Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Nostalgi Nova

Belajar Memotret Produk Kecantikan

Beberapa waktu lalu seorang teman  memosting tulisan berikut foto produk yang sesuai dengan tulisannya. Saya ngga berani pinjam karena berhubungan dengan merk produk #takutsalah  ..... ^_^

Ketika itu saya sok tahu berpendapat bahwa latar biru yang digunakan 'membanting' warna poduk kosmetik yang didominasi warna biru juga. Padahal latarbelakangnya beludru biru lho, kece dan menonjolkan kemewahan. Tapi akan lebih baik lagi jika warna biru diganti merah atau hitam. Apalagi jika hitam/merahnya beludru juga. Atau motif wol deh, keren kan?

Tentu saja saya hanya berpendapat, sekalian berselancar untuk mengetahui sejauh mana sih warna latar akan berpengaruh? ternyata latar kuning bisa dipadu padankan dengan warna gold lho. Lebih ngefek, ini dia foto profesional Oriflame, keren ya?


 Beberapa produk diberi latar putih saja. Jujur masih bingung nih jika harus motret seperti ini:




Bicara tentang latar putih, kemarin saya mengaduk-aduk isi lemari untuk mencari beludru putih atau semacamny…

Neneng Dan Pak Hakim

Sepasang kupu-kupu berpagutan diatas rimbunnya bunga daisy yang bermekaran. Sayap mereka berkepak amat kerap. Seolah mewartakan gejolak asmara yang enggan terganggu kawanannya. Semua menjauh, menyisakan kilauan putih diantara warna kuning daisy.

Neneng menghentikan langkah. Dengan nanar dipandanginya sejoli kupu-kupu yang sedang dimabuk cinta. Gerak tangannya terhenti diudara, urung menyunting bunga daisy dan mengganggu kupu-kupu yang berasyik masyuk. Dilemparkannya pandangan pada tujuan akhir jalan setapak menuju kantor Kecamatan. Huffhhhh ……… terasa panjang dan tak kunjung terlampaui. Padahal dulu hanya dalam kurun waktu sepuluh menit, dia sudah sampai. Berlari cepat adalah kegemarannya.

Neneng tersenyum, disibaknya anak rambut yang mulai bersimbah peluh. Pipinya yang putih licin kini memerah.  Nafasnya tersengal. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskan kembali. Berulang-ulang, sesuai petunjuk bu bidan. Ah, sosok mungil  dalam rahimnya bergerak dan menendang kulit …

Ningsih Namanya

Ningsih, namanya
Gemericik air kran menandakan dia tengah mencuci baju
Menyisakan gemerlap air sabun di sekujur jenjang kaki dan lengannya
Menggugah kelelakianku untuk mencumbunya



Ningsih, namanya
Dia sedang menggoreng ikan
Panas dapur membuatnya berulangkali menyeka dahi
Keringat menganak sungai di belakang cuping telinganya
Mendenyarkan kelelakianku untuk mengecupnya



Ningsih, namanya
Perlahan-lahan dia membuat gerakan memutar
Maju mundur
Roknya tersibak,
Memperlihatkan paha kecoklatan padat berisi

Dia tak pernah berhenti bergerak
Bagai irama indah menemani gerakan pantat dada dan tangannya

Kini diperasnya kain pel
Dan dia mulai membuat gerakan itu lagi
Maju mundur
Memutar



Ningsih, namanya
Entah sejak kapan kehadirannya baru kusadari
Mungkin ketika itu
Suatu malam, seperti malam-malam lainnya
Ningsihlah yang menungguku pulang dari kerja lembur
Karena cuaca panas dan gerombolan nyamuk mencecap manis darahnya
Maka tanpa sadar blusnya terbuka

Menampakkan bekas garukan diatas payudara …

Petuah Abah

Abah pulang. Seusai mengucap salam diusapnya peluh yang membasahi wajah. Kemudian seperti kebiasaannya setiap sore, di simpannya sebilah bambu di atas balai-balai di depan rumah. Bambu tersebut alat yang membantunya memanggul kerupuk. Karena pekerjaan Abah menjajakan kerupuk. Tiap hari Abah mengambil kerupuk aci di pabrik kerupuk Haji Ujang dan berjalan keliling kota, sambil berseru lantang: 
“Puk…puk…” Demikian berulang-ulang, hingga ada yang memanggil dan membeli dagangannya.
Abah sering bercerita bahwa kerupuk aci yang dibawanya terkenal enak. Rasanya gurih berkat resep rahasia keluarga pak Haji Ujang. Karena itu jika dagangannya habis sebelum petang, Abah mengambil lagi kerupuk dan kembali berkeliling kota.
Capek pastinya. Bolak-balik ke pabrik kerupuk dan menjajakannya. Tapi Abah tidak pernah mengeluh. Seperti kini, dia tersenyum padaku. Wajahnya mengeriput penuh gurat waktu. Kehitaman karena terlalu lama terpanggang sinar matahari.
“Sedang belajar apa, Sep?” tanya Aba…

Beauty is in my DNA

15 tahun yang lalu tidak banyak wanita yang menutup auratnya dengan rapat

15 tahun yang lalu hanya nenek-nenek yang berjilbab dan pergi mengaji

Kini…………………

Setiap wanita dapat mengisi waktunya mulai dari Senin hingga Minggu untuk mengikuti pengajian yang diadakan disetiap penjuru kota ...............

Menerima siraman rohani sesuai waktu yang dimilikinya

Bahkan kini mungkin hanya 10 % wanita yang tidak berjilbab dikota yang berpenduduk mayoritas Muslim seperti Bandung

Tapi apakah itu cukup ?

Pastinya tidak, karena siraman rohani harus berdampak pada kesehatan jiwa yang mengeluarkan aroma kebahagiaan bagi keluarga yakni suami, anak, kerabat bahkan tetangga ………

Dan ketika tetangga tertimpa kemalangan, cukupkah kita memberi ikan ??

Untuk sementara mungkin ya, tetapi pemberian “kail” adalah yang tertepat karena hidup membutuhkan keberlanjutan

Karena itu ketika kami harus membuat resume “DNA Cantik” karangan dr Tauhid Nur Azhar, kami merasa enggan untuk menulisnya sesingkat …

Beda Berjilbab dan Berhijab

Islam adalah agama yang menekankan pentingnya penghormatan kepada sesama manusia dan tidak memaksakan kehendak seseorang. Semua manusia adalah sama dan berasal dari sumber yang satu, yaitu Tuhan, yang membedakannya hanyalah prestasi dan kualitas takwanya.

Perempuan dan laki – laki dalam lslam sama-sama harus berbusana yang sopan dan sederhana, tidak pamer, dan tidak mengundang nafsu yang membuat seseorang berbuat dosa.

Jilbab dan perempuan memiliki hubungan yang erat karena perempuan muslimah biasanya identik dengan jilbab. Biasanya, jilbab yang digunakan lebih bernuansa budaya daripada ajaran agama. Sekarang ini, jilbab digunakan bukan untuk melindungi diri dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi lebih ke fashion. A. Pengertian Jilbab dan Hijab Berdasarkan konteks pemakaian dan pengertiannya, ternyata jilbab dan hijab memiliki pengertian yang berbeda. Kita akan bahas satu Per satu. 1.Pengertian Jilbab Kata jilbab berasal dari bahasa Arab Jalaba yang maknanya menutup s…