Bukit Batu, Destinasi Mistis di Palangka Raya yang Wajib Dikunjungi

source: situsbudaya.id

“Indonesia ngga cuma Jabar, mbak”
Untuk sekian kalinya Gilang meledek. Kalimat ledekannya diberi penekanan emoji.
Dan untuk kesekian kali pula, saya hanya bisa menimpali dengan emoji tertawa lebar.
“Kesini mbak, ke Palangka Raya. Jangan kaya katak dalam tempurung. Nanti kita kulineran sampai kenyang”.

Seperti itulah Gilang. Sangat baik hati. Kami bisa ngobrol berjam-jam untuk membahas banyak topik. Mulai dari harga telur yang naik turun hingga gonjang ganjing pilpres dan pileg. Dan semua kami lakukan via dunia maya. Dunia maya yang membantu kami berkenalan dan bersahabat hingga kini.

Profesi blogger dan minat pada photography menautkan kami sejak tahun 2011.  Sangat erat, walau selisih usia terpaut jauh. Awal berkenalan, saya sudah menjadi ibu rumah tangga 4 anak, sedangkan Gilang masih gadis yang bebas berpetualang mencari ide memotret.

Hanya sekali kami bertemu. di acara blogger gathering tahun 2012. Sesudah itu Gilang pindah dari Jogja ke Palangka Raya, bertemu dengan sang  pujaan hati kemudian  menikah. Saya hanya bisa mendoakan dan mohon maaf  tidak bisa datang. Paska menetapkan diri menjadi ibu rumah tangga full, langkah kaki saya menjadi pendek. Ngga tega meninggalkan anak-anak.


Hingga saatnya tiba. Si bungsu sudah lulus kuliah. Saya pun bisa berwisata dengan tenang. Destinasi terjauh yang ingin saya kunjungi tentu saja Palangka Raya, tempat Gilang,  sahabat saya  tinggal. 

Sebetulnya selain ingin kangen-kangenan dengan Gilang, sudah lama saya penasaran dengan pulau Kalimantan. Menurut saya pulau ini pulau misterius sekaligus eksotis. Bisa dilihat dari hasil jepretan Gilang serta foto jurnalis  yang lalu lalang.


Walau sering terbakar, hutannya relatif  masih lebat. Tentu saja dibanding hutan di kawasan Jabar.  Keanekaragaman hayatinya pun  masih lengkap.  Juga  suku aslinya, suku Dayak, perempuan suku Dayak terkenal kecantikannya.

Ngga percaya? Tahukan Deasy Ratna Sari? Mantan artis yang kini menjadi anggota legislatif tersebut berdarah separuh Dayak separuh Sunda. Cantiknya legit bukan?

Tentang Palangka Raya
Kota Palangka Raya di malam hari (source: bloggerkalteng.id)

Namun Kota Palangka Raya lah yang paling membuat saya penasaran. Ibukota  Kalimantan Tengah ini luas banget.  Dengan luas  2.400 km2 atau kurang lebih 3,6 kali Kota Jakarta, Kota Palangkaraya dihuni  283.612 penduduk (2017), yang berarti kepadatannya hanya 118,17 per km2. 

Bandingkan dengan  Kota Bandung yang hanya memiliki luas wilayah 167.67 km2 ditempati 2.497.938 jiwa (tahun 2018), yang berarti rata rata kepadatannya mencapai  14,897.76/km2.

Walah jomplang nian!  Pantesan Presiden Soekarno pernah merencanakan Kota Palangka Raya sebagai ibukota negara Indonesia di masa depan. Sayang ngga terlaksana ya? Atau belum? Andaikan ibukota negara Indonesia adalah Palangka Raya, betapa senangnya.

Bandar udara Palangkaraya bernama Tjilik Riwut, nama yang sophisticated, membuat saya mengira Bapak Tjilik Riwut seorang suku Jawa, ternyata bukan! Pahlawan Nasional yang pernah menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah ini, seorang Dayak asli. Saya mengetahuinya setelah membaca blog cucu sang pahlawan, yaitu claraberkelana.com.

Tentang Bukit Batu


source: kapan-wisuda.blogspot.com

Bicara Tjilik Riwut dalam kunjungan wisata, berarti bicara Bukit Batu, tempat Tjilik Riwut kerap bersemedi. Merupakan kumpulan batu-batu besar yang berderet membentuk gugusan bukit yang terletak di Kabupaten Katingan,  Kalimantan Tengah, banyak orang terheran-heran dengan keberadaan Bukit Batu. Terletak di tengah hutan belantara yang jauh dari gunung dan sungai, rasanya tidak mungkin tumpukan bebatuan berasal dari letusan gunung berapi besar. Terlebih tak ada jejak sejarah bekas peninggalan suatu kerajaan.

Namun banyak yang percaya bahwa berkat bertapa di Bukit Batu, Tjilik Riwut menjadi sosok sakti mandraguna.  Beliau bisa menghilang tanpa jejak ketika dikejar pasukan Belanda. Bisa  berjalan puluhan kilometer hanya dalam hitungan menit. Beliau juga  seorang tabib yang bisa menyembuhkan segala penyakit.

Lokasi Tjilik Riwut bertapa (source: claraberkelana.com)

Tak heran banyak orang berbondong-bondong ke Bukit Batu untuk bersemedi, khususnya di waktu tertentu seperti malam Jumat atau Bulan Purnama. Mereka memohon petunjuk agar sukses dalam karir, studi dan usaha. Setelah permohonannya dikabulkan, mereka akan kembali untuk mengucapkan terimakasih dengan memasang kain kuning sepanjang 2 meter serta meletakkan sesajen berupa ayam, babi, sapi atau kerbau.

sesajen berubah menjadi hitam (source: claraberkelana.com)

Konon sari-sari sesajen akan diserap leluhur, sehingga hanya dalam waktu 1 jam, rasa sesajen menjadi hambar. Banyak yang menyaksikan sesajen yang diletakkan di dalam rumah kecil keramat untuk leluhur bernama Patahu, berubah warna menjadi hitam pekat setelah 1 jam. Nampak kering tanpa sari.

Hihihi, penasaran banget bukan?

Selain meluapkan rasa ingin tahu di Bukit Batu, saya juga ingin berkelana mengunjungi Banjarmasin, mantan ibukota Kalimantan Tengah, serta Sampit, kota tempat Indah, sahabat saya ketika masih berkarier sebagai Chief Accounting.

Berbeda dengan Gilang, saya dan Indah justru sering saling curhat dalam dunia nyata. Kemudian terpaksa berpisah ketika kami sama-sama menikah. Saya tetap di Bandung, Indah pindah ke Sampit.
Tidak seintens Gilang, saya bersapa dengan Indah hanya untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya atau ulang tahun. Penyebabnya, Indah kurang menyukai media sosial. Lebih memilih bertelepon ria, yang justru kurang saya sukai. Karena ngga leluasa, ngga bisa sewaktu-waktu. :D

Tapiii...., pastinya berwisata ke Kalimantan harus dipuas-puasin, agar tak menyesal, mumpung  beranjang sana ke pulau yang dulu bernama Borneo ini.

Yang bikin nyali menciut, Kalimantan panas ngga ya? Konon cuaca di Kalimantan amatlah terik, bikin urang Bandung seperti saya bakal ngga betah.

Tentang Agung Mulia

source: traveloka.com

“Ngga usah takut” kata Gilang dan Indah. Palangka Raya bukan bagian negara antah berantah, kok.  Disini ada moda transportasi bus Agung Mulia yang memiliki moto "Naik bus serasa naik pesawat terbang" ("Ketika naik bus terasa seperti terbang di pesawat"). Kebayang kan pesawat? pastinya nyaman dan jauh dari kepanasan.
Wuih, kerennnn...... Jadi pingin nyoba, benarkah demikian?

Selama ini, dibanding moda transportasi lain, saya  selalu memilih bus jika bepergian di dalam kota Bandung. Iyalah, sekarang armada bus kan serba nyaman, murah pula.
Nah,  armada bus Agung Mulia yang telah  beroperasi sejak tahun 2010, selain  melayani route  Banjarmasin - Palangka Raya - Sampit - Pangkalan Bun, juga memiliki visi memudahkan orang mengakses layanan transportasi modern, serta  mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpangnya

Untuk orang ndeso yang baru pertama kali ke Kalimantan, seperti saya,  pas banget nih fasilitas yang disediakan  Agung Mulia.  Kelas eksekutifnya  menggunakan armada bus Hino R260 yang baru. Dengan format 2 - 2 kursi, setiap penumpang dapat menikmati sejumlah fasilitas seperti toilet, TV LED, pemutar DVD, outlet listrik, ruang merokok, bantal leher, selimut, makanan ringan, dan layanan penjemputan intracity gratis.
Interior dalam Agung Mulia (source: traveloka.com)

Namun yang terpenting, untuk memaksimalkan kenyamanan selama perjalanan panjang, bus dilengkapi kursi malas lengkap dengan sandaran kaki dan sandaran tangan. Jangan-jangan nantinya saya malah malas turun  dari bus ya? :D :D

Tapi, eits tunggu dulu, mahal ngga tiketnya? Ntar ngga bisa bayar lagi, malu kan? Ternyata ngga, untuk semua kenyamanan itu  Tiket Bus Agung Mulia terjangkau banget. Berikut rinciannya:


Wah, wah jika sudah begini, saya harus bersiap menguras tabungan, sekaligus berhemat sebelum perjalanan dimulai. Mumpung badan sehat, mumpung banyak teman disana, itu lho Blogger Kalteng yang keren banget karena udah punya kantor sendiri. Blogger Bandung ngga punya lho. Hiks Ngiri.

Comments

Saya dulu merasa aneh dengan nama bandara Tjilik Riwut. Baca artikel ini saya jadi paham, ternyata itu nama seorang tokoh juga.
Pojok Seni said…
Sesekali datang ke Bengkulu mbak... ehe.. lebih sepi. BTW, kayaknya asyiuk ke Palangkaraya nih..
Cory Pramesti said…
Bukit batunya cantik banget. Nanti pan kapan kalo aku ke palangkaraya tolong diopeni ya mbak. Wkwkwk :D Nice article!
joko said…
ini dia raja rimba yang sebenarnya ya
duuuh selalu pengen banget ke kalimantan. aku pernah ke pulau kalimantan, t yg didatangin malah brunei darussalam mba :D. bukan kota2 kalimantannyaaa. tp disitu ngerasain sih, panasnya kalimantan kayak apa. krn brunei juga luaaar biasaaa panasnya :D. aku di sana cm 3 mlm, tp bdn lgs gosong hahahaha.

kapan2 kalo memungkinkan, planning trip kesana lagi deh. kali ini bnr2 mau visit kalimantan kotanya :D
Tira Soekardi said…
wah ajdi penasaran, kalau bebatuan itu suak tampak eksotis gitu. aku juga penasaran dg kota palangkaraya, dulu pernah mau ke sini dr banjarmasin tp krn waktu gak cukup gak jadi
Cikasur said…
mistis tapi harus didatangi ya haha
Dee_Arif said…
Bukit batunya unik ya..

Memang kelihatan mistis sih..

ungayossydotcom said…
keren kayaknya ya. suasananya juga masih asri banget . cuma klo beneran mistisnya takut juga sih hehehhe
yang jelas indonesia itu kaya
sari widiarti said…
Kalau udah lihat sajen, auto ngerii πŸ˜†πŸ˜† palangkaraya banyak situs yg hawanya mistis, antara penasaran tapi takut πŸ˜‚
Faridilla Ainun said…
Wah, ulasan menarik tentang Palangkaraya, kota yang konon mau dijadikan ibukota Indonesia. :)
Aku jadi tahu bahwa Tjilik Riwut yang jadi nama bandaranya itu adalah sosok sakti mandraguna
Gita said…
Wah seru juga jalan2 ke Palangkaraya..apalagi dengan tujuan mengunjungi sahabat yg udah lama jarang ketemu. Dan btw fasilitas bis nya lengkap juga ya..tfs ambu..saya jadi tau deh nama bandara di Palangkaraya hehe😘
Fitri said…
Jadi kangen Kalimantan neeh, okelah klo nenginjakan kaki ke tanah Palangka wajib ke sana neeh bikin penasaran
Sandra Hamidah said…
Saya belum pernah deh ke Kalimantan padahal sekarang sodara jadi petinggi di PalangkaπŸ€— enak ya sekarang ada moda trabsportasi memudahkan kalo mau jalan2
Nyonya Wijaya said…
Waw..... ambu.... luar biasa euy. Udah sampe sana. Nisa pernahnya ke Banjarmasin lihat pasar terapung. Next mau lagi ah kesana. Bung nabung,hehe.
Rahayu said…
Ih, ceritanya bikin penasaran πŸ˜€. Tapi itu bukitnya cantik banget lho mbak. Sepertinya memang wajib dikunjungi
Bayu Haryanto said…
Wah Kalimantan yg dikenal dgn rimbanya menyimpan banyak potensi wisata. Menarik juga bukit batu ini.

Salam
www.kidalnarsis.com
Bayu Haryanto said…
Wah Kalimantan yg dikenal dgn rimbanya menyimpan banyak potensi wisata. Menarik juga bukit batu ini.

Salam
www.kidalnarsis.com
Mega Kartiwan said…
Penasaran ambu sama palangkaraya. Nama bandar udaranya juga baru tahu hehe. Aduh kemana aja yah. Plus itu bus nya bagus banget interiornya apalagi sama kursi malas plus senderan kaki bisa-bisa tidur terlelap saking nyamannya.
Keren ya ternyata kalimantan..jadi pengen keliling indonesia nih...tfs mb...
Eno said…
Wow, bungsunya Ambu udah lulus kuliah? Sulungku baru akan kuliah tahun depan, insya Allah :D Yuk Ambu, jalan2.
Ikrom said…
Tjilik Riwut ini terkenang banget jadi pahlawan Kalimantan
ternyata ada tempat bersejarahnya
terima kasih ulasannya BU
sala
Riana Dewie said…
Bukit batunya asik banget ya buat dikunjungi. Ternyata Palangkaraya memang memiliki banyak tempat wisata indah yaa.
Ida Tahmidah said…
Saya jg sama Ambu penasaran dengan Kalimantan...pengen ke sana padahal ada adik ipar di sana nih. Huhu..
wanaputri said…
Baru tau kalau di Kalimantan ada Bukit Batu unik dan cantik. Wajib dikunjungi kalo mai. Ke Kalimantan...
Sugi Siswiyanti said…
Saya juga ingin berkunjung ke Kalimantan kelak,Bu. Pulau terbesar di Indonesia dengan semua kekhasannya. Semoga kelak bisa ke sana. Aamiin...