Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Pesan Terakhir Jupe Untuk Perempuan Indonesia #CegahKankerServiks

Sebutan Marilyn Moenroe (MM) Indonesia mungkin tepat disematkan pada Yulia Rahmawati yang dikenal publik sebagai Julia Perez atau Jupe. Karena seperti MM, Jupe merupakan artis cantik, seksi dan multi talenta yang harus menghembuskan napas terakhir diusia muda. Tatkala namanya begitu berkibar. Namun, kematian Jupe bukan akibat bunuh diri seperti yang dilakukan Marilyn Moenroe. Jupe meninggal dengan terhormat setelah berjuang dengan gigih melawan kanker serviks. Penyakit yang diderita oleh 1 dari 1000 perempuan Indonesia. Kematian Jupe juga membuka tabir bahwa ada virus selain Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang harus diwaspadai, yaitu Human Papilloma Virus (HPV), virus penyebab kanker serviks. Menurut data, setiap harinya  26 perempuan Indonesia  meninggal akibat HPV, atau sekitar 1 orang per jam. Tak heran Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak. (sumber)) Begitu fenomenal nama Jupe dan kematiannya,  membuat ber…

Urban Farming ala Atalia Praratya Ternyata Mudah. Yuk Ikutan ... (1)

Siapa yang tidak kenal Atalia Praratya, istri tercinta Ridwan Kamil, walikota Bandung yang kerap dipanggil Si Cinta. Bahkan masyarakat Bandung kerap memanggilnya Ibu Cinta. Mendapat panggilan Si Cinta mungkin  Ridwan Kamil bermaksud memberi teladan, ayolah tiru kami yang sering saling menyanjung, dilain waktu saling memperolok, tetapi di dalam hati yang terdalam saling menyayangi dan mencintai, agar bisa menggapai bahagia dunia akhirat.
Sejoli  ini kompak menyukseskan gerakan berkebun  di lahan terlantar. Awal idenya memang berasal  dari kang Emil, panggilan Ridwan Kamil, disambut antusias kawan-kawannya yang meneruskan hingga kini dalam naungan Indonesia Berkebun dan telah merangkul 30 kota untuk melakukan gerakan berkebun. Sementara Si Cinta selalu  mendukung,  tidak saja dalam pembentukan Bandung Berkebun, tetapi juga menerapkannya di rumah botol mereka di Cigadung. Kegiatan berkebun diteruskan  di pendopo setelah kang Emil menjadi walikota Bandung.
Mungkin ada yang berkilah, ah pend…

Urban Farming ala Atalia Praratya Ternyata Mudah. Yuk Ikutan .. (2)

sambungan dari : Urban Farming ala Atalia Praratya Ternyata Mudah. Yuk Ikutan (1)
Mulai berkebun
Nah lengkap sudah semua yang diperlukan untuk berkebun. Penyemaian diperlukan jika bibit dalam bentuk biji yang terlalu kecil seperti bayam dan bawang. Sedangkan bibit berukuran besar misalnya kangkung, bisa langsung disebar di pot. Usai menyebar bibit sebaiknya pot/tempat penyemaian ditutup lembaran plastik (gunakan saja lembaran plastik yang sudah tidak dipakai), agar tidak terjadi penguapan berlebihan.  Sesudah 1-3 hari biasanya sudah bisa dibuka. Jangan terlalu lama disimpan di tempat terlindung karena akan muncul benih kutilang (kurus tinggi langsing), penyebab tanaman tidak bisa tumbuh maksimal.
Sebelum mengisi media tanam jangan lupa taruh pecahan batu bata/kerikil/kulit telur yang telah dikeringkan agar air sisa menyiram bisa leluasa keluar. Air yang menggenang di dalam pot bisa mengakibatkan busuk akar. Sebetulnya berkebun itu sangat mudah. Terasa ribet jika hanya dibaca dan belum di…

Joget Ibu Susi, Ternyata Salah Satu Cara Asyik Mengelola Stres

Pernah lihat joget ibu Susi, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja pak Jokowi? Mengasyikkan bukan? Melihat seseorang joget seperti itu, kita akan tersenyum, tertawa dan hati menjadi senang. Stress berkurang. Bagaimana dengan pelakunya, dalam hal ini ibu Susi? Tentunya akan berdampak lebih baik lagi.
Joget atau menari memang merupakan salah satu cara mengelola stres. Suatu kondisi yang harus segera diatasi agar tidak mengarah ke depresi dan berakhir harus minum obat anti depresan bahkan bunuh diri.
Psikolog Elly Risman mengungkapkan bahwa  salah satu penyebab stres adalah rendahnya Adversity Quotient (AQ). Diperkenalkan pertama kali oleh Paul G Stoltz, AQ merupakan kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan, dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup yang dialami.
Seharusnya sejak kecil anak dibiasakan untuk mendapat hambatan. Jangan terlalu mengkuatirkan mereka untuk hal-hal yang sebetulnya bisa mereka atasi. Tugas dari guru misalnya, betapa sering orang tualah yang …

Eta Terangkanlah - Wajah Lain Budaya Indonesia

Hiji dua hiji dua tilu   Eta terangkanlah ….. Eta terangkanlaaahhh   Eta jiwa yang berkabut   Eta yang penuh dosa      Ampunilah ….. ampunilaaahhh     Ampunilah zikiri dosa mas Tono
Familier dengan syair lagu di atas? Hingga kini, “eta terangkanlah” bersliweran dijagat media social, mulai dari Twitter, Instagram dan Facebook. Mirip “om telolet om” yang viral begitu saja seolah menengahi kejemuan akan berita korupsi, artis terjaring narkoba, kenaikan harga-harga hingga membengkaknya utang Indonesia. Bedanya "eta terangkanlah" bisa masuk dalam percakan offline maupun online.
Tentang fenomena syair lagu "eta terangkanlah"  sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Kita mengenal uro-uro, nyanyian di tengah kisah pewayangan. Cerita pewayangan seperti Mahabarata yang penuh silang sengkarut. Ada Yudistira yang menjadikan istrinya Drupadi sebagai taruhan judi. Kali lainnya Drupadi harus menjadi istri dari 5 orang kakak beradik (Pandawa). Kemudian Kurawa bersaudara mengusir Pandawa…

Trend Kerudung, Mulai Gaya Cekek Hingga Bentuk Segi Empat

Kerudung cekek? Wah belum pernah dengar ya? Sebetulnya tanpa terasa model kerudung bertransformasi. Ngga tau siapa yang memulai, walau bisa dibilang Bandung dan Jakarta menjadi trendsetter. Nampaknya seiring dengan maraknya pengajian maka semakin banyak  perempuan memakai kerudung. Sekitar tahun 1990-an, sangat jarang ditemui perempuan menggunakan kerudung untuk menutupi rambutnya. Bahkan tahun 1995 tatkala saya memasukkan anak sulung ke TK (Taman Kanak-Kanak) hanya 2 orang ibu yang menggunakan kerudung.  Tapi kini? Jangan ditanya, cukup sulit mencari perempuan yang  membiarkan rambutnya tergerai. Tentu saja apa yang terjadi di sekolah pembauran tersebut tidak dapat merefleksikan situasi sesungguhnya di masyarakat Indonesia. Tapi tumbuh suburnya industri busana muslimah pastilah berkaitan dengan kebutuhan perempuan masa kini. Sehingga sangat menarik untuk membahas penggunaan kain penutup kepala yang mengalami perubahan dari masa ke masa, karena seperti kata desainer Ivan Gunawan: "…