhir periode perlindungan

Porsi investasi dalam unit link sebenarnya adalah dana kelola reksa dana. Setiap penyetoran premi akan dialokasikan dalam 2 pos. Yang pertama untuk asuransi, sementara yang kedua, untuk membeli unit investasi. Tentunya untuk asuransi jangka panjang, karena fokus asuransi unit link adalah asuransi jiwa.

Sip golagokin. Ternyata banyak alternatif investasi, sebagai bekal di masa depan. Karena manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kelak. Butuh persiapan untuk menghadapinya.

Jangan pernah mengandalkan orang lain, walau itu berarti anak-anakmu sendiri. Mereka memiliki kebutuhan dengan perjuangan yang lebih berat untuk mencukupinya. Jika sebagai orang tua tidak bisa membantu, minimal jangan nyusahin.

Jadi, yuk kita mulai berinvestasi ...



Comments

Niklosebelas said…
saya juga lg kepikiran untuk mulai investasi syariah nih mbak. Masih memantapkan niat dulu hehhe